
Tidak terasa sudah tiga hari Mecca berada di atas pesawat, kini sudah saatnya dia mendarat di bandara Bastia poretta Prancis.
Arnav sudah dari siang menunggu kedatangan istrinya, dia sudah tidak sabar melihat wajah cantik wanitanya itu.
Mecca sudah mendarat, tapi dia masih berada di ruangan khusus penumpang, dia tampak berpikir di dalam sana.
''Aku akan kasih mas Arnav pelajaran, kerena dia begitu tega melihat aku memohon waktu dia berangkat kemaren, pokoknya aku harus jual mahal dan bersikap cuek agar mas Arnav tau kalau aku juga bisa marah. Lagian aku sekarang udah berdua sama anakku, jadi aku tidak takut sama laki-laki super tega itu '' gumam Mecca duduk sambil meraba-raba perutnya.
Semua barang sudah siap di ambil. Mecca juga bergegas mengambil kopernya dan menyeret koper itu melalu lorong khusus keluar.
Mata elang Arnav langsung menangkap kedatangan istri kecilnya yang sudah dari tadi ditunggu-tunggu kehadirannya.
Mecca mengunakan celana jeans panjang dan memakai jaket kulit coklat dengan rambut yang di kuncir kuda. Wanita berbadan dua itu persis seperti gadis ABG tomboi. Arnav tersenyum lebar melihat kedatangan istrinya itu.
Segara Arnav mendekati Mecca dan memeluk istrinya itu dengan penuh kasih sayang, tapi beda sama Mecca. Dia benar-benar jual mahal pada suaminya. Padahal di hatinya begitu bahagia ingin memeluk dan mencium suaminya itu.
''Sayang apakah kau tidak merindukan aku'' kata Arnav yang melihat Mecca tidak membalas pelukannya.
Mecca tidak menjawab dan hanya mematung, dia masih kesal bercampur rindu pada sang pujaan hatinya itu.
Segera Arnav duduk berjongkok dan meraba perut yang sedikit berisi itu.
''Sayang,,,, apakah kamu merindukan papi,,, Jangan bilang kau seperti kakakmu Arav. Yang selalu cemburu padaku, nanti malam kalau di ijinkan kita berjumpa sebentar ya '' kata Arnav'' mengatakan itu dengan sedikit keras agar Mecca mendengarkan keinginannya itu.
Mecca mecoba untuk sedikit mundur Karana orang-orang di sana memperhatikan mereka ada juga yang mengambil video kemesraan mereka.
Untung aja Arnav mengunakan topi penutup kepalanya, dan kaca mata hitam saat mau berangkat ke bandara.
Dia tau posisinya sekarang seorang aktor, dia tidak ingin kehidupan pribadinya jadi konsumsi publik. Bukan karena dia malu ketahuan sudah punya istri, dia hanya tidak ingin Reyna tau kedatangan Mecca ke sana.
Menurutnya itu akan mempersulit rencananya mendapatkan bukti atas kebohongan Reyna.
''Sayang ada apa dengan mu,,,'' tanya Arnav yang merasakan kemunduran istrinya.
''Mecca malu di tonton semua orang'' Jawab Mecca.
''Santai aja,,, di sini tidak sama di Indonesia, semua orang bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan'' ulas Arnav lagi.
Arnav Merasa tidak puas dengan dinginnya sikap istrinya itu. Arnav menaikan sebelah alisnya mencari cara agar di peluk oleh wanita kesayangannya itu.
''Sayang peluk dong'' pinta Arnav membuka tangannya.
''Gak mau. Mecca mau pulang, Mecca masih kesal sama mas'' kata Mecca sambil menundukkan kepalanya.
''Cantik kau marah kenapa? apakah benar dugaan ku, kalau dalam kandunganmu ada Arav ke dua'' kata Arnav.
''Biarin. Biar banyak laki-laki yang menjaga Mecca, mereka akan tegas pada orang yang meninggalkan Mecca saat mereka sudah dewasa nanti '' jawab Mecca sambil berjalan.
''Mmm gadis kecil ini udah biasa aku hadapi. Sepertinya dia jauh pemberani sekarang, tidak seperti dulu lagi, dia lebih tegas.
Sekarang aku tidak hanya menghadapi satu orang, aku juga menghadapi kembaran Arav.
Tenang aja,,,aku akan merayunya sejak dini agar dia berpihak padaku kalau udah di lahirkan kedunia'' gumam Arnav yang mengikuti langkah istrinya itu.
''Sayang biar aku yang bawa koper mu'' ucap Arnav lagi.
''Gak usah''jawab Mecca ketus.
__ADS_1
''Kalau kamu tidak mau melepas koper itu, aku akan mencium bibirmu di hadapan semua orang'' ancam Arnav
Segera Mecca melepaskan kopernya, dia takut Arnav akan nekat untuk menciumnya.
''Sabar, sabar, sabar Nav,,,,, langkah pertama yang harus kau lakukan yaitu.
Kau harus merayu istri kecil mu ini,,, kau bisa Nav kau adalah rajanya'' gumam Arnav lagi
''Cantik apakah kau lelah?''kata Arnav Sambil berjalan menuju parkir.
''Gak. Ternyata naik pesawat itu enak, mau makan ada makanan, mau tidur bisa tidur.
Apa aja ada di sana, jadi gak capek sama sekali.
Di sana juga banyak keajaiban, kursinya di geser sedikit bisa jadi tempat tidur, sayangnya di asana juga ada tempat menyeramkan'' kata Mecca menjelaskan.
''Tempat menyeramkan seperti apa memangnya?'' tanya Arnav mencoba mendekati lagi istrinya.
''Masa dalam toiletnya ada tempat pembuangan bayi juga, seperti tong sampah tinggi. Mecca lihat gambarnya ada gambar bayi, tapi Mecca tidak membaca tulisannya yang memusingkan itu'' kata Mecca menjelaskan.
''Huf tempat pembuangan bayi katanya. Jelas-jelas itu tempat dudukan bayi agar orang tua mereka bebas beraktivitas, tapi biarin aja dia berfikir sesuka hatinya, nanti kalau aku jelaskan dia akan malu dan tersinggung, ujung-ujungnya dia akan diam lagi'' gumam Arnav.
''Mas ini mobil siapa?'' tanya Mecca yang melihat mobil sport biru yang akan mereka naiki.
Seolah-olah dia melupakan niatnya untuk bersikap cuek pada Arnav.
''Mobil ini aku beli kemaren, disini tidak bisa tampa kendaraan'' jawab Arnav sambil membukakan pintu mobil.
''Ohh'' jawabnya singkat.
Masa dia beli mobil seperti beli kantong kresek aja,,, dasar sombong'' gumam Mecca lagi
''Sayang,,, Tadi kau malu kerena ada orang. Sekarang hanya kita berdua dalam mobil ini.
Apakah aku boleh'' segera Arnav meraba kancing celana jeans yang di kenakan Mecca.
''Mas apa-apaan,,, Masa di dalam mobil'' kata Mecca yang ingin menepis tangan Arnav.
''Sayang lepas dulu'' pinta Arnav secara paksa melepaskan kancing celana perempuan cantik itu. setelah terlepas Arnav kembali menurunkan baju Mecca dengan rapi.
''Sayang kau hamil,,, kau tidak boleh memakai celana seketat seperti ini.
Kasihan anak kita yang berada di dalam'' ulas Arnav lagi.
Tidak terasa Arnav dan mecca Sudah berada di hotel tempat mereka menginap.
Mecca selalu duluan berjalan di depan Arnav tampa bicara.
Saat berada di depan pintu kamar.
Mecca berdiri menunggu Arnav membuka pintu, sedangkan Arnav asik memainkan ponselnya, menanyakan apakah orang seluruhnya sudah menemukan bukti kebusukan Reyna.
''Mas mana kuncinya '' kata Mecca merasa kesal karena Arnav membiarkannya berdiri lama.
''Kunci,,,,'' tanya Arnav heran
''Iya kunci,,,'' jawab Mecca sambil memutarkan tangannya.
__ADS_1
'' Sayang bukan kunci tapi kartu,,,'' jawab Arnav dengan lembut.
''Teserah '' jawab Mecca ketus.
Segara Arnav membuka pintu hotel. Setelah mereka masuk. Arnav langsung meletakan koper dan memeluk istrinya itu dari belakang.
''Sayang kau kenapa seperti ini,,, aku sedih melihat sikap mu seperti tidak senang dengan ku'' kata Arnav yang melihat wajah masam istri kecilnya itu.
'' Mecca hanya masih kesal'' jawab Mecca.
''Agar kau tidak kesal lagi.
Gimana kalau kita rebahan sebentar. Oya sepertinya aku harus mencari baju ganti untukmu agar kau sedikit lega''ucap Arnav.
Segera Arnav membuka koper Mecca dan mencari baju yang agak Sentai. Arnav hanya menemukan dress selutut, dia langsung mengambil dress tersebut dan ingin menggantikan pakaian istrinya.
''Mas Mecca bisa sendiri'' kata Mecca menolak saat Arnav mau membuka bajunya.
''Baiklah, tapi gantinya di atas ranjang aja agar kau tidak bolak-balik'' pinta Arnav
''Tapi mas balik badan dulu, gak boleh ngintip''
''Kenapa harus seperti itu, kita udah suami istri. Lagian aku sudah terbiasa melihat setiap jengkal tubuhmu ini'' ucap Arnav heran.
''Gak mau. Tubuh Mecca gak seperti kemaren lagi. Pokoknya balik badan'' titah Mecca.
Dia agak malu memperlihatkan perubahan tubuhnya yang agak sedikit berisi itu.
''Oh baiklah''
Segera Arnav turun dan balik badan membelakangi Mecca.
Saat Mecca membuka pakainya Arnav kembali membalikan badannya menghadap Mecca, dengan sigap dia juga membuka bajunya dan langsung menghampiri Mecca keras ranjang
''Mas apa-apaan ini ''
''Sttt aku tidak akan melakukan apa-apa. Aku tau kau lelah.
Aku hanya rindu dengan hangatnya tubuhmu. Aku juga rindu dengan aroma tubuhmu ini. Biarkan aku memeluk seperti ini'' kata Arnav yang membenamkan kepalanya pada leher Mecca dan memeluk erat wanita cantik itu dari belakang.
Mecca merasa ada yang keras di leher suaminya, dia segera berbalik badan dan melihat sepasang cincin di leher suaminya.
''Mas ini cincin kita''
''Iya sayang. Ini cincin kita, aku sengaja membuatnya jadi buah kalung agar terus berada di hati ku''
''Mecca mau memakainya lagi'' pinta Mecca.
''Jangan. Untuk sementara biarkan cincin ini berada di leherku, karena masih banyak misi yang belum selesai yang harus aku lakukan''
Mecca kembali memeluk suaminya dari depan. Melepaskan semua kerinduan yang dari tadi di tahanya.
''Sayang masih banyak yang harus kita bicarakan setelah ini, kita akan berjuang bersama-sama menemukan bukti kebusukan Reyna. Aku kuat kalau kau berada di sisiku'' kata Arnav lagi sambil mencium bibir yang dari tadi jadi incarannya.
*Bersambung*
Hei 😉😉 BESTie tinggalkan komentarnya ya🙂🙂🙂
__ADS_1