Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Arnav kecelakaan


__ADS_3

Diperjalanan Arnav selalu teringat dengan omongan Enjelin. Sampai-sampai dia tidak fokus lagi untuk menyetir, ''tin tin tin'' terdengar suara keras,mobil Arnav menghantam pembatas jalan, semua orang berkumpul untuk menyelamatkan Arnav.


Enjelin yang juga tidak jauh mengendara di belakangnya, segera menepikan mobilnya. Dia tidak tau kalau yang kecelakaan itu mobil Arnav, tapi pas dia membuka kaca mobilnya, alangkah kagetnya Enjelin kalau yang di depanya adalah mobil Arnav. Dia langsung berhamburan untuk keluar, dia langsung menghampiri mobil Arnav.


Sedangkan polisi lalu lintas berkumpul berusaha untuk mengeluarkan korban dari mobil sport merah yang bonyok di bagian depannya itu.


Setelah polisi berhasil mengeluarkan Arnav dari mobil, segera Arnav di larikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lukanya, Enjelin juga ikut kedalam ambulan menemani arnav.


''Honey kau harus bertahan ya '' kata Enjelin sambil menangis memegang tangan Arnav yang sudah tidak sadarkan diri.


Sedangkan di kampus Mecca merasa hatinya begitu gelisah, dia teringat omongan sahabatnya tadi,


perasaannya hanya ingin pulang, ada firasat buruk yang dia rasakan.hatinya juga tidak tenang memikirkan suaminya, tapi dia tidak mengerti dengan perasaan itu.


''Ca kau kenapa? kau seperti gelisah gitu. kamu belum makan ya?'' tanya Mila


''gak tau mil, mil aku pulang aja ya mil aku merasa gak enak badan'' kata Mecca yang merasa gelisah.


''ya udah kamu hati-hati ya Ca'' kata Milla, setelah itu langsung Mecca pulang mencari angkutan umum.


Sedangkan dirumah sakit Arnav langsung digiring ke ruang ICU, dia masih tidak sadarkan diri.


Enjelin selalu setia mendampingi Arnav. Dia sengaja tidak memberi tau siapapun, termasuk keluarga Arnav. Dia berniat membawa Arnav kembali keluar negri tanpa satu orangpun yang mengetahuinya. Tidak sulit baginya karena Arnav masih mempunyai visa aktif disana, mereka juga sudah lama tinggal disana sampai mereka mempunyai karir yang bagus. Enjelin ingin membawa arnav sebelum arnav benar-benar sadar, tapi dia harus memastikan dulu kalau kondisi arnav baik-baik saja.


Sedangkan Mecca telah sampai di rumahnya dengan wajah yang sangat capek dan lapar.


''Mbok Mecca boleh minta makan gak'' katanya dengan suara yang agak gemetar menuju dapur.


''Tentu saja nona, tunggu sebentar mbok akan mengantarkan kemeja makan'' kata mbok, segera mbok berlarian menuju dapur, dan tidak lama mbok kembali membawa nampan yang berisi nasi, lauk, dan segelas air putih.


Tanpa menunggu lagi, Mecca menyantap hidangan kecil itu, dia memakan habis semuanya. Setelah makan, hatinya masih terasa gelisah. Dia terus melirik jarum jam dia berharap arnav akan menghubunginya kembali, dia juga menyesali perbuatannya tadi, apalagi setelah mendengar ucapan Milla. Kini dia sangat gelisah mengingat Enjelin, dia begitu cemburu dengan perempuan yang berambut pirang itu. Sehabis makan dia ingin segera mengunjungi Arnav ke perusahaan besar itu.


Tanpa mengulur waktu lagi, Mecca langsung mendatangi kantor Arnav dengan menaiki taksi, sesampainya di perusahaan, Mecca disambut oleh para penjaga dan para karyawan, Mecca membalas sapaan itu dengan senyuman yang sopan.


Di meja resepsionis dia berhenti, dan bertanya apakah suaminya ada di ruangannya, tapi mbak resepsionis mengatakan kalau Arnav tidak masuk hari ini.


Mendengar ucapan mbak itu, Mecca langsung masuk aja kedalam ruangan Arnav untuk menunggu.


''Mas kemana? handphone mas juga tidak aktif, baiklah Mecca akan menunggu disini sampai mas datang'' katanya bicara sendiri.


'' Sedangkan Arnav masih belum sadarkan diri, Enjelin terus merahasiakan semua ini.


''Honey kau harus baik-baik saja, aku akan membawamu kembali, kita akan hidup bahagia seperti biasa'' katanya sambil mencium pucuk kepala lelaki itu.


Hari juga semakin sore, semua kariawan di kantor itu sudah mulai pulang satu persatu, kini tinggal Mecca yang masih disana. Mecca masih belum menyerah dia masih ingin menunggu.


Setelah bosan menunggu dia berfikir untuk menghubungi Mella. Menanyakan apakah Arnav pulang ke rumah mamanya.


''Treeet treeert treeert'' terdengar suara handphone milik Mella bergetar, Mella meraih handphonenya melihat ada panggilan dari kakak iparnya itu, dia langsung mengangkat panggilan tersebut.


''Halo kak''


''Ya halo ''

__ADS_1


''Kak apakah mas arnav disana?'' katanya bertanya kepada Mella


''Gak kakak tidak disini, dia sudah lama belum pulang kesini, semenjak kalian pindah'' jawab Mella lagi.


''ya udah kak, makasih ya kak'' jawabnya Mecca sambil mematikan sambungan itu.


Mecca segera keluar dari ruangan tersebut, dia sangat sedih karena Arnav tidak ada kabar sama sekali.


''Mecca,,, sejak kapan nak Mecca disini?'' tanya tuan Andi, rupanya tuan Andi lembur karena banyak pekerjaan yang menumpuk.


''dari tadi siang pa, Mecca nungguin mas arnav'' katanya lagi.


'' memang dia tidak bersama nak Mecca, papa kirain dia libur mendadak kerena lagi menghabiskan waktu dengan nak Mecca'' jawab tuan Andi lagi


''Gak pa, tadi pagi mas Arnav mengantarkan sarapan Mecca ke kampus, setelah itu dia pergi, mbak enjelin juga disana pa'' Mecca menjelaskan kejadian tadi


''Kenapa dia mengantar sarapan, memang dia tidak mengantarkan nak Mecca kuliah?'' tanya tuan Andi merasa ada yang ganjal apalagi mendengar nama Enjelin.


''Semalam kami bertengkar. Sampai-sampai Mecca kuliah pakai angkutan umum, tadi pagi pa'' jawabnya sambil menangis.


''awas saja kau Nav beraninya kau, pasti kau pergi dengan perempuan ****** itu'' gumam tuan Andi dalam hati.


''Ya udah sayang, sekarang kau pulang aja ke rumah besar ya, biar papa yang mencari keberadaanya'' kata tuan Andi membujuk Mecca.


''Pa Mecca mau pulang ke rumah Mecca aja pa'' jawabnya sambil menyeka air matanya


''Sayang kau kurang sehat sepertinya '' kata tuan Andi yang melihat wajah menantunya yang sangat pucat.


''Mecca baik-baik saja pa, mungkin ini karena bawaan hamil '' jawabnya lagi


''Sayang ayo kita ke rumah sakit memeriksa kandungan mu'' ajak tuan Andi lagi.


''Pa besok aja Mecca ke rumah sakit. Mecca ingin di anterin sama mas pa'' jawabnya.


''Baikalah sayang, kau jaga cucu papa baik-baik, kau tidak boleh banyak pikiran, kau pulang sekarang ya biar papa suruh sopir mengantarkan kamu pulang '' titah tuan Andi


''Baik pa'' setelah pembicaraan mereka selesai, Mecca segera pulang dengan sopir.


Sedangkan tuan Andi sibuk mencari informasi tentang keberadaan putranya.


Setelah sampai rumah Mecca segera membersihkan tubuhnya, setelah itu dia membantu mbok Yem masak di dapur.Mecca berharap arnav segera pulang dan menikmati masakannya.


Mecca tidak berhenti untuk berharap dan terus menunggu.


Sampai malam dia tetap saja menunggu, dangan sedikit merias wajahnya.


Sedangkan di rumah sakit, Enjelin sangat cemas menunggu perkembangan dari Arnav, setelah dokter keluar dari ruangan memeriksa Arnav. Enjelin segera menemui dokter untuk menanyakan keadaan Arnav.


''Dok bagaimana keadaan kekasih saya??''


''gini mbak, untung tuan Arnav tidak begitu parah, dia hanya kehilangan banyak darah, mungkin dia butuh tiga kantong darah lagi, dan pihak rumah sakit juga sudah menyediakan, dia juga mengalami patah tulang di bagian lengan sebelah kiri, selebihnya tidak ada yang harus dikhawatirkan'' kata dokter itu.


''Kalau begitu kenapa dia masih belum sadarkan diri dok?'' tanya Enjelin lagi.

__ADS_1


'' itu akibat benturan keras, tapi semua tidak perlu dikhawatirkan'' jawab dokter lagi.


''Dok saya boleh minta tolong satu hal lagi gak dok, tolong rahasiakan keberadaan Arnav Sanjaya di rawat disini, karena dia lagi ada masalah dengan saingan bisnisnya yang lagi menunggu saat-saat seperti ini '' kata enjelin meyakinkan dokter.


''Baiklah nona kami akan merahasiakannya '' jawab dokter


''Oya dokter, karena kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan, apakah Arnav boleh keluar besok pagi? saya ingin melanjutkan perawatannya di luar saja'' kata enjelin


''Oh tentu saja, kalau begitu besok mbak silahkan urus semua surat-surat yang dibutuhkan'' jawab dokter itu kembali''


''Terima kasih dokter'' mendengarkan perkataan dokter, Enjelin tersenyum licik, karena dia ingin melancarkan rencana jahatnya besok, sebelum Arnav sadar.


Dia juga berencana untuk menambahkan obat bius ke infus arnav. Agar Arnav tidak sadarkan diri dalam waktu panjang.


Sedangkan Mecca masih menunggu. Sampai dia capek sendiri, akhirnya tangisnya pecah. Dia merasa menyesal, marah, kesal, dan jengkel.


''mas kau pasti lagi bersenang-senang dengan mbak Enjelin, Mas tidak memikirkan aku dan anak mu, secepat itu mas kembali dengan dirimu yang sesungguhnya, bukankah kau katakan aku istrimu, kekasihku, rekan hidupmu, tempat kau pulang, mas lupa ya dengan ucapan mas, tanpa mas aku lemah aku takut, aku belum siap menghadapi semua'' katanya sambil menangis didepan pintu.


ditempat lain Yudi menepikan mobilnya dia ingin membeli rokok dipinggir jalan.


''Pak rokok sebungkus '' katanya kepada bapak-bapak penunggu warung.


''Ya mas tunggu sebentar'' jawab bapak itu.


Disampingnya ada tiga orang lelaki yang sedang membicarakan kecelakaan tadi siang.


''Duh parah amat kecelakaan itu ya, menurutku dia mabuk, sampai-sampai menabrak pembatas seperti itu'' kata seorang pemuda yang mau duduk di bangku kayu dekat Yudi berdiri.


''Oya kau masih menyimpan videonya gak, aku mau dong buat konten YouTube ku'' kata lelaki yang masih berdiri.


''Ada, tapi kau bayar untuk sebungkus rokok ya'' kata lelaki yang duduk itu sambil mengeluarkan handphonenya, dia memutar video kecelakaan sambil duduk.


pertamanya Yudi tidak peduli, tapi dia sekilas melihat dalam handphone itu mobil yang dia kenal.


''Maaf mas, boleh saya ikut melihat videonya, saya ingin memastikan mobil itu seperti mobil sahabat saya'' kata Yudi mendekat


''Oh tentu saja'' jawab lelaki itu


Yudi mengambil tempat di samping lelaki itu, ternyata benar itu adalah Arnav sahabatnya.


''Ini benar Arnav, tapi di sini juga ada Enjelin, sebenarnya ada apa ini. Kenapa saya tidak mendapatkan informasi'' gumamnya dalam hati


''Makasih ya mas'' segera Yudi meninggalkan tempat itu tanpa mengambil rokok yang belinya.


Di atas mobil Yudi segera menghubungi kedua sahabatnya untuk menanyakan kebenaran itu, tapi Arman dan Angga juga tidak mengetahuinya


''Ga lebih baik lho hubungi istrinya untuk memastikan semua ini'' titah Arman.


'' Baik gua akan segera menghubungi Mecca'' jawab Angga.


'''Gua merasa ada yang tidak beres dengan semua ini, mustahil rasanya kita tidak tau kalau arnav kecelakaan '' kata Yudi lagi.


*bersambung*

__ADS_1


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2