Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Mecca ingin mengenakan gaun pengantin


__ADS_3

Tidak terasa empat bulan telah berlalu, kandungan Mecca juga sudah memasuki delapan bulan. Semuanya berjalan lancar tanpa ada masalah semenjak kepergian Enjelin.


Arnav selalu jadi suami siaga dalam mendampingi istrinya kecilnya yang selalu membuat kekonyolan.


Seperti biasa, saat pulang kuliah Mecca selalu dijemput oleh Arnav. Kecuali jika Arnav benar-benar sibuk, maka sopir yang akan menjemput Mecca.


Saat perjalanan pulang dari kampus. Mecca ingin sekali kesebuah butik gaun pengantin.


''Mas kita mampir sebentar di tempat kemaren ya mas, gak usah turun juga tidak apa-apa, yang penting kita lewat sana aja ya mas,,,,'' kata Mecca memohon kepada suaminya itu.


''Sayang kamu tidak bosan, seminggu ini kita terus menepi di depan butik itu'' kata Arnav yang selalu mengikuti apa saja kemauan istrinya.


''Mas bentar aja,,,'' pinta Mecca lagi


''Baik lah sayang'' balas Arnav


Setelah sampai di depan butik tersebut, Seperti biasa Arnav langsung menepi di depan butik itu.


''Sayang ayo kita turun aja biar kamu puas '' kata Arnav yang sudah turun dan membukakan pintu untuk istri kecilnya itu.


''Benaran boleh mas'' ulas Mecca.


Dia merasa sangat senang mendengar tawaran dari suaminya.


''Boleh'' kata Arnav yang mengajak istrinya melangkah kedalam butik tersebut.


Sesampainya dalam butik, Mecca sangat terkagum-kagum dengan semua pakaian pengantin yang begitu indah di dalam sana.


''Mas Mecca sangat menyukai semua pakaian ini, Mecca suka yang itu, yang itu, dan yang itu ''katanya menunjuk semua pakaian yang terpajang di patung.


''Kasihan amat istriku, dia tidak pernah merasakan jadi ratu sehari mengenakan gaun seperti ini, pasti dia sangat ingin merasakannya seperti wanita lain'' gumam Arnav


''Sayang ayo coba, kalau ada yang kamu suka kita beli aja'' tawaran Arnav.


''Buat apa mas,,, Mecca juga tidak mungkin menggunakannya. Memang kita mau kemana memakai gaun seindah ini? ''tanya Mecca


''Sayang,,, anggap aja ini sebagai koleksi untuk mu''


''Emang boleh sama yang punya butik ini mas, orang yang hamil besar seperti Mecca mana ada gaun yang cukup mas'' kata Mecca yang sangat bersedih.


''Benar juga ya'' kata Arnav yang membatalkan niatnya.


Mendengar ucapan Arnav, Mecca merasa sedih karena memang dia harus mengubur keinginannya.


''Mas ayo kita pulang '' ajak Mecca yang melangkah duluan.


Arnav sebenarnya merasa serba salah, di sisi lain dia ingin membahagiakan istrinya, tapi malah membuat istrinya jadi sedih


Di perjalanan Arnav menyalahkan dirinya sendiri.


''Kenapa aku tidak memikirkan untuk melakukan resepsi pernikahan kami jauh-jauh hari, aku mengabaikannya kerena aku begitu mengkhawatirkan kandungan mu sayang, sampai-sampai aku tidak menghiraukan resepsi itu.


Saat aku menyadari kalau aku sangat mencintai kamu, di bulan itu juga kamu langsung hamil, jadi aku tidak memikirkan resepsi, yang aku pikirkan hanya keselamatan kamu dan bayi kita'' gumam Arnav dalam hati


Sesampainya di rumah, Mecca masih saja berwajah murung


''Cantik kamu kenapa murung aja dari tadi?'' tanya Arnav yang menghampiri istrinya di pinggir kolam.


'' Mecca hanya memikirkan seandainya Mecca bisa mengenakan gaun semewah tadi di hari pernikahan kita dulu, pasti Mecca wanita yang begitu bahagia'' kata Mecca


''Sayang bukanya aku tidak mau mengabulkan keinginan mu, kalau aku mau, bisa aja kita resepsi pernikahan kita sekarang, tapi kamu lagi hamil aku takut kamu kecapean'' jawab Arnav


''Banaran bisa mas,,, gak apa-apa, Mecca tidak akan kecapean mas,,,'' pinta Mecca memohon


''Sayang mengertilah,,,, aku sangat memahami keinginan mu itu, tapi kalau terjadi sesuatu, aku juga akan menyesalinya'' kata Arnav lagi memberi pengertian kepada istrinya.

__ADS_1


''Udah lah mas, bilang aja mas malu kalau semua orang tau mas menikah dengan seorang perempuan seperti Mecca'' balas Mecca yang sudah mulai terlihat kesal.


''Bukan gitu, aku sangat bangga mempunyai istri cantik seperti mu'' kata Arnav lagi.


''Udah lah'' kata Mecca yang langsung berlalu pergi ke kamarnya.


Arnav segera menyusul Mecca ke kamar dan berusaha memberi pengertian untuk istrinya itu.


''Sayang maafkan aku yang tidak bisa mengabulkan keinginan mu yang satu ini, minta yang lain aja '' bujuk Arnav


'' Mecca tidak mau minta apa-apa, Mecca hanya ingin seperti wanita lain mempunyai foto prewedding yang terpajang di kamar, dan ruang tamu. Dan menceritakan kepada anak-anak Mecca kelak'' kata Mecca memandang Arnav dengan mata yang berkaca-kaca.


Arnav segera memeluk istrinya dan membujuk Mecca untuk bersiap-siap makan malam di rumah papanya, karena udah lama mereka tidak ke sana


Akhirnya Arnav berhasil membujuk Mecca untuk ikut ke rumah utama.


Sesampainya Meraka di sana, tuan Andi sangat bahagia melihat menantu dan anaknya datang, begitu juga dengan nyonya Gita yang hampir luluh melihat perut Mecca yang besar yang sebentar lagi akan memberikannya dua orang cucu.


''Papa sama Mama sangat senang melihat kalian datang''kata tuan Andi. Segera Mecca mencium tangan tuan Andi dan nyonya Gita.


''Ma aku sangat merindukan mama makanya aku segera pulang'' kata Arnav sambil memeluk dan mencium wanita paruh baya tersebut.


''Mama juga sangat merindukan kamu Nav, hanya saja mama baru pulang dari Singapura melihat keadaan Tante kamu, jadi mama belum sempat mengunjungi mu'' jawab nyonya Gita


Mecca apakah cucu papa banyak tingkah?'' tanya tuan Andi


''Tidak pa, mereka sangat mengerti sehingga Mecca tidak di repotkan sama sekali'' jawab Mecca.


Nyonya Gita hanya diam, tapi dia sangat senang menyambut kedatangan Mecca tidak seperti biasanya


'' Ayo kita makan malam dulu, kalian berdua pasti sudah sangat lapar'' ajak nyonya Gita'' kepada Arnav dan Mecca.


Segara mereka semua menuju ruang makan.


''Kakak,,,'' terdengar suara nyaring Mella yang baru datang, dia langsung melompat ke arah Arnav.


''Bukankah kakak sudah terbiasa, ini baru satu orang yang menimpa kakak. biasanya tiap malam kakak di timpa tiga orang sekaligus, tapi aku lihat kakak baik-baik saja'' kata adik bungsunya dengan senyum nakal


'' Mella,,, '' kata tuan Andi


''benarkan pa, sekarang kakak pasti udah ganti posisi agar aman untuk kakak ipar dan ponakan ku'' ulas Mella lagi.


''kakak ipar kau harus rajin olah raga ya, biar nanti kamu melahirkannya gampang'' kata Mella melirik kearah Mecca, tapi Mecca hanya diam sambil menahan malu.


''Papa lihatkan model anak sekarang, prakteknya aja yang belum, kalau masalah teori nomor satu'' ulas Arnav lagi.


''Sudah-sudah,,,, kalian ini masih aja kayak anak-anak '' kata tuan Andi.


Sedangkan Mecca tidak bisa menyembunyikan wajah murungnya.


''Mecca ayo makan, mama tadi masak SOP, itu sangat bagus untuk mu dan kedua cucu mama'' kata nyonya Gita.


''Makasih ma'' kata Mecca singkat


''kakak ipar kenapa wajah kakak ipar begitu murung, apakah kakak selalu menjahili mu'' kata Mella yang melihat wajah murung Mecca.


''Biasa aja kak, mungkin itu hanya perasaan kakak aja'' balas Mecca


''Papa juga memperhatikan dari tadi, sepertinya Mecca ada masalah ya '' ulas papa.


''Mecca sangat pingin membeli gaun pengantin pa '' kata Arnav yang menjelaskan kenapa suasana hati istrinya seperti itu.


''Oooh itu gampang, lebih baik sekarang kita makan aja dulu'' titah papanya.


Setelah makan malam mereka semua langsung berkumpul di ruangan tamu, tapi Mecca memilih keatas beristirahat di kamar.

__ADS_1


''Nav apakah kamu tidak mampu mengabulkan impian istri mu, bukankah kamu belum melaksanakan resepsi pernikahan kalian , setiap wanita itu sangat menginginkan jadi ratu sehari lho Nav '' kata papa membuka pembicaraan.


''Bukan Arnav tidak mampu pa, tapi papa lihat sendiri dengan keadaan mecca, aku takut dia jadi kecapean. Acara seperti itu sangat menguras tenaganya lo pa, apalagi tidak cukup sebulan lagi Mecca akan menghadapi persalinan'' kata Arnav.


''Papa lihat Mecca sangat kuat kok, semuanya bisa di atur Nav, jadi langkah pertama yang harus kamu lakukan yaitu konsultasi ke dokter kandungan dulu,kalau kata dokter tidak masalah, kamu langsung cari bulan yang bagus, jangan mendekati hari bersalin, setelah itu kalian tinggal cari di desainer untuk mengukur pakaian untuk Mecca, karena jarang toko yang menyediakan gaun pengantin buat orang hamil'' kata tuan Andi memberi ide.


''Baikalah pa, akan Arnav pikirkan'' balas Arnav


''Jangan terlalu banyak pikir Nav. Kamu tidak kasihan dengan Mecca''


''Baiklah pa, tapi aku harus memastikan tentang kesehatannya'' ulas Arnav lagi.


''Ya sudah, selebihnya serahkan sama papa, papa akan mengerahkan orang-orang kita untuk semua keperluan resepsi, dari undangan, gedung pokonya kamu tau beres aja'' ''kata tuan Andi dengan semangat


''Baik pa, kalau gitu aku kabari Mecca dulu keatas'' kata Arnav. sekarang dia jadi begitu semangat, karena mendapat dukungan dari papanya


Sesampainya di atas, Arnav langsung memberikan kabar baik itu untuk istrinya.


''Sayang besok kita ke dokter ya'' kata Arnav.


''Ngapai ke dokter mas, bosok belum waktu periksa'' kata Mecca


''Kita akan konsultasi besok, bukankah kamu mau resepsi dan mengenakan gaun pernikahan yang indah''


''Benaran mas'' Mecca begitu bahagia mendengarkan berita tersebut.


''Benar sayang, aku telah memikirkannya papa juga memberi dukungan, tapi kamu harus jaga kesehatan kamu jangan sampai ke capean'' titah Arnav


''Baik mas , tapi memang ada pengantin wanita dengan perut besar seperti Mecca ini, apakah mas tidak malu?'' Tanya Mecca lagi.


''Cantik,,, kenapa aku harus malu, aku bangga karena aku telah berhasil membuat keturunan ku, dan aku juga senang bukan hanya kita yang merasakan kebahagian tapi juga kedua cinta kita ini'' kata Arnav sambil mengelus perut buncit Mecca.


'' Tapi gimana dengan gaunya mas'' ulas Mecca


''Itu soal gampang cantik, aku mengenal para desainer yang handal. Aku akan meminta mereka membuatkan gaun terindah dan termahal untuk mu''


''Maksih mas, Mecca sayang,,, amat sama mas''ulas Mecca


Kalau sayang jangan ngomong aja buktinya mana?'' tanya Arnav menggoda istrinya.


''Mas mau apa?'' tanya Mecca balik


''Aku mau ini '' kata Arnav menunjuk bibir seksi Mecca.


Segera Mecca menempelkan bibirnya dan bibir Arnav dan mencium bibir lelaki tampan itu dengan lama.


''Sayang kamu udah pintar sekarang '' kata Arnav setelah ciuman itu terlepas.


Sedangkan di bawah, tuan Andi masih duduk di ruangan keluarga sambil membicarakan rencananya dan rencana Arnav soal resepsi kepada nyonya Gita.


'' Pa mama khawatir aja kalau terjadi sesuatu sama kedua cucu kita'' kata nyonya Gita


''Tenang aja ma, papa yang akan menyelesaikan semuanya, setelah mengukur baju Meraka akan menerima beras semuanya, papa akan melaksanakan pesta yang sangat besar dan mewah untuk mereka '' kata papa dengan semangat


''Baiklah pa, tapi mama besok harus ikut mereka konsultasi ke dokter, memastikan aman atau tidaknya'' kata nyonya Gita.


Tanpa mereka sadari ada mata dan telinga Jahan yang mendengarkan ucapan mereka berdua.


''Enak saja gadis itu, kenapa keinginan gadis seperti dia harus di ikutin, tidak pantas jika semua orang mengetahui kalau gadis seperti dia jadi istri dari seorang putra tunggal Sanjaya'' kata Melisa dalam hati.


Dia baru datang dari klub malam langsung mendengar kabar seperti ini membuat dia jadi naik pitam.


Segera Melisa membuka handphonenya dan mengetik chat untuk seseorang.


*bersambung*

__ADS_1


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2