
mendengar ancaman suaminya, membuat gadis itu semakin mempererat untuk memeluk dadanya sendiri.
rasanya lelaki ini sudah kehilangan akal untuk memaksa istri kecilnya itu, Tampa menyerah segera dia mencoba cara lain supaya tangan istrinya itu bisa terlepas, agar dia bisa memastikan apa sebenarnya yang terjadi.
dengan sigap tangan kekar itu meraih leher istrinya, supaya bisa lebih mendekat kearahnya, setelah wajah cantik itu mendekat, segera dia memaksa menempelkan b*b*r istrinya dengan b*b*rnya.
setelah berhasil mencium paksa istrinya, seperti biasa Mecca masih kaku dan tak bisa membalas ciuman itu, dengan sedikit usaha pria itu berhasil membuka b*b*r yang dari tadi tertutup rapat.
segera pria itu bermain dengan bibir seksi milik istrinya, supaya istri kecilnya bisa menikmati ciuman yang diberikannya secara paksa itu.
benar saja, istri kecilnya itu sekarang sudah mulai menikmati ciuman dari suaminya, dia juga sudah berani untuk membalas setiap Rangsangan yang diberikan oleh bibir kenyal suaminya itu.
serasa triknya itu berhasil, dan memastikan kalau istrinya itu telah terbuai, degan segera dia meraih tangan yang sudah mulai melemas untuk membukanya, yang sedari tadi menutupi sesuatu.
setelah dia berhasil melakukanya, segera dia melepaskan ciuman itu dan menarik leher baju istrinya dari atas, agar dia bisa melihat apa yang terjadi sebenarnya.
terlihat bagian dada istrinya begitu memerah, dengan sangat jelas, dia juga melihat dua belahan gunung milik istrinya juga begitu memerah.
membuat matanya terbelalak dengan apa yang dilihatnya.
Mecca yang masih terbuai menikmati ciuman itu, setelah dia merasakan kalau bagian dadanya terbuka, segera dia membuka matanya
'' mas'' apa yang mas lakukan '' sambil menahan malu
'' katakan padaku kenapa bagian dadamu memerah, kau kenapa!!!'' sambil berteriak
'' mas itu kena siram teh hangat'' jawabnya
'' siapa yang berani melakukan ini pada mu, jawab aku!!!'' begitu emosi pria itu rasanya tak sabar lagi untuk membalas perbuatan orang yang telah melukai istri kecilnya
'' mas,, tapi singkirkan dulu tangannya, Mecca malu kalau mas lihat terus '' kata perempuan itu sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya''
'' kau jawab dulu pertanyaan ku, atau aku akan membuat kau lebih malau lagi'' kata arnav penuh penekanan
'' kak Melisa '' jawabnya singkat
'' apa,,, keterlaluan dia awas saja, akan ku balas dia '' langsung lelaki itu melepaskan tarikanya, dan mau beranjak dari kamar itu untuk mencari adiknya, tapi dengan segera Mecca menghentikan langkah suaminya, meraih dan memohon agar tidak membalasnya.
__ADS_1
'' mas jangan mas, Mecca mohon jangan buat Mecca tambah bersalah lagi, karena pertengkaran mas dan adik mas, lagian kalau mas memarahinya, dia pasti akan tambah marah dan akan membalas lagi, mungkin lebih parah dari ini '' ucap istrinya
'' betul juga, tapi kau harus janji kepada ku, kalau kau sendiri yang akan membalasnya dengan cara apapun '' kata suaminya itu seperti provokator
'' tapi Mecca gk berani mas'' jawabnya yang masih meringis kesakitan
'' aku akan ajari kau, agar kau berani membela dirimu sendiri.
'' baik mas''
dengan bergegas arnav membuka lemari besar miliknya, mencari kemeja yang cocok untuk istrinya, dia sengaja mengambil pakainya sendiri, menurutnya baju yang berkancing dan longgar tidak terlalu lengket di kulitnya, juga memudahkan istrinya untuk melakukan pemeriksaan , karena dia berencana untuk membawa istrinya itu ke rumah sakit.
'' ayo ganti baju mu, kita kerumah sakit sekarang '' ucapnya dengan singkat
baik mas '' dengan langkah cepat mecca kembali membuka lemari besar itu, dan meraih bra warna hitam.
'' kau gk usah pakai dalaman dulu, supaya kulitmu tidak semakin perih, setelah Mecca siap memasang bajunya, arnav dengan sigap memasangkan syal supaya istrinya tidak terlalu merasa risih.
'' mas gk usah kerumah sakit, gimana kalau yang memeriksanya lelaki'' jawabnya lagi
'' kau ini yah, yang kau pikir cuma malu dan malu saja dari tadi, gimana kalau kulit mu melepuh dan rusak, apa kata ku sama ibu nanti '' jawabnya yang tengah memasangkan syal itu ke leher istri kecilnya.
'' iya akan ku usahakan'' jawabnya singkat, sebenarnya arnav juga gak rela kalau yang memeriksakan istrinya itu adalah dokter lelaki, dia sendiri aja belum menikmatinya, mana mungkin orang lain akan di biarkan terlebih dahulu walau hanya untuk mengobatinya.
setelah semuanya di sepakati, Meraka segera berjalan meninggalkan rumah
'' nav kamu mau kemana'' tanya nyonya Gita yang berpapasan dengan anak dan menantunya di lantai dasar, rumah mewah itu.
''mau kerumah sakit mah'' jawabnya singkat
'' emang kamu sakit nak'' segera nyonya Gita mendekati anaknya itu sambil meraba dahi arnav.
'' bukanya mama udah tau, kejadian yang telah di perbuat anak mama sama mecca'' ucapnya lagi karena dia masih begitu memendam emosinya
'' oh itu,,, kenapa harus kerumah sakit sih , di kasih salep juga udah sehat, setau mama kalau orang kampung kulitnya kebal, dan kalau berobat juga paling ke dukun'' ucap nyonya Gita yang menganggap enteng perbuatan anak gadisnya yang jahat itu.
'' mah '' cuma itu yang terucap dari mulut anaknya, seakan kehabisan kata-kata dengan ucapan mamanya
__ADS_1
''udah la ma, arnav gk mau berdebat sama mama, arnav berangkat dulu'' dia segera berlalu meninggalkan mamanya yang masih mematung, heran dengan perhatiaan anaknya kepada perempuan kampung itu
setibanya di rumah sakit, langsung arnav mencari informasi tentang dokter kulit perempuan untuk memeriksa luka bakar yang di derita istrinya.
setelah dia berhasil mendapatkan informasi, segera dia masuk kedalam ruangan Tampa ikut antrean, karena dia selalu menggunakan jalur belakang untuk mempermudah segala urusannya dengan uang.
setelah tiba di dalam ruang periksa.
'' selamat siang tuan, silahkan '' sapa dokter cantik yang bernama Mayang
'' nav, benar kah ini kau '' ucapnya lagi dengan kaget sambil memeluk pria yang sudah beristri itu
'' Lo rupanya may'' jawab arnav datar
'' tentu saja, siapa yang sakit nav???'' tanya dokter cantik itu sambil melepaskan pelukannya, memandang ke wajah tampan di depannya .
'' ini Mecca, dia kena air panas '' jawabnya singkat
'' ini adek mu nav ?'' tapi arnav tidak menjawab pertanyaan Mayang
'' hai adek cantik, kenalin saya dokter Mayang mantannya arnav '' ucapnya sambil melirik arnav, tapi arnav tetap saja diam sambil melipat tangannya.
'' kekasih mas arnav ini cantik-cantik semua, dan orang-orang sukses lagi, dibanding aku istri sahnya yang hanya butiran debu '' ucap Mecca dalam hati
'' adek cantik kenapa kamu melamun, bisakah kau memperlihatkan bagian mana yang terluka, biar ku periksa dulu ucap dokter cantik itu
'' baik dokter, dia segera membuka syal yang terpasang dilehernya, dia berhenti sejenak ketika mau membuka kancing bajunya, karena dia merasa risih dengan keberadaan arnav di sana.
dokter Maya yang memperhatikan gelagat gadis kecil itu, paham dengan ketidak nyamanan gadis kecil itu
'' eh sebentar dulu, nav apakah kau masih betah berdiri memandangku, aku harap kau bisa keluar sebentar, adek mu ini bisa kehilangan mukanya karena malu, lagian gk pantas rasanya kalau kakak lelakinya ikut melihat '' ucapnya lagi
''may, aku lebih berhak untuk meneliti setiap inci tubuh istri ku'' ucapnya yang masih betah berdiri
'' maksudmu dia ini istrimu '' dengan rasa tidak percaya dokter ini mengerutkan dahinya
*bersambung*
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...