
disepanjang perjalanan, arnav mencari cara untuk pergi ke Jakarta menemui kekasihnya, Tampa membawa istrinya itu
'' gimana caranya ya aku pergi semalam saja Tampa membawa gadis kecil itu, apa kata ibunya nanti kalau aku beri alasan, kalau aku akan kembali ke rumah mama tampa membawa anaknya'' arnav sangat bingung dengan alasan yang akan dibuatnya
muncul lagi ide di benaknya
'' sebaiknya aku ketempat kerjaannya setelah pulang kerja nanti, aku harus bisa meyakinkan dia, kalau aku menengok teman ku yang sakit, biarkan saja dia yang memberi tahu ibunya, pokoknya nanti aku harus bisa meyakinkannya. '' gumamnya lagi dalam hati
setelah sampai di tempat kerjanya, dia sudah menepati segunung laporan di atas mejanya, dengan bergegas dia meneliti setiap laporan, dan menanda tangani nya, supaya dia sempat ketempat istrinya bekerja.
sedangkan Mecca, harus menyelesaikan banyaknya buku-buku yang berantakan yang harus segera diselesaikannya.
seperti biasanya, seniornya Rita selalu bersikap kasar kepada gadis itu, tapi dia tetap sabar
'' sssst ca, ayo kita istirahat dulu ini udah jam istirahat ca'' bisik Mila dari samping
'' ya bentar lagi nanggung ni'' jawab Mecca
dengan cekatan Mecca dengan sigap membereskan dan meletakan di posisinya masing-masing.
setengah jam sudah berlalu, perutnya udah mulai keroncongan
'' ca ayo kita istirahat aku sudah gk tahan ni'' ajak Mila lagi
'' ayo bagian sini sudah siap '' langkahnya meninggalkan pekerjaan yang sudah selesai
'' hei apa kalian tidak lihat buku-buku baru sudah datang, saatnya menyusun buku-buku itu ditempatnya masing-masing'' terdengar suara Rita perempuan galak dan kejam itu
'' kak tapi kami belum istirahat kak'' jawab Mila
'' ya udah kalau mau istirahat, tapi harus sendiri-sendiri aja '' perintah perempuan itu lagi.
'' baik kak '' jawab Mecca
'' mil, kamu istirahat duluan ya, aku belum lapar '' ucap Mecca mengalah dari sahabatnya itu
setengah jam sudah berlalu, arnav mulai gelisah dengan setumpuk laporan yang tak kunjung selesai
'' Baron, simpan dulu laporan ini di mobil ku, nanti malam akan ku selesaikan di rumah, sekarang aku mau pergi dulu, kau awasi pekerjaan ini dengan teliti''
titah arnav kepada pengawas, suruhan papanya itu, dan segeralah arnav meninggalkan tempat kerjanya, menuju ketempat kerja istrinya dengan mobil sport mewah miliknya.
__ADS_1
'' enak jadi anak bos, bisa datang dan pergi kapan aja '' ucap baron kepada pengawal yang lain
''' ah biarkan saja setidaknya proyek ini sekarang sudah jalan lagi'' jawab temanya
tidak lama berkendara arnav sudah tiba di toko buku itu,arnav memarkirkan mobilnya di halaman toko buku milik keluarga aldo.
tapi dia tidak langsung turun dari mobilnya, dia memikirkan bagaimana cara menemui istrinya , tidak mungkin dia minta ijin untuk bertemu istrinya kepada penjaga toko, yang ada semua orang akan bertanya siapa dirinya.
''sepertinya aku harus berpura-pura sebagai pembeli buku, aku akan masuk kedalam dan menemui gadis itu diam-diam '' gumamnya dalam hati
setelah dia memikirkan matang-matang rencananya itu, dia mulai melangkahkan kakinya ke toko buku tempat istri kecilnya bekerja.
'' selamat datang kak'' sapa dari seorang penjaga pintu masuk, toko buku tersebut
''siang '' jawabnya datar, dan terus melangkahkan kakinya ke dalam toko buku tersebut.
matanya mulai menyusuri semua tempat sambil bmencari istrinya, karena dia tau kalau jam istirahat sudah habis, dan semua kariawan pasti sudah pada masuk.
di balik rak buku besar, terlihat seorang gadis memanjat tangga dengan kesusahan, karena berpegangan dengan sebelah tangan, sementara tangan yang lain menopang banyak buku.
mata elang arnav langsung membidik gadis itu yang merupakan istrinya, dengan emosi dia bergegas menuju rak itu, dan berdiri pas dibawah tangga yang di naiki istrinya.
sepertinya kaki Mecca mulai gemetaran dan
''mecca apa yang kau lakukan, memang kerjaan mu gk ada yang beres ya, dasar malas!!'' terdengar suara keras dari Rita, dia langsung menghampiri Mecca dengan wajah memerah.
dengan cepat Mecca langsung loncat dari gendongan suaminya itu
'' maaf kak tadi saya jatuh dari tangga, dan tak sengaja langsung menimpa mas ini'' jawabnya menundukkan pandangannya
terdengar suara kaki Aldo yang baru datang ke toko buku milik orang tuanya, menghampiri mereka dengan berlari kecil.
'' Mecca apa yang terjadi '' tanya Aldo tapi Mecca hanya terdiam, sambil menahan air matanya karena takut.
''ini kak, anak baru ini kerjanya gk ada yang becus, dia menimpa pengunjung dengan badannya dan buku kak'' jawab Rita
'' Mecca apa kamu kurang sehat,''sambil meraba dahi gadis itu,
'' apa kamu udah makan sepertinya kamu kurang sehat'' dengan tangan yang masih menempel di dahi Mecca, terlihat Aldo yang sangat khawatir kepada perempuan itu.
melihat perlakuan Aldo kepada istrinya, langsung arnav tersulut emosi mengepalkan tangannya, ingin rasanya dia mengatakan kalau dia sebagai suaminya tak mau istrinya di sentuh lelaki lain,
__ADS_1
tapi itu semua tak mungkin dikatakannya.
'' Mila pun sudah kembali dari istirahatnya langsung menuju kedalam toko, menghampiri Mecca.
'' ada apa kak Aldo'' tanya Mila
'' Mecca tadi jatuh dan mengenai mas ini'' jawab Aldo.
'' mas inikan mas ganteng,waduh kalau di lihat dari dekat sungguh seperti artis '' gumamnya dalam hati
'' mas maaf ya, dengan ketidak nyamannya berbelanja di toko kami '' ucap Aldo begitu juga dengan Rita yang ikut membungkukkan badan.
'' oh tak masalah, sepertinya kariawan mu ini lagi sakit, kenapa kau tidak menyuruhnya istirahat '' saut arnav
'' ya kak Aldo, Mecca belum istirahat dari pagi'' kata Mila di hadapan semua orang disana.
'' apa kenapa belum istirahat '' tanya Aldo marah
'' iya kata kak Rita istirahatnya gantian jawab mila''
'' Mecca! tinggalkan kerja mu, dan istirahat sekarang, dan kau rit, ikuti keruangan ku sekarang'' titah Aldo
'' baik kak'' jawab Mecca dan Rita serempak
...setelah Aldo meninggalkan tempat itu, macca mulai berani menatap suaminya....
''mil aku keluar dulu ya'' pamitnya singkat sambil meninggalkan tempat itu dengan diikutin langkah suaminya
takut membuat semua orang curiga, arnav mengambil Semarang buku di rak dan memberikan kemeja kasir untuk di bayar,
sambil memperhatikan kemana istrinya itu hendak istirahat
setelah melakukan pembayaran, arnav dengan sigap mengikuti istrinya ke toko kecil di samping toko buku , toko mie rebus kopi dan banyak lagi yang di jual warung kecil ini.
Mecca memilih mencari tempat duduk yang paling belakang, yang tidak sering di lewati orang, dengan begitu dia bisa menangis sepuasnya.
''hik hik hik'' dengan suara kecil sambil membersihkan air matanya dengan tisu.
'' kau kenapa, apakah kau tidak bisa melawan perempuan itu '' tanya arnav datang seketika membuat Mecca kaget
'' mas apa yang kau lakukan di sini'' tanya Mecca
__ADS_1
''ada yang mau ku katakan padamu, tapi kau tenangkan dulu diri mu '' jawab arnav
'' pak teh anget satu '' titah arnav kepada bapak yang lagi membereskan piring di depan.