Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Teganya kau memisahkan aku dengan anak anaku


__ADS_3

''kakak ipar ini Miko'' kata Miko sambil berbisik di balik selimut.


'' Syukurlah miko. Sekarang katakan kepada kakak, sekarang kamu dimana?'' tanya Arnav


''Miko, bunda, bibi dan kak Mecca. Sekarang di kampung sebelah, di rumah nenek'' kata Miko menjelaskan.


''Apakah kakak kamu baik-baik saja?'' tanya Arnav.


''Baik kak, tapi kak Mecca selalu saja menangis'' jawab Miko lagi sambil berbisik.


''Ya sudah, hubungi kakak kalau ada sesuatu yang terjadi di sana, tadi kakak dari kampung, tapi kakak tidak menemukan kalian di sana.


Jadi kakak kembali lagi kejakarta'' kata Arnav yang merasa senang, karena dia sudah mengetahui dimana istrinya berada sekarang.


''Miko kamu belum tidur?'' kata bundanya yang masih melihat Miko bergerak-gerak dalam selimut. Mendengar suara bunda Miko sangat kaget, reflek dia menjatuhkan handphonenya.


''Udah bun, bunda sih mengagetkan Miko aja'' kata Miko membuka selimutnya, setelah bundanya pergi Miko kembali mengambil handphonenya.


''Halo kak'' ulas Miko lagi


''Ya Miko kakak masih disini, sebaiknya kita sudahi aja sambungan ini dulu, sebelum ketahuan sama bunda mu, makasih ya Miko '' kata Arnav dan memutus sambungannya itu.


Arnav berencana besok akan kembali lagi ke kampung, karena sekarang dia sudah hampir sampai jakarta. Arnav ingin membawa bukti itu sebelum ke sana besok.


''Syukurlah, besok aku akan ke kampung membawa semua bukti-bukti agar Mecca bisa kembali, dan memaafkan aku'' kata Arnav sambil mengemudi.


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, pagi ini Arnav langsung menuju restoran milik Yudi.


Dia ingin menanyakan isi video kemarin yang dia berikan kepada Arman, dan Yudi.


''Yud lho udah buka flashdisk yang gue kasih kemaren, apakah kalian menemukan sesuatu di sana?'' tanya Arnav.


''Gini Nav, kami udah berusaha membukanya, tapi ada masalah vidio tersebut seperti rusak gitu, sekarang Angga lagi berusaha untuk memperbaikinya'' jawab Yudi.


''Ooooost sial'' kata Arnav sambil memukulkan tangannya ke atas meja.


''Sabar dulu bro, sepertinya vidio itu masih bisa kita perbaiki, tunggu aja sebentar lagi Angga akan datang dia semalaman mencoba untuk memperbaikinya'' kata Yudi menenangkan Arnav.


''Oya kemaren kenapa lho main pergi aja, ada masalah apalagi sih bro?'' tanya Yudi.


''Istri gue kabur sama mertua gue dan bibinya, kemaren ada seseorang yang mengirim aplop yang berisi semua foto-foto saat gue ke apartemen Enjelin, dan saat gue di klub malam. '' Kata Arnav sambil memijit dahinya.


''Brengsek! itu pasti seseorang yang dibayar perempuan itu untuk menghancurkan rumah tangga lho'' kata Yudi geram


''Halo bro'' kata Angga yang baru sampai di restoran Yudi.


Hei kenapa wajah kalian kayak kain kusut gitu, kalian pingin lihat gak isi video itu'' kata Angga dengan wajah yang berbinar.


''Cepat putar sekarang, gue hampir mati gara-gara penasaran'' kata yudi


Segera Angga mengeluarkan laptopnya dan menyambungkan flashdisk itu ke laptopnya, video tersebut memperlihatkan semua kejadian dalam kamar, saat Enjelin main dengan orang suruhannya.


''Gila hot bangat ini video, gue jadi pingin ke toilet ah'' kata Yudi yang tidak tahan dengan isi video panas Enjelin.


Sedangkan Angga dan Arnav masih mengamati video tersebut.


''Nav ternyata tubuh Enjelin seksi sekali ya'' kata Angga yang melirik Arnav.


''Gue sudah tidak nafsu melihat tubuhnya, malahan gue jijik sekarang'' kata Arnav yang melihat Enjelin tanpa pakaian dengan lelaki lain.


''Gue bingung, gimana cara menjelaskannya pada Mecca.


Gak mungkinkan gue ngasih lihat video kayak gini sama Mecca dan mertua gue'' kata Arnav sambil berfikir.


''Gini aja Nav, lho ke apartemen Enjelin aja, buat Enjelin mengakui semuanya, saat dia mengakuinya langsung lho rekam untuk bukti.


''lho tau gak bro, sekarang Mecca, mertua gue, sama bibi sudah pergi dari rumah gara-gara foto yang dikirimkan seseorang kerumah, foto itu di ambil saat gue keluar masuk ke apartemen Enjelin'' kata Arnav


''Siapa orang di belakang Enjelin ini ya?'' tanya Angga bingung.


''Gak tau, gue juga bingung'' jawab Arnav.


''Anggap aja ini perjuangan terakhir lho ke sana, untuk mencari kebenaran. Setelah itu kita tendang dia jauh-jauh dari hidup lho'' kata Angga.


''Baiklah, gue akan ke sana sekarang'' kata Arnav yang langsung berdiri dan mengambil kunci mobilnya, dia ingin segera menyelesaikan semuanya agar bisa memperlihatkan semua bukti itu kepada Mecca.


Sesampainya di apartemen Enjelin dia segera bersiap-siap untuk memencet bel.

__ADS_1


''Ting tong'' bunyi bel pintu Enjelin, segera Enjelin membuka pintu dan memeluk tubuh kekar Arnav.


''Stop!!! jauhi aku'' kata Arnav tegas.


''Honey kenapa kau cepat sekali berubah, aku dan anak kita kangen tau'' kata Enjelin


''Anak itu bukan anak ku, kau telah menipu ku'' kata Arnav emosi.


''Nav apakah kamu ada bukti kalau dalam kandungan ku bukan darah daging mu, kemaren kamu juga telah mengakuinya bukan'' kata Enjelin


''Bodoh kau mau bukti,,, ini buktinya'' kata Arnav yang memperlihatkan video Enjelin yang sedang bermain dengan orang suruhannya dari handphone, melihat itu Enjelin langsung kaget.


''Ternyata selama ini kamu berpura-pura baik, dan pura-pura mengakui anak ini, rupanya ada tujuan lain dan kau telah mendapatkannya'' kata Enjelin yang sangat emosi.


''Ya kau pintar, aku kesini hanya ingin mencari bukti dan aku mendapatkan saat malam panas yang kau habiskan dengan lelaki lain. Jujur aku tidak masalah sama sekali, bahkan aku merasa kalau hubungan terlarang antara kita selama ini sangat menjijikan''kata Arnav.


''Kau! apakah kau telah puas mengatakan semuanya.


Setidaknya sekarang aku Menang, karena telah membuat istri kampungan mu itu minggat karena semua foto-foto itu '' kata Enjelin yang mengatakan semuanya. Dia tidak menyadari kalau Arnav telah merekam semua perkataanya.


''Aku juga puas sekarang, kau telah mengakui kalau dalam kandungan mu itu bukan anak ku, jadi enyahlah kau dari hidupku selamanya'' kata Arnav yang kembali melangkah keluar.


Setelah Arnav menaiki mobilnya. Enjelin seperti orang stres, dia nekat untuk mengeluarkan minuman keras untuk menghilangkan emosinya, dia minum sebanyak-banyaknya.


Sedangkan di jalan, Arnav kembali melajukan mobilnya kearah tol, dia berencana langsung ke kampung setelah dia mengantongi semua bukti-bukti itu.


Di kampung Mecca masih banyak melamun, sehingga Bu Lastri dan bibi hanya bersedih melihat kondisi Mecca.


'' Mecca sayang,,, kamu mau ikut bibi gak, kita jalan-jalan keluar sambil menghirup udara segar '' ajak bibi


''Baiklah bi Mecca akan ikut'' kata Mecca yang langsung berdiri, dan mengikuti bibinya dari belakang.


Ketika Mecca berlalu, Arnav sampai di rumah tua itu, dia tidak susah mencari alamatnya, karena Miko telah mengirimkan alamat lengkapnya.


Segera Arnav mengucap salam.


Bu Lastri yang melihat kalau yang datang adalah Arnav, beliau langsung membuang muka tanpa menjawab salam dari menantunya.


''Bu,,, dengarkan penjelasan aku dulu'' kata Arnav yang masih berdiri di pintu.


''Bu boleh aku masuk dulu'' kata arnav lagi, tanpa di jawab Bu Lastri, Arnav langsung masuk dan duduk di lantai.


''Bu dengarkan penjelasan ku dulu, aku memang sering ke sana belakangan ini untuk mencari bukti, kalau yang di kandung Enjelin bukan anak ku, aku berpura-pura baik sama dia, agar aku bisa membuka kedoknya'' kata Arnav meyakinkan Bu Lastri.


''Maksud nak Arnav, dia dan nak Arnav masih berhubungan begituan selama ini'' tanya Bu Lastri lagi


''Tidak Bu, aku sama dia tidak pernah lagi berhubungan seperti itu. Semenjak aku menikah, aku juga bingung tiba-tiba dia mengatakan kalau dia hamil anak ku.


Aku juga bingung bu'' kata Arnav yang mengeluarkan rekaman dan memutar rekaman tersebut.


Bu Lastri mendengarkan semua rekaman itu, baru dia sedikit percaya.


''Lalu foto ketika nak Arnav yang di temani perempuan cantik itu, maksudnya apa?''tanya mertuanya lagi.


''Maaf Bu, waktu itu aku kalut saat Enjelin terus mengganggu rumah tangga ku'' kata Arnav menundukkan kepalanya.


''Nak Arnav,,, apapun masalah yang sedang nak arnav hadapi, cobalah untuk membicarakannya dengan kepala dingin, atau bercerita kepada orang yang nak arnav percayai dan memohon pertolongan kepada Allah.


Bukan seperti itu'' kata Bu lastri yang memegang kepala Arnav seperti anak kandungnya.


''Iya Bu, aku akan selalu mengingat nasehat ibu'' kata Arnav


''Ya sudah jelaskan semuanya kepada Mecca, mudah-mudahan dia bisa memahami semua penjelasan mu'' kata bu Lastri lagi


''Bu mana Mecca ?'' katanya yang sudah tidak sabar melihat wanita hamil itu.


''Dia seharian hanya melamun, dan bibi mengajak dia keluar agar dia tidak terlalu memikirkannya'' kata Bu Lastri lagi.


''Ingat dia hamil,,,, kamu harus sabar apapun yang dia katakan dan akan dia perbuat kepada mu nanti.


Sekarang tunggu dia di kamar, jangan bicarakan di depan banyak orang masalah rumah tangga kalian, bicarakan empat mata'' titah Bu Lastri.


''Baik bu'' segera Arnav masuk kamar. Disana dia melihat kamar yang sangat kecil, lebih kecil dari kamar Mecca yang di rumah Bu Lastri dulu.


Di sana juga ada ranjang besi tua, yang hanya cukup untuk satu orang saja.


''Arnav segera terima keadaan ini, ingat jangan banyak protes ''gumam Arnav dalam hati

__ADS_1


Setelah Mecca sampai rumah, dia segera masuk tanpa memperhatikan mobil yang terparkir.


Mecca langsung aja masuk kedalam kamar, sebelum Bu Lastri sempat mengatakan kalau ada Arnav di sana.


Sesampainya dalam kamar, dia langsung menuju meja kayu meletakan jajanan yang di belinya di jalan.


Mecca tidak memperhatikan kalau di belakangan ada Arnav.


''Dedek kalian pasti suka jajanan yang mami beli ini, walaupun ini hanya jajan murahan, tapi ini enak kok.


Di Jakarta memang kita selalu di beri makanan enak, tapi mami tidak tahan kalau selalu di bohongi oleh lelaki jahat itu '' kata Mecca bicara sendiri sambil mengelus perutnya.


''Mami juga bisa membesarkan kalian tanpa lelaki itu, karena mami telah merasakannya, semuanya akan baik-baik saja kok nak'' ulas Mecca lagi.


''Sayang tega sekali kau mau memisahkan aku sama anak-anakku'' kata Arnav.


Mendengar suara Arnav, Mecca menoleh kebelakang dan dia begitu kaget saat ini.


''Mas ngapain mas di sini! pergi dari sini, urus saja perempuan itu dan anak kalian, aku benci kamu'' kata Mecca yang sangat emosi melihat Arnav.


Sayang dengarkan aku'' segera Arnav menjelaskan semuanya seperti yang di jelaskannya kepada Bu lastri tadi.


''Mas aku tidak percaya dengan semua itu'' kata Mecca, segera Arnav mengeluarkan rekaman dan handphonenya.


''dengarkan ini '' kata Arnav memutar rekaman itu, setelah rekaman itu selasai, Arnav menawarkan yang lain kepada Mecca.


''Apakah kamu juga mau lihat sesuatu'' tawar Arnav.


Sebenarnya dia tidak ingin memperlihatkan video itu kepada Mecca, kalau Mecca memaksa terpaksa Arnav memutar video panas Enjelin yang tidak layak itu.


''Memang itu apa?'' tanya Mecca


''Itu video saat dia main dengan orang suruhannya, sehingga dia hamil'' kata Arnav.


''Jadi mas belum puas selama ini, sehingga mas menyimpan video begituan di hanphon mas, kalau mas rindu sama dia mas bisa melihat itu'' kata Mecca menuding Arnav


''Bukan gitu sayang, aku hanya menyimpan ini hanya untuk bukti saja'' kata Arnav lagi


''Tidak usah memanggil sayang lagi'' pinta Mecca


''Kerena aku sangat menyayangimu''kata Arnav yang memeluk Mecca dari belakang


''Mas lepaskan'' kata Mecca sambil mencubit lengan Arnav.


''Jelaskan kapan mas minum-minum sama perempuan cantik di luar sana'' kata Mecca lagi


''Saat Enjelin mengatakan kalau dia hamil anak ku, aku kalut sayang, aku takut kalau kau mendengarkannya.


Aku bersalah hukum aku sekarang''


kata Arnav yang berlutut sambil


memegang kedua telinganya sendiri, Mecca langsung masuk dapur. Tadinya dia ingin mengambil sapu. Segera bu Lastri mengambil lagi sapu itu dari tangan Mecca.


''Mecca sadar nak,,, tidak boleh KDRT itu dosa sayang'' kata Bu Lastri mencoba menenangkan Mecca


Sekarang Mecca melihat gayung, dan dia segera membawa gayung itu ke kamar.


Arnav hanya diam dan pasrah melihat istrinya membawa gayung, ketika Mecca ingin memukul Arnav pakai Gayung, Mecca langsung meneteskan air matanya.


''Mas sekuat apapun Mecca memukuli mas, tetap belum tergantikan semua sakit di hati Mecca '' katanya sambil menangis


''Sayang lakukan apa saja yang membuat kau puas saat ini'' pinta Arnav


''Bagaimana bisa aku menyakiti mu, aku sungguh menyayangi mu'' kata Mecca lagi sambil terisak.


Segera Arnav menenangkan Mecca ke dalam pelukannya.


Sedangkan di apartemen, Enjelin sudah berlumuran darah yang keluar dari kakinya akibat mengkonsumsi minuman keras yang sangat banyak.


''Enjelin,,,,!!! '' terdengar teriakan seorang lelaki.


Itu adalah Rian saudara lelakinya yang baru sampai ke Indonesia, Rian-- ingin membujuk Enjelin pulang ke Inggris.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.

__ADS_1


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2