Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
gadis konyol


__ADS_3

Dengan langkah cepat juga gadis itu mengikuti suaminya,


''mas, kok pertanyaannya aneh-aneh, memang orang yang tadi di interview, mas juga menanyakan hal yang seperti itu'' kata gadis itu kembali menyidik suaminya.


''gk, aku bertanya seperti itu khusus untuk istriku, yang sekarang mulai nakal'' katanya yang menarik Mecca ke pelukannya.


''apa katamu tadi, aku berbuat semauku'' dia kembali bertanya, pertanyaan waktu interview tadi.


''iya'' jawab gadis itu singkat


''baiklah, sekarang aku mau'' arnav segera menyingkirkan rambut yang menutupi leher istrinya, dan ingin membuat tanda kepemilikannya disitu.


''tok tok tok'' terdengar suara pintu pertanda ada seseorang Yang mau masuk,


''permisi tuan muda, ini pakaian yang Anda minta'' kata sekretaris seksi itu memandangi gadis kecil, yang berada dipangkuan tuan mudanya, membuat dia sangat cemburu melihat gadis itu.


''dia sangat tidak pantas buat tuan muda, pakaiannya aja kayak gitu, aku harus berusaha mendapatkan tuan muda, misi aku kerja disini salah satunya untuk mendapatkan idola ku'' gumam sekretaris itu dengan pandangan menghunus.


''mas, apa itu'' katanya yang menunjuk paper bag yang diberikan sekretaris seksi itu.


''itu pakaian mu, ganti pakaian itu sekarang, kita akan mencari kampus yang cocok dan yang terbaik untuk mu'' kata arnav dan menurunkan gadis itu.


''baik mas, tapi gimana dengan lamaran Mecca tadi, apakah diterima'' katanya lagi untuk memperjelas


'' jangan kau pikirkan itu, mungkin saja setelah bulan ini kau mempunyai kesibukan sendiri, sehingga kau tidak akan bosan lagi, mungkin saja sudah ada penghuni didalam perutmu itu, sehingga kau akan jadi jelek, dan gendut, di perusahaan ini tidak menerima wanita yang gendut'' katanya bercanda kepada mecca.


''ini gara-gara mas, yang membuat Mecca akan gendut'' sambil meraba perutnya yang rata


''biarin, agar kau tidak memikirkan kerja lagi'' kata arnav cuek


''mas, Mecca mau ganti pakaian dimana?'' dia merasa bingung untuk berganti pakaian.


''kau buka pintu itu, disebelahnya ada ruangan lagi, disana ada kamarku, di sebelah kamar juga ada kamar mandi, terserah mau ganti pakaian dimana'' kata arnav menunjuk pintu rahasia.


Mecca segera menuruti petunjuk arnav, dan setelah sampai disana, dia segera mengganti pakainya.


setelah selesai, dia segera keluar dengan pakaian serba pink.


''mas, ayo Mecca udah siap'' katanya dengan rambut yang di kuncir kuda.


'' ayo ''segera arnav melangkah keluar, dan menuju mobil sport merah miliknya.


''mas, boleh gak Mecca kuliah ditempat Mila aja'' katanya dengan penuh harap


''memang dimana dia kuliah?'' tanya arnav pingin mengetahui dimana sahabat istrinya kuliah, sambil memegang kemudi.


'' dia kuliah di universitas xxx'' jawab Mecca


''menurutku itu lumayan bagus, benarkah kau mau disana saja'' meyakinkan istri kecilnya

__ADS_1


''benaran mas, Mecca mau '' katanya lagi dengan wajah yang berbinar.


''oke, ayo sekarang kita coba lihat dulu, kalau kamu merasa cocok, aku ikut aja '' kata arnav dengan semangat melajukan mobilnya ke kampus yang dimaksud istrinya itu.


setelah sampai, Mecca begitu mengagumi bangunan besar yang berada tepat dihadapannya, dan suasana yang hijau di area kampus itu.


''besar amat, berapa orang siswanya'' kata perempuan polos itu bertanya.


''maksud mu, mahasiswanya, ya lumayan banyak, tapi tidak sebesar dan semewah tempat aku kuliah dulu'' katanya berjalan mengunakan kaca mata hitam.


''mas, boleh kita duduk dulu disebelah sana'' pinta Mecca menunjuk bangku yang terletak di tengah taman yang hijau dan sangat terawat.


''oke'' segera dia mengikuti istrinya, sementara semua perempuan cantik disana, selalu mencuri pandangan kepada pria tampan itu, dan ada juga yang menggodanya dengan sengaja berjalan mondar mandir dihadapan arnav, arnav yang sudah paham maksud perempuan itu, hanya tersenyum geli melihatnya.


''dasar anak ABG labil'' gumamnya dalam hati


melihat suaminya tersenyum, segera Mecca menggeser duduknya kesamping suaminya itu.


''mas suka sama perempuan itu'' katanya sambil memonyongkan bibirnya


''bodoh, mengurus satu perempuan labil aja aku udah kualahan, gk mungkin mau nambah lagi'' kata arnav sambil membuka kaca mata hitamnya.


''permisi kakak ganteng, ada salam dari teman saya'' kata seorang perempuan sambil memberinya setangkai bunga yang baru dipetik di taman, mendengar suaminya digoda terang terangan, segera Mecca menggeser lagi duduknya kesamping suaminya,serasa belum puas dia segera duduk dipangkuan suaminya itu, menghalangi,dan memberitahu semua perempuan disana, kalau pria ini sudah beristri, arnav tersenyum melihat tingkah konyol istrinya, dan merapikan rambut panjang itu Tampa mengambil bunga yang diberikan wanita di depanya.


''mbak, dia suami saya '' kata Mecca memberanikan diri


''dasar konyol, kenapa kau bertingkah sepeti itu, dan duduk dipangkuan ku seperti ayah dan anak kayak gini '' kata arnav lagi


''masnya ganjen'' jawabnya kembali duduk di samping arnav,


''gk,,, mereka yang datang sendiri, lagian kalau yang seperti itu, udah biasa bagi ku, itu salah mu, kenapa kau terus memajang ku disini'' kata arnav melipat kembali tangannya


''mas, ayo kita pergi dari sini'' katanya menyeret tangan pria tampan itu, setelah pria tampan itu berdiri dia berjalan terlebih dahulu didepan pria itu dengan kesal.


''hei, kau tidak mau memegang tangan ku, aku tidak tanggung jawab kalau ada perempuan seperti tadi lagi'' kata arnav menakuti istrinya


mendengarkan ucapan suaminya, langsung tangannya memegang telapak tangan arnav dengan keres.


''mas, bukankah itu mila'' katanya yang melambaikan tangan kerah Mila


''milaaa,,,'' katanya dengan suara agak keras, dia sangat merindukan sahabatnya itu, sudah lama mereka tidak bertemu.


''ca,,, '' Mila menyaut penggilan Mecca, Meraka berlarian seperti adegan flem india, tangan yang tadi berpegangan erat, kini terlepas begitu saja, arnav yang melihat tingkah kedua sahabat itu hanya heran, mematung menonton adegan itu.


''dasar lebay, kalau sudah kayak gini lupa dia dengan suaminya, awas aja dia, gue kerjain '' gumamnya dalam hati


Milla sama Mecca langsung berpelukan melepaskan rindu meraka.


''ca, aku sangat merindukan mu '' kata Mila sambil melepaskan pelukannya itu.

__ADS_1


''aku juga sangat merindukan mu'' balas Mecca lagi


''wah penampilan mu sangat berubah ca, kamu tambah cantik kalau seperti ini'' kata Mila mengagumi sahabatnya itu.


''makasih, Oya mil aku juga mau kuliah disini'' kata Mecca memberi tau kabar gembira itu


''Banaran ca, aku sangat senang mendengarnya'' jawan mila dengan semangat


Oya, kamu ngapain disini mila'' Mecca kembali menyelidiki sahabatnya itu


aku pingin jalan-jalan aja, dan sekalian mencari informasi kapan pendaftaran dibuka'' kata Mila


''emang udah buka belum mil, bukankah ijazah kita juga belum diambil'' kata gadis cantik itu.


''mungkin secepatnya, aku tidak bisa pulang kampung, mungkin yang mengurus ijazahku, kakak ku nanti'' jawab Mila lagi


''oooh'' cuma itu jawab Mecca, dia benar-benar udah melupakan suaminya itu.


''ca duduk disana yok, kamu sama siapa kesini ca'' Mila bertanya sambil berjalan menuju bangku yang ditunjuknya, mendengar pertanyaan Mila, baru dia ingat kalau dia sama suaminya, mata indah itu langsung menyusuri tempat dimana dia meninggalkan suaminya tadi, disana dia melihat kalau semua perempuan asik berfoto selfy dengan suaminya,


segera dia meninggalkan Mila, dan berpamitan dengan Mila.


''mil maaf , aku harus pulang sekarang, udah dulu ya, besok kita ketemu lagi, sampai jumpa mila'' ucapnya sambil berlari kecil menuju suaminya.


''tapi mil'' kata Mila yang mau menghentikan sahabatnya, tapi Mecca tidak menghiraukan


setelah tiba dihadapan suaminya, dia segera meraih kembali tangan kekar itu, dan menyeretnya pergi.


''mas ini kenapa sih'' katanya bertanya dengan kesal.


''kenapa apanya, harusnya aku yang bertanya, kau kenapa melupakan aku, dan meninggalkan aku begitu saja'' kata arnav kembali bertanya.


''maaf mas''katanya berlalu meninggalkan keramaian, dan menuju parkiran tempat mobil sport merah itu diparkirkan.


Sepenjang jalan gadis itu hanya diam, sepertinya dia kesal karena dia belum puas bercengkrama dengan sahabatnya, masih banyak yang mau dia diceritakannya, karena ulah suaminya itu, membuat semua yang mau diceritakan jadi hilang seketika.


''helooo kenapa kau diam saja'' kata arnav bertanya


''gk, Mecca malas aja sama mas, dasar ganjen'' katanya berbisik kecil


arnav yang mendengarkan ucapan istrinya, hanya tersenyum, dia puas telah mengerjai gadis kecil itu.


''ternyata gini rasanya jalan sama anak ABG yang pikirannya masih anak-anak, tapi aku suka, sekarang dia sudah mulai berani dengan hal yang tidak disukainya, dasar gadis konyol'' gumam arnav dalam hari


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...

__ADS_1


__ADS_2