Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Mecca berkunjung ke perusahaan arnav


__ADS_3

''treeeet treeet treeet'' ada panggilan masuk dari hp Mellisa, segera Melisa mengangkat hp yang bergetar tersebut.


''halo Mel, apakah kau udah melihat kondisi kakak ipar mu di kamar?'' ternyata yang menghubunginya itu adalah kakaknya, yang sangat mencemaskan istri kecilnya itu.


'' iya kak, sekarang kami sudah di luar, aku mau mengajak istrimu ini berkumpul dengan teman-teman ku, siapa tau ada yang menyukainya, dengan begitu kakak pun akan terbebas dari semua ini'' ucapnya dengan suara kecil karena gadis cantik itu duduk di sampingnya.


''apa !! kau jangan gila, memang kau mau ngumpul dimana '' tanya arnav yang terdengar kesal.


'' belum tau kak, aku kan udah dewasa, jadi aku bisa mengunjungi tempat hiburan semau ku, dan aku juga sudah bisa menjaga diri ku sendiri, tapi belum tentu dengan istrimu, apakah seumuran dia sudah boleh masuk ke tempat'' pembicaraannya terdiam karena di bentak oleh arnav


''diam kau, sekarang kau antar aja dia kesini aku tunggu'' ucapnya kesal


''gk kak, aku cuma pergi makan dengan teman-teman ku, istrimu aman kok kak '' ucapnya dengan senyum kecil


'' pokoknya kau antar dia kesini sekarang,! kalau tidak, jangan harap kau bisa berkumpul dengan teman-teman mu lagi'' ucapnya mengancam adik bungsunya itu


''baik kak,tapi kalau disana apakah orang-orang tidak akan curiga, bukankah kau gak mau status mu di ketahui orang '' ucapnya lagi


''aku tidak peduli, pokoknya dia harus sampai ke sini'' ucapnya sambil memutus sambungan telepon


dasar kakak, gadis kecil ini sebenarnya diam-diam telah mencuri hatimu kak, aku melihat ketakutan dari mata mu saat gadis ini di lukai oleh kak melisa, aku juga merasakan kau selalu berusaha melindungi istri kecilmu ini, kau hanya butuh waktu untuk mengakui cinta yang baru tumbuh itu.


'' ucapnya dalam hati sambil melirik kearah Mecca.


'' kakak ipar maaf ya, aku sepertinya tidak bisa mengajak kau ikut dengan ku sekarang, karena kakak menyuruhku mengantarkan kau ke sana,


apakah kau tidak merasakan ada yang spesial dari mu'' ucapnya sambil melirik gadis di sampingnya


'' iya,,,,aku tau kak, karena aku selalu di anggap lemah dan tidak bisa melindungi diri ku sendiri oleh mas arnav, dia juga pernah bilang kalau terjadi hal sama pada gadis lain, dia akan melakukan hal yang sama '' ucap Mecca yang gak mau terbuai dengan perkataan Mella


boleh jadi, kau kan gadis yang pengecut dan bodoh'' ucap adik iparnya dengan senyum menyeringai


tak lama setelah itu, mereka sampai di perusahan besar milik keluarga Sanjaya, setibanya di gerbang perusahaan, semua kariawan menundukkan kepalanya melihat mobil yang di kendarai Mella, siapa yang tidak kenal dengan nona yang satu ini, dia sangat galak, dan Sambong, tapi dia Masih punya hati di banding Melisa kakaknya.

__ADS_1


'' selamat siang nona '' sapa semua kariawan yang berada di sana.


Melisa sama sekali tidak menghiraukan, dan selalu memasang wajah cuek, berbeda dengan Mecca dia selalu membalas setiap kariawan dengan senyum manis, dan ikut menundukkan badannya.


'' kau jangan berprilaku seperti itu, kau harus meniru cara berjalan dan mimik wajah ku'' kata Mella yang mengajari Mecca


'' gk enak kak, akukan baru menginjakan kaki ku, ketempat semewah dan setinggi ini'' jawabnya yang mengikuti langkah Mella


'' terserah kau aja, aku lupa kau kan gadis kampung'' ucapnya lagi


setelah mereka tiba di meja resepsionis, langsung mbak yang berpakaian seksi menundukkan badan menyapa kedatangan mereka, tapi Tampa berhenti Mella langsung masuk menuju ruang kakaknya ,


'' tok tok tok masuk, terdengar suara maskulin dari ruangan tersebut.


'' kak ini istri mu, aku sudah mengantarkannya dengan selamat, coba kau periksa lehernya takut lehernya terkilir karena dari pertama masuk dia hanya sibuk menunduk kepalanya, seperti orang bodoh'' ucap Melisa


'' ya udah, kalau kau mau pergi silahkan '' ucap arnav yang mengusir adiknya itu secara halus.


'' makasih ya kak, telah meminjamkan aku baju dan sepatunya''' kata Mecca


Mella hanya senyum dan segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu.


Mecca segera duduk di kursi depan meja arnav.


'' apa kau sudah makan??'' tanya arnav yang masih sibuk dengan laporan yang menumpuk di depannya


'' belum mas'' ucapnya sambil mengamati ruang kerja suaminya


'' kenapa kau masih belum makan, apa kau lumpuh dan bisu, sehingga kau tidak bisa berjalan keluar dan minta makan sama mbok Yem'' tanya arnav dengan nada yang agak tinggi


''takut, kak Melisa dan mama ada di rumah'' ucapnya sambil memonyongkan bibirnya


''udah la, aku sudah bisa menebak yang keluar dari mulut mu'' arnav segera menelpon sekretaris yang cantik dan seksi itu

__ADS_1


''pesankan aku nasi satu porsi dobel'' ucapnya dari balik telpon


''baik tuan muda'' ucap perempuan seksi itu


tak lama setelah itu, datang sekretaris seksi itu mengantarkan makan siang keruangan arnav.


''permisi tuan muda, makanannya sudah datang silahkan dinikmati'' ucap perempuan itu sambil melirik gadis cantik berbaju ungu, karena gadis itu melihatnya dari atas sampai kebawah Tampa jeda


''letakan di atas meja sebelah situ'' arnav menunjuk ke sofa panjang yang terdapat meja kosong di sana, mata Mecca tak putus-putusnya melihat kearah sekretaris seksi itu.


''siapa sih gadis ini, kenapa dia melihatku seperti itu, apa dia baru kali ini melihat perempuan cantik seperti aku'' gumamnya dalam hati yang juga melirik mecca


setelah sekretaris itu keluar, Mecca langsung menanyakan pada suaminya tentang perempuan seksi tadi yang dia lihat.


''mas,mbak cantik itu kok kerjanya tukang antar makanan sih, gimana dengan aku, kalau aku bekerja disini pasti hanya tukang panjat genteng'' ucapnya yang masih heran dengan peraturan kariawan di sini


''jangan banyak tanya makan sana '' perintahnya


dengan sigap Mecca langsung mendekati nampan yang berisi makanan, tapi dia hanya melihat sayur dan daging panggang aja


'' mas kenapa dagingnya gk di potong dulu sebelum di masak, aku gk bisa menelan sebesar itu mas'' ucapnya lagi


''itu namanya steak daging, lihat kanada pisau dan garpu, kau potong kecil-kecil dulu baru kau makan kata arnav''


''baik mas'' tapi tangannya kesulitan mengerjakan pekerjaan yang biasa di lakukan orang kota itu, tapi dia tetap berusaha, arnav yang mendengar begitu berisik'' langsung mendekati istri kecilnya itu


''mas aku gk bisa'' ucapnya yang hampir menyerah


'' aku lupa kau tidak bisa apa-apa selain menangis dan bersembunyi'' ucapnya


*bersambung*


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...

__ADS_1


__ADS_2