Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Perkataan itu sebagian dari do'a


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan Arnav begitu terharu dan kesal mendengar penjelasan sahabatnya.


''Enjelin seandianya kamu masih hidup aku akan membalaskan semua perbuatan yang telah kamu lakukan karena memisahkan aku dengan istriku, tuhan kenapa aku tega berprilaku buruk seperti itu pada istriku sendiri, aku orang yang selalu menorehkan luka padanya sampai berkali-kali.


Aku merasa bersalah padanya '' gumam Arnav dalam hati.


Tidak terasa lelaki itu telah sampai di rumahnya, segera lelaki itu melangkahkan kakinya masuk kerumah besar itu.


Dengan langkah terburu-buru dia masuk kedalam rumah.


Tepat di ruangan tengah dia menepati wanita berambut panjang itu sedang asik menyuapi buah kepada kedua anak kembarnya.


''Arav ayo makan satu potong lagi'' kata Mecca sambil mengejar Arav yang selalu berlari mempermainkan maminya.


Langkah yang tadinya cepat sekarang mulai terhenti melihat pemandangan yang di lihat saat ini.


Tidak lama setelah itu Arnav memberanikan dirinya untuk masuk mendekati istri kecilnya.


Tepat berada di belakang Mecca Arnav tiba-tiba Arnav memeluk wanita cantik itu dari belakang sambil mencium rambutnya.


Mecca yang merasakan ada hal aneh yang menghentikan geraknya dia sedikit kaget.


''Mas ada apa mas?'' tanya Mecca


''Sayang maafkan aku please'' kata Arnav dengan suara lirih.


''Mas maaf untuk apa?'' tanya Mecca lagi dengan wajah kebingungan.


''Sayang I love you'' kata Arnav lagi Tampa melonggarkan pelukannya.


''Mas,,, lepas dulu. Sekarang ceritakan apa yang terjadi dengan mas'' kata Mecca sambil memutar tubuhnya.


Segera Arnav meletakan mangkok yang sedang di pegang oleh wanita cantik itu dan mengendong wanita itu untuk masuk kamar.


''Bi,,,, tolong titip anak-anak dulu ya'' Kata Arnav memanggil mbok Yem sambil berjalan mengendong Mecca.


''Papi,,,,'' kata Arav yang melihat maminya di bawa begitu aja.


''Papi pinjam bentar ya.... Lagian wanita ini bukan milikmu aja dia juga milik ku'' kata Arnav bercanda pada Arav.


Dengan agak malu-malu mbok Yem segera membujuk Arav dengan main untuk mengalihkan perhatianya.


Sedangkan Arnav terus berjalan mengendong istrinya.


''Mas ada apa mas?'' lagi-lagi Mecca bertanya lagi.


Setelah sampai ranjang Arnav kembali meminta maaf pada istrinya.

__ADS_1


''Mecca aku minta maaf ya.... ternyata aku orang yang selalu membuat kamu menangis adalah aku, tapi mulai sekarang aku janji aku tidak akan berbuat seperti itu lagi '' kata Arnav sambil berjongkok dengan meletakkan tangannya di kedua kupingnya.


''Mas jangan seperti itu. Bukankah mas pernah mengatakan kalau air mata Mecca adalah rekan hidup mas.


Ucapan mas itu seperti doa mas. sengaja atau tidak sengaja mas ucapkan, tetap saja itu di kabulkan oleh Allah, jadi Mecca udah terbiasa dengan semua ini'' jawab Mecca.


''Sayang jangan bicara seperti itu. Sungguh aku tidak ingat semua ucapan yang menyakiti mu.


Seandainya aku tau kalau perkataan ku akan berlaku, aku tidak akan mengatakan hal bodoh seperti itu. Rasanya aku ingin mengutuk kebodohan ku sendiri karena selalu menyakitimu'' kata Arnav dengan mata berkaca-kaca.


''Mas jangan seperti ini.


Gak cocok mas jadi melow seperti ini. Mas yang biasanya tegas, arogan dan pemarah kok pulang-pulang berkumpul jadi seperti ini mas gak di kasih minuman yang memabukkan oleh parasahabat mas'' kata Mecca melirik pada Arnav .


Arnav tidak menghiraukan perkataan Mecca yang mencurigainya dia terus berkata² dengan rasa bersalah pada istrinya itu.


''Sayang aku janji aku tidak akan menumpahkan air matamu lagi, aku akan mengukir senyuman untuk mu dan anak-anak kita'' kata Arnav sambil berdiri memeluk istri kecilnya.


''Mas Mecca bisa menahan apa saja kecuali penghianatan'' kata Mecca lagi.


''Jangan khawatir itu tidak akan pernah terjadi'' jawab Arnav.


''Yang Mecca khawatirkan yaitu kedekatan mas dengan mbak Reyna.


Mecca takut dia mempengaruhi rumah tangga kita karena dia lebih cantik, terawat dan terkenal pula'' kata Mecca lagi.


Kamu wanita yang paling cantik yang pernah aku temui, buktinya saat aku melupakanmu saja, aku kembali jatuh cinta lagi pada pandangan pertama waktu di bandara dengan paras cantik ini''kata Arnav sambil mencium istrinya.


''Janji dulu'' kata Mecca lagi sambil mengangkat jari kelingkingnya.


''Saya aku tidak akan berjanji, aku akan membuktikannya padamu coba lihat aku, dan raba wajah ini'' pinta Arnav meletakan tangan istrinya di wajahnya.


''Lihat semuanya ini hanya milik mu. Hidung, bibir, rambut bahkan hati ku tetaplah akan jadi milikmu selamanya'' kata Arnav


''Mas Mecca merasa kalau mas udah kembali seperti dalu'' kata Mecca sambil memeluk suaminya.


''Akak!!!!'' terdengar suara keras di balik pintu yang menggangu kemesraan suami istri itu.


''Bocah itu.Dia berubah jadi singa kecil kalau melihat aku lagi dekat dengan mu'' kata Arnav


''Ara juga begitu, dia selalu cemburu kalau Mecca dekat dengan mas. Dia selalu ingin berdiri di tengah-tengah kita kalau Mecca mau bermesraan dengan mas'' kata Mecca lagi.


''Tapi tingkah mereka sangat mengemaskan. Mereka adalah pengikat abadi cinta kita, agar kita bisa saling menguatkan untuk mempertahankan rumah tangga kecil kita ini'' kata Arnav lagi sambil membukakan pintu sebelum tuan kecil itu benar-benar emosi.


''silahkan masuk jagoan'' kata Arnav kepada Arav yang sudah sesak nafas menahan tangis.


''Akak,,,,. hik hik hik'' kata Arav menangis sambil memeluk mecca. Mengeluarkan semua emosi yang tertahan, karena Mecca pergi dengan lelaki yang di anggapnya saingan beratnya itu.

__ADS_1


''Sayanganku kenapa kamu emosi sekali nak. Bukankah dari sore kita menghabiskan waktu bersama untuk bermain'' kata Mecca membujuk anak laki-lakinya itu.


Arnav hanya tersenyum melihat pandangan anak laki-laki itu melihatnya yang begitu ketus.


Arnav ingin menjahili Arav dengan membelai Mecca di bagian pipinya. Melihat tangan Arnav menyentuh wanita kesayangannya, anak laki-laki itu segera berdiri dan membuang kasar tangan Arnav agar menjauh.


Tapi Arnav kembali membelai Mecca di bagian rambutnya.


Sepertinya Arnav candu melihat kemarahan anak laki-lakinya itu. Anak laki-laki itu tidak tinggal diam dia kembali membuang tangan Arnav dengan kasar.


''Hei anak muda secemburu itukah kau pada ku, ingat anak muda berkat kerja kerasku kau ada disini'' kata Arnav sambil meledek Arav.


''Mas apa-apaan sih ngomong kayak gitu di depan anak '' kata Mecca


''Hanya bercanda sayang, aku suka melihat wajahnya ketusnya itu'' jawab Arnav sambil menggigit tangan Arav dengan lembut.


''Tok tok tok terdengar seseorang mengantuk pintu kamar mereka. Itu adalah mbok Yem sambil mengendong Ara, karena Ara dari tadi juga rewel ingin bersama papi dan maminya.


''Papi'' keluar Sura kecil yang menggemaskan itu sambil merangkul leher Arnav.


''Iya cantik. gimana kabarmu hari ini'' kata Arnav sambil mengendong anak perempuannya itu.


Tidak terasa waktu terus bergulir dengan cepat. Keluarga kecil itu saat ini merasakan kebahagian yang begitu sempurna.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Siang menjelang sore. Semua mahasiswa yang berada di kampus xx telah membubarkan diri Meraka satu persatu meninglkan kampus.


Saat semua orang hendak keluar melewati gerbang, ada seorang laki-laki tampan berjalan melawan arah dengan mendorong stroller menuju area kampus.


''Arav, Ara ini pertama kalinya kita bersama menjemput mami kalian langsung ke kampusnya. Papi tidak tau apakah ini keputusan yang tepat untuk muncul di depan semua teman-temannya sebagai keluarga'' kata Arnav.


Arnav tidak mempedulikan semua orang yang memperhatikannya saat ini.


Pikirannya saat ini bercampur aduk antara senang dan ragu.


Dia senang karena bisa menjemput istri kecilnya bersama anak-anaknya untuk pertama kali, tapi dia juga merasa ragu karena takut Mecca akan malu dan marah karena dia membawa anak-anak menemuinya di kampus.


Arnav takut Mecca belum siap kalau semua orang mengetahui statusnya.


Semua wanita begitu terpesona melihat penampilan tampan Arnav memakai celana jeans dan baju kaos hitam dengan kaca mata hitam juga, tapi mereka langsung patah hati setelah melihat Arnav membawa anak-anaknya. Apalagi mereka memakai baju kaos yang sama dibelakang baju Meraka juga ada tulisan I Love You mom Mecca.


Tidak terlalu jauh ada tiga orang wanita dan dua laki-laki berjalan sambil bercanda. Itu adalah Mecca bersama para sahabatnya.


''Mecca,,,bukankah itu mas Arnav '' kata Milla sahabatnya sambil berbisik pada Mecca


Langsung mata indah itu melirik pada sesosok pria yang mendorong stroller yang di katakan Milla. dengan tatapan yang begitu susah untuk diartikan dia sedikit tertegun.

__ADS_1


__ADS_2