Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
hanya rahasia kita berdua


__ADS_3

cukup lama arnav bermain di bibir seksi istrinya itu, dia segera melepaskan dan membersihkan kembali bibir seksi istri kecilnya dengan jempolnya.


''sayang, kenapa kau udah bangun aja, tadinya aku akan menyiapkan semua makanan, dan akan memandikan mu'' kata pria itu mengendong istrinya kemeja makan.


''mas, Mecca bisa jalan sendiri '' kata gadis itu minta turun.


''kau diam saja hari ini kau harus di hukum, kerena dua hari kau membuatku hampir mati'' ucapannya sambil berjalan, setelah berada di meja makan, arnav segera menarik kursi itu dengan kakinya, dan segera mendudukkan istrinya, dia kembali mengambil kantong belanjaannya tadi, dalam kantong sudah tersedia sebungkus somay, dia juga membeli sebungkus nasi Padang, dengan sambal rendang, dia juga membeli ikan bakar untuk dirinya.


'' kenapa beli sebanyak ini, bukankah mas tidak makan yang berminyak'' kata perempuan itu sangat kaget melihat hidangan suaminya.


''aku makan ikan bakarnya aja, aku bingung mau beli apa, kalau mengikuti seleraku, nanti kau yang tidak selera makan'' katanya sambil menuang nasi Padang, dan rendang itu kedalam piring istrinya, dia juga mengambil sedikit nasi dan ikan bakar untuk dirinya sendiri.


''mas, rumah sebesar ini, apakah mas beli atau sewa?'' gadis itu bertanya sambil makan.


''ini rumah aku beli atas nama dirimu, kau adalah yang mempunyai rumah ini, aku membeli rumah ini dengan buku tabunganku sendiri'' katanya lagi


''mas,rumah sebesar dan semewah ini harganya berapa???'' kembali dia bertanya karena penasaran.


''murah'' jawabnya singkat


''berapa murahnya'' kata gadis itu lagi


''satu m setengah'' jawabnya santai


''M, maksudnya miliar'' gadis itu kaget dengan harga rumah yang dibeli suaminya itu


''sudahlah, itu tidak seberapa dengan semua kepedihan yang pernah aku torehkan di hatimu itu'' kata arnav kembali melanjutkan makanya


setelah mereka menghabiskan makanan, mereka segera bersiap-siap untuk menuju rumah mewah tuan Andi, setelah sampai mereka juga langsung masuk kedalam rumah, baru saja arnav sampai di depan pintu, dia sudah mendengar keributan kecil, antara papa dan mamanya yang membahas perjodohannya dengan anak teman mamanya.


''apa, mama ingin menjodohkan arnav dengan anak teman mama, tidak boleh ma, arnav sudah menikah, dia sekarang sudah mulai menata kembali Mesa depannya dengan istrinya, kenapa mama malah menggagalkan niat baiknya itu'' kata tuan Andi yang tersulut emosi


''pah,,, ini adalah rencana terbaik untuk perusahaan kita, agar tambah besar lagi, Yana anak mbak Teti adalah pewaris tunggal, sama kayak arnav, yang juga pewaris tunggal pa, lagian dia juga sudah mama kasih tau, kalau arnav sudah punya istri, tapi dia tidak masalah kalau dia jadi istri kedua anak kita pa'' kata nyonya Gita memberi penjelasan kepada tuan Andi


''tidak!!! papa tidak setuju sampai kapanpun'' kata tuan Andi yang meninggalkan nyonya Gita diruang keluarga itu sendirian.


arnav sepertinya sangat emosi mendengar rencana mamanya itu, dia segera menarik tangan istrinya untuk menaiki tangga menuju kamar Meraka.


''mas, apakah mas mau menikah lagi'' kata Mecca yang juga ikut mendengarkan pertengkaran mertuanya.


''gadis aneh, aku tidak akan melakukan hal bodoh itu, dari pada aku menikah lagi lebih baik aku di coreng dari pewaris, dan aku akan memilih tinggal dikampung bersamamu, dan hidup dengan hasil tabunganku dengan kau dan anak-anaknya kita'' kata arnav yang menarik istrinya kedalam pelukannya.


''kau jangan memikirkan hal seperti itu , hanya kau istriku, kau duniaku, aku tidak akan meninggalkan gadis cengeng, dan pengecut ini. karena hanya aku lelakimu yang selalu berada di sampingmu, untuk menjalani hidup ini'' kata arnav lagi


''mas, boleh gak Mecca ngobrol sebentar dengan kak mella'' kata gadis itu ingin lepas dari pelukan suaminya


''boleh, sana '' kata arnav melepaskan istri kecilnya, segera Mecca meninggalkan kamarnya menuju kamar mella


''tok tok tok ''kak mella, boleh Mecca masuk'' Mecca Minggu jawaban di balik pintu,


''boleh, masuk aja '' suara Mella langsung menyaut dari dalam kamar, mendengar ucapan Mella segara gadis itu masuk, dan ikut duduk di samping ranjang yang diduduki mella.


''sepertinya ada yang aneh dengan dirimu kakak ipar '' kata Mella yang memandang leher Mecca penuh dengan cap merah


''gak biasa aja, gak ada yang aneh, perasaan kakak aja kali'' jawab mecca lagi

__ADS_1


''maksudku ini, dua hari aja kau tidak pulang kerumahnya langsung habis leher mu'' kata mela menunjuk leher mecca


''oh ini, ini gara-gara mas bikin kayak gini'' kata Mecca lagi


''memang kalian melakukanya dimana??'' kata Mella yang penuh penasaran


''dirumah baru yang dibeli mas arnav ''


'' masih sakit gak'' tanya Mella lagi menghadap kearah mecca


''iya sangat sakit, sampai-sampai mengeluarkan darah''


''katanya kau udah melakukanya, tapi kenapa masih berdarah'' tanya Mella heran


''iya, ternyata itu pertama aku melakukanya '' menjawab dengan polos semua pertanyaan Mella


''terus sekarang masih sakit gak?, apakah kakak melakukanya dengan keras''


''iya masih sakit kalau dibawa jalan, yang Mecca rasa punya mas arnav sangat menusuk secara dalam, hingga Mecca menangis '' katanya lagi


''hi hi hi ini cerita seru, dasar kakak ngomongnya aja anak kecil,, tapi masih aja dimasukin, terus kalian bargaya seperti apa aja??'' tanya penuh penasaran


'' gak pakai gaya kak, cuma Mecca dibawah, mas arnav yang di atas seperti itu sampai Mecca pipis'' kata gadis polos itu menceritakan semua yang seharusnya hanya rahasia mereka berdua.


sedangkan dalam kamar arnav mulai mengemas semua pakaiannya, dan pakaian istrinya kedalam koper.


''tok tok tok'' nav boleh mama masuk, kata mamanya dari balik pintu


''silahkan ma...'' Jawab arnav, nyonya Gita langsung masuk dan melihat arnav yang lagi mengemas pakaian.


''dia lagi di kamar Mella mah'' katanya lagi


''nav kamu yakin mau pindah, mama khawatir kalau kamu jauh, nanti siapa yang mengurus makanan, dan semua keperluan mu, kalau mengandalkan perempuan itu, rasanya mama kurang yakin ya, dirinya sendiri aja gk keurus sama dia'' ucap mamanya lagi


''ma,,, Mecca bisa mengurus arnav, waktu tinggal di kampung dia yang mengurus semua keperluanku, disini dia tidak bebas untuk gerak, makanya dia hanya diam '' kata arnav menjelaskan


''nav kamu ingat gak, anak teman mama yang namanya Yana, adik kelasmu waktu SMA, anak Tante tati'' kata mamanya menjelaskan


''ingat, kenapa? mama mau menjodohkan arnav dengan dia, supaya perusahaan bisa lebih besar lagi karena dia Anak tunggal juga, mah jangan berpikir arnav akan terbujuk dengan mama, arnav sudah punya istri yang akan selalu menjadi satu-satunya dalam hidup arnav, dan dia akan memberikan mama cucu nantinya.


''nav, apa yang kau lihat dari gadis kampung itu nak, kau bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dari dia, lagian mama tidak menyuruhmu menceraikannya, dia tetap jadi istrimu, kau hanya menikahi Yana untuk jadi istri keduamu, dia juga mau jadi istri keduamu, kerena dia sudah menyukaimu semejak kamu masih SMA dulu nak, tolong pertimbangkan dulu ucapan mama''


''mah, asalkan mama tau, Mecca istri yang terbaik yang arnav cintai, dan arnav tidak akan memaafkan diri arnav sendiri, kalau dia tersakiti oleh arnav lagi.


''nav, apakah kamu lupa tujuan dan janji mu, untuk setahun saja, kau harus meninggalkannya'' kata nyonya Gita yang tidak mau kalah


''mah, maafkan arnav untuk kali ini, arnav tidak akan meninggalkan Mecca, dulu arnav berjanji kalau arnav tidak menyentuhnya, baru arnav meninggalkannya, tapi sekarang arnav sudah melakukanya, mungkin saja dalam rahimnya akan tumbuh cucu mama, tolonglah ma, arnav sudah terlanjur jatuh cinta kepadanya.


''nav, kau masih bisa berpaling, apalagi kau belum terlalu lama menjalaninya, kau juga akan merasakan cinta setelah kau menjalani dengan Yana, yang lebih pantas kau gandeng, lagian belum tentu dia akan mengandung anak mu, sebelum semuanya belum terlambat, kau masih bisa mengatasinya dengan ini'' segera nyonya Gita mengeluarkan pil KB yang sudah dia siapkan


''apa!!!mama sungguh keterlaluan, apakah mama pikir arnav akan melakukan kepada istri arnav sendiri, dan akan menghalangi anak yang akan datang, buah cinta kami'' arnav sungguh tidak terima melihat pil KB yang diberikan mamanya


sedangkan Mella masih menanyakan hubungan intim Mecca dengan kakaknya


''maksudmu pipis itu, bukan pipis Banaran kan?'' tanya Mella sambil menahan pipisnya juga

__ADS_1


''gak tau kak, sepertinya Mecca mengeluarkan sesuatu, tapi setelah berhubungan Mecca tidak melihat ada yang basah, lalu Mecca menanyakan kepada mas, kata mas itu hanya sedikit, selebihnya rasa puas''


''ha ha ha kau bilang itu pipis, dasar kakak ipar bodoh, tapi setelah itu kau merasan enak gak??'' sungguh Mella ini sangat ingin tau, karena dia sendiri juga belum pernah mengalami hal itu.


ditengah perbincangan mereka, terdengar suara ribut dari dalam kamar arnav, yang membuat dua orang yang bicara hubungan panas, langsung terdiam sejenak.


''nav coba pikirkan dulu sebelum kau menyesalinya'' kata nyonya Gita memohon


''tidak ma, cukup!!! arnav tidak mau mendengar lagi'' kata arnav mengangkat tangannya


Mecca segera meninggalkan kamar Mella, dan berlarian kedalam kamarnya, Tampa dia tau kalau ada ibu, dan anak lagi berdebat.


''hei, apakah kau tidak mempunyai etika! masuk saat saya dan anak saya berbicara masalah pribadi'' kata nyonya Gita menunjuk kearah Mecca


''maaf ma, Mecca kirain tadi gak ada mama'' segera dia beranjak meninggalkan kamarnya, belum juga dia melangkah, tangan suaminya langsung menariknya masuk.


''mah, antara aku dan istriku tidak ada yang harus di rahasiakan, kalau masih ada yang mau mama katakan, katakanlah dihadapannya'' kata arnav memegang erat telapak tangan istri kecilnya itu.


nyonya Gita yang melihat cara anaknya itu langsung pergi dengan emosi


Mecca yang melihat kepergian mertuanya hanya diam mematung, arnav yang melihat ketakutan pada istrinya, segera menarik Mecca ke atas ranjang untuk duduk.


''sayang berjanjilah kepada ku, obat apapun yang dikasih mama, atau Melisa kepadamu, jangan sekali-kali kau minum atau kau makan'' titah arnav kepada istrinya itu.


''memanng kenapa mas''


''pokonya jangan kau makan, langsung buang aja'' katanya lagi dengan penuh penakanan


''baik mas'' jawab Mecca singka


''sayang memang kau ngapain aja dengan Mella, kenapa lama amat, apakah kau lupa janjimu'' tanya arnav lagi menaikan alisnya


''janji apa mas'' katanya bingung, segera arnav membuka gorden, dan menunjuk kalau diluar udah gelap


''kau lupa kalau malam ini aku minta jatahku'' kata arnav yang menidurkan istrinya, sembari membuka pakaian istrinya, Mecca selalu kelihatan malu , tapi arnav segera mengalihkan perhatian.


''sayang, kau belum menjawab pertanyaan ku tadi, ngapain kau di kamar Mella''


''tadi kak Mela bertanya kenapa leher Mecca ada bekas merahnya, jadi Mecca jawab aja''


''sayang, apakah kau menjelaskan semua apa yang kita lakukan'' kata arnav sejenak menghentikan kegiatannya, membuka pengait gunung kembar istrinya.


''iya'' jawabnya singkat


'' kenapa kau memberi tau orang lain, itu hanya rahasia kita berdua untuk selamanya '' kata arnav kembali melanjutkan kegiatannya


''mas marah ya'' kata gadis itu lagi


''iya aku marah, aku akan memarahiku dengan cara lain'' segera arnav melakukan penyatuan lagi dengan istri kecilnya sampai dia puas, entah berapa kali dia menumpahkan benihnya kedalam rahim gadis cantik itu, sehingga dia merasa kalau hari sudah larut barulah mereka berhenti.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......

__ADS_1


__ADS_2