Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Keberhasilan Enjelin


__ADS_3

Rencana jahat selalu di pikiran oleh wanita jahat yang bernama Enjelin. kini dia berpura-pura jadi seorang perawat setelah dia mengetahui di rumah sakit mana Arnav di rawat, dia tidak sendiri, Enjelin ditemani oleh Rian dan tiga orang lelaki suruhannya.


Rian sebenarnya tidak terlalu fokus dengan rencana Enjelin, dia lebih mengikuti hatinya ingin kembali melihat wajah wanita hamil yang tempo hari di sanranya.


Dia yakin pasti wanita hamil itu juga berada di rumah sakit yang sama.


Sedangkan Mecca sudah berangsur membaik pasca melahirkan kedua anak kembarnya.


''Mas kalau Mecca di suruh dokter pulang, mas disini dengan siapa?'' tanya Mecca kepada Arnav.


''Aku juga pulang dengan kamu dan anak kita, aku tidak rela walau semalam pisah dengan kalian bertiga'' jawab Arnav.


''Tapi mas kan belum pulih'' kata Mecca lagi sambil duduk di ranjang Arnav.


''Tenang aja aku sudah pulih kok sayang, aku sembuh saat melihat kau telah berhasil melahirkan kedua anak-anak kita, sebenarnya itu obat yang sesungguhnya untuk ku.


Saat aku tau tentang kehamilan mu aku sangat bahagia, tapi tidak di pungkiri aku juga begitu cemas mengingat umur mu yang baru sembilan belas tahun, itu sangat rawan, tapi syukurlah semuanya telah terlewati'' kata Arnav menjelaskan sambil membelai pipi wanitanya itu.


Sedangkan Enjelin sudah berada dirumah sakit xx tempat Arnav di rawat, dia sedang menuju keruangan Arnav.


penyamarannya begitu sempurna. Saat berada didepan ruangan tersebut, dia segera memutar gagang pintu, setelah pintu itu terbuka manik matanya langsung tertuju kepada lelaki yang di cintainya itu.


Tanpa pikir panjang Enjelin langsung menghampiri Arnav, sebenarnya dia bahagia mengetahui kondisi Arnav yang tidak terlalu parah, dia sangat ingin memeluk Arnav , tapi apalah daya orang yang berada di depannya itu sangat membencinya.


Saat berada di dalam ruangan tersebut, dia berpura-pura mengeluarkan alat tensi dan ingin mengukur tensi Arnav, tanpa mengeluarkan suara Enjelin langsung meraih tangan Arnav untuk di tensi, Mecca agak curiga dengan melihat cara suster yang tidak seperti biasa, sangat berbeda dengan suster yang selalu datang memeriksa suaminya.


''Suster tunggu, sepertinya anda baru ya'' kata Mecca menghentikan suster tersebut.


''Maaf saya memang baru di tugaskan di ruangan ini, karena suster biasa sedang ada halangan'' jawab Enjelin


''Jangan sentuh suamiku! perempuan jahat'' kata Mecca dengan suara lantang, dia sangat hafal dengan suara Enjelin walaupun suara tersebut di buat-buat.


Enjelin begitu panik menyadari kedoknya telah diketahui oleh Mecca.


Segera dia menuju Mecca berencana untuk menyerang Mecca yang berada di samping ranjang Arnav.


Dengan sigap Arnav meraih tangan Enjelin untuk mencegah Enjelin mendekati istrinya.


''Dasar licik ini saatnya kau membayar semuanya'' kata Arnav dengan suara meninggi.


Dengan cepat Mecca berusaha memencet bel di atas meja untuk memanggil suster.


Sebelum tangan Mecca sampai di atas meja untuk memencet bel, Enjelin berhasil melepaskan tangannya dari Arnav.


Perempuan itu segera menyuntik Mecca dengan obat bius sehingga Mecca jatuh tidak sadarkan diri.


Arnav yang melihat Mecca jatuh berusaha untuk bangkit dari ranjang dan melepas semua selang yang menempel di tubuhnya, belum sempat Arnav mendekati Mecca, orang suruhan Enjelin datang dari balik pintu dengan panik memukul kepala Arnav dengan keras.


''Bodoh apa yang kau lakukan, memang aku memerintahkan mu untuk memukulnya'' kata Enjelin dengan emosi.

__ADS_1


''Maaf bos saya panik takut dia melukai bos'' jawab lelaki yang berbadan kekar itu.


Saat melihat tubuh suami istri itu tidak sadarkan diri segera muncul lagi pikiran buruk di otak Enjelin.


''Mungkin ini jalan yang tepat untuk menjauhkan Arnav Deri wanita ini, aku harus membawa Arnav pergi sekarang '' gumam enjelin.


''Bantu aku membawa pria ini keluar dari rumah sakit ini sekarang'' titah Enjelin kepada orang suruhannya itu.


''Baik bos'' jawab lelaki berbadan kekar yang juga menyamar Memakai pakaian perawat.


Mereka berdua berhasil menipu semua orang yang berada di sana, mengeluarkan Arnav tanpa ada halangan.


Sedangkan Rian melihat Enjelin yang telah berhasil keluar dari rumah sakit, dia sengaja kembali untuk masuk kedalam ruangan Arnav.


''wanita ini'' kata Rian yang menatap lekat wajah Mecca yang lagi pingsan. Dia tidak bisa mencegah tangannya untuk menyentuh pipi mulus wanita yang pingsan itu.


Rian dikagetkan oleh suara perawat yang baru datang, dia segera bersembunyi di bawah ranjang milik Arnav.


''Nona bangun nona'' kata perawat yang baru datang karena menyadari ada yang tidak beres, segera perawat tersebut meminta tolong.


Setelah berada di luar rumah sakit, tanpa pikir panjang Enjelin segera menuju bandara, dia berencana membawa Arnav kembali keluar negri agar tidak ada yang bisa menemukan mereka lagi untuk selamanya.


Enjelin tidak sendiri melakukan rencananya ini, dia dibantu oleh beberapa teman dekatnya, sekarang dia telah berhasil terbang meninggalkan Indonesia dengan Arnav yang masih belum sadarkan diri.


Tidak saja akibat pukulan di kepalanya Arnav juga di suntik Enjelin dengan obat, agar tidak ada pemberontakan dari Arnav.


Setalah tiga jam telah berlalu Mecca baru sadar dari pengaruh obat bius yang disuntikan oleh Enjelin.


Mereka semua segera menuju rumah sakit setelah mendengar berita buruk tersebut.


''Bu perempuan jahat itu datang lagi'' kata Mecca sambil menangis kepada ibunya.


'' Mecca sayang ceritakan sama papa gimana kejadiannya?'' tanya tuan Andi


''Tadi perempuan itu datang menyamar sebagai perawat, tapi Mecca menyadarinya dan mas Arnav berusaha untuk memegang tangannya, tapi dia berhasil terlepas dan menyerang Mecca'' kata Mecca menjelaskan.


''Pa apakah anak ku baik-baik saja?'' tanya Mecca dengan wajah cemas.


''Kedua anak-anak mu baik-baik saja nak'' jawab nyonya Gita


''Ma mana mas Arnav?'' tanya Mecca. Dia menyadari kalau dalam ruangan tersebut tidak ada Arnav. Biasanya dalam keadaan seperti ini Arnav selalu berada di sampinnya untuk menenangkannya.


Tuan Andi melirik kepada istrinya dan Bu Lastri. Meraka bertiga sepakat untuk menyembunyikan berita buruk ini dari Mecca, Meraka takut akan terjadi guncangan terhadap Mecca kalau tau suaminya telah di bawa Enjelin.


''Arnav sedang di rawat untuk memulihkan kondisinya ca'' jawab Bu Lastri


''Memang ada apa sama mas Arnav bu,,, kenapa tidak di ruangan ini aja'' tanya Mecca lagi


'' Tenang aja Mecca Arnav tidak kenapa-kenapa, dia baik-baik saja dia hanya melakukan pemulihan agar dia bisa cepat pulang'' jawab nyonya Gita.

__ADS_1


''Untuk sementara kamu dan kedua cucu mama sudah di ijinkan dokter untuk pulang'' ulas nyonya Gita lagi


''Ma Mecca tidak mau meninggalkan mas Arnav di sini, gimana kalau perempuan itu datang lagi'' tolak Mecca


''Tenang saja semua bodyguard papa sudah di kerahkan untuk menjaga Arnav, kamu pulang ya sayang,,,, kasihan kedua bayi mu, tidak bagus untuk mereka berada di rumah sakit ini, di sini banyak bakteri'' pinta nyonya Gita .


Sedangkan bu Lastri hanya diam, dia tidak bisa membayangkan betapa hancurnya Mecca mengetahui kalau orang yang di cintainya telah hilang.


Begitu juga dengan tuan Andi, dia begitu gelisah karena semua orang suruhannya tidak menemukan Arnav. Dia memerintahkan orang suruhannya untuk mencari keberadaan Arnav, tapi mereka gagal, tuan Andi segera menjauh dari ruangan tersebut Karana mendapatkan telpon dari orang suruhannya.


''halo tuan'' sapa orang suruhannya


''Gimana,,, kalian telah menemukan keberadaan anak saya?'' tanya tuan Andi.


''Maaf tuan, kami telah mencari semua tempat yang berhubungan dengan perempuan itu. kami juga telah mengacak-acak apartemennya, tapi kami tidak menemukan petunjuk di sana'' jawab orang-orangnya


''Saya tidak mau tau, pokoknya kalian harus segera menemukan Arnav secepatnya '' titah tuan Andi.


dengan berat hati Mecca mengikuti keinginan nyonya Gita untuk pulang. Dia mempercayai omongan mertua dan orang tuanya yang mengatakan kalau Arnav lagi di rawat untuk pemulihan.


''Nyonya Gita sebaiknya kita bawa aja Mecca kerumahnya agar saya juga bisa merawat dan menjaga cucu-cucu kita nanti'' usul Bu Lastri


''Bu Lastri,,,, lebih baik Mecca di rumah besar saja, saya akan merawat Mecca dan bayinya dengan kasih sayang, saya ingin menebus semua kesalahan saya kepadanya bu,,,jangan khawatir saya akan menganggap Mecca seperti anak kandung saya sendiri, kalau Bu Lastri mau kita bisa merawat mereka bersama-sama '' kata nyonya Gita yang masih berada di perjalanan pulang.


''Bu Arav tampan ya bu'' kata Mecca sambil mencium Arav


''Tentu saja dia mewarisi wajah nak Arnav'' jawab Bu Lastri


Setelah sampai di rumah besar itu mereka langsung turun, semua keperluan yang di butuhkan Mecca dan kedua bayinya sudah di siapkan nyonya Gita.


''kenapa aku sangat gelisah ya, udah dua hari mas Arnav tidak menghubungi ku apakah dia tidak merindukan aku dan anak-anaknya yang lucu ini, kenapa papa seperti menghindar kalau aku ajak menemui mas Arnav ya'' kata Mecca sambil tidur-tiduran di ranjang dengan kedua buah hatinya


''Ara sayang mami kebawah dulu sebentar ya, mami ingin menemui opa mu, mami akan meminta opa mu untuk membawa kita menemui papi sekarang, kamu diam-diam di sini jangan nangis,kalau kamu nangis nanti kakak mu bangun ya anak ku sayang'' kata Mecca berbicara kepada Ara yang masih bangun, sedangkan Arav sudah tertidur nyenyak setelah di beri ASI oleh Mecca.


Mecca segera turun dengan hati-hati, ini pertama kali dia turun dari lantai satu, karena nyonya Gita sangat melarang Mecca untuk banyak gerak, dia menjaga Mecca dengan teliti. nyonya Gita sudah berubah dia begitu menyayangi Mecca.


Setelah Mecca sampai di bawah, dia tidak sengaja mendengar nyonya Gita dan tuan Andi berbincang di ruangan keluarga.


''Pa mama bingung bagaimana cara menjelaskan kepada Mecca kalau Arnav di culik Enjelin.


Mama tidak tega pa, tapi kita juga tidak mungkin terus berbohong kepadanya'' kata nyonya Gita.


Mecca mendengarkan semuanya dengan jelas, dia langsung sempoyongan dan berpegangan kepada pot bunga besar, sehingga pot bunga itu terjatuh kelantai.


''mecca'' kata nyonya Gita yang berlarian mengejar Mecca.


''Ma katakan itu tidak benar, mama hanya bercanda tidak mungkin mas di culik ma'' kata Mecca sambil berlinangan air mata.


*bersambung*

__ADS_1


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2