Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
hanya seekor ikan asin


__ADS_3

Tidak terasa mentari sudah menampakan dirinya. Perempuan yang tertidur didalam dekapan suaminya mulai menggeliat, dia ingin segera keluar dari pelukan hangat itu, dan segera menuju kamar mandi membersihkan dirinya.


Setelah dia siap bersih-bersih dia segera membuka gorden kamarnya agar matahari pagi bisa masuk.


''Sayang kenapa kau membuka semuanya, ini masih terlalu pagi'' kata lelaki tampan itu dengan suara serak, mengerutkan dahinya dan mengucek matanya.


''Mas ayo bangun sekarang, mas harus siap-siap kekantor dan Mecca akan membuat sarapan, setelah itu Mecca juga akan ke kampus'' kata Mecca.


''Oke sayang kalau itu mau mu'' jawab Arnav bangun dengan langkah gontai menuju kamar mandi.


Mecca tersenyum melihat lelaki itu dari belakang, dan dia juga segera menuju dapur untuk membuatkan sarapan.


''Sayang biar besok kamu tidak repot-repot, aku udah menyuruh mbok Yem pindah kesini, lagian di rumah mama dia terlalu banyak kerja kasihan udah tua, kalau orang baru yang kerja disini aku juga cemas meninggalkan kamu dengan dia berdua saja.


''Emang boleh sama mama kalau mbok Yem pindah kesini mas?''


'' Boleh,,, sekarang ada pembantu mama yang baru, lagian kasihan juga mbok Yem disana, sering kena marah sama mama '' kata Arnav lagi menjelaskan.


''Kalau mbok disini jadi Mecca kerjanya ngapain aja?''


''Kamu tugasnya layani suami, dan kuliah yang rajin'' jawabnya santai


Setelah sarapan, Arnav segera mengantarkan istrinya ke kampus.


''Sayang, kalau kau udah pulang hubungi aku ya, aku akan segera menjemput mu'' kata Arnav sambil mencium istrinya.


''baik mas'' jawab Mecca singkat sambil membalas ciuman suaminya itu, dan keluar dari mobil.


Sesampainya di halaman kampus, Mecca segera mencari sahabatnya Milla.


''Mecca kau baru datang, tadi aku melihat kamu turun dari mabil mewah, itu siapa Ca??'' tanya Milla yang rupanya sudah datang duluan. Milla melihat sahabatnya itu turun dari mobil mewah Arnav.


''oh itu, Mil ayo sini ada sesuatu yang harus aku ceritakan kepadamu'' segera Mecca menyeret tangan Milla masuk ke dalam kantin.


''Duduk sini Mil'' katanya lagi dengan wajah yang serius.


''serius amat Ca, ada apasih?'' kata Milla dengan heran melihat wajah serius Mecca.


''Mil sebenarnya aku, eh tunggu Mil sepertinya nasi goreng itu enak'' Mecca tergiur dengan nasi goreng yang dimasak ibu kantin, sehingga dia melupakan kalau dia ingin mengatakan suatu hal yang penting kepada Milla.


Tampa sadar dia mengikuti asal harum nasi goreng itu. berjalan meninggalkan Mila sendirian, padahal di rumah dia juga masak nasi goreng, dia juga sarapan banyak tadi pagi. Entah kenapa belakangan ini dia sangat doyan makan, dan juga suka tidur, tidak itu saja, sekarang dia lebih berani tidak seperti dia biasanya.


''Dasar aneh, katanya mau mengatakan sesuatu kok dia ninggalin aku disini sendiri'' gerutu Milla sangat heran dengan tingkah aneh Mecca belakangan ini.


''Bu, aku mau satu porsi ya bu'' kata Mecca yang berdiri depan meja dekat ibu kantin menggoreng nasi.

__ADS_1


''Baik nona, duduk aja dulu biar ibu yang anterin kesana'' kata Bu kantin.


''Gak bu, aku aja yang bawa, ibu bawain aja satu lagi buat teman ku'' pinta Mecca kepada ibu kantin.


''Baik nona'' kata ibu kantin dengan sopan.


Tidak berapa lama datang Mecca dengan sepiring nasi goreng di tangannya.


''Ca kamu gimana sih, katanya mau membicarakan sesuatu, kok malahan makan'' tanya Mila heran melihat Mecca membawa sepiring nasi goreng


''Maaf Mil, aku lupa mau mengatakan apa kepada mu'' katanya lagi sambil duduk


''Ca kamu sanggup menghabiskan semua nasi itu, apakah dirumah orang kaya itu kau jarang makan?'' tanya Mila lagi


''makan Mil, tapi gak tau belakangan ini aku ingin makan terus, semua yang aku bayangi seperti udah ada dalam mulut ku'' katanya lagi sambil menyuap nasi goreng panas itu.


Tidak lama datang ibu kantin membawakan nasi goreng untuk Milla.


''Ca kau juga membelikan untukku,,,?'' tanya Mila yang melihat sepiring nasi goreng dihadapannya.


''Iya makan aja Mil, aku yang bayar'' kata Mecca yang hampir menghabiskan separoh nasi itu dengan lahap.


Setelah Mecca menghabiskan semua, dia segera membayar makanan dengan kartu yang diberikan suaminya.


''Nona maaf bisa pakai uang tunai?'' kata Bu kantin mengembalikan kartu tersebut.


''Ca kamu belaga kayak orang kaya aja, pakai kartu segala'' kata Milla melihat cara sahabatnya itu.


''Hi hi hi bisa aja kamu, Oya Milla aku lupa mau mengatakan sesuatu '' kata Mecca lagi, dia ingin mengatakan kalau dia sudah menikah kepada Milla.


''Iya,,, aku nungguin kamu dari tadi , ada apa sebenarnya Ca,,, udah habis nasi sepiring kau masih belum mengatakannya, kau mau aku mati penasaran ya'' kata Milla cetus


''Mil sebenarnya selama ini aku'' Milla segera menghentikan Mecca untuk bicara.


''Udah Ca nanti aja, ayo kita masuk sepertinya kelasnya udah mau mulai'' segera mereka masuk, Mecca dan Milla mengambil jurusan sama jurusan matematika.


Sesampainya di dalam, Mecca segara mencari tempat duduk yang nyaman untuknya, dan Milla agar bisa ngobrol.


Baru Lima menit mata pelajaran itu dimulai, mata Mecca langsung diserang kantuk, dia sangat susah membuka matanya itu.


Tanpa malu-malu dia tidur sambil duduk, dengan meletakan kepalanya di atas meja. dia tidak peduli apa yang diterangkan dosen itu, dosen itu sangat mengenal wajah yang tidur saat kelasnya berlangsung.


Diam-diam dosen itu memotret dengan handphonenya.


''Ting'' ada pesan masuk di handphone arnav, ditengah kesibukannya dia masih sempat membuka pesan itu, rupanya terpampang wajah istri kecilnya yang tertidur.

__ADS_1


''Nav lo kenal gak dengan wajah cantik ini, pertama gue masuk dia sudah tertidur, lu pasti mengerjainya semalaman'' pesan wa dari sahabatnya Arman, ternyata seorang dosen yang bertugas di sana.


''Lo jangan gangguin tidur istri gue, biarin dia tidur. Sepertinya dia kurang enak badan '' kata arnav membalas


''Mecca ini bisa-bisanya dia tidur, sepertinya ada yang beda dengan gadis aneh ini''gumam arnav dalam hati.


Setelah jam pelajaran itu selesai. Gadis berambut panjang itu masih tidur dengan nyenyak, Arman menghampiri Mecca dengan membawa banyak tugas untuk Mecca, Milla sangat takut dengan dosen yang tiba-tiba berada dihadapannya.


''Bangun ca udah tidurnya'' Kata Milla yang mengguncang tubuh Mecca, tetapi dia tidak terbangun sama sekali.


'' sttttt'' kata Arman memberi isyarat


''Kamu berikan tugas ini untuknya. Bilang ini hukuman untuk orang yang tidur di kelas saya '' kata Arman yang memandang wajah itu dengan lekat.


''Banaran istri kecilnya Arnav ini sangat cantik, mustahil rasanya Arnav tidak akan jatuh cinta kepadanya'' gumamnya dalam hati sambil kembali melangkah dan meninggalkan ruangan itu.


Sedangkan Mecca terbangun dengan mata memerah, sepertinya dia belum puas tidur.


''Milla kemana pergi semua orang??'' tanya Mecca heran karena semua orang sudah tidak ada, hanya tinggal mereka berdua.


'' Bodoooh kau tidur seharian ini, kau tidak mendapatkan apa-apa kau telah rugi, semua orang telah pergi tinggal kita berdua'' kata Milla geram


''Mil Kenapa kau tidak membangunkan aku'' ulasnya dengan wajah tidak bersalah


''Aku udah capek membangunkan mu, kau tidur seperti ular'' jawabnya ketus


''Udahlah Mil, aku kan bisa belajar dari mu'' katanya lagi


''Aku juga tidak paham yang diterangkan dosen itu Ca'' jawab Milla ragu


''Huuu katanya aku rugi, sekarang rugian siapa? aku tau kamu. Mendingan aku tidur, lah kamu melotot kayak ikan asin gak dapat apa-apa'' kata Mecca mengatai sahabatnya itu.


''Iya Ca kita sama-sama rugi, kita juga sama-sama kayak ikan asin, tu matamu juga merah'' jawab Milla dengan wajah menunduk.


''Ha ha ha, mil ternyata kita hanya seekor ikan asin yang ikutan duduk disini'' jawabnya Tampa malu.


Mereka berdua sama-sama tertawa dengan kejadian hari hari ini.


''Kalau om aku nanya pelajaran hari ini, aku jawab apa ya ca?'' dia kembali bertanya kepada Mecca.


''Jawab aja kalau hari ini pelajaran untung rugi'' jawab Mecca sambil berjalan.


bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena


__ADS_2