Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Semua foto-foto itu sudah ditangan mecca


__ADS_3

Siang ini Arnav memutuskan kembali ke apartemen Enjelin, dengan tujuan yang sama, yaitu ingin membuka file yang membuat dia sangat penasaran.


''Ting tong'' bunyi bel di apartemen Enjelin, dengan semangat wanita ular itu segera berlarian ke pintu, dia tau kalau yang datang adalah Arnav, kerena dia sempat mengintip di balik gorden.


''Honey aku tau kau akan kembali'' kata Enjelin pas pintu itu terbuka.


'' Aku hanya ingin melihat keadaan mu saja'' jawab Arnav.


Tanpa disadarinya ada seseorang yang membuntutinya dari tadi, orang itu adalah Melisa adiknya, yang sengaja bekerja sama dengan Enjelin. Untuk mengambil semua foto-foto Arnav dari semejak di klub malam sampai Arnav keluar masuk kedalam apartemen Enjelin.


''Oya apakah kamu mempunyai melon, aku mau jus melon yang segar'' pinta Arnav yang ingin membuat Enjelin sibuk agar dia bebas membuka laptop Enjelin.


''Baiklah honey aku akan segera membuatkannya untuk mu'' kata Enjelin


Setelah Enjelin ke dapur, Arnav juga segera memasuki kamar Enjelin untuk melaksanakan rencananya.


Dalam kamar Arnav segera mengaktifkan laptop Enjelin, dia segera berusaha mencari file yang kemaren, setalah file itu ketemu dia buru-buru untuk membukanya, Arnav mencoba semua kata sandi untuk membukanya file tersebut, tetap saja gagal.


Dia kembali mencoba dengan kode rahasia, akhirnya file itu terbuka. Disana ada video cctv saat perayaan ulang tahun Enjelin di hotel.


ketika Arnav mau memutar video tersebut, ada kendala dengan jaringannya, video itu hanya mematung dengan lama.


Kini Enjelin hampir selesai membuat jus melon,Enjelin segera ke ruangan tamu tempat Arnav duduk tadi.


Padahal Arnav belum sempat berbuat apa-apa, kini suara Enjelin sudah terdengar memanggilnya.


''Honey jusnya telah selesai'' kata perempuan itu.


Tanpa banyak berpikir, Arnav segera mengeluarkan flashdisk kosong, tanpa melihat isi video keseluruhannya, Arnav segera menyalin file itu ke flashdisk miliknya. Secepat mungkin sebelum Enjelin menyusul ke kamar.


Tanpa membutuhkan waktu yang panjang semua langsung tersalin dengan cepat.


Melihat semuanya selesai, Arnav merasa lega, sekarang dia sudah memiliki semuanya.


Walaupun Arnav tidak melihat isi video itu, tapi dia yakin cctv itu akan memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu.


Sedangkan di rumah, Mecca sudah bersiap siap untuk mengajak ibu, bibi, dan miko jalan-jalan.


Mecca sudah menunggu Arnav dari tadi, tapi Arnav tidak datang. Mecca juga sudah menghubunginya, tapi handphone Arnav saat ini tidak bisa di hubungi.


''Bu sepertinya mas Arnav lupa dengan janjinya'' kata Mecca kepada Bu Lastri


''Mungkin dia sangat sibuk nak, sehingga dia tidak bisa pulang.


Kalau begitu gimana kalau besok aja kita jalan-jalannya '' kata Bu Lastri


''Sekarang aja kak, Miko udah tidak sabar untuk jalan-jalan ''ajak Miko


''Ya sudah, tapi kita ke Monas aja ya'' ajak Mecca.


''Baik kak, kemana aja yang penting jalan-jalan '' ucap Miko


Sedangkan di apartemen Enjelin, Arnav telah selesai menyalin semuanya dan berpura-pura kembali tidur.


Arnav tidak mau gegabah dan langsung bersikap kasar kepada Enjelin, karena dia belum sempat melihat semua isi dari video itu. Seandainya dia tidak menemukan yang dia inginkan di dalam video itu, dia masih bisa mencari ke sana lagi pada esok hari.


''Honey kau disini rupanya, ayo minum dulu jusnya.


Setelah itu aku akan membiarkan kamu istirahat, aku tidak akan menggangu mu'' kata Enjelin sambil menyodorkan segelas jus melon kepada Arnav.


''Huuak'' segera Arnav lari ke kamar mandi mengeluarkan isi perutnya, dia sangat mual bau melon itu, dia memuntahkan semua isi perutnya disana.


''Honey kenapa kau malah muntah, bukankah ini minuman kesukaan mu'' kata Enjelin yang juga mengikuti Arnav ke kamar mandi.


''Aku memang seperti ini sekarang, aku sangat sensitif, lebih baik untukmu saja jus itu'' kata Arnav


''Baiklah honey'' Enjelin hanya mengalah, Enjelin tidak mau memaksa,dia takut kalau Arnav akan pergi lagi seperti kemaren.


Sebenarnya Arnav juga mendapat keuntungan dari mualnya itu, agar dia tidak meminum jus buatan Enjelin, Arnav masih trauma dengan kejadian waktu di hotel, saat Enjelin mencampurkan sesuatu kedalam minumannya.


Sedangkan dirumah, tanpa menunggu lagi.


Mecca, Bu Lastri, bibi dan miko segera menuju Monas dengan sopir. Sesampainya di monas.

__ADS_1


Meraka jalan-jalan sambil belanja aksesori, Mecca rasanya tidak kehilangan tenaga untuk terus berjalan, sekali-kali dia selfy dengan Miko.


Mecca dan Miko begitu semangat. tidak seperti Bu Lastri dan bibi, mereka berdua hampir menyerah mengikuti Mecca dan Miko.


Mereka berdua seperti memiliki tenaga lebih untuk berkeliling.


Kembali ke apartemen Enjelin. Setelah keluar dari kamar mandi, Arnav mencari alasan untuk segera keluar dari apartemen Enjelin.


''Aku merasa tidak enak badan,aku ingin memeriksakan kondisi ku ke rumah sakit sekarang '' kata Arnav semari mengambil kunci mobilnya.


''Honey aku ikut, aku sangat mengkhawatirkan diri mu'' kata Enjelin yang memegang tangan Arnav yang sudah berada diluar.


''Aku tidak bisa mengajakmu sekarang, kalau ada yang melihat aku jalan denganmu, apalagi dengan kondisi mu seperti itu apa kata orang nantinya '' kata Arnav menolak.


''Baiklah aku tidak akan ikut, tapi besok temani aku untuk memeriksakan kandunganku di rumah sakit xx ya'' pinta Enjelin


''Oke, sekarang lepaskan aku dan biarkan aku pergi'' titah Arnav.


''Tunggu honey'' kata Enjelin yang langsung mencium Arnav di bagian bibir, tapi Arnav segera menghindar dia hanya menyerahkan pipinya untuk di cium Enjelin.


Dari jauh ada Melisa yang memotret semuanya, dia mampu melakukan apa saja yang diperintahkan Enjelin. Selain dengan perjanjian untuk menjadikannya model, Enjelin juga berhasil meyakinkan Melisa kalau yang dikandungnya adalah anak Arnav.


Sehingga melisa bersedia melakukan apa saja, agar enjelin dan Arnav bisa bersatu kembali


Saat berkendara, Arnav segera mengaktifkan ponselnya yang sengaja di non-aktifkan dari tadi. Arnav melihat ada puluhan panggilan yang tidak terjawab dari istrinya.


''iya aku lupa, kalau aku udah janji untuk membawa Miko, ibu dan bibi jalan-jalan hari ini'' kata Arnav.


dia segera menghubungi istrinya kembali.


''Halo sayang'' sapa Arnav lembut


''Ya halo mas, mas kemana aja?''


''Maaf cantik,,, aku lupa tadi aku ada keperluan mendadak, Oya sekarang kamu dimana?'' tanya Arnav


''Sekarang kami lagi di Monas mas'' jawab Mecca.


''Sekarang angkat vc ku '' titah Arnav yang sangat cemas mengetahui istrinya di Monas.


''Halo mas, Mecca berada di sini,,, Mecca sangat penasaran dengan mainan itu '' kata Mecca yang menunjuk sebuah rollercoaster.


''Stop!!! jangan sayang, itu bahaya untuk mu, ingat kamu lagi hamil! ku mohon dengarkan aku.


Jangan beranjak dari sana, aku akan ke sana sekarang, aku mohon patuhi aku'' kata Arnav yang sangat takut membayangkan kalau Mecca sampai nekat.


Arnav melajukan mobilnya secepat mungkin agar segera sampai di Monas, sebelum naluri anak-anak istrinya meronta.


''Oh tuhan,,,, tolong jangan sampai dia melakukan hal yang membahayakan dirinya '' gumam Arnav.


Sekarang Arnav sudah sampai di monas, dia berlari kecil masuk dengan wajah yang panik.


''Stop!!!'' terdengar suara berat Arnav yang menghentikan langkah istrinya yang hendak menaiki motor-motoran yang berputar.


''Mas,,, Mecca mau naik itu '' kata Mecca menunjuk kearah motor-motoran itu.


''Tidak sayang, aku mohon jangan bertingkah seperti Miko, dia masih anak-anak, sedangkan kamu ibu-ibu hamil'' kata Arnav sambil menuntun istrinya menjauh dari sana.


''Mas ini ya,,,,itu gak boleh ini gak boleh, Mecca belum pernah merasakan naik permainan yang berada disini'' kata wanita hamil itu.


Arnav sangat kualahan menghadapi tingkah mecca. Kini dia menyadari kalau wanita yang dinikahinya itu, memang anak-anak yang masih ingin bermain-main.


''Sayang ayo kita duduk disana aja, atau kamu mau memancing'' tawar Arnav lagi, karena cuma itu permainan yang aman untuk Mecca


''mau,,, Mecca mau mancing aja, lumayan siapa tau dapat ikan besar '' kata Mecca yang sangat bahagia.


''Cantik ku,,,,, kita tidak memancing ikan sungguhan, kita hanya memancing ikan bohongan'' kata Arnav


''Apa,,, mas pikir Mecca anak-anak yang mau mancing ikan seperti itu. Mas jahat '' kata Mecca dengan wajah kesal.


''Kita main yang lain aja ya,,,,'' bujuk Arnav lagi


''Tidak usah, Mecca tidak ingin ngapa-ngapain '' jawabnya ketus. Arnav yang melihat tingkah istrinya hanya senyum.

__ADS_1


''Sayang aku beliin es krim ya,,,'' bujuk Arnav lagi, tapi Mecca masih saja diam.


Bu Lastri dan bibi segera mendekati Meraka dengan wajah kelelahan.


''Ibu dan bibi lelah amat, ayo duduk, aku beli minuman dulu ya '' kata Arnav


''Tidak usah nak, minuman ibu dan minuman bibi masih ada''kata ibu dengan nafas tersengal-sengal.


''Kami hanya capek mengikuti Mecca dan Miko, mereka berdua seperti monyet yang melihat tumpukan pisang.


Bibi dan ibu tidak sanggup lagi'' kata bibi yang mengangkat tangan.


''Sayang,,, kenapa kau tidak memikirkan aku dan anak kita. Seandainya terjadi sesuatu pada mu aku bisa mati.


kalau begitu ayo kita pulang saja '' titah Arnav.


''kakak ayo, masih banyak yang belum kita jalani'' kata Miko yang datang menarik tangan Mecca.


''Udah Miko, tuan besar udah datang, sehingga kita harus pulang sekarang'' kata Mecca menyindir Arnav. Mendengar ucapan istrinya Arnav berpura-pura tidak mendengarkannya.


''Sayang jiwa anak-anak mu masih melekat, kau begitu mengemaskan kalau seperti ini'' gumam Arnav dalam hati


''Miko ayo kita pulang, kamu tidak kasihan dengan kakak dan keponakanmu '' kata Arnav mencoba memberi pengertian kepada Miko


''baik lah kakak ipar'' kata Miko dengan langkah gontai.


''Ibu, bibi dan miko pulang sama sopir aja ya, Mecca biarkan pulang dengan aku'' Pinta Arnav sopan


''Baik nak'' kata ibu.Mereka semua langsung menuju parkiran mobil. Arnav juga ikut mengantarkan mereka ke parkiran.


''Setalah sampai di mobil, segera sopir berlarian membukakan pintu untuk mereka.


''Kau kenapa mengantarkan istri saya main kesini!! kau taukan dia lagi hamil. Awas saja kalau terjadi apa-apa kepada istri saya'' kata Arnav yang marah dan mengancam pak sopir.


''Maaf tuan muda, saya hanya mengikuti perintah nona aja'' jawab sopir takut


''Ya sudah, anterin mertua saya kerumah, ingat hati-hati menyetirnya'' kata Arnav lagi kepada sopir


Setelah mobil itu berangkat, baru Arnav dan Mecca menuju mobilnya untuk mengikuti mereka.


''Sayang ayo minum, kau pasti sangat lelah'' pinta Arnav


''Gak mau '' jawab Mecca yang menyingkirkan tangan Arnav.


''Kau tidak mau terjadi apa-apa kepada anak-anak kita gara-gara kekanak-kanakan mu itu bukan'' kata Arnav meninggikan suaranya, dia sengaja bersikap keras sekarang. Memaksa Mecca untuk minum. Melihat emosi Arnav Mecca segera meminum air mineral itu.


''Sayang maaf aku harus bersikap keras untuk kebaikan mu'' kata Arnav dalam hati.


Di sepanjang perjalan mereka berdua saling diam sampai rumah, setelah sampai, Arnav segera mengendong Mecca kedalam rumah, karena dia tau kalau istrinya sangat begitu cepek berjalan ke sana sini saat di Monas tadi.


Setelah sampai dalam rumah, Arnav mendudukkan Mecca di atas sofa. Dia langsung masuk ke kamar tanpa membujuk wanita yang lagi manyun itu.


''Nona ada kurir yang memberikan ini tadi, katanya ini untuk nona'' kata mbok Yem memberikan amplop coklat yang tebal.


''Ini apa??'' kata Mecca heran, di amplop memang tertulis namanya.


Sedangkan dikamar Arnav ingin ketempat sahabatnya, dia ingin membuka Vidio tadi di sana bersama ketiga sahabatnya, karena tidak mungkin dia membuka video itu di rumahnya, walaupun ruangan kerjanya jarang di masuki orang, tapi sekarang dia membutuhkan ketiga sahabatnya memecahkan masalahnya.


Tanpa pikir panjang Arnav Menganti pakainya dengan pakaian santai.


Setelah itu dia segera keluar mau melihat dan menyuapi istrinya sebelum pergi, tapi di sofa dia melihat kalau Mecca sudah tertidur.


melihat pemandangan itu, Arnav segera mengendong istrinya masuk kamar, sebelum pergi dia mencium pucuk rambut istrinya. dan mencium perut yang mulai membesar itu.


''Sayang aku keluar sebentar ya '' kata Arnav dengan suara kecil, sebelum pergi dia meninggalkan pesan kepada mbok Yem, kalau Mecca bangun segera anterin makanan ke kamar.


Arnav juga sudah mempersiapkan obat dan banyak vitamin sebelum dia pergi,dia meletakan di atas meja agar setelah makan Mecca segera meminum obat dan vitaminnya.


Setelah Arnav pergi, Mecca segera bangun, tidurnya terganggu karena di gendong Arnav tadi.


Mecca kembali keluar dan mengambil amplop coklat , yang diletakkan di bawah sofa, dia sangat penasaran isi di dalamnya.


Dengan sigap dia membuka isi amplop tersebut, alangkah kagetnya Mecca melihat semua foto-foto yang dikirimkan oleh Melisa.

__ADS_1


''Tidak ini tidak mungkin '' katanya yang memperhatikan foto itu satu persatu, dia menjerit sekencang mungkin


Mobil yang ditumpangi ibu, bibi dan miko telah sampai di halaman, mereka berlarian masuk mendengar jeritan mecca.


__ADS_2