
mecca segera beranjak dari ranjangnya setelah merasa suaminya telah melepaskan pelukannya.
sedangkan arnav terus memperhatikan langkah istrinya yang mengenakan kemeja miliknya tadi menuju kamar mandi. arnav juga segera ingin menyusul istrinya untuk ikutan mandi, saat dia membuka pintu, dari pintu dia dapat melihat kalau istrinya berdiri sedang dibawah shower, sambil menyabuni semua tubuhnya dengan kasar.
dia seperti jijik disentuh olah suaminya sendiri, arnav langsung tehenyak saat melihat tingkah istrinya itu.
''sayang begitu jijiknya kau sama dirimu sendiri, setelah ku sentuh'' Tampa sadar arnav terduduk dilantai, dia begitu sakit menyaksikan itu.
sedangkan Mecca terus bersikap seperti itu dikamar mandi.
arnav kembali menguatkan kakinya untuk berdiri, dia segera mencari handuk kecil menuju kamar mandi lain, untuk membersihkan tubuhnya, disana dia seakan tidak percaya apa yang dilihatnya tadi, dia bergegas ingin membuktikan kalau anggapan istrinya itu sangat salah, dia tidak se menjijikan itu.
setelah selesai mandi, dia kembali masuk kamarnya mencari pakaian, dia berencana kembali kekantor mencari bukti kejadian itu. sesampainya dikamar, dia melihat kalau istrinya tertidur dengan rambut yang masih basah, Tampa menghiraukan perempuan itu. dia segera Menganti pakainya, dan meninggalkan kamar menuju mobilnya.
setelah suaminya keluar, dia segera melirik ke arah pintu memastikan kalau suaminya telah pergi. dia kembali lagi menutup dirinya dengan selimut, mendengar dentuman kaki yang menuju kamarnya.
''tok tok tok'' kakak ipar terdengar suara Mella memangil dari luar, Mella sengaja menunggu arnav pergi baru dia mau menampakan dirinya dirumah itu, karena tidak ada sautan dari dalam kamar, Mella segera memutar gagang pintu dengan tergesa-gesa.
''hei bangun, kakak udah pergi'' kata Mella membuka selimut yang menutupi Mecca.
melihat kalau yang masuk adalah Mella.
huffff,,, mecca menarik nafas panjang dengan lega.
''aduh, ternyata menahan tidak bicara itu sangat susah dari pada menahan makan dan minum, aku telah melaksanakan ajaran kakak semalam'' katanya kembali mengeluarkan suaranya.
dia mendapatkan semua ajaran itu dari Mella, karena Mella tau kalau dia masih polos dan harus sedikit dipoles.
''iya aku juga bingung sebenarnya ada masalah apa sampai kau langsung mempraktekan ajaran ku, tadi pas kalian datang, aku heran kau pulang cepat, bukankah semalam kau bilang kalau kau mau kuliah.
aku penasaran apa yang telah jadi sama kalian, lalu aku mengikuti ke kamar, tapi sebelum aku sampai pintu, aku mendengar keributan, dan mendengar kalau kakak memohon kepadamu, sebenarnya ada apa????'' Mella bertanya dengan nada tinggi.
''tadi pagi mau ke kampus aku sempatin dulu mampir ke kantor, untuk mengantar sarapan. tapi pas masuk ruangan mas arnav, aku melihat mas arnav tidur dengan sekretarisnya kak'' Mecca menjelaskan semuanya termasuk yang didengarnya tadi.
''kau yakin dengan yang kau lihat itu'' ulas Mella seakan tidak percaya
''iya kak, tapi setelah Mecca mendengar mas arnav menelpon sama papa, kalau perempuan itu yang datang tiba-tiba, menyentuh mas arnav dan tidak sengaja dia menindih tubuh perempuan itu. aku juga bingung dengan semua ini'' ulas Mecca.
''yang penting hati kecilmu, apakah hati kecilmu meragukan kakak?? '' kembali Mella bertanya kepada Mecca
__ADS_1
''sebenarnya hati kecil Mecca mengatakan kalau itu tidak benar '' katanya lagi
tapi Mecca mempraktekan ajaran kakak semalam, kalau Mecca tidak boleh gampang luluh dan harus jual mahal, juga tidak bicara dan menangis.
''bagus, kau jangan cepat diluluhkan oleh kakak, biarkan dia mencari bukti dulu, kalau kau gampang di luluhkan, dia juga akan menganggap enteng semua masalah ini kedapannya, apa lagi yang berhubungan dengan perempuan. kau harus mempertahankan diam mu itu, setau ku kakak sangat anti di diamkan.
''tapi sebenarnya Mecca ingin menangis kak, Mecca susah untuk menahannya''
''ya udah, kalau mau menangis menangis aja sekarang, tapi jangan kau lihatkan air matamu itu dihadapan kakak'' titah mella
''sekarang Mecca gak ingin nangis lagi, pinginnya itu tadi kak, sekarang udah lewat'' ulasnya lagi.
''bagus, berati kau sudah lulus seleksi awal. sekarang kau berhasil jadi perempuan tegar Tampa air mata'' ulas Mella memuji Mecca dengan memajukan jempolnya.
''tapi kasihan juga mas arnav kak, Mecca tidak tega melihat dia seperti itu'' katanya lagi
''iya aku juga kasihan kalau itu tidak benar, tapi kalau benar, apakah kau masih kasihan? '' ucapnya meragukan kakaknya
''iya sih kak'' jawabnya singkat.
''makanya kau bertahan dulu aja, agar kakak kedepannya lebih berhati-hati lagi''
''kak boleh gak Mecca makan dulu, Mecca udah lapar, dari tadi udah nahan suara masak nahan perut juga'' ulasannya sambil memonyongkan mulut
''aku mau semuanya, aku mau somay, sate, nasi padang, pokonya semuanya, agar Mecca kuat untuk tidak bicara'' katanya dengan membayangkan kalau semua makanan itu berada di depannya.
sedangkan di perjalanan arnav kembali teringat dengan istrinya, kalau istri kecilnya belum makan sama sekali, dia segera menepikan mobilnya tepat didepan gerobak somay, dia tau kalau Mecca sangat menyukai makanan itu, dia juga membeli nasi Padang untuk istrinya, dan SOP untuk dirinya sendiri. setelah selesai dia kembali pulang.
''treeet treeet treeer'' suara handphone kembali bergetar, ada panggilan lagi dari papanya
''halo pa'' sapa arnav
''nav gimana keadaan mecca??'' papanya bertanya dengan cemas
''masih seperti itu pa, dia hanya diam membisu dengan pandangan kosong'' kata arnav menjelaskan kepada papanya.
''gimana dengan makanya, apakah dia mau makan??'' kembali bertanya
''gak tau pa, ini aku mau pulang habis beli makan untuk mecca'' jawab arnav
__ADS_1
''mungkin Mecca mengalami tekanan mental kali nav, biasanya kalau orang yang mengalami tekanan mental, dia akan banyak melamun dan tidak nafsu makan'' kata papanya menjelaskan
''belum jelas pa, udah dulu ya pa,,, aku mau pulang nanti akan aku hubungi lagi'' kata arnav
setelah sambunga itu putus dia kembali melajukan mobilnya kerumah.
sedangkan Mecca sama Mella masih asik bicara.
''pokoknya kau harus pertahankan seperti orang yang lagi trauma gitu oke'' titah adik iparnya
Tampa mereka sadari kalau arnav sudah berada di pintu utama, menuju dapur untuk mengambil peralatan makan.
sedangkan kedua perempuan itu masih belum menyadari kedatangan arnav.
''kok dikamar terdengar orang bicara, siapa dikamar ku '' gumaman arnav, segera dia mempercepat langkahnya menuju kamar.
alangkah kagetnya kedua perempuan itu mendengar dentuman kaki seseorang yang mau masuk kamar, segera mereka diam. Mecca sangat panik, apalagi Mela yang segera membuka lemari pakaian untuk sembunyi.
arnav segera membuka pintu, dan matanya mencari sesosok orang lain, tapi dia tidak menemukan siapa-siapa dalam kamarnya. kecuali Mecca yang diam dengan pandangan kosong.
'' jelas-jelas tadi aku mendengar ada yang bicara, atau aku salah dengar, apa istriku bicara sendiri. ah tidak mungkin'' dia sangat taku membayangkan kalau istrinya gila.
''sayang ayo makan, aku telah membelikan makanan kesukaan mu'' kata arnav sambil menuangkan somay kedalam piring.
''makanan,,, kebetulan aku sangat lapar'' gumam Mecca dalam hati, segera dia menyambar makanan di tangan arnav Tampa basa basi, arnav yang melihat sangat heran dengan tingkah istrinya, Tampa malu dia segera makan dengan lahap, dan menghabiskan semua yang dalam piring. setalah somay habis, dia segera melihat SOP pakai nasi yang sudah dituang arnav, segera dia melahap habis semuanya. sepertinya dia lupa kalau lagi berpura-pura linglung.
sedangkan Mella yang berada dalam lemari bisa sedikit mengintip, dia sangat geram melihat tingkah Mecca yang seperti itu.
''bodoooh, kenapa kau tidak bisa menahan nafsumu sedikit saja, bukankah tadi kau bilang kalau lebih susah bahan untuk tidak bicara, dari pada makan, duh jangan sampai kakak curiga, dan mengetahui kalau aku dibalik semua ini bisa mati aku'' gumamnya dalam lemari
sedangkan arnav sangat heran melihat nafsu istrinya.
''sayang kau menghabiskan semuanya, kau hebat sayang, rupanya nafsu makan mu seperti kuda ya, tidak bicara tapi menghabiskan apa saja yang berada dihadapannya, kecuali batu sama kayu, aku berniat memasukan mu ke kontes perempuan hebat, dengan perut karet. bisa puasa bicara tapi tidak bisa puasa makan'' ulas arnav sambil mengejek istri kecilnya itu.
setelah semuanya habis, Mecca baru menyadari kebodohannya.
''aaaaahrrrr'' keluar sendawa dari mulutnya dengan suara menggelegar, begitu malunya gadis itu. mukanya begitu memerah menahan malu.
*bersambung*
__ADS_1
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......