
Tak terasa waktu sudah pagi, semua keluarga kembali berkumpul di meja makan untuk sarapan.
''Ma papa mungkin pulangnya malam banyak kerjaan yang menumpuk, apalagi Arnav belum bisa bekerja'' kata papanya membuka suara.
''Pa besok aku udah bisa masuk, walau sebelah tangan, tapi aku bisa bantuin papa walaupun hanya sedikit'' jawab Arnav.
''Kalau belum bisa gak usah dipaksain Nav. Gak apa-apa kamu istirahat aja dulu'' jawab papanya.
Papa duluan ya, papa ada rapat pagi ini'' kata papanya berlalu meninggalkan ruangan makan.
''Ma, Mella juga berangkat ya, Mella ada kuis pagi ini'' Mella juga menyusul papanya meninggalkan rumah.
''Hati-hati dijalan'' kata nyonya Gita memberi ciuman kepada anak bungsunya.
Kini tinggal nyonya Gita, Arnav, Mecca dan Melisa.
Melisa juga meninggalkan meja makan menuju kamarnya, dia mau menghubungi Enjelin mengatakan kalau situasi sudah aman.
''Enjel, kamu kalau mau kerumah aku, sekarang aja, papa udah berangkat sekarang hanya tinggal Kakak, mama dan perempuan kampung itu'''
''Iya aku hampir sampai di depan rumah kamu '' jawab Enjelin
''Oke aku tunggu ya'' kata Melisa
Sedangkan Arnav duduk santai di ruangan keluarga sambil mengacak handphonenya, membalas wa dari sahabatnya Yudi mengajak dia keluar.
Sedangkan Mecca di kamarnya hanya duduk bingung sambil menonton televisi, dia sebenarnya ingin berangkat ke kampus, tapi dia tidak enak kalau meninggalkan Arnav dalam keadaan sakit.
Mecca kok lama amat di atas, atau aku susul aja'' gumam Arnav yang dari tadi menunggu istrinya.
''Ting tong terdengar suara bel berbunyi, pembantu baru yang baru bertugas, dengan sigap membuka pintu.
''Pagi,,,, boleh saya masuk '' kata seorang perempuan cantik berbut pirang di balik pintu.
''Iya silahkan '' jawab pembantu itu dengan sopan.
Arnav sepertinya tidak peduli.
''Maaf tuan muda di depan ada tamu, wanita berambut pirang'' kata pembantu memberi tau Arnav.
''Enjelin'' langsung Arnav menebak siapa yang datang, dia segera bergegas ke depan, tapi dia sejenak melihat keatas, dia takut kalau istrinya tiba-tiba muncul, dia tidak ingin istrinya melihat Enjelin, karena kedatangan Enjelin akan membuat istrinya terganggu.
Mamanya juga mengikutinya, setelah Arnav melihat di ruang depan, dia langsung menghunuskan pandangan pada mantan kekasihnya itu.
''Honey'' katanya melihat kedatangan Arnav, segera Enjelin mendekati dan mau memeluk Arnav, tapi dengan sigap Arnav mencegahnya.
''Stop jangan mendekat, kau mau apa kesini? kau udah lupa dengan ucapan ku'' kata Arnav memandang sinis kearah Enjelin.
''Haney aku mengkhawatirkan kamu, aku tidak bisa tenang kalau belum mastikan keadaan mu'' jawabnya
''Nav, ada tamu kok gak disambut dengan sopan'' kata nyonya Gita yang tiba-tiba datang dari belakang.
''Pagi Tante '' sapa Enjelin dengan senyum manisnya sambil membawa buah tangan, dan memberikan oleh-oleh itu sambil bersalaman dengan nyonya Gita.
''Eh si cantik, kamu Enjelin ya. Kamu cantik sekali ayo duduk'' kata nyonya Gita dengan penuh kehangatan.
''Duh ini baru menantu idaman, dia sangat cocok dengan arnav'' gumam nyonya Gita.
''Ma stop, jangan berprilaku seperti itu, aku tidak menerima tamu seperti dia datang kerumah ini'' kata Arnav menunjuk kearah Enjelin.
''Nav jangan gitu nak, ayo kamu duduk dulu'' ajak mamanya menarik lengan Arnav.
''Enjelin!! kau mau keluar baik-baik, atau aku suruh orang buat menyeret kamu, aku tidak mau istriku melihat kau disini'' kata Arnav mau meninggalkan ruangan itu.
''Nav tolong jangan perlakukan aku seperti itu, aku mohon pertimbangkan permintaan aku kemaren, aku siap jadi istri kedua kamu, aku siap mengurus anak kamu dan aku siap meninggalkan semuanya agar bisa jadi ibu yang baik. Asalkan aku bisa tetap bersama kamu, Nav pikirkan lagi, istri kamu itu masih terlalu kecil untuk memikul semua ini, dia butuh kebebasan menikmati hidupnya. Kamu sayangkan sama dia, makanya kamu juga harus memikirkan masa depannya, jangan biarkan masa depannya hancur gara-gara beban yang belum pantas di dipikulnya.
Dengan umur segitu biarkan dia menikmati masa-masa remajanya dan fokus untuk kuliah'' kata Enjelin memohon duduk bersimpuh di lantai.
''Nav mama setuju dengan Enjelin, dia lebih dewasa, dia juga lebih mengerti mengurus anak. Kamu tidak harus memisahkan Mecca dengan anaknya, dia akan tetap jadi istri kamu.
Nak ini jalan terbaik apalagi kamu akan miliki anak kembar, itu akan sangat merepotkan Nav'' ulas mamanya dengan wajah meminta, Enjelin tersenyum licik karena dia seperti dapat kesempatan dari mama Arnav.
''Mah aku bingung mah'' kata Arnav sambil memikirkan semua perkataan Enjelin.
Mereka semua tidak menyadari kalau wanita kecil itu mendengarkan semuanya, ada rasa kecewa di hati Mecca mendengarkan perkataan yang keluar dari mulut Arnav.
''Ma Mecca bisa mengurus anak-anak Mecca, Mecca tidak pernah menyesal untuk tidak menikmati masa remaja seperti orang-orang'' kata Mecca memberanikan dirinya berbicara kepada mertuanya setelah itu dia juga bicara kepada Enjelin
''mbak Enjelin, saya tidak butuh orang untuk mengurus anak-anak saya, tidak ada perempuan yang ingin membagi suaminya dengan wanita lain, saya memilih meninggalkan kuliah saya dan mengurus rumah tangga saya'' katanya penuh penekanan. Dia tidak berhenti bicara akhirnya matanya terhenti kepada suaminya.
__ADS_1
''Mas Mecca kecewa sama mas, mas sepertinya meragukan Mecca, mas sama saja dengan yang lain, kenapa mas memikirkan masa depan Mecca, kalau masa depan Mecca itu ada bersama mas, Mecca butuh kepercayaan dari mas, kalau mas sendiri yang tidak percaya, Mecca juga sudah tidak berdaya '' kata Mecca memundurkan langkahnya, dia segera berlarian keluar meminta sopir untuk mengantarnya kuliah.
Tadi rencananya dia mau minta izin sama suaminya. Tanpa sengaja dia mendengar suara ribut dia memberanikan dirinya untuk mengikuti suara tersebut.
''Sayang'' kata arnav berlarian mengejar istrinya yang sudah naik mobil.
''pak tunggu '' tapi mobil tersebut udah terlanjur pergi, sopir tidak mendengar lagi suara Arnav.
''Enjelin sayang, apakah perkataan kamu tulus dan kamu mau hidup dengan anak Tante, walaupun hanya jadi istri kedua '' tanya nyonya Gita sambil menuntun Enjelin kembali duduk.
''Udah ma'' kata Arnav menghentikan perkataan mamanya.
''Kau silahkan pergi sekarang, apakah kau sudah puas membuat istriku sedih'' Arnav menyeret lengan Enjelin dan membawanya keluar dengan kasar.
''Nav tolong kasih aku kesempatan lagi'' kata enjelin di balik pintu.
''Nav mama tidak pernah mengajarkan kamu kasar kepada perempuan, Enjelin sebenarnya hanya membantu kamu untuk keluar dari masalah yang nanti akan kamu hadapi!''kata mamanya dengan wajah yang sangat kesal.
''Menurut mama selama ini mama tidak berbuat kasar kepada macca, yang mama lakuin itu sebenarnya sangat keterlaluan, aku salah sempat meragukan Mecca, padahal dia selalu berusaha supaya terlihat lebih baik Dimata Mama.
Lagian mama belum mengenal siapa Enjelin yang sebenarnya. Kalau mama mengenalnya mama akan menyesal telah berprilaku baik kepadanya '' kata Arnav meninggalkan rumah mamanya, dan meminta sopir untuk mengantarnya kerumah barunya.
''Nav kamu mau kemana nav'' kata mamanya mengajar Arnav.
''Maaf ma Arnav pulang kerumah Arnav, seharunya Arnav tidak pulang kesini kalau hanya membuat hati Mecca sakit'' kata Arnav menaiki mobil, meninggalkan rumah mamanya.
''Sayang maaf aku telah meragukan kamu' gumam arnav dalam hatinya.
Di perjalan pulang dia menghubungi mbok Yem untuk memasak makan kesukaan istrinya, dia ingin ke sana saat makan siang.
Mbok Yem segera masak kangkung tumis udang.
Setibanya dirumah Arnav segera mengambil masakan yang sudah disiapkan mbok Yem, dan Menganti pakainya dengan kaos oblong warna hitam, di lapisi jaket penutup kepala, dan celana jeans.Dia berpenampilan seperti anak kuliah lainya agar semua orang tidak terlalu memperhatikannya.
''Mbok bikinin juga susu ya mbok, biar sekalian aku bawa'' kata Arnav yang tadi sempat mampir di toko untuk membeli susu hamil baut istrinya.
Setelah semuanya selasai Arnav segera menuju kampus diantarkan oleh sopir.
Diperjalanan dia berpikir keras agar di maafkan oleh istrinya. tidak sengaja di perjalanan Arnav melirik toko bunga, dan meminta sopir untuk berhenti, setelah mobil itu berhenti Arnav segera Turun dan membeli lima puluh tangkai bunga, yang masing-masing tangkai itu di lengkapi dengan ucapan mohon maaf dan emoticon senyum.
setelah semuanya selesai, Arnav kembali melanjutkan perjalanan menuju kampus.
Setibanaya di kampus lelaki itu segera turun, dan melihat kalau istrinya sedang bercerita dengan Mila sahabatnya, sepertinya mereka lagi istirahat.
''Aku dirumah sakit mil, setelah ribut itu, aku menyesal dan mencari mas Arnav ke perusahaannya, disana dia tidak ada, rupanya dia kecelakaan mil'' katanya menceritakan semua kejadian tersebut.
Sekarang suami kamu udah sembuh belum'' tanya Milla kembali
''Belum Mil, tangannya patah karena menabrak pembatas jalan ''
''Kamu kok ke kampus Ca, sedangkan suamimu lagi sakit kamu tinggal. Kalau aku jadi kamu, aku akan menemaninya, bahkan aku tidak akan keberatan jika harus memandang wajahnya tanpa mengedip seharian '' kata Milla lagi sambil membayangkan wajah Tampan Arnav.
''Iya Mil, tadi aku ragu-ragu kesini, tapi kerana ada sedikit masalah jadi aku putuskan untuk kesini'' jawabnya ingin mengatakan semuanya kepada Milla.
Sedangkan Arnav membagikan semua bunga itu kepada mahasiswa, dan meminta tolong untuk memberikan kepada Mecca.
''Mbak boleh minta tolong, Tolong berikan bunga ini kepada gadis yang sedang duduk pakai baju hijau itu ''kata Arnav menunjuk Mecca.
''Mbak permisi, ada seseorang yang memberikan ini untuk mbak'' Kata mahasiswa pertama, dan mahasiswa terakhir . Mecca mengambil semua bunga itu yang berjumlah empat puluh sembilan tangkai, bunga terakhir masih ada ditangan Arnav.
''Maaf kak, siapa yang memberikan bunga sebanyak ini'' kata Mecca heran.
''mas yang memakai baju hitam dengan tutup kepala '' kata mahasiswa itu.
''Sudah penuh tangan Mecca dengan bunga.
Setiap bacaannya sama.
''Sayang maafkan aku, dan emoticon senyum.
''Ca siapa yang berbuat seperti ini? '' kata Milla heran
''Gak tau mil'' jawabnya singkat.
tak lama setelah itu barulah Arnav muncul, dan memberikan tangkai bunga terakhir. Dia duduk memegang pinggir baju Mecca.
''Sayang maafkan aku ya'' kata Arnav tanpa membuka tutup kepalanya.
''Mas jangan gitu, Malu dilihatin orang-orang'' kata Mecca sambil membuka tutup kepala suaminya.
__ADS_1
''Sebelum kau mau memaafkan aku, aku akan seperti ini sampai malam''kata Arnav memohon.
''Dede bilangin mami untuk memaafkan papi sekarang nak '' kata Arnav yang bicara ke perut istrinya.
''Mas sayang ayo berdiri jangan seperti ini'' kata Mecca mengatakan kata-kata sayang, berharap Arnav menghentikannya, semua orang menonton dan ada juga yang mengambil video mereka
'' wow pria itu romantis amat, pasangan serasi'' kata semua orang itu berbisik.
''Ca suami kamu ini selain tampan, ternyata sosweet amat ya Ca'' kata Mila bicara kecil.
''Mil aku malu amat Mil'' kata Mecca kembali berbisik.
'' bilang kalau kamu telah memaafkan dia, setelah itu pasti dia berhenti memohon'' kata Milla
''Mas Mecca udah memaafkan mas, ayo berdiri '' kata Mecca menarik Arnav untuk berdiri.
''Makasih ya sayang '' dia segera memeluk Mecca.
Arnav memindahkan pandanganya kepada Milla yang sedari tadi seperti obat nyamuk.
''halo Milla '' sapa Arnav ramah
''halo mas Tampan '' jawab Milla
Setelah puas memeluk Mecca, Arnav segera mengambil sesuatu dari mobil, membuka makan yang dibawanya, dan segera meminta Mecca untuk makan siang.
''Sayang ayo makan dulu sedikit, biar aku suapin'' kata Arnav ingin menyuapi Mecca.
''Mas jangan sekarang, nanti aja Mecca malu semua orang-orang yang menonton kita '' tolak Mecca.
''Biarin aja,,, itu hak mereka, ayo makan habis ini kamu harus minum susu. Agar kedua bayi kita sehat '' kata Arnav yang berhasil menyuapi nasi ke mulut Mecca.
''Ca anak kamu kembar ya'' tanya Milla lagi.
''iya Mil, aku punya dua bayi nanti '' mereka bicara seperti hanya ada mereka berdua disana, sedangkan Arnav tidak peduli kalau dia telah di cuekin
''Setelah nasi habis, Arnav memberikan susu kepada istrinya.
Dari jauh Arman tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang biasanya sangat cuek, kasar dan dingin kepada setiap perempuan. Kini takluk ditangan anak kecil, Arman segera menghampiri mereka.
''Hei bro lho ngapain disini'' sapa Arman
''lho gak lihat gue lagi menyuapi Mecca '' katanya yang memandang wajah Arman seperti meledeknya.
Sedangkan kedua perempuan yang asik ngobrol itu memberi salam kepada dosen mereka.
''Siang kak, eh maaf pak'' kata Mecca karena dia bingung mau panggil apa kepada Arman.
''Siang bumil '' jawab Arman, begitu juga Milla yang sangat takut melihat wajah dosen itu.
''Ca kamu kenal dengan dosen itu. Kamu tau gak, dosen itu yang membuat kita rugi kemaren Ca'' kata Mila berbisik.
''Mil jangan ingatkan itu, dia juga sepertinya udah lupa, nanti kalau dia bercerita sama mas Arnav bisa malu aku Mil'' kata Mecca berbisik kepada Milla.
''Bro,bro,seorang Arnav Sanjaya yang lulusan luar negri lulus dengan nilai di atas rata, pemilik Sanjaya group dan seorang aktor. Ternyata dibalik semua itu. Adalah seorang suami yang sangat siaga sampai-sampai menyuapi istrinya di depan semua mahasiswa'' kata Arman meledek.
''Diam lho berisik'' jawab Arnav singkat
''Perempuan kecil ini boleh juga, membuat sahabat gue jadi sepeti ini, awas gue kasih pelajaran juga ini perempuan'' gumam Arman dalam hati.
''Nav ada salam dari vivi, itu tu yang bahenol kayak gitar spanyol lho ingatkan Nav '' kata Erman sambil mengedipkan sebelah matanya.
''ssssst diam lho'' kata Arnav memotong pembicaraan Arman.
Mecca yang mendengar seperti ditumbuhi tanduk warna merah di kepalanya.
'' Mas,,,,,, siapa lagi itu vivi'' tanya Mecca menyidik suaminya
''Gak tau sayang, mungkin aja tukang kredit'' jawab Arnav asal
''lho ya man, baru saja gua bisa membujuk istri gue, lho merusaknya lagi'' kata Arnav marah kepada Arman
''Setelah mbak Enjelin, terus sekretaris seksi dan dokter sekarang Vivi besok siapa lagi mas, Mil kamu jangan pikir punya suami yang tampan itu senang, malahan akan membuat sakit hati terus'' katanya kepada Mila, tapi Milla hanya tersenyum melihat sahabatnya cemburu.
''Udah sayang jangan marah-marah terus, nanti dedenya jadi kaget'' bujuk Arnav kepada istri kecilnya itu.
di apartemen enjelin kehabisan akal dia punya senjata terakhir yaitu memanfaatkan kehamilannya, dan video yang sudah dia edit jadi foto, dia menyewa seorang profesional, untuk mengedit orang suruhan yang telah menghamilinya jadi Arnav.
*bersambung*
__ADS_1
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......