
Langit udah gelap sempurna saatnya Mecca berangkat ke rumah Sanjaya untuk merayakan ulang tahun suaminya.
Sikembar juga sudah di dandani dengan cantik dan setampan mungkin.
''Sayang ayo kita berangkat kerumah Oma'' kata Mecca mengendong Arav dan Ara, setelah mengantarkan kedua anaknya kedalam mobil. Mecca kembali lagi kedalam rumahnya untuk mengambil paper bag yang tertinggal di dalam.
Setelah mengambil paper bag itu. Mecca kembali mengunci pintu dan segera menuju mobil yang dari tadi menunggunya.
''Trrrrrrrrrr'' terdengar suara mobil yang di rem mendadak di hadapanya.
Rupanya itu Arnav yang datang tiba-tiba menikung mobil pak Ujang dan menarik paksa Mecca untuk masuk kedalam mobilnya.
''Tuan muda tunggu!!''Teriak pak Ujang yang panik melihat Arnav membawa Mecca dengan paksa.
Sekuriti juga berlarian keluar untuk melihat kejadian itu.
''Duh kenapa tuan muda malah menculik istrinya sendiri'' kata pak Ujang bingung.
''Ya udah yang penting kita laporkan dulu pada tuan besar tentang kejadian ini'' kata satpam yang juga melihat kejadian itu.
Segera sekuriti berlarian menuju pos jaga dan menghubungi rumah Sanjaya.
''Kring kring kring terdengar suara telepon di ruang tengah Sanjaya.
''Halo...'' Jawab nyonya Gita.
''Halo nyonya ini dari rumah tuan muda jawab sekuriti.
Iya ada apa?''tanya nyonya Gita
''Nyonya ada berita buruk, barusan nona Mecca diculik ''kata sekuriti agak tergesa-gesa.
''Apa!! Siapa yang menculik Mecca? '' tanya nyonya Gita dengan suara meninggi.
''Tuan muda ''jawab sekuriti.
''Terus gimana dengan kedua cucu saya'' tanya nyonya Gita lagi.
''Tuan kecil dan nona kecil masih di dalam mobil bersama pak Ujang nyonya'' jawab sekuriti
''Ya udah sekarang tolong bawa mereka kerumah besar, suruh bi Yem untuk menjaga mereka'' titah nyonya Gita lagi.
''Baik nyonya''kata sekuriti.
Setelah sambungan itu terputus. Segera sekuriti berlari untuk memberi tau pak Ujang titah majikan mereka.
Sedangkan Mecca hanya mengikuti saja kemana laju mobil yang dikendarai oleh Arnav.
''Mas kita mau kemana?'' tanya Mecca sambil berpegang erat ke kursi tempat duduknya.
''Stttt,,, diamlah, ikuti aja aku, dan tolong jangan banyak bicara. Dan jangan banyak protes kalau kau tidak mau kita mengalami kecelakaan''Ancam Arnav pada istri kecilnya itu.
Mecca hanya mengikuti yang di bilang Arnav padanya, dia takut celaka kerana laju mobil sport Arnav begitu kencang.
Sedangkan Arav dan Ara sudah sampai di rumah mewah sanjaya. Mereka segera di gendong oleh pak Ujang dan mbok Yem kedalam rumah.
__ADS_1
''Ma kok hanya Ara dan arav yang datang, Mecca kemana ma?''tanya tuan Andi sambil mengambil arav dari pak Ujang.
''Mecca di culik pa'' jawab nyonya Gita dengan santai.
''Apa,,,,Mecca di culik, tapi mama hanya santai aja menanggapinya'' kata tuan Andi dengan kaget terbawa emosi.
''Pa orang yang menculiknya bukan orang biasa pa, orang yang menculiknya itu suaminya sendiri'' kata nyonya Gita menjelaskan sambil mencium rambut Ara yang berada di pelukannya.
''Arnav membawa Mecca kabur,,,, Dasar anak bodoh dia tidak tau kalau hari ini hari ulang tahunya, dia sangat tidak sabaran, padahal Mecca sudah mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari untuk memberikan surprise padanya. Semuanya jadi berantakan gara-gara kebodohannya itu'' kata tuan Andi.
''Ya,,,,, semuanya ini jadi sia² dong'' kata Mella yang baru datang mengambil alih ponakan perempuannya dari papanya.
''Papi kalian itu sangat egois, dia ingin menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya. Untung saja yang si bawa kaburnya itu istrinya sendiri, kalau orang lain bisa bahaya . Semoga kau tidak mewarisi kelakuan buruk papi mu itu''ulas Mella lagi sambil mencubit pipi gembung Arav.
''Ma ayo hubungi Arnav sekarang. Papa takut dia akan berbuat nekat pada Mecca'' Pinta tuan Andi.
'''Nekat gimana sih pa, paling² kita akan mendapatkan kabar baik lagi setelah kepulangan mereka.
Kita akan menimang cucu baru'' Jawab nyonya Gita.
''Bukan itu mah, papa takut Mecca akan menolak dan membuat Arnav emosi.
Takutnya Arnav hanya akan menyakiti istrinya'' kata tuan Andi.
''Pa. Arnav tidak akan berbuat kasar pada Mecca, dia begitu menyayangi Mecca.
Mama rasa kalau Arnav mau minta jatah, Mecca tentunya juga siap kerena dia tau dengan kewajibannya'' kata nyonya Gita lagi.
''Yang penting sekarang kita urus kedua cucu kita ini, biarkan mereka berdua menghabiskan waktu, mudah²an Arnav bisa mengingat memori yang telah hilang itu sedikit demi sedikit'' ulas nyonya Gita lagi.
''Mella bawa Arav dan Ara ke kamar papa, papa sangat merindukan mereka, biarkan mereka tidur dengan papa dan mama malam ini'' pinta tuan Andi.
''Oke pa, jadi aku bebas tugas malam ini'' kata Mella yang langsung melangkahkan kakinya ke kamar utama rumah mewah itu.
Sedangkan Arnav sudah hampir sampai di hotel yang telah di bookingan tadi. Sesampainya di dalam hotel dia segera menarik Mecca ke ranjang.
''Kau rupanya berdandan secantik ini hanya untuk menemui lelaki itu, kau sangat pandai berbohong. Kau katakan kalau kau dengan dia hanya berteman, tapi ini buktinya'' kata Arnav tersulut emosi.
''Mas salah paham, semuanya tidak seperti yang mas pikirkan'' kata Mecca yang ingin menjelaskan.
''Sudah lah aku tidak butuh penjelasan mu, aku hanya merasa kau telah membohongi ku, didepan ku kau pura-pura setia pada suamimu, tapi sama lelaki itu kau sangat mudah untuk di dekatinya. Kau mempersulit jalan untuk ku. Sedangkan pada lelaki itu kau memberikan jalan yang mulus tanpa rintangan sedikitpun.
Aku sebenarnya begitu kesal saat melihat kau berdandan seperti ini untuknya''Kata Arnav.
''Mas dengarkan penjelasan Mecca dulu mas'' kata Mecca lagi.
''Stop! aku tidak mau mendengarkan ucapan mu lagi,aku tau kau hanya akan mempersulit jalan ku'' kata Arnav meningikan suaranya.
''Mas jangan begini mas'' pinta Mecca melihat wajah yang memerah pada lelaki tampan itu.
''Udahlah ikuti saja mau ku kalau kau masih ingin pulang'' ancaman Arnav pada istri kecilnya.
''Baiklah, tapi boleh gak sebentar saja mas mendengarkan Mecca bicara hal yang penting''kata Mecca bicara dengan mengecilkan volume suaranya.
''Aku tau apa yang mau kau katakan. Paling kau mau mengatakan kalau kau ingin pulang menemui lelaki itu'' kata Arnav.
__ADS_1
Setelah lama saling diam, Arnav kembali membuka pembicaraan.
''Oya apakah kau sudah makan?'' tanya Arnav dengan sedikit melunakkan suaranya.
''Udah mas tadi sebelum keluar Mecca makan dulu'' jawab Mecca.
''Tapi kau harus makan malam dengan ku, ingat ini dinner pertama kita'' titah Arnav
''Mecca kenyang mas, Mecca hanya ingin pulang'' kata Mecca menolak.
''Tidak malam ini kau harus menemani ku''bantah Arnav.
''Gak mas hari ini adalah hari'' perkataan mecca terputus kerena dia melihat Arnav yang ingin melukai dirinya sendiri dengan pisau buah yang terletak di hidangan.
''Jangan!!! Mecca mohon jauhi benda itu.
Mecca tidak ingin kalau mas terluka'' kata Mecca berlari mengejar Arnav.
''Stop jangan dekati aku, kalau kau bersikeras untuk meninggalkan aku disini, maka aku akan nekat melakukanya'' kata Arnav mengancam.
''Ini adalah cara yang sangat bagus untuk menakuti si cantik ini, agar dia tetap disini menghabiskan
malam ini dengan ku.
Aku yakin dia tidak akan tega melihat ku terluka seperti di mall kemaren'' gumam Arnav.
''Baiklah Mecca janji Mecca tidak akan meninggalkan mas disini, Mecca akan mengikuti apa saja keinginan mas, tapi jauhkan benda itu'' kata Mecca memohon.
Melihat Mecca yang begitu takut dan cemas segera Arnav meletakan kembali pisau itu ke piring.
Setelah itu Mecca berjalan mendekati Arnav dan memeriksa tangan yang sedikit tergores itu.
''Mas tolong jangan seperti ini lagi ya, Mecca tidak bisa melihat mas terluka, lihat tangan mu hampir terluka'' kata mecca sambil mengusap tangan suaminya yang memerah.
''Hei aku tidak apa² itu cuma sedikit tergores, itu hanya luka kecil kenapa wajah mu jadi sedih seperti itu''kata Arnav tersenyum melihat Mecca yang begitu perhatian padanya.
''Dia benar-benar cantik, kalau di lihat lebih dekat seperti ini'' gumam Arnav lagi.
Saat Mecca lebih mendekat memeriksa tangganya.
Arnav segera mengunakan kesempatan itu untuk meraih dagu Mecca dan memberanikan dirinya untuk mencium bibir seksi istrinya itu.
Suami istri yang sudah lama terpisah itu sangat menikmati ciuman dalam nan mesra itu.
Setelah ciuman itu selesai, Mecca menahan malu dengan wajah yang sedikit memerah.
Mungkin sudah lama dia tidak melakukan hal seperti itu dengan suaminya, sehingga dia tidak berani memandang wajah tampan yang terus memandangnya.
Melihat Mecca tidak menolak. Arnav merasa ini adalah kesempatan untuknya.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......
__ADS_1