Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Ini bukti kalau kita pernah bersama


__ADS_3

Tidak terasa malam kini kembali datang memperlihatkan kesunyiannya.


Mecca tidak bisa memejamkan matanya sama sekali, ini pertama kalinya Mecca pisah rumah dari mertuanya semenjak di tinggal sang suami.


Dia sengaja tidur di kamar sikembar malam ini, karena dia merasa sedih jika harus tidur di kamarnya sendiri.


Bayangan Arnav selalu menari di benaknya.


''Mas kamu melupakan semua tentang kita, kenangan yang terukir manis dirumah ini, bintang kecil yang bersinar di Antara ribuan bintang yang mas katakan dulu sekarang sudah redup, dan mas juga mas udah kembali ke dunia mas yang sesungguhnya .


Mecca tau mas tidak sengaja melupakannya, tapi apakah rasa cinta mas juga ikut hilang bersama dengan ingatan tentang kita.


terima kasih ya mas, kesempatan jadi pendamping mu walau sebentar, tapi waktu yang sebentar itu meninggalkan kenangan yang nyata, yaitu kedua malaikat ini yang hadir untuk menemani kesendirian Mecca.


Ini bukti kalau kita pernah bersama''


Gumam Mecca sambil memandang kedua anak kembar yang sudah tertidur dengan nyenyak di atas ranjang yang berukuran luas.


Air matanya tidak hentinya menetes mengingat kejadian tadi siang saat Arnav digandeng oleh wanita lain. Setelah capek menangis barulah Mecca bisa memasuki alam mimpinya bersama kedua anaknya.


Begitu juga dengan Arnav dia hanya berguling-guling di atas ranjang di rumah Sanjaya.


Dia merasa nyaman dengan aroma tempat tidur yang meninggalkan aroma minyak telon, itu adalah kebiasaan Mecca yang selalu mengoleskan minyak telon pada lehernya, seprai dan bantal itu belum sempat di ganti karena kepergian Mecca yang mendadak.


''Bantal dan seprai ini wangi bayi, aku merasa nyaman dan merindukan seseorang. oh tuhan mudah-mudahan saat ingatan ku kembali,aku berharap kalau aku benar-benar punya kekasih seperti perempuan kecil yang aku temui saat dibandara tadi'' kata Arnav dalam hatinya.


Setelah capek berguling-guling ke kiri dan kanan, dia kembali duduk dan iseng membuka laci dekat tempat tidurnya, dari dalam laci dia menemukan benda-benda yang tidak dia kenal sama sekali yang bukan miliknya.


''ini milik siapa? kenapa ada kaos kaki bayi segala, lagi-lagi ada barang bayi yang tersimpan di sini, tapi ini milik bayi laki-laki'' gumam Arnav sambil mengacak isi lacinya, dia menemukan mainan untuk bayi dan sepasang kaos kaki, setelah bosan mengamati barang yang berada dalam lacinya, dia kembali ingin menutupnya, tapi saat dia mau menutupnya dia menemukan beberapa lembaran kertas yang terlipat.


Dengan cepat mengambil lembaran yang terlipat tersebut dan


Arnav membukanya dengan penasaran, rupanya itu karcis tempat permainan anak-anak yang baru-baru ini di kunjungi.


''Tanggal ini baru lima hari kemaren, sebenarnya ini milik siapa? tidak mungkin mama sama papa berkunjung ketempat ini.


Jelas-jelas tertulis disini inisial Av dan Ar siapa mereka, dan kenapa dikamar ku ini terdapat semua barang-barang yang aneh.


Sepertinya ada sesuatu yang di tutup-tutupi oleh mama dan papa. Baiklah aku sendiri yang akan menyelidikinya'' gumam Arnav lagi.


Sambil menggenggam lembaran kertas di tangannya.


''Sebaiknya ku kunjungi tempat ini besok, siapa tau aku mendapatkan sedikit petunjuk di sini'' gumam Arnav lagi.


Tidak terasa waktu terus berjalan. Pagi pun tidak segan-segan untuk memperlihatkan keberadaanya.


''Akak '' terdengar suara anak kecil yang meraba wajah wanita cantik yang tidur disampingnya.


''Ya nak kamu udah bangun, kamu udah mulai pintar sekarang ya,,, kamu tidak rewel malam ini'' kata Mecca yang langsung duduk dan hendak mencium wajah tampan itu.


''Dede ungun'' kata Arav lagi sambil menarik rambut Ara, yang juga tidur disampingnya.


''Arav biarkan dede mu tidur.


Sekarang saatnya kamu mandi dulu, setelah itu mami akan bangunkan Ara dan akan memandikannya juga. Setelah itu mami akan berangkat ke kampus.

__ADS_1


Sedangkan kalian makan di suapi sama aunty kalian, Oma juga akan datang membawa bubur kesukaan kalian kesini'' kata Mecca sambil membuka semua pakain anak laki-lakinya itu.


''Akak,,,ngunin Dede kak'' kata anak kecil itu lagi mengoceh meminta agar Ara dibangunin.


''Sssst biarin dia tidur dulu, kalau kalian mandi barangan mami akan kerepotan nantinya'' kata Mecca lagi sambil mengendong Arav kedalam kamar mandi.


Sedangkan di rumah Sanjaya tuan Andi dan Arnav udah bersiap untuk menyantap sarapannya.


''Pa mana Mella, kenapa dia tidak ikut sarapan ?'' tanya Arnav yang melihat kalau kedua adiknya tidak ikut bergabung dengan mereka.


''Dia,,, pagi-pagi udah ke kampus.


Oya Nav dari kemaren kamu menanyakan ke keadaan Melisa sama papa dan mama '' kata tuan Andi yang ingin menjelaskan semuanya.


''Iya sepertinya papa dan mama tidak berniat untuk menjawab pertanyaan ku sama sekali, makanya aku ingin menyelidikinya sendiri'' kata Arnav


''Maaf papa lupa menjelaskannya pada mu kemaren. Melisa sudah berada di pengasingan, dia papa hukum atas kesalahan yang diperbuatnya'' jawab tuan Andi.


''Apa,,, di diasingkan,,,,papa ini tega sekali sama anak sendiri, memang sebesar apa kesalahan yang dia perbuatanya sehingga papa begitu tega terhadapnya?'' tanya Arnav dengan suara meninggi.


''Dia dan perempuan brengsek itu kerja sama untuk mencelakai seseorang yang hampir merenggut nyawa orang tersebut, itu makanya papa kasih hukuman untuknya seberat itu, lagian papa melakukan itu pada dia agar dia berfikir sebelum bertindak '' jawab tuan Andi


''Memang siapa orang yang mau dia celakanya itu pa?'' tanya Arnav lagi.


''Masih bagian dari keluarga kita'' jawab tuan Andi pendek.


''Oh'' hanya itu yang terucap dari mulut Arnav.


Sedangkan nyonya Gita masih sibuk di dapur mempersiapkan bubur bergizi untuk sikembar.


''Ma,,, sibuk amat dari tadi, ayo sarapan dulu'' pinta Arnav yang melihat kesibukan mamanya dari ruangan makan.


Setelah itu baru nyonya Gita ikut duduk di meja makan.


''Ma aku mau air dingin'' kata Arnav yang berdiri dari duduknya.


''Tunggu aja disini Nav, biar mama yang ambilkan'' kata nyonya Gita


''Gak usah ma,,,''jawab Arnav yang langsung berdiri dari duduknya, saat didalam dapur Arnav sempat melihat bubur panas yang belum tertutup.


sejenak Arnav berdiri dan memperhatikan tekstur bubur tersebut.


''bubur bayi itu untuk siapa? dirumah ini tidak ada bayi.


Aku tidak usah banyak tanya, kalau banyak tanya mama akan tambah menutupi sesuatu lagi dari ku, aku akan menyelidiki sendiri'' gumam Arnav.


''Tuan muda, ada yang bisa saya bantu'' kata bi Eni yang lagi beres-beres meletakan semua peralatan yang bersih ditempatnya.


''Ga usah bi'' jawab Arnav sambil mengambil gelas yang sudah di bereskan oleh pembantu rumah tangga itu.


''Bi ini botol susu siapa?'' tanya Arnav yang melihat botol susu yang juga terpampang di tempat gelas.


''Maaf tuan muda saya juga tidak tau'' jawab bi Eni, karena nyonya Gita sudah mengatakan kepada bi Eni tidak boleh beri tau Arnav kalau dirumah ini ada bayi.


''Kelihatan aja bohong bi Eni ini'' gumam Arnav lagi.

__ADS_1


Setelah menuang minum dingin, dia segera meninggalkan dapur.


Sedangkan nyonya Gita begitu cemas, takut kalau Arnav memperhatikan ada bubur bayi yang didinginkan di atas meja.


''Mama kenapa gelisah seperti itu?'' tanya tuan Andi.


''Tadi mama habis bikin bubur untuk sikembar, mama buka tutupnya agar bubur tidak rusak saat dibawa ke sana.


Mama takut kalau Arnav menanyakan hal-hal seperti itu. Mama kehabisan alasan pa'' kata nyonya Gita.


''Gak usah panik ma.


Anak muda seperti dia itu tidak akan peduli hal-hal seperti itu di sekitarnya'' jawab tuan Andi


Setelah itu Arnav datang dengan segelas air dingin di tangannya.


Benar saja Arnav tidak menanyakan apapun, dia seperti orang cuek yang tidak mau tau, padahal dalam hatinya tumbuh ribuan pertanyaan yang dipendamnya, melihat reaksi Arnav nyonya Gita begitu lega.


''Nav apa rencana mu hari ini?'' tanya tuan Andi.


'' Tidak ada rencana apa-apa pa, paling siang ini aku akan menemui teman ku yang barengan pulang dengan ku ke Indonesia kemaren.


Setelah itu aku akan jalan-jalan di kids lend yang dekat taman'' kata Arnav.


''Ngapain kamu ke sana Nav,,, disana khusus untuk orang tua dan anak. Jarang mama lihat orang seperti mu main kasana'' kata nyonya Gita


''Aku kepikiran aja kesana ma '' jawab Arnav.


''Nav kapan kamu kembali mengurus perusahaan?'' tanya tuan Andi.


''Iya pa secepatnya, aku akan menikmati libur ku dulu, setelah itu aku akan fokus untuk memajukan bisnis Sanjaya group'' jawab Arnav.


''Ya sudah papa tunggu, Oya papa berangkat duluan ya'' kata tuan Andi sambil mengambil tas kerjanya.


''Tunggu pa, mama mau barengan sama papa kebetulan kita satu arah'' kata nyonya Gita.


''Emang mama mau kemana sepagi ini?'' tanya Arnav.


''Mama ada arisan dengan teman mama'' jawab nyonya Gita yang langsung berdiri.


''Mama arisan dimana, biar Arnav yang anterin '' tawar Arnav.


''Gak usah Nav, kamu istirahat aja di rumah.


Bukankah kamu juga mau pergi '' tolak nyonya Gita.


Sambil menuju dapur dan mengemas semua yang diperlukan oleh sikembar, setelah itu bergegas nyonya Gita keluar seperti maling membawa barang berharga dari rumah mewah tersebut.


Sesampainya di luar, nyonya Gita langsung mengambil nafas lega.


''Pa dirumah ini mama udah seperti maling, mama tidak mau diteror pertanyaan oleh Arnav'' kata nyonya Gita.


Mendengar itu tuan Andi hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala, setelah menaiki mobil mereka langsung menuju kerumah Arnav untuk mengasuh si kembar.


*bersambung*

__ADS_1


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2