Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Ada satu nama yang tersirat di hati ku


__ADS_3

Setelah sampai rumah.


Mecca segera berkumpul dengan keluarga menonton televisi di ruang tengah.


Kebetulan siang itu tuan Andi berada di rumah kerena hari ini hari libur, sehingga dia memilih dirumah menghabiskan waktu dengan keluarga terutama dengan kedua cucunya.


''Ara cucu cantik opah,,, kamu tadi kemana aja, opa kelamaan menunggu kalian datang, kenapa kalian tidak mengajak opa juga?'' tanya tuan Andi sambil mencubit pipi gembung Ara.


Kedua bayi kembar itu hanya asik bermain kerincing lumba-lumba yang di belikan oleh Mella.


Mella juga begitu menyayangi kedua anak comel yang cantik dan tampan itu.


''Mecca gimana kalau kamu mulai aktif lagi untuk melanjutkan kuliah kamu, biar kamu cepat selasai juga'' pinta tuan Andi sambil sekali-sekali menggoda cucu kesayangannya itu.


''Pa kalau Mecca kuliah siapa yang akan mengurus kedua si kembar ini'' jawab Mecca.


''Tenang aja Ca,,,ada mama disini, mama akan merawat kedua si kembar saat kamu kuliah nanti, lagian saat kamu pulang atau Mella pulang, kita bisa gantian juga, lagian Meraka anak yang baik mereka tidak rewel sama sekali'' ulas nyonya Gita.


''Makasih ma,tapi beri Mecca waktu untuk berpikir ya ma pa'' jawab. Mecca.


Sedangkan di negara lain .


Arnav memutuskan untuk kembali ke rumah Enjelin.


Saat dia sampai di rumah Enjelin waktu sudah mulai gelap, tanpa pikir panjang Arnav segera mengambil handuk dan membuka pakaiannya, dia hanya menutup bagian pentingnya dengan handuk karena dia ingin membersihkan badannya.


''Haney aku mau ikutan juga, aku merindukan kamu'' tiba-tiba Enjelin masuk dengan hanya memakai bra dan ****** ***** yang tipis menutupi bagian sensitifnya.


''Apa yang kau lakukan!'' bentak Arnav, dia sama sekali tidak tertarik kepada Enjelin.


''Honey ini sudah saatnya kita melakukanya, aku telah menunggu mu begitu lama.


Lagian kita berdua adalah orang dewasa, kita butuh menyalurkan hasrat kita'' jawab Enjelin sambil membelai dada kekar Arnav dengan lembut.


''Stop Enjelin! jauhkan tangan mu dari ku, aku tidak siap melukanya sekarang'' kata Arnav dengan suara meninggi.


''Honey apakah kau tidak mau menikmati mainan yang biasa kau kagumi dari ku ini. Ayo coba lah cicipi, setelah itu kau pasti suka. Dan nanti kau kau sendiri yang akan datang kepada ku'' ulas Enjelin lagi sambil membusungkan dada yang sedari sudah menonjol dengan gagah.


Enjelin juga mencoba melekatkan tangan Arnav agar Arnav meremas kedua gundukannya itu.


''Kau!'' hanya itu yang keluar dari mulut Arnav sambil menarik Enjelin keluar dari kamarnya dengan kasar.


Setelah itu Arnav mengunci kamar itu dengan cepat dari dalam.


''Nav buka pintunya! kau telah menghina ku Nav. Ayo buka'' teriak Enjelin dari luar.


Dia begitu malu dan tidak ada harga diri, karena dia sudah membuka pakainya sendiri untuk disajikan kepada Arnav, tapi Arnav menolaknya mentah-mentah.


'' Aku harus segera keluar dari sini, aku tidak bisa tinggal lagi dengan Enjelin. Aku juga binggung kenapa saat Enjelin Memakai pakaian terbuka seperti itu alat ku tidak bereaksi sedikitpun. Sebenarnya aku ini kenapa? aku seperti orang tidak normal'' gumam Arnav sambil kembali mengenakan pakaiannya.


''Yang penting sekarang aku harus keluar dari sini dulu, aku tidak mau terus terusan tersiksa di tempat ini, apa lagi hidup dengan wanita yang begitu agresif seperti itu'' gumam Arnav lagi sambil mengemas semua pakaiannya.


Saat Arnav sampai di luar kamar, Enjelin langsung menghampiri Arnav dengan pakai lengkap.


''Nav kamu mau kemana? maafkan aku Nav aku mohon, tadi aku hanya bercanda'' kata Enjelin sambil memohon dan mengajar Arnav.


'' Wanita bodoh! jangan mentang-mentang aku tinggal dengan mu dan melupakan sebagian dari hidupku, kau Marasa bisa untuk memaksa ku. Aku tidak bodoh dan aku masih ingat kalau aku punya banyak teman di luar sana.

__ADS_1


Aku jadi ragu apa yang kau ucapkan. Kalau kita mempunyai hubungan. Mulai saat ini sebelum aku mendapatkan kembali ingatan ku, kau bukan siapa-siapa ku, aku bebas mau jalan sama siapa saja, bahkan aku bebas untuk memilih tidur dengan wanita manapun '' kata Arnav menunjuk ke kepala Enjelin dengan kasar.


Setelah itu Arnav kembali melangkah meninggalkan rumah Enjelin dengan langkah cepat.


''Nav aku mohon tunggu aku'' Pinta Enjelin memohon, tapi tanpa di duga saat Enjelin mengikuti Arnav dia tersandung di tangga teras rumahnya yang cukup tinggi dan curam.


''Auuu'' teriak Enjelin yang begitu Karas sehingga akhirnya dia jatuh pingsan.


''Enjelin bangun'' kata Arnav semari menepuk-nepuk pipi Enjelin, tapi wanita jahat itu masih belum terbangun, dia mengeluarkan banyak darah sehingga Arnav dengan cepat membawa Enjelin kerumah sakit.


Saat di rumah sakit Enjelin segera masuk ruang ICU.


''Dokter gimana dengan teman saya, gimana keadaanya?'' tanya Arnav yang langsung bergegas menghampiri dokter yang baru keluar dari ruang Enjelin.


''Arnav katakan gimana kejadian sebenarnya'' tanya dokter.


Dokter itu salah satu kerabat dekat Enjelin, dia adalah dokter Lula, tapi Arnav tidak mengenalnya sama sekali ,saat dokter bertanya dia begitu kaget dan bingung.


''Sepertinya dokter ini mengenal ku'' gumam Arnav dalam hati.


''kejadiannya begitu tiba-tiba, saat dia mengikuti ku, tiba-tiba dia tersandung sesuatu sehingga dia jatuh ke lantai dasar rumahnya'' jawab Arnav dengan Santai, karena memang itu kenyataanya.


''Kalau kau tidak percaya, kau bisa cek cctv yang terpasang di rumahnya'' ulas Arnav lagi.


''Oke Arnav aku percaya, tapi selain mengalami luka akibat terjatuh, dia juga mengalami kangker rahim dan ini tidak main-main, kangkernya sudah memasuki stadium empat'' kata dokter jelaskan.


''Apa,,, tapi aku lihat dia baik-baik saja'' jawab Arnav lagi


''Iya mungkin dia juga tidak menyadarinya, bukankah dia pernah keguguran, mungkin saat itu dia tidak melakukan pemeriksaan rahimnya kembali sehingga terjadi hal seperti ini'' ulas dokter Lula menjelaskan.


''keguguran,,, kapan, sama siapa dia hamil?'' tanya Arnav bingung.


''Tidak mungkin aku baru mengenal perempuan itu, dan aku merasa aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengannya, jadi bagaimana bisa dia mengandung anak aku'' jawab Arnav


''Baru kata mu, kau dan dia sudah bertahun-tahun pacaran dan saat kamu menikah dengan perempuan lain, dia masih setia mengikuti mu ke Indonesia'' jawab dokter Lula lagi dengan emosi, karena dia merasa Arnav adalah lelaki yang tidak bertanggung jawab.


''Aku pernah nikah kata mu, sebelum pembicaraan ini semakin ngaur lebih baik kamu urus wanita itu. Karana aku tidak mengingat kalau aku pernah berhubungan dengannya'' kata Arnav sambil melangkah meninggalkan dokter Lula


''menikah,,, aku tidak percaya dengan ikatan semacam itu, aku pria bebas seenaknya saja dia mengatakan kalau aku menikah di Indonesia'' gumam Arnav lagi sambil berlalu memanggil taksi.


Di sepanjang jalan Arnav tidak mau pusing dengan penyakit Enjelin, dia selalu terbayang dengan perkataan dokter Lula yang mengatakan kalau dia sudah menikah.


Sedangkan di kediaman Sanjaya terlihat seorang lelaki yang mondar mandir di luar pagar.


Dia adalah Rian yang ingin menemui Mecca, walau dari kejauhan melihat Mecca itu membuat Rian begitu bahagia.


Sedangkan Mecca dikamar sibuk merapikan pakaian ke lemari miliknya. dan dia juga selalu menggantung berbeda-beda pakaian Arnav setiap hari dengan henger, Seakan Arnav masih berada disana.


Mecca selalu menganggap Arnav akan berganti pakaian setiap hari sebelum kekantor, tarkadang Mecca juga membawa baju suaminya itu ikut tidur dengannya. Dengan Memberi sedikit parfum yang sering di pakai Arnav agar dia merasa Arnav masih berada di sampingnya.


''Mas besok Mecca mulai kuliah lagi. Mecca ingin mas yang mengantarkan Mecca seperti biasa. Mecca mohon pulanglah anterin Mecca lagi, apa mas tidak takut kalau Mecca nyasar '' kata Mecca bicara sendiri sambil memeluk baju yang sering di pakai oleh suaminya.


Sedangkan Arnav langsung menuju hotel untuk beristirahat, dia memilih tinggal di hotel sampai dia mendapatkan apartemen yang cocok untuknya.


''Kak Arnav,,, kok kak Arnav disini'' kata seorang gadis yang berambut panjang, dia adalah Reyna yang habis menghadiri pesta temanya di hotel tersebut.


''Reyna,,, aku nginap di sini, aku ribut dengan Enjelin sehingga aku memutuskan tinggal di hotel untuk sementara'' jawab Arnav.

__ADS_1


''bagus lah, kak Arnav akhirnya keluar juga dari rumah perempuan itu. Oya besok aku kunjungi kakak kesini ya, kita sarapan bareng '' pinta Reyna .


''Oke,,, tapi habis itu kamu bantu aku mencari apartemen yang cocok untuk ku, gimana?'' tanya Arnav.


''Kak Arnav mau mencari apartemen. Di samping apartemen ku ada yang kosong di sana sangat bagus, dan fasilitas juga lengkap. Kakak tinggal di sana aja ya'' pinta Reyna lagi.


''Oke,,, besok aku tunggu kamu di sini, Oya aku pamit dulu aku sangat capek ''kata Arnav sambil berlalu meninggalkan Reyna, sedangkan Reyna begitu bahagia dia tidak pernah membayangkan kalau dia dan Arnav bisa berjumpa setiap hari.


Tidak terasa pagi sudah datang. Reyna berdandan begitu cantik, dia juga sudah mengurus apartemen yang ingin di tepati oleh Arnav.


''Treeet treeert treeert'' terdengar suara hanphon Arnav bergetar .


Dengan mata yang masih terpejam, dia mengambil dan mengangkat hanphon nya itu.


''Halo'' jawab Arnav dengan suara yang masih parau.


''Halo kak Arnav, aku sudah didepan pintu kamar kakak, boleh aku masuk'' kata Reyna dengan sopan.


''Oh tentu saja, aku akan segera membuka pintu'' jawab Arnav lagi. Arnav segera memasang celana panjangnya, karena saat ini dia hanya memakai celana pendek yang menutupi area pribadinya,setelah itu dengan sigap Arnav membuka pintu dengan masih bertelanjang dada.


''Silahkan masuk, aku bersih-bersih dulu ya'' kata Arnav lagi sambil menuju kamar mandi.


''baik kak'' jawab Reyna yang sangat terpesona dengan tubuh Atlantis Arnav.


''Seandainya kak Arnav meminta ku untuk sekamar dengannya, aku tidak akan keberatan aku akan melayaninya sebaik mungkin'' gumam Reyna.


Sedangkan dikamar mandi Arnav segera membersihkan badannya. Setelah itu dia melihat pantulan bayangan dirinya lewat cermin besar.


''aku harus menyelidiki masalalu ku sendiri, aku yakin ada satu nama yang tersirat dalam hati ku, tapi entah siapa dia'' gumam Arnav dalam hati.


Setelah beres-beres Arnav segera keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap dengan kaos hitam.


''Kak Arnav tampan sekali'' kata Reyna di memuji Arnav .


Reyna langsung mendekati Arnav. Arnav juga tidak menolak Reyna, bahkan berlahan Arnav menarik leher Reyna untuk meraih bibir merah milik Reyna.


Wanita itu pasrah dan penuh harap kalau bibir mereka saling bertemu.


Saat ingin mencicipi bibir Reyna, Arnav merasa perih di hatinya. Perasaanya seperti terluka, sehingga dia membatalkan niatnya untuk berciuman dengan Reyna.


''Maaf Reyna'' hanya itu yang keluar dari mulut Arnav


''Kak Arnav kenapa tidak lanjut'' jawab Reyna saat mengetahui Arnav membatalkan niatnya.


''Dasar bodoh! aku tidak mau melakukan kepada seorang yang masih kecil'' jawab Arnav sambil mendorong kepala Reyna.


''Kak Arnav,,,,'' kata Reyna dengan ekspresi kesal.


Sedangkan di Indonesia Mecca sudah mulai masuk kuliah, seperti biasa dia selalu di temani oleh Milla sahabat kecilnya.


Saat makan siang Mecca merasa kalau hatinya juga perih, dia merasakan perasaan sedih tidak karuan yang datang tiba-tiba.


''Mecca kamu kenapa?'' tanya Milla


''Gak tau mil tiba-tiba aku merasa sedih saja, sebaiknya aku cepat pulang , aku takut terjadi sesuatu dengan si kembar'' jawab Mecca.


*bersambung*

__ADS_1


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2