Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
arnav yang membuat luka di hati istri kecilnya


__ADS_3

arnav segera mengambil sendok dan piring dari tangan Mecca.


'' dasar sekretaris bodoh di suruh bawa nasi tapi dia malah membawa ini'' ucapnya menggerutu dalam hati.


dia membantu untuk memotong daging panggang itu kecil-kecil sambil menyuapi istrinya


'' mas gk usah, kalau cuma nyuap aja Mecca bisa ucapnya mengambil alih sendok dari tangan arnav


'' jangan banyak ngomong, habiskan makanan ini cepat ,kalau kau makan sendiri kau akan berisik aku juga gak konsen untuk kerja'' ucapnya kembali menyuapi istrinya.


dia mengamati wajah istrinya secara dekat, di ujung bibir Mecca agak belepotan terkena saus tomat, dia segera mau menyentuh bibir itu untuk di bersihkan nya, sebelum tangannya sampai di bibir mungil itu, segera istrinya menepis tangan kekar suaminya.


'' deg'' jantung arnav berdegup, karena dia merasa istrinya menolak sentuhan darinya, tidak seperti biasa.


'' mas gk usah, Mecca bisa sendiri '' kata gadis itu, ada rasa tidak senang dalam hati arnav tapi dia memilih mengalah.


'' Oya, tadi aku telah menghubungi ibu mu, aku minta ijin untuk mendaftarkan kau kuliah di sini'' ucap pria itu menutupi kekesalan nya


'' jadi ibu gimana? mas''


''kau gak usah memikirkan itu ,sekarang ibu sudah di temani oleh bibi mu dan adik sepupumu, jadi tidak ada alasan lagi untuk kau mengundur kuliah, aku juga gak ingin hutang Budi sama ayah mu tertunda terus lebih cepat maka lebih baik'' ucap arnav sambil menyuapi Mecca


''jadi mas mau cepat bebas dari masalah hutang Budi itu, mas ingin tinggal disini juga kerena mbak enjelin kan?


kalau mas tinggal di kampung pasti mas jarang ketemu dengan mbak enjelin, iyakan mas?'' Mecca menanyakan itu agar dia lega dengan jawaban suaminya, tapi arnav tidak menjawab pertanyaan Mecca sama sekali.


'' kalau begitu Mecca akan menuruti keinginan mas, agar mas dan mbak enjelin bisa bersatu kembali '' ucapnya karena dia tidak mendapatkan jawaban dari suaminya itu sama sekali.


'' cepat habiskan makanan di mulut mu'' hanya itu saja yang dia ucapkan suaminya


'' apa gadis ini tidak merasa sedih, dengan keberadaan enjelin terus di samping ku, malahan dia sangat mendukung hubungan ku '' ucapnya dalam hati


melihat kediaman suaminya, seperti ada rasa tidak enak di wajah suaminya itu, Mecca kembali melanjutkan pembicaraannya.

__ADS_1


'' mas Mecca gk apa-apa kok mas, Mecca paham mas sangat mencintai mbak enjelin, dan Mecca cukup tau diri, Mecca akan berusaha menganggap mas sebagai kakak lelaki Mecca, sampai Mecca mendapatkan orang yang tepat mencintai dan menerima Mecca apa adanya '' mulutnya terus mengeluarkan ucapan sesuka hatinya, Tampa dia melihat lelaki yang lagi menyuapinya itu sudah hampir di ujung emosi.


'' mas tau gak, Mila sahabat baik ku, juga mencari kampus yang cocok untuknya, semoga bisa bersama dia lagi seperti dikampung, kak Aldo juga di sini sekarang kami'' ucapnya terhenti mendengar piring yang di tangan suaminya melayang, dan semua makanan berserakan di lantai.


'' sejak kapan kau berhubungan lagi dengan lelaki itu, dan beraninya kau mengucapkan kata kami untuk menyandingkan nama kau dan dia,


jadi kau mau menganggap ku sebagi kakak mu, aku mau tanya memang ada seorang kakak yang melakukan hal sejauh itu kepada adiknya, apakah seorang kakak mau mencuri ciuman bibir dari adiknya, dan apakah seorang kakak berani melihat aset pribadi adiknya, aku memang belum menyentuh mu, tapi kau juga harus menjaga perkataan mu itu selama pernikahan ini berlangsung '' Mecca langsung mematung melihat kemarahan dari pria keras itu,


melihat pecahan piring dan makanan berantakan kemana-mana, Mecca segera berjongkok memilih pecahan piring yang berserakan di lantai, sambil menahan air matanya, agar tidak lolos dengan sendirinya, karena dia tidak mau di kasihan terus oleh arnav dia mau jadi perempuan yang tegar.


di memilih pecahan itu satu persatu


'' udah, jangan kerjakan yang bukan tugas mu'' kata arnav yang mendekatinya tapi dia tidak menggubris ucapan laki-laki itu


'' au,,,'' terdengar teriakan dari gadis itu, karena pecahan kaca itu mengenai tangannya.


'' kau terluka '' segera arnav memaksa gadis itu berdiri, dan segera tangan kekar itu mengambil tangan istrinya, yang mengeluarkan cairan warna merah.


sekali lagi Mecca menepis tangan yang mau menyentuhnya, dan memundurkan langkahnya.


'' kau!!! apa sebenarnya yang terjadi kepadamu! kau jangan coba-coba untuk membatasi hak ku dari mu, apakah menurutmu yang berhak atas dirimu lelaki itu, oh aku ingat saat kau terluka, dengan senang hati kau menyerahkan tanganmu untuk berlama-lama berada di mulutnya'' dia kembali lagi teringat saat pertemuan pertama sebelum dia mengenal Mecca, dia menyaksikan sendiri momen so sweet antara Mecca dan Aldo.


melihat Mecca yang memegangi jarinya yang terluka, arnav segera mengambil tissue dan melemparkan ke arah gadis itu.


'' bereskan luka mu sekarang juga, dan jangan sampai darah itu mengotori ruangan ku!'' dengan tangan bergetar Mecca menarik lembaran tissue itu satu persatu, dia berharap agar darahnya berhenti mengalir.


'' kring kring kring'' terdengar suara telepon di ruangan itu


''ya halo''


'' halo tuan muda, ada seseorang yang mau menemui mu sekarang '' ucap gadis di balik telpon itu.


''siapa?''

__ADS_1


'' nona enjelin tuan muda''


''baiklah, suruh dia masuk'' ucap arnav lagi


Mecca masih mematung berdiri disana, arnav tidak mempedulikan lagi istri kecilnya itu.


''tok tok tok''


''masuk'' ucap arnav


segara perempuan berambut pirang itu masuk


'' honey, aku sangat merindukan mu'' kata enjelin sambil berpelukan dengan arnav, lelaki itu segera membalas pelukan kekasihnya dan mencium pucuk rambut enjelin,


''aku juga sangat merindukan mu '' katanya sedikit melirik kearah istrinya, dia berusaha memanasi perempuan malang itu.


enjelin baru menyadari kalau di ruangan itu ada gadis cantik, istri arnav, dia melihat ruangan itu sangat berantakan


'' honey kenapa ruang mu sangat berantakan '' melirik ke arah Mecca, Tampa menegurnya dia tau kalau ada sesuatu yang tidak beres di sini


'' biasa gadis itu selalu membuat kekacauan dimana-mana'' ucap arnav Tampa mengetahui se perih apa hati istrinya, bahkan perih di hatinya sangat dalam jika dibandingkan dengan luka di tangannya.


'' ayo makan di luar, kalau terus berada dalam satu ruangan aku akan jadi sesak, dan nafsu makan juga hilang, siap makan aku akan mencarikan sesuatu buat hadiah ulang tahun mu nanti malam '' ucapnya pria itu sambil menarik tangan kekasihnya.


'' benarkah, ku kira kau melupakannya'' ucap wanita yang berambut pirang itu.


'' emang selama kita bersama apakah aku pernah melupakan hari penting itu'' arnav berbicara dengan suara keras agar Mecca juga mengantarkannya.


arnav dan enjelin segera meninggalkan ruangan itu


setelah kepergian sepasang kekasih itu, air mata yang dari tadi di tahannya, langsung tumpah seketika, kini tinggal dia sendiri yang masih menggenggam luka ditangannya sambil sesenggukan, dia langsung menghempaskan badannya ke atas sofa panjang, duduk dengan nafas yang sesak menahan suara biar tidak terdengar oleh orang lain.


bersambung*

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...


__ADS_2