Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
kandungan Mecca bermasalah


__ADS_3

''Mas bangun mas'' kata Mecca berteriak histeris sambil memangku kepala lelaki yang berlumuran darah itu di pahanya.


Tak lama segera tuan Andi datang dan menghampiri mereka, begitu juga dengan ketiga sahabat Arnav yang berlarian mengejar Arnav yang sudah sekarat.


''Nav bertahan nak, ingat anak dan istri mu mereka sangat membutuhkan kamu'' kata tuan Andi


''Om lebih baik segera kita bawa Arnav kerumah sakit sebelum dia banyak kehilangan darah'' kata Yudi


''Ayo'' kata tuan Andi sambil mengangkat Arnav dan di bantu oleh orang suruhannya dan ketiga sahabat Arnav, mereka membawa Arnav masuk kedalam mobil Arman. Sedangkan polisi langsung menyelidiki kejadian tersebut, polisi tidak menemukan Enjelin dan orang suruhanya, mereka begitu cepat meninggalkan tempat tersebut melalui jalan rahasia.


Sedangkan dalam mobil, Mecca juga hampir pingsan melihat darah yang mengucur dari tubuh Arnav.


''Mecca sayang kamu pindah saja ke depan dengan Arman, biar papa yang menemani Arnav'' titah tuan Andi.


Dengan berat hati Mecca segera pindah ke depan, karena dia memang takut melihat darah dari dulu, mobil Arman di ikuti oleh ketiga sahabatnya dari belakang.


''Pa gimana kalau mas tidak bangun-bangun, Mecca tidak mau melahirkan dan membesarkan anak-anak Mecca sendiri, Mecca tidak mau nasib anak-anak Mecca seperti Mecca besar tanpa kasih sayang seorang ayah'' kata Mecca sambil terisak-isak.


''Mecca tenangkan dirimu nak, Arnav akan baik-baik saja, papa sangat mengenalnya dia adalah pria yang kuat'' kata tuan Andi menenangkan Mecca, padahal tuan Andi juga begitu mengkhawatirkan Arnav.


Setelah sampai di rumah sakit segera Arnav di turunkan dan dipindahkan ke ranjang rumah sakit, saat ranjang itu di dorong, nyonya Gita dan Mella berlarian mengejar Arnav, mereka berdua begitu khawatir. Tidak henti-hentinya nyonya Gita meneteskan air matanya melihat anak lelaki satu-satunya tidak sadarkan diri.


Setelah tiba di ruangan operasi. Ruangan itu di tutup oleh kedua suster yang mendorong ranjang yang ditiduri Arnav tadi, sedangkan Mecca memohon agar dokter mengijinkan dia masuk, tapi dokter tidak bisa mengabulkan keinginannya.


''Mecca tenangkan diri mu nak, sekarang ayo ikut mama kita periksa kandungan mu dulu, mama takut sesuatu terjadi kepada mu dan cucu mama'' kata nyonya Gita


''Tapi mas Arnav ma,,,'' kata mecca yang tidak henti-hentinya menangis.


''Biarkan dokter menanganinya, kita sama-sama berdoa agar Arnav baik-baik saja, lebih baik kita periksa kandungan mu sekarang'' kata nyonya Gita membujuk Mecca.


Dengan berat hati Mecca mengikuti keinginan nyonya Gita, karena dia juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada kedua buah hatinya.

__ADS_1


Sesampainya di ruangan periksa segera Mecca berbaring, dokter kandungannya juga sudah bersiap-siap untuk memeriksa dan USG Mecca, saat dokter memeriksa kandungan Mecca raut wajah dokter agak cemas. melihat raut wajah dokter yang cemas, segera nyonya Gita bergegas mendekati dokter.


''Ada apa dok, apakah cucu saya baik-baik saja''? tanya nyonya Gita


''Nyonya ada kabar kurang baik dengan kendungan nona'' kata dokter


''Katakan saja apa yang terjadi dok '' kata nyonya Gita dengan wajah tegang.


''Kandungan nona sepertinya kurang sehat, ada salah satu jantung yang kurang terdengar detaknya, yang satu lagi normal, sebaiknya kita lakukan USG dulu untuk memastikan '' kata dokter sambil mengoleskan perut Mecca dengan cairan bening dan dingin.


Setelah dokter mendekatkan alat USG ke perut Mecca, segera layar yang berada di depan mereka memperlihatkan letak posisi bayi saat ini.


''Gimana dokter''?? tanya Mecca


''Pemeriksaan sementara, salah satu bayi dalam kandungan nona ada yang kurang sehat, apa nona belakangan ini mengalami syok atau demam tinggi, sehingga mempengaruhi kepada cabang bayi?'' tanya dokter menyidiknya


''Memang belakangan ini ada masalah sedikit di keluarga kami dokter, mungkin karena itu menantu saya jadi banyak pikiran '' jawab nyonya Gita


''Apa yang harus kita lakukan sekarang dok?'' tanya nyonya Gita


Sebaiknya nona di rawat inap di rumah sakit sampai melahirkan, agar kita bisa melakukan pemeriksaan dan memasang alat untuk mengetahui denyut jantung bayi, seandainya dalam waktu seminggu keadaan tidak membaik, lebih baik kita lakukan operasi secepatnya'' usul dokter.


''Mah,,,'' kata Mecca menoleh kearah nyonya Gita.


''Tenang aja,,, tidak usah cemas,kamu hanya harus nginap di sini dan kamu tidak sendirian, mama, papa juga Mela akan bergantian menemani mu dan Arnav disini '' kata nyonya Gita yang melihat keraguan di wajah menantunya.


''Tidak apa-apa kalau mau dirundingkan dulu dengan keluarga, saya harap semua keluarga bisa menyetujuinya agar malam ini nona bisa kita rawat ''ulas dokter lagi.


''Baiklah dokter saya perlu membicarakan semua ini kepada suami saya'' kata nyonya Gita.


''Silahkan nyonya'' jawab dokter dan mereka berdua segera keluar.

__ADS_1


Sedangkan tuan Andi dan Mella hanya mondar-mandir di depan ruangan Arnav yang sedang dilakukan operasi.


''Pa gimana dengan Arnav pa?'' tanya nyonya Gita yang baru datang sambil membimbing Mecca berjalan.


''Belum ada kabar ma, mudah-mudahan operasinya berjalan lancar, gimana dengan Mecca, apakah Mecca dan cucu kita baik-baik saja?'' tanya tuan Andi balik.


''Dokter menyarankan agar Mecca di rawat di rumah sakit saja , karena salah satu cucu kita detak jantungnya kurang bagus, kata dokter kalau seminggu ini tidak ada perubahan, dengan terpakasa akan dilakukan tindakan operasi pa'' kata nyonya Gita menjelaskan


''Kalau begitu kenapa tidak kita lakukan saja saran dokter untuk merawat Mecca di sini, demi kedua cucu kita, lagian Arnav juga di rawat di sini, jadi sekalian saja ma'' kata tuan Andi yang bertambah panik.


''Mama juga berpikir seperti itu pa, tapi gimana dengan Mecca, mau gak di rawat di rumah sakit dulu sampai keadaan membaik, kalau tidak mau kita rawat di rumah saja, kita bisa meminta dokter untuk memasang segala alat di rumah dan meminta agar salah satu perawat bisa memeriksa kondisi Mecca kapan saja'' ulas nyonya Gita lagi.


''Mecca sini sayang'' kata tuan Andi. segera Mecca berdiri mendekati mertuanya.


''Ya pa'' jawab Mecca.


''Gimana,,, kamu mau di rawat di rumah atau rawat inap dirumah sakit''? tanya tuan Andi memberi pilihan.


''Mecca ingin di sini pa, tapi boleh gak setelah operasi mas Arnav selesai, Mecca ingin satu ruangan sama mas Arnav agar Mecca selalu berada disamping mas Arnav pa'' pinta Mecca.


''Baiklah akan papa usahakan, tapi sekarang untuk sementara kamu langsung aja keruangan rawat lain ya,,, papa sangat cemas, papa takut terjadi apa-apa sama cucu-cucu papa'' pinta tuan Andi


''Pa tolong jaga mas Arnav, dan bilang sama dokter agar memberi obat terbaik agar mas Arnav segera bangun, Mecca ingin saat melahirkan didampingi oleh mas Arnav '' kata Mecca dengan mata yang berkaca-kaca


''Tenang saja nak, semuanya akan baik-baik saja papa sangat mengenal Arnav dia lelaki kuat'' kata tuan Andi menegaskan.


''Baiklah pa,,,'' kata Mecca segera Mecca di iringilagi oleh nyonya Gita dan Mella ke ruangan lain untuk di rawat.


bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2