Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Perempuan kecil berambut panjang siapa perempuan itu


__ADS_3

Mecca begitu terpukul dengan berita hilang Arnav, setiap hari di hanya bisa menangis dalam kesendirian, kadang dia tidak pegitu peduli kepada dirinya sendiri dan kedua buah hatinya.


''Uwe uwe uwe'' terdengar suara Arav menangis dengan sangat keras, tapi Mecca hanya diam duduk di bawah ranjang, dia sedang hanyut dalam lamunan panjangnya.


''Arav sayang kamu kenapa menangis terus, kamu harus kuat seperti papi mu.


Kamu harus menguatkan dan memberi semangat untuk mami mu'' kata Mella yang tidur di ruangan yang sama dengan Mecca dan kedua bayi itu, dia sengaja tidur di sana untuk menjaga kedua keponakannya, karena keadaan Mecca semakin hari terasa semakin hancur.


''Kakak ipar kecil, coba lihat wajah Arav, kalau kamu merindukan kakak kamu bisa melihat wajah tampan Arav, mereka sangat mirip'' kata Mella lagi yang sibuk menggoyang Arav di pelukanya.


''Aku tidak menyangka mendapatkan kedua buah hati ku, dan mendapatkan kasih sayang dari mama, tapi aku harus membayar dengan mas Arnav'' jawab Mecca yang masih duduk di samping ranjang.


''Kakak ipar,,,, kau tidak kehilangan siapa pun, kau hanya harus bersabar. Aku yakin kakak akan kembali, dia sudah dewasa dia tidak segampang itu di bawa kabur'' jawab Mella lagi.


''Tiap hari aku hanya memikirkan suami ku kak, aku tidak tau keadaannya sekarang, apalagi dia di bawa dalam keadaan masih sakit seperti itu'' jawab Mecca lagi.


Setelah berhari-hari Arnav dan Enjelin baru sampai di negara xx, dimana Enjelin berencana merancang kembali hidup baru dengan Arnav.


Semua alat dan selang kembali di lekatkan ketubuh Arnav agar Arnav benar-benar pulih, menggunakan teknologi yang lebih canggih di rumah sakit ternama.


Sebelum Arnav benar-benar siuman, Enjelin selalu dilanda rasa kecemasan yang sangat besar, dia cemas kalau Arnav bangun dia akan memberontak dan mengamuk, dan kembali meninggalkannya, tapi Enjelin telah mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.


Dia berencana menyuntikan obat-obatan ke tubuh Arnav agar hidup Arnav tergantung dengannya, dia telah mengatur sedemikian rupa, seandainya Arnav sadar, dia tidak akan bisa jauh dari Enjelin, karena obat ketergantungan yang diberikan Enjelin kepadanya, tapi tidak disangka saat Arnav terbangun dia melupakan segalanya akibat pukulan keras yang di lakukan orang suruhan Enjelin di rumah sakit.


''Dimana aku'' tanya Arnav kepada Enjelin saat dia membuka matanya.


''Honey kau sudah siuman?'' kata Enjelin yang langsung mendekati Arnav.


''Pirang kau disini juga, dimana aku?'' tanya Arnav kepada Enjelin.


''Pirang'' kata Enjelin yang mendengar panggilan itu, itu adalah panggilan Enjelin saat mereka masih bersahabat, juga panggilan Enjelin ketika Arnav masih menjadi kekasih dokter Mayang.


''Iya kamu'' tanya Arnav lagi menegaskan suaranya.


''Kamu dirumah sakit'' jawab Enjelin singkat yang masih dilanda rasa bingung di hatinya.


''Mana Mayang, kenapa dia tidak disini apakah dia masih sibuk dengan urusan adiknya?'' tanya Arnav.


Mendengar itu Enjelin semakin heran


''kenapa dia malah mengingat Mayang bukan menanyakan istri dan anaknya '' gumam Enjelin.


Yang anehnya saat ini Arnav melupakan kejadian enam tahun ke depan, bahkan dia melupakan saat menjalin hubungan dengan Enjelin. Dia juga melupakan Mecca istrinya, dia merasa kembali kebeberapa tahun kebelakang saat dia menjalin hubungan dengan Mayang si dokter cantik.


''Honey kenapa kau menanyakan Mayang, kalainkan sudah lama'' omongan Enjelin terputus kerena Arnav membentak Enjelin.


''Honey kata mu!! aku bukan kekasih mu, kau sahabat Mayang tidak mungkin aku menjalin hubungan denganmu, lagian perempuan macam apa dirimu baru mengenalku kau sudah memanggil ku dengan sebutan seperti itu, apa kau tidak takut dengan Mayang kalau dia mendengar ucapan mu, apalagi kau sahabat dekatnya ''kata Arnav panjang lebar


''Tapi aku'' kata Enjelin


''Nona Enjelin'' terdengar panggilan seorang dokter.


''Ya dokter'' jawab Enjelin.

__ADS_1


''Apakah kita bisa bicara di ruangan saya sekarang'' pinta dokter


''Tentu saja dokter'' jawab Enjelin


Setelah berada dalam ruangan, dokter menjelaskan kondisi yang di alami oleh Arnav.


''Nona saya ingin memperlihatkan hasil ronsen dan scan kekasih Anada. Dia mengalami kerusakan pada otaknya akibat pukulan benda keras di kepala, sehingga dia melupakan sebagian dari hidupnya dan dia juga tidak bisa dipaksakan untuk mengingat.


Anda tidak boleh mengingatkan sesuatu yang sifatnya terlalu berat untuknya, kalau seandainya itu terjadi dia akan mengalami sesuatu hal yang lebih parah lagi, yaitu kerusakan pada syaraf yang lain yang mengakibatkan kelumpuhan seumur hidupnya'' kata dokter menjelaskan.


''Dok apakah hilang ingatannya ini sifatnya permanen?'' tanya Enjelin lagi


''Belum bisa di pastikan nona, yang penting sekarang anda hanya harus menjaga agar pikirannya tidak terlalu banyak mengingat'' jawab dokter


''Baik dokter'' jawab Enjelin.


''Saat ini anda dan kekasih anda boleh pulang, anda bisa rawat jalan saja karena kondisinya tidak terlalu serius, kalau masalah ingataanya kami tidak bisa membantu banyak '' kata dokter lagi.


''Baik dokter'' jawab Enjelin.


''Saat keluar dari ruangan dokter, Enjelin membatalkan semua niatnya untuk memberi Arnav obat ketergantungan.


''Semuanya seperti kebetulan, saat aku ingin menjauhkannya dari perempuan kampung itu, malahan dia sendiri yang melupakannya, jadi aku tidak usah repot-repot untuk memberinya obat'' gumam Enjelin


''Nav ayo kita pulang, dokter telah mengijinkan kamu pulang ke rumah'' ajak Enjelin setelah dia berada dalam ruangan Arnav.


''Kau tuli ya, dari tadi aku menanyakan keberadaan Mayang, tapi kau tidak menjawabnya sama sekali, kau mau bermain-main dengan ku'' kata Arnav membentak Enjelin.


Sifat Arnav kambali seperti dulu yang kasar sombong kepada perempuan.


''Dia kembali seperti aku pertama mengenalnya dulu, tapi itu tidak masalah bagiku, berlahan aku akan menjelaskan hubungan kami dan merebut kembali hatinya.


Yang penting dia melupakan perempuan kampung itu, hanya itu yang jadi halangan terbesar untuk ku'' kata Enjelin dalam hati


Sedangkan di rumah. Mecca berlahan memberi kasih sayang untuk kedua anaknya, dia sadar kalau dia sekarang jadi orang tua tunggal untuk kedua anaknya, dia juga yakin suatu saat Arnav akan kembali.


''Ma apakah siang ini Ara jadi di bawa ke dokter spesialis untuk memeriksa sakit yang di alaminya?'' tanya Mecca kepada mama mertuanya.


''Rencana mama sama papa gitu, tapi dilihat beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit, berat badan Ara sudah berangsur bagus, coba kita lihat beberapa hari ini, saat kamu menyusuinya apakah dia menyusu dengan baik seperti Arav? tanya nyonya Gita balik.


'' lagian mama masih mencari dokter terbaik di sini, kalau serasa Ara harus dibawa keluar negri kita akan keluar negri'' kata nyonya Gita lagi


''Iya mah, dua hari ini Ara begitu rakus sehingga Mecca terus-terusan merasa lapar'' jawab Mecca


''Gimana kalau kita bantu mereka dengan susu formula, agar mereka tidak selalu bergantung padamu. lagian seandainya asi mu sedikit mereka jadi tidak kenyang kasihan jugakan,,,'' kata nyonya Gita.


''Terserah mama aja, Mecca tau pilihan mama selalu yang terbaik'' balas Mecca lagi. Mendengar jawaban menurutnya nyonya Gita hanya tersenyum.


Sedangkan tuan Andi masih sibuk untuk mencari informasi tentang Arnav sampai keluar negri, tetapi tidak sedikitpun dia mendapatkan informasi itu.


''Pa kapan papa bisa mencarikan dokter terbaik untuk Ara?'' tanya nyonya Gita yang baru datang dari kamar Mecca.


''Nanti papa usahakan ya ma'' jawab tuan Andi.

__ADS_1


''Ma sepertinya mama tidak terlalu memikirkan anak kita Arnav, kenapa ma?'' tanya tuan Andi yang melihat kecuekan istrinya.


''Untuk apa di cemaskan pa, dia sudah dewasa, sebelum dia hilang kondisinya juga sudah membaik, dia lelaki yang kuat, seandainya dia di culik dia bisa kembalikan pa, dia bukan anak kecil lagi yang bisa diatur, malahan mama pikir itu semua memang keinginannya untuk pergi dengan Enjelin.


Mungkin menurutnya menjauhkan Mecca dari Enjelin itu yang tebaik. Mau tidak mau dia juga harus berkorban demi istrinya yang begitu di cintainya, bukankah semenjak Arnav menjauh dari Enjelin, Mecca selalu celaka bahkan nyaris membuat Mecca mati di tangan perempuan jahat itu kan pa.


Yang mama khawatirkan sekarang Mecca dan Ara. Mecca sangat rapuh apalagi dengan umur yang masih belia dia harus menanggung semua ini, ditambah lagi dengan keadaan Ara yang kurus, dan yang jadi pikiran mama suaranya itu yang tidak kunjung keluar pa'' jawab nyonya Gita


''Iya juga ya mah, setelah papa temui dokter yang merawat Arnav kemaren katanya kondisi Arnav udah jauh membaik, tinggal pemulihan aja, kalau dia mau dia pasti kembali kepada anak-anak dan istrinya'' ulas tuan Andi.


''Betul pa, lagian mama mempunyai firasat kalau Arnav baik-baik saja. Firasat mama sebagai wanita yang melahirkannya tidak pernah salah pa, jadi kita fokus saja kepada Mecca dan anak-anaknya, hanya itu yang bisa kita lakukan untuk membantunya'' kata nyonya Gita lagi


''baik ma'' jawab tuan Andi singkat.


''Nav papa tunggu kamu datang, papa tau kamu sangat mencintai Mecca. Kamu telah banyak berkorban jangan biarkan semuanya sia-sia'' gumam tuan Andi.


Sedangkan di kediaman Enjelin Arnav kembali bertanya.


''Sekarang kita sudah sampai di rumah mu, sekarang katakan kemana Mayang sampai sekarang dia tidak menemui ku'' kata Arnav berdiri di depan jendela sambil melipat tangannya.


''Nav dengarkan aku, lihat sekarang tahun berapa'' kata Enjelin sambil memberikan kelender kepada Arnav.


''Apa,,,! sebenarnya apa yang terjadi?'' kata Arnav yang kaget melihat kalau enam tahun telah berlalu.


''Nav sini biar aku jelaskan semuanya, enam tahun lalu hubungan kamu dan Mayang sudah putus, karena dia berselingkuh dari mu.


Semejak itu sampai sekarang kita berdua adalah sepasang kekasih, kau begitu mencintai ku, kau dan aku sudah berencana akan menikah, tapi apa boleh buat kedua orang tua mu tidak merestui kita.


Saat kamu memohon kepada orang tua mu untuk menikahi ku, orang tua mu tidak terima dan langsung mencoret nama mu dari keluarga, dan kedua orang tua mu juga telah memutuskan hubungan dengan mu.


Sampai suatu ketika kamu hendak mengendarai mobil untuk kembali memohon, agar cinta kita direstui saat itu juga kecelakaan itu terjadi sehingga kau kehilangan ingatan mu Nav'' kata Enjelin menjelaskan dengan panjang.


''Apa'' hanya itu yang keluar dari mulut Arnav.


''Honey aku tau kita tidak akan terpisahkan, aku telah merawat mu selama ini, kita saling mencintai, hanya aku kekasih mu '' ulas Enjelin lagi sambil memeluk Arnav.


''Stop aku tidak percaya, aku tidak mempunyai cinta lagian aku tidak percaya dengan pernikahan, aku hanya menganggap semua perempuan hanya mainan saja termasuk Mayang apalagi kamu! jadi jangan coba-coba untuk menipu ku'' jawab Arnav


''Arnav aku tidak menipu mu, ini nyata'' kata Enjelin lagi meyakinkan.


''Sudah menjauh dari ku, setidaknya biarkan aku berpikir untuk mengingat sedikit tentang diri mu'' kata Arnav yang mendorong kasar Enjelin.


''Baik lah kalau kamu belum bisa menerima ku, tapi biarkan aku terus merawatmu dan menjaga mu'' kata Enjelin sambil berjalan untuk menjauh.


Setelah Enjelin pergi Arnav kembali duduk di ranjang berusaha memikirkan sesuatu.


''Entah kenapa hati ku tidak bisa mempercayai perempuan itu.


Aku merasakan ada sesuatu yang hilang, aku terus membayangkan seorang perempuan kecil yang berambut panjang, tapi aku tidak bisa mengingat siapa perempua itu'' gumam Arnav sambil memijit kepalanya sendiri


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2