Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Agar kau membenciku


__ADS_3

Semua orang yang berada dalam rumah itu terdiam melihat Mecca semakin mendekat.


''Mas kok disini katanya ke luar kota'' kata Mecca sambil memberikan si kembar pada Mella untuk bermain.


Arnav merasa kaget dan terpojok, karena Mecca tiba-tiba muncul diantara mereka, dia begitu penasan apakah Mecca telah mendengar semua percakapannya tadi.


''Mecca kamu di sini nak'' jawab tuan Andi. Sedangkan Arnav memilih berlalu menuju kamarnya tampa mempedulikan Mecca.


''Iya pa. Tadi pagi mas ijin sama Mecca, katanya mau ke luar kota dan nginap di sana, sepertinya gak jadi ya pa'' kata Mecca sambil mendekat pada mama mertuanya.


''Iya gak jadi Ca, makanya dia kesini'' jawab tuan Andi.


''Mama ada apa,,, kok mama menangis,,, apakah ada masalah '' tanya Mecca lagi.


''Mama cuma ada sedikit masalah dengan papa kamu'' jawab nyonya Gita berbohong.


Saat itu nyonya Gita juga pergi meninggalkan Mecca. Sekarang hanya Mecca dengan tuan Andi yang berada dalam satu ruangan itu.


''Maaf pa,,,, bukan ingin ikut campur. Sebenarnya papa sama Mama ada masalah apa sih? Selama ini mama sama papa damai² aja''kata Mecca menyidik mertua lelakinya itu.


''Biasa,,, mamamu dia salah paham sama papa'' jawab tuan Andi


''Ooo ya udah pa. Mecca ke kamar dulu ya''


''Iya papa juga mau menyusul mamamu'' jawab tuan Andi.


Sedangkan di dalam kamar Arnav duduk membelakangi pintu.


''Mas kenapa?'' terdengar suara Mecca dari balik pintu mendekati Arnav.


''Gak aku baik-baik saja''


''Mas kenapa tidak jadi kelur kota?''


''Gak. Aku sebenarnya memang tidak ada jadwal untuk pergi''


''Kenapa mas,,,, bukankah tadi pagi mas ijin keluar kota'''


''Itu hanya alasanku saja, aku mau sendiri'' jawab Arnav tanpa memandang pada wajah cantik itu.

__ADS_1


''Mas jangan bercanda ah''


''Gak aku tidak bercanda, aku serius. Aku bosan pada mu, aku bosan tiap hari mendengar rengekan anak kecil dan aku bosan terus melihat wanita kampung yang selalu menempel denganku'' jawab Arnav


Mendengar jawaban Arnav wajah Mecca berubah seketika, rasanya dia ingin memukul Arnav dan berteriak sekencang-kencangnya.


''Maksud mas apa?'' Dia kembali bertanya meyakinkan apa yang telah didengarnya barusan.


''Kau gak dengar. Aku bosan dengan wanita yang tidak bisa merawat dirinya. Ternyata tidak mudah menerima kehidupan dan rumah tangga yang aku tidak ingat asal usulnya'' kata Arnav meninggikan suaranya.


''Mas,,, apa yang mas katakan itu hanya bercanda kan?''


''Gak!! Aku tidak lagi bercanda, aku tidak habis pikir kenapa kau tidak seperti wanita yang lain yang bisa dandan dengan penampilan menarik. Setidaknya kau harus sedikit mengimbangi ku menjaga penampilanmu agar aku tidak bosan melihatmu tiap hari''


''Bukankah mas telah menerima Mecca apa adanya, mas tolong jangan menakuti Mecca bicara seperti itu.


Mecca mohon mas'' kata Mecca dengan mata berkaca-kaca


''Kemaren aku memang berpikir seperti itu, tapi semakin kesini aku sadar kau bukan seleraku yang sesungguhnya. Kau tidak seperti Reyna yang selalu tampil menawan dan selalu bisa merawat dirinya'' Arnav bicara membelakangi istrinya. Dia sengaja mengambil posisi seperti itu agar Mecca tidak mengetahui kalau saat dia bicara seperti itu, ada sakit yang di tahanya, ada air mata yang menetes di ujung matanya.


Mendengar penjelasan Arnav Mecca merasa tulangnya terasa lunak dan kakinya gemetar, seakan tidak percaya kata-kata itu keluar dari mulut laki-laki yang dicintainya.


Saat Arnav tau kalau wanita yang dicintainya tidak lagi berada di sana. Dia berlahan memutar tubuhnya dengan air mata yang sudah terjun bebas di pelupuk matanya.


''Sayang maafkan aku, ini satu-satunya cara agar kau membenciku'' kata Arnav sambil meremas dada kekarnya, dia merasakan kepedihan yang hebat menghantam hatinya.


''Sayang apakah kau merasakan sakit yang sama seperti aku.


Sakit saat memaksakan diri untuk menyakiti hatinya sendiri, hatimu adalah hatiku, sakitnya juga sakitku'' gumam Arnav lagi sambil menyaksikan kepergian istrinya di balik gorden.


''Mami mau ama papi'' kata Ara yang masih ingin tinggal di rumah mewah sanjaya.


''Sayang kita pulang aja ya nak. papimu lagi sibuk tidak ingin di ganggu'' kata Mecca memaksakan si kembar masuk mobil.


Tiba-tiba Mecca juga merasa hatinya begitu sakit, ada belati yang tak kasat mata yang menancap disana.


Mecca hanya meraba hatinya dan tidak henti-hentinya mencium kepala Ara dan Arav sebagai penawar rasa sakit yang hebat itu.


Sedangkan tuan Andi, nyonya Gita dan Mella pura² tidak tau kepergian Mecca. Mereka hanya bisa menyaksikan dari balik jendela

__ADS_1


''Pa mama tidak tega pa, kenapa mereka selalu tertimpa masalah. Apakah ini sudah suratan kalau mereka tidak bisa bersama''


'' Arnav mengambil jalan tepat, karena ini jalan satu-satunya agar Mecca terbebas dari hukuman'' Ulas tuan Andi


Setelah kepergian Mecca segera Arnav turun kelantai bawah dan menemui kembali orang tuanya dan adik bungsunya.


''Mama, papa, Mella Bisa aku bicara sebentar'' segera tiga orang itu berkumpul di ruang keluarga


''Ada apa kak''


''Mella tolong kamu temani Mecca dan sikembar, aku mohon jaga Mecca dan anak²ku'' pinta Arnav pada Mella


''Baik kak. Dari pertama kalian menikah aku udah menganggap dia sebagai adikku, jadi Kaka tidak usah khawatir. Semoga kakak bisa menerima Reyna sebagai istri dan menghabiskan hidup dengannya. Karena itu pilihan kakak, jadi kakak harus bertanggung jawab dengan semua keputusan yang telah kakak ambil, termasuk membahagiakan wanita itu.


''Ya aku sadar tentang itu. Aku akan berusaha, tapi mungkin aku menikah dengannya atas rasa kasihan, karena dia lumpuh tidak akan ada lagi lelaki menikah dengannya selain aku''


''Papa aku telah menyelesaikan semua proyek yang telah aku handle, mungkin tiga hari lagi aku sudah tidak berkunjung lagi ke perusaan. Setelah ini aku ingin menyelesaikan semua surat² yang akan aku butuhkan disana nantinya''


''Iya Nav, papa mohon maaf papa mama dan keluarga yang lain tidak bisa menyaksikan pernikahan keduamu ini.


Hadapi semuanya dengan lapang hati ya nak, karena kau melakukan ini tulus demi menyelamatkan Mecca yang sebentar lagi bukan siapa² kamu, dia akan jadi orang asing bagimu, tapi tidak bagi kami. Dia disini tidak kami anggap sebagai menentu lagi, tapi telah kami anggap seperti anak kami sendiri'' kata


''Pa,,, ceritakan dan ingatkan padaku kesalahan apa dan dosa apa yang telah aku lakukan sehingga aku tidak bisa bahagia. Kenapa papa dan mama tidak memukulku saat aku melakukan kesalahan besar supaya aku tidak membayarnya sekarang'' kata Arnav terduduk di atas lantai dengan meletakan kepalanya di pangkuan nyonya Gita


''Nav tidak apa-apa nak kau berkorban demi tiga orang yang sangat berarti bagimu, kau Lelaki hebat. Kau tidak jahat.


Mama yakin mungkin sama Mecca tidak ada kebahagiaanmu, tapi kebahagian itu dengan Reyna'' kata nyonya Gita sambil terisak mengusap rambut Arnav.


''Nav seandainya semua aset kekayaan Sanjaya bisa di tukarkan untuk membayar semua kecelakaan itu, papa akan mengorbankan semuanya. Papa tau rasanya berada di posisimu nak '' kata tuan Andi yang juga ikut memeluk Arnav.


Sesampainya di rumah Mecca segera masuk kedalam kamarnya. Mencari cermin agar dia bisa melihat pantulan wajahnya.


''Iya aku memang jauh beda dari mbak Reyna. Aku tidak merawat diriku dengan baik, aku tidak pernah ke salon dan aku jarang belanja.


Aku lupa menikmati hidup aku,,,,'' akhirnya tangis itu pecah di depan cermin Basar di dalam kamarnya.


*Bersambung*


Hei.... iya aku lagi menyapa kakak... Iya kakak yang baik hati yang habis membaca Novel ini dengan perasaan sedih, tapi sesedih sedinya kakak tinggalkan komentarnya dong. Anggap aja itu sebagai permen buat aku yang lagi terisak ini 😂😂🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2