Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Mobil baru pembawa bala petaka


__ADS_3

Langsung mata indah itu melirik pada sesosok pria yang mendorong stroller yang di bisikan Milla.


Dengan tatapan yang susah untuk diartikan, perempuan itu sedikit tertegun melihat pada tiga orang yang sangat dicintainya itu.


Tatapan Arnav juga terhenti pada sesosok perempuan cantik yang masih seperti anak ABG. Dengan stelan sederhana yang membuat dia terlihat persisi seperti anak belia dengan rambut yang di kuncir kuda.


Saat tatapan itu bertemu. Arnav merasa tidak enak seperti ada penolakan dari istrinya untuk mendekatinya.


Segera Arnav memutar lagi arah stroller tersebut kearah yang lain. Seolah-olah menjauh dari Mecca sebelum kedua anak kembar itu melihat keberadaan maminya.


Sebenarnya Arnav cukup kecewa saat ini, dia berfikir kalau Mecca malu mengakui dirinya dan anak-anaknya.


''Mas kok dia malah kearah sana'' gumam Mecca sambil berlari kecil menghampiri lelaki tersebut.


Dugaan Arnav salah kali ini. Mecca tidak merasa malu sama sekali malahan dia merasa sangat bahagia melihat kedua anak dan suaminya menjemputnya ke kampus bersama-sama.


''Mas tunggu mas'' kata mecca memanggil dari kejauhan.


Sontak Arnav menghentikan langkahnya karena mendengarkan suara wanita cantik itu memanggilnya.


Saat Arnav berhenti, Mecca segera meloncat kegirangan ke arah Arnav. Untung pria tampan itu sangat sigap menangkap tubuh ramping istrinya, kalau tidak mungkin Mecca telah mendarat di tanah.


''Sayang kamu ini apa-apaan sih. Gimana kalau aku tidak sigap menangkap kamu tadi, pastinya kamu akan jatuh dan terluka'' kata Arnav.


''Mas,,,,Mecca bahagia karena mas dan anak-anak datang menjemput Mecca langsung ke sini'' jawab Mecca sambil memeluk suaminya itu.


''Apakah kau tidak malu, kalau semua orang tau status mu yang telah menikah dan punya anak'' tanya Arnav lagi.


''Gak. Malahan Mecca bangga kerena merasa unggul dari teman-teman Mecca yang lain, Mecca bangga mempunyai keluarga kecil yang sempurna.


Apalagi mempunyai suami tampan dan anak-anak yang lucu seperti ini. Dengan umur yang masih muda Mecca telah mencapai kebahagian yang sebenarnya'' jawab Mecca lagi


Sedangkan keempat sahabatnya langsung menghampiri Mecca dengan penasaran.


Kecuali Milla sahabat kecilnya.


''Mecca apakah ini suami dan anak-anak mu yang sering kau ceritakan itu?'' tanya Danu


''Iya pria tampan ini adalah suami ku. Dan kedua anak kembar dan lucu-lucu ini adalah anak-anak kami'' jawab Mecca.


''Wah, wah, wah,,,,,Suami mu tampan sekali, dan kedua anak-anak mu sangat mirip dengan suamimu. Atau mereka hanya anak sambung mu'' Ulas Dina sahabat perempuannya.


''Ih asal aja kamu Din. Mereka ini anak kandung ku, aku yang mengandung Meraka dan aku juga yang melahirkannya'' jawab Mecca memonyongkan mulutnya.


''Mereka memang anak-anak kami. Mereka memang mirip dengan ku. Tapi Meraka memiliki sifat seperti meminya '' kata Arnav membuka suara.


Tiba-tiba Mila berniat menjahili Mecca di depan teman-temannya. aa11qMilla mendekati Arav dan bertanya pada Arav karena dia sangat tau jawaban Arav.


''Hallo adik tampan. Boleh aku tau apakah wanita ini mami mu?'' tanya Milla pada Arav.


''No ni akak'' jawab Arnav di depan semua orang.


''Apa.... Akak maksudmu kakak'' kata Milla memperjelas lagi.


''Akak,,,'' jawab Arav dengan kesal dan berwajah dingin. Dia persisi seperti papinya yang selalu nampak dingin dan arogan.


''Tu,,,, kalian semua dengar sendirikan, kalau Mecca kakaknya bukan maminya''kata Milla mengerjai Mecca.


Padahal dia sudah tau kalau dari pertama bisa bicara Arav memang memanggil Mecca dengan sebutan kakak bukan mami.


''Mill bukankah kau tau Arav selalu memanggil ku kakak, jadi jangan nanya hal seperti itu di depan semua orang ''kata Mecca


''Gak. Aku baru tau kalau seorang anak memanggil ibunya seperti itu'' kata Milla pura-pura bingung.


''Iya, jangan-jangan mereka benar-benar anak sambung mu'' kata sahabatnya yang lain yang ikut mendekati suami dan anaknya.

__ADS_1


''Asal aja kalian ini, Aku yang tau dan merasakan mengandung dan melahirkannya. Sudahlah aku pulang dulu, aku kasihan putriku dan putra nakal ini menunggu terlalu lama''kata Mecca berjalan dengan cepat.


''Yaudah sampai jumpa besok''kata semua sahabatnya dan mereka segera mengambil jalur jalan masing-masing dan berpisah.


''Sayang kamu kok cemberut. Katanya senang di jemput seperti ini''ulas Arnav yang melihat wajah masam pada istri kecilnya.


''Gimana tidak cemberut mas. anak yang dilahirkan sendiri dengan susah payah, malah tidak mengakui Mecca ibu kandungannya''kata Mecca sambil berjalan mengandeng tangan kekar suaminya.


''Iya! payah kau Arav. Lihat wajah yang tadi seperti rembulan berubah seketika karena ulah mu, kalau gitu gimana kalau kita kasih aja Arav sama orang lain yang tidak mpunyai anak '' kata Arnav bercanda


''Enak aja. Mas kira anak mu ini anak kucing yang bisa di berikan pada orang, walau dia tidak memanggil Mecca dengan sebutan mami, tapi Mecca tau kalau dia sangat menyayangi Mecca sebagai ibunya''ulas Mecca lagi.


''Ha! gitu dong. Apa artinya sebuah panggilan, yang penting kasih sayang anak dan ibu itu murni dan selamanya''kata Arnav.


''Iya.... sini Mecca yang dorong mereka''tawar Mecca.


''Gak usah kamu bebas hari ini. Aku juga telah menyiapkan kejutan yang spesial buat istriku, ayo pulang'' kata pria tampan itu berjalan menuju mobil sambil mendorong stroller sikembar.


Tidak lama Meraka sampai di rumah.Dan di halaman depan sudah terparkir mobil mewah yang bewarna merah yang terikat pita diatasnya.


Mecca melangkah berlahan menuju mobil tersebut.


''Mas ini apa?'' kata Mecca memandang lekat penuh kagum pada benda yang mengkilap itu.


''Itu mobil baru buat kamu sayang. Agar kamu tidak pakai sopir lagi kemana-mana, kamu akan belajar untuk menyetir sendiri'' ulas Arnav lagi.


''Mas ini kebagusan mas. Mecca gak sanggup membawa mobil semewah ini kejalan yang berdebu.


Mas boleh gak mobil ini di pajang aja di rumah agar tidak lecet''


''Bodoh mobil ini memang untuk di bawa jalan. Lama-lama kamu juga akan meninggalkan aku dimalam hari demi tidur dengan mobil ini'' ulas Arnav


''Mas ayo,,,, Mecca mau belajar sekarang'' pinta Mecca karena dia sudah tidak sabaran untuk mengendarai mobil hadiah dari suaminya.


Keesokan harinya Mecca langsung pergi belajar mengemudi, dia begitu gigih karena dia sudah tidak sabar membawa mobil mewah itu sendiri ke jalan raya.


Tidak butuh lama bagi Mecca belajar menyetir mobil, sekarang dia sudah mulai bisa Tampa di bimbing lagi.


...****************...


Sebulan telah berlalu semejak dia mendapatkan hadiah spesial itu. Hari ini pertama kalinya Mecca membawa mobil sendiri ke kampus. Karena selama ini dia hanya berani mengendarai mobilnya masuk dan keluar komplek saja.


''Pagi mas''sapa Mecca sambil membangunkan pria yang masih tertidur itu.


''Pagi sayang,,,, apakah jam boleh di putar lagi ke pukul 10 malam. Aku masih ngantuk'' pinta Arnav


''Mas lupa.... hari ini mas harus keluar kota untuk mengurus proyek baru'' kata Mecca


''Tapi sayang aku belum puas tidurnya'' kata Arnav.


''Makanya, udah tau hari ini mas ada perjalanan jauh masih aja minta itu''


''Sayang aku begitu candu dengan tubuh mu ini, itu juga salahmu. Kenapa kamu selalu berpakaian terbuka saat tidur'' kata Arnav tersenyum miring.


''Mas,,, '' kata Mecca sambil mencubit pipi pria yang masih malas-malasan itu.


''Oya mas, hari ini Mecca mengendarai mobil sendiri aja ke kampus ya'' pinta Mecca


''Sayang aku aja yang ngantarin kamu ya, aku masih cemas takut terjadi apa-apa sama kamu'' tolak Arnav.


''Mas Mecca janji akan hati-hati ''


''Ya udah kamu pelan-pelan aja ya''


''Baik mas'' kata Mecca dengan bahagia.

__ADS_1


Setelah semua pekerjaan selesai. Mecca segera minta tolong sama pak Ujang untuk mengantarkan si kembar kerumah besar, karena hari ini Mella libur dia ingin bersenang-senang di rumah bersama keponakanya.


Setelah si kembar pergi, Mecca dan Arnav juga bersiap-siap untuk pergi dengan mengendarai mobil mereka masing-masing.


Arnav begitu cemas dengan istrinya. Dia selalu membuntuti istrinya dari belakang.


Serasa telah aman karena Mecca hampir dekat dengan kampus, baru Arnav mengambil jalan lain menuju perusahaan.


''Tin.......'' terdengar mobil yang di kendarai Mecca menabrak seseorang yang lagi menyebrang dekat dengan simpang kampus.


Tidak butuh lama mengumpulkan orang-orang untuk berkerumun dan membatu perempuan muda yang di tabrak Mecca barusan.


Mecca juga bergegas keluar dari mobilnya, dia ingin melihat seseorang yang dia tabrak nya itu. Belum sempat Mecca melangkahkan kakinya menuju kerumunan tersebut, ada seorang wanita yang mencekal tangganya dengan kuat.


''Kau yang menabrak keponakanku sekarang kau mau kemana? kau harus tanggung jawab'' kata seorang perempuan yang berambut pirang.


''Maaf bu saya tidak sengaja. Tiba-tiba orang itu menyebrang Tampa memperhatikan lalu lintas'' kata Mecca menjelaskan.


''Aku tidak mau tau, nanti saja kau jelaskan di kantor polisi.


Sekarang kau tunggu di sini Awas kalau kau mencoba kabur!!'' Ancaman dari wanita asing itu.


''Segera wanita yang bersimbah darah itu di naikan ke mobil ambulan dan di larikan kerumah sakit.


Sedangkan di perjalanan Arnav merasa gelisah, pikirannya selalu mengingat Mecca.


Tampa pikir panjang lagi Arnav kembali membelokan mobilnya menuju kampus, dari kejauhan Arnav melihat mobil merah yang di berikan pada istrinya terparkir di pinggir jalan dan di sana juga sudah banyak orang-orang berkumpul.


''Mecca'' segera Arnav menepikan mobilnya, dia begitu di hantui rasa takut, dia takut terjadi hal yang buruk pada istrinya.


Tapi Arnav sedikit lega karena dia melihat istrinya mematung sambil menangis.


''Sayang'' segera Arnav memeluk isterinya itu untuk menenangkan di pelukannya.


''Mas Mecca menabrak seseorang mas, Mecca takut mas'' kata Mecca sambil menangis.


''Tenang sayang semua baik-baik saja, dia tidak kenapa²'' kata Arnav sambil menenangkan istrinya.


Segera Arnav menghubungi seseorang untuk membawa Mecca pulang agar tidak terlalu syok menghadapi semua ini, karena dia tau istrinya ini begitu pengecut dan bermental kerupuk.


Setelah kepergian Mecca, wanita berambut pirang itu kembali mencari Mecca untuk di mintai pertanggungjawaban.


''Permisi mas, apakah anda melihat seorang perempuan yang menabrak keponakan saya tadi'' tanya perempuan berambut pirang itu.


''Saya suaminya yang akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi. ''kata Arnav


''Oh bagus. Setidaknya ada seseorang yang bertanggung jawab pada keponakan saya''


Bisakah saya melihat keponakan anda''


''Tentu saja kau haru melihatnya. Oya walaupun kau yang bertanggung jawab tetap saja istrimu akan terkurung di penjara'' ulas wanita tersebut.


''Aku akan melakukan apa saja. Aku juga akan mengobati keponakan anda sampai ke negara manapun asalkan anda tidak melibatkan istri saya, atau anda boleh mempenjarakan saya'' kata Arnav lagi.


''Kami tidak butuh biaya, tidak usah banyak bicara anda kalau mau ikut ke rumah sakit mari, tapi sebelumnya saya boleh minta kartu tanda pengenal anda''


''Tentu saja'' segera Arnav memberikan tanda pengenal pada perempuan tersebut.


Setelah itu Arnav segera mengikuti mobil yang di kendarai wanita itu menuju rumah sakit, saat perempuan muda yang di tabrak Mecca di turunkan dari mobil ambulan, sekilas Arnav melihat pada wanita muda yang sangat di kenalnya itu.


Deg. Arnav langsung melemah karena yang di tabrak Mecca adalah Reyna. Wanita yang ikut dengannya ke Indonesia dan wanita yang juga mencintainya.


.Bersambung


Tinggalkan komen dong sahabat . Biar author tau kalau masih ada yang membaca novel receh ini

__ADS_1


__ADS_2