
''apa!! kau tidak boleh bicara seperti itu kepada ku honey, aku tidak bisa hidup Tampa mu, kau taukan aku rela mengorbankan karir ku hanya untuk mengikuti mu, aku sangat mencintai mu ,aku berjanji aku tidak akan melanggar semua peraturan yang kau berikan pada ku'' gadis berambut pirang itu memohon dia begitu menggilai lelaki tampan itu.
'' baiklah ini terahir aku mendengar janji mu, kalau kau masih berprilaku seperti ini, aku pastikan aku tidak akan memaafkan dan segera mencampakkan mu! '' ucap pria itu mengancam gadis berambut pirang
'' oke aku janji pada mu, tapi kau juga harus berjanji kepada ku, kalau kau tidak akan meninggalkan aku, dan setelah perceraian mu dengan gadis itu, kau akan menikah dengan ku'' ucap gadis itu mengemis cinta kepada arnav
tapi, arnav tidak mengeluarkan sepatah kata pun, dia sepertinya tidak mau berjanji
'' honey kenapa kau hanya diam, ayo berjanjilah kepada ku''. gadis itu mengguncang tubuh arnav,
'' enjelin kalau kau masih mau aku temui nanti malam, keluarlah dari mobil ini sekarang'' hanya itu yang keluar dari mulutnya Tampa memandang kearah kekasihnya.
enjelin yang melihat ekspresi dingin dari kekasihnya, segera membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya keluar dari mobil sport merah milik arnav.
setelah enjelin turun, arnav kembali melajukan mobilnya nya sekencang mungkin, meninggalkan wanita berambut pirang itu di pinggir jalan sepi.
dia kembali mengendarai mobilnya menuju perusahaan untuk menemui istrinya, dalam perjalanan pulang, dia teringat kalau istrinya belum kenyang, dia ingin membeli sesuatu buat istrinya tapi, dia sendiri belum tau kesukaan gadis itu, dia memutuskan untuk membawa istrinya itu makan di luar, agar istrinya bisa memilih makanan apa yang dia sukai
setibanya di ruangan kerjanya, dia menemukan istri kecilnya sudah tertidur di sofa panjang warna abu-abu.
dia segera mendekati perempuan berambut panjang itu, dan ikut berjongkok di depan istrinya, dia memandang wajah cantik yang tadi sempat disakitinya.
''aku tidak tau apa yang membuat ku selalu sakit melihat kau seperti tadi, yang aku tau, semarah apapun aku kepada mu, tetap saja hati ku kembali memihak kepada mu, kau terlalu rapuh dan tak akan berdaya untuk menghadapi lelaki seperti ku'' tangan arnav membelai rambut istri kecilnya dan mencium tangan yang terbalut perban, hatinya tidak hentinya berbicara sambil memandangi wajah istrinya yang tidur seperti bayi.
'' kau membuat ku takut kalau kejadian seperti tadi terulang lagi, aku takut kalau aku tidak bisa jadi perisai untuk mu, come on sayang, kau harus berani untuk menjalani hidup ini,
Oya, bukankah kau mau menganggap aku sebagai kakak mu, oke, ku anggap itu tantangan dari mu, aku pastikan kalau kau tidak akan mampu untuk melakukan keinginan mu itu'' ucap lelaki itu lagi dalam hati
segera lelaki itu beranjak dari istrinya, dia kembali duduk di kursi kerjanya, untuk melanjutkan mengerjakan berkas yang menumpuk di meja itu.
tak terasa waktu udah menunjukan pukul setengah lima sore, gadis kecil yang tertidur di sofa panjang itu tidak kunjung bangun, sementara dia sudah beres mengerjakan semua bekas yang menumpuk tadi.
dia merasa tidak tega untuk membangunkan istrinya,Tampa pikir panjang dia segera menggendong Mecca keluar dari ruangan itu, dia menggeser pintu ruangannya pakai kaki, setelah pintu itu terbuka, dia segera keluar dengan santai menggendong perempuan cantik yang sedang tertidur, di depan pintu mau keluar dia bertemu dengan papanya.
''nav, mecca kenapa? kok di gendong '' tanya tuan Andi
''dia tertidur pa, kalau di tunggu bangun mungkin besok baru aku bisa pulang'' ucapnya lagi
__ADS_1
''oh kalau begitu silahkan '' kata tuan Andi menahan tawa
dia masih berdiri di depan tuan Andi, seperti menghadang langkah papanya itu, karena dia tau papanya mentertawakan nya.
''pa, ini semua gara-gara papa, harusnya sebelum menikah papa mencarikan gadis kecil ini baby sitter dulu, jadinya aku tidak harus jadi suami sekaligus pengasuh'' ucapnya kepada papanya sambil melanjutkan langkah nya menuju mobil
semua kariawan memperhatikan tuan mudanya sambil berbisik
'' hei coba lihat, itu siapa yang di gendong tuan muda'' ucap semua karyawannya.
'' aku juga mau digendong seperti itu'' ucap semua kariawan perempuan yang melihat tuan mudanya melintas dengan santai.
setelah dia merasa kalau dia jadi perbincangan, dia sejenak menghentikan langkahnya.
'' hei kalian!, apakah kalian bisanya bergosip aja'' ucapnya dengan suara meninggi, semua kariawan segera bubar dan kembali kemejanya masing-masing.
tuan Andi yang masih memperhatikan putranya, hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
setelah di atas mobil dia kembali mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang, Mecca yang masih tertidur kini terbangun dengan mata yang sembab.
'' mas kita dimana '' ucapan gadis kecil itu sambil mengucek matanya
Mecca yang mendengar kata suaminya itu, merasa gk terima dan menyesal dengan keputusannya sendiri.
'' baik mas'' cuma itu aja yang terucap di bibir mungilnya
'' Oya dek, kau mau makan apa?'' tanya arnav sambil mengemudi
''mas Mecca mau makan somay boleh'' meminta seperti anak kucing kehujanan.
''menurutku sekarang udah gk masalah lagi, karena kau udah sembuh dari luka mu '' ucap arnav sambil mencari penjual somay di pinggir jalan, setelah dia menemukan gerobak somay segera dia memarkirkan mobilnya di pinggir gerobak tersebut, Meraka segera turun dan duduk di bangku kayu yang di sediakan mamang somay.
''mang somaynya dua mangkok'' kata Mecca yang duduk di samping arnav
'' gk, aku gak memakan makanan seperti itu, pesan buat kau sendiri '' ucap arnav sambil melipat tangannya
'' beneran mas gk mau nyobain'' tanya gadis itu meyakinkan
__ADS_1
'' aku gk selera '' jawabnya singkat
'' mang satu aja '' kata Mecca kepada penjual somay
''baik non'' jawab mamang somay itu.
setelah pesanannya datang, segera Mecca melahap somay yang lezat itu, arnav hanya memperhatikan dan sedikit tertegun melihat cara makan istri kecilnya itu.
'' mas mau '' tawaran Mecca kepada suaminya
''gk ''
'' mas coba aja sedikit, ini sangat enak'' ucap Mecca sambil menyodorkan sendok ke mulut pria tampan itu
'' sebagai kakak, aku tidak bisa lagi makan sepiring dengan mu, coba aja seperti kemaren sebagai suami istri, maka apapun yang kau makan aku juga akan memakannya, asal bisa satu piring berdua dengan istri ku'' kata arnav yang menolak menahan sendok itu dengan tangan mendekati mulutnya.
Mecca yang melihat sikap arnav membuatnya tertegun, dan semakin sedih, sendok itu kembali turun dengan pelan.
'' berapa mang'' ucap Mecca memanggil tukang somay, dan menghentikan makanya melihat sikap suaminya yang berbeda.
'' bukankah itu enak, baru tiga suap kau makan udah kenyang aja'' ucap arnav yang paham dengan reaksi istrinya,
'' udah mas''
arnav segera mengambil tissue, karena di mulut mungil itu agak belepotan kena kuah kacang.
'' ni bersihkan dulu mulutmu, agak belepotan di bagian sini'' ucapan arnav sambil menunjuk kearah bibir Mecca
'' sebagai Kaka yang baik aku tidak bisa berprilaku seperti biasa lagi kepadamu, kau harus melakukanya sendiri'' ucapan arnav membuat Mecca semakin sedih, dia ingat dengan kejadian tadi di kantor,saat arnav mau mbersihkan bibirnya, tapi dia menolak sentuhan suaminya itu, kini dia berharap masa itu kembali, maka dia tidak akan menolak untuk disentuh suaminya .
Mecca tidak mengambil tissue yang di tangan arnav, dia mengambil tissue itu sendiri dan menarik tissue itu dengan kasar.
arnav yang melihat sikap istrinya, membuat dia tersenyum kecil.
'' sekarang kau rasakan efek dari omongan mu sendiri, kau kira gampang untuk tidak bermain hati dengan ku'' kata lelaki itu dalam hati
*bersambung*
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...