
Malam kini berganti pagi, kedua suami istri itu kembali terbangun dengan wajah yang sama-sama puas.
''Mas ayo bangun'' ajak Mecca yang merasakan kalau mereka kesiangan
''sayang kau mandi aja duluan, aku masih ngantuk''kata lelaki itu yang tidak bergerak sama sekali.
''oya sayang aku membelikan sesuatu untukmu , kau ambil di atas meja, kau baca dulu sebelum memakainya'' kata Arnav lagi, Mecca penasaran apa yang dimaksud oleh suaminya itu, dia meraih benda yang masih terbungkus rapi, dan membaca cara memakainya.
''Mas ini tes buat hamil ya'' katanya lagi.
''Iya sayang lakukan sekarang, aku mau memastikannya,aku sungguh berharap kalau kau hamil'' kata Arnav yang masih menutup matanya.
''Mas, Mecca kan tidak hamil'' katanya lagi.
''Sayang coba aja dulu, mudah mudahan kau benar hamil'' kata Arnav dengan meta yang masih tertutup.
''Baik mas'' segera Mecca menuju kamar mandi, dan mempraktekan apa yang tertulis di bungkus luarnya, dia sejenak mendiamkan dengan jantung berdebar-debar.
Tidak menunggu lama, dua garis merah itu muncul dengan jelas.
''Apa,,, aku hamil, ini banaran'' dia sangat senang melihat hasil dari testpack itu.
''Aku tidak mau memberi tau mas sekarang, nanti pulang dari tempat Milla, baru aku memberikannya dalam bentuk kado'' gumamnya lagi.
Sedangkan Arnav kembali tertidur, dia sepertinya melupakan yang di tunggu-tunggunya tadi, karena dia terlalu mengantuk.
Siap mandi, Mecca langsung bersiap-siap untuk beribadah, dan membersihkan rumahnya. Setelah semuanya selesai dia sengaja tidak membangunkan suaminya, agar suaminya tidak banyak tanya tentang tes pack itu.
Setelah dandan Mecca baru membangunkan suaminya itu.
''Mas ayo bangun, ini sudah sangat siang ''katanya lagi menggoyangkan tubuh Arnav, Arnav kembali terbangun dan langsung masuk kamar mandi.
''Sayang kenapa kau baru membangunkan aku, nanti kau telat datang ke kampus'' kata Arnav sambil memasang pakainya.
''Mecca kasihan melihat mas sangat ngantuk tadi'' alasannya.
Setelah semua selesai, arnav langsung kemeja makan, tapi Mecca buru-buru menyeret tangan Suaminya itu.
''Mas sarapannya nanti aja'' kata Mecca, dia takut dalam sarapan suaminya ingat dengan tes pack itu, makanya dia ingin memperpendek waktu agar terhindar dari pertanyaan Arnav.
''Oke, tapi kamu sarapan di sana ya. Oya rasanya tadi'' langsung Mecca membuyarkan pertanyaan itu.
''Mas udah jangan banyak pikir, ayo kita segera berangkat'' katanya yang masih menyeret arnav keluar menuju mobil.
Setelah dalam mobil, Mecca segera mengambil bukunya pura-pura berkonsentrasi untuk membaca.
''Sayang kau kok belajarnya sambil jalan, emang memori mu menyimpannya dengan baik'' kata arnav.
''Sssssst , Mecca memberi isyarat untuk diam, gadis itu berpura-pura membaca padahal pikirannya melayang, dia menyembunyikan hasil yang di lupakan suaminya di balik buku yang dia baca itu.
Suasana mobil itu langsung diam. Arnav yang melihat keseriusan dari istrinya, dia dia tidak mau mengganggu dengan banyak bicara.
Setelah mereka sampai kampus, dia menepikan mobilnya.
''Sayang rasanya tadi aku''
''Mas Mecca lupa mau minta uang jajan'' katanya mengalihkan pertanyaan Arnav.
''Bukankah aku sudah memberi kartu untuk mu, ambil saja uang disana berapa aja yang kau inginkan'' katanya lagi.
__ADS_1
''Mas Mecca tidak mengerti, lagian tidak semua tempat mempunyai alat seperti itu'' katanya lagi
'' Baiklah'' segera Arnav mengeluarkan dompetnya, dan memberi uang dua juta untuk jajan istrinya.
''Sayang maaf aku baru bisa memberikan segitu, aku tidak terbiasa memegang uang tunai'' kata arnav lagi.
''Mas ini kebanyakan, Mecca tidak butuh sebanyak ini.
Mecca hanya jajan nasi goreng, minuman just, susu kotak. Mecca hanya butuh satu'' katanya mencabut uang seratus ribu.
''Sayang itu tidak akan cukup, kau bawa aja semuanya '' kata Arnav kembali memberikan uang tersebut kepada Mecca.
''sayang aku mau menanyakan''
''Mas Mecca udah telat'' segera dia mengecup bibir suaminya dan berlarian keluar.
''Mas hati-hati ya'' katanya lagi, sambil meninggalkan arnav.
Tanpa dia sadari hasil testpack itu terjatuh di bawah bangku tempat dia duduk tadi.
Setelah istrinya turun, Arnav segera memacu mobilnya kembali ke rumah. Dia mempersiapkan rumahnya untuk acara ulang tahun istrinya, di bantu oleh ketiga sahabatnya
Angga, Arman, dan Yudi, semua sahabatnya sudah menunggunya di rumah,
Setelah sampai rumah Arnav segera turun, dia sudah melihat ketiga sahabatnya duduk di teras rumahnya.
''Hei bro, maaf menunggu lama tadi gue ngantar Mecca dulu'' kata Arnav kepada ketiga sahabatnya itu.
''Nav rumah lho lumayan juga, pasti mahal'' kata Angga sambil memperhatikan semua pekarangan rumah.
''Lumayan juga sih, ayo masuk'' ajak Arnav kepada ketiga sahabatnya.
''Kalian mau minum apa?'' tanya Arnav berbasa-basi kepda sahabatnya.
'' Gue apa ajalah, kalau lo nyimpan alkohol boleh juga'' kata Yudi lagi
''Gila lho, mana mungkin gue mengotori rumah gue dengan minuman seperti itu, lagian lho kayak gak tau aja, siapa yang jadi rekan hidup gue, dia tidak mengenal minuman itu, dia gadis baik-baik'' kata arnav lagi.
''Beruntung lho mendapatkan gadis seperti dia'' kata arman.
''Tunggu sebentar ya'' kata Arnav yang meninggalkan ketiga sahabatnya di ruang tamu. dia segera menuju dapur untuk mengambil minuman. Tidak berapa lama dia kembali dengan membawa minuman kaleng di tangannya.
''Nav ini minuman lho sekarang, lho udah menjelma jadi anak SD, pintar juga perempuan kecil itu rupanya. Merubah macan jadi kucing'' kata Yudi meledek.
''Nav Lo gak ada art disini? rumah Segede ini memang siapa yang beres-beres?'' tanya Angga heran karena rumah itu terlihat sangat bersih dan rapi.
'' kadang-kadang gue bersih-bersih pulang kerja, kalau pagi Mecca, ya,,,se sempatnya aja, lagian Mecca orangnya sangat bersih dan tidak bisa diam, gue kasihan kadang dengan dia, besok pembantu yang di rumah papa udah tugas disini'' katanya lagi.
''Oya Nav sekarang kita mulai dari mana?'' tanya Arman.
''Iya bro bingung gue, mau ngundang semua orang kepesta gak mungkin, pernikahan gue aja orang belum ada yang tau.
''Gini aja Nav, menurut gue lho merayakannya berdua aja dengan Mecca. tapi dengan memberinya hadiah yang sangat berkesan untuknya'' kata angga
Perempuan itu suka berlian, lho kan punya toko besar, masak dalam toko lho gak ada benda yang di sukai istri lho, yang terbuat dari berlian'' kata Arman
''Gak man, dia beda dari perempuan lain, yang dia butuhkan hanya kasih sayang, dia tidak pernah minta yang macam-macam selama pernikahan kami, apalagi tentang perhiasan'' ucapnya lagi.
''Bro tidak semua perempuan itu mau meminta duluan, yang penting lho pilih yang cocok untuknya, itu pasti sangat berkesan dia akan sangat bahagia dengan hadiah seperti itu'' kata yudi.
__ADS_1
Kalau saran gue gimana kalau kita sulap rumah lho ini seperti istana kecil, tapi hadiah yang lho berikan tidak kecil.
Buat hadiah itu hadiah yang berkesan untuknya, misalnya tiket bulan madu, gaun pengantin, atau apa aja yang lagi dia sukai'' ujar Arman lagi.
''Oke juga ide lho man, mungkin gue akan menempel lukisan dia di ruang sebelah sini, karena dia sangat menyukai lukisan.
Gue juga akan segera memesan gaun pengantin untuknya, gue akan segera mengatur acara resepsi gue Minggu ini.
Seperti yang lho bilang tadi, berlian termahal akan gue pilihkan untuknya. kalau tiket bulan madu boleh juga, tapi gue gak bisa pergi dalam waktu dekat ini. jadi gue ragu kalau untuk tiket'' kata arnav dengan semangat
''nah gitu dong, sekarang lho gerak untuk melihat pesanan kue lho, memilih perhiasan, dan lukisan '' titah angga
bro menurut gue kalau baju pengantin gak usah sekarang, acara seperti ini tidak akan selesai secepat itu, selain baju pengantin, selebihnya kita lakuin sekarang'' kata arman memberi saran
''betul juga ya bro,kalau masalah baju kan harus banyak persiapan'' kata arnav lagi.
'' Baiklah kami bertiga akan menyulap rumah ini seperti istana, lho fokus dengan tugas lho, kita harus selesai sebelum istri kecilnya lho itu kembali. Ketika istri lho menghidupkan lampu, baru dia melihat keindahan ini, dan dia pasti akan sangat bahagia.
''Tapi nanti setelah lho ada waktu, lho harus membawa dia bulan madu ke Paris, atau ke Jepang untuk hadiah sebenarnya, anggap ini sebagai pemanasan dulu'' kata Yudi lagi.
''Oke gue berangkat sekarang, tapi ingat kalian semua harus sudah pergi sebelum istri gue datang, gua terima beres semuanya '' kata arnav lagi sambil menuju kamarnya.
''Baik tuan muda'' kata mereka serempak sambil menundukkan kepalanya. Meraka sering bercanda seperti itu Meraka berempat sudah seperti saudara.
''Hei bukankah ini soalan yang gue kasih kemaren untuk gadis yang suka tidur itu, masak dia tidur dari gue masuk kelas sampai gue selesai. Akhirnya gue terpaksa memberikannya tugas agar dia tidak ketingalan '' kata Arman yang melihat soalan di atas meja
''Iya itu gue yang ngerjain semua soalan bodoh lho itu, puas lho'' jawab Arnav yang baru keluar dari kamarnya
''Ya iyalah istrinya tertidur seperti itu. Pasti pria sialan ini mengerjainya sampai pagi'' jawab Angga
''Nav gimana? lho udah taukan beda daun muda sama daun tua'' ulas Yudi lagi
''Iya dia sangat berbeda dari yang lain. Gue ketagihan dan ingin terus melakukanya, kenikmatan yang gue dapat tidak ada duanya'' ulas arnav lagi sambil berjalan meninggalkan ketiga sahabatnya itu. ketiga lelaki itu begitu iri mendengarkan ucapan arnav.
Sedangkan aldo juga sibuk dengan pekerjaannya, menghias kafe milik om Milla untuk merayakan hari ulang tahun Mecca di sana.
Ditempat lain arnav sibuk memilih kalung paling mahal, yang dikoleksi di tokonya sendiri, dia bebas memilih yang mana saja karena dia pemilik toko itu.
Yang dijalankan orang kepercayaannya.
Setelah selesai memilih kalung dia kembali ke toko kue, untuk melihat pesan kue yang dari kemaren dia pesan, dia hanya sekedar memastikan apakah kue dua tingkat itu sudah siap di buat.
setelah selesai kuliah.
Mecca segera ikut dengan Mila karena dia telah mendapatkan izin dari arnav.
''Ca kita mampir dulu di toko baju yuk, aku ingin lihat-lihat saja'' kata Milla yang ingin mengundur waktu, dia punya perjanjian dengan Aldo sampai jam delapan malam baru membawa Mecca ke sana, untuk memberikan surprise buat Mecca, sementara sekarang hari masih jam lima sore.
Mil aku tidak bisa lama-lama, habis belanja kita pulang ya'' kata Mecca lagi.
''Temani aku sampai jam delapan aja ya Ca,, pliese,,,'' kata Mila memohon
''oke aku minta izin dulu ya'' jawab Mecca lagi.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena
__ADS_1