Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Tampa sadar arnav menagis


__ADS_3

setelah menyuapi istrinya makan, arnav segera mengambil obat yang diberikan dokter Mayang untuk istrinya itu, dari balik lemari dia menyodorkan dua butir obat, dan air minum kepada istrinya melalu cela kecil yang di bukakan istrinya itu, setelah obat itu berada di hadapannya segera Mecca mengambil dan meminum obat tersebut.


serasa obat itu telah di minum habis oleh istrinya, dia segera meninggalkan kamarnya dan menuju kamar papanya, di lantai bawah.


'' tok tok tok pa'' terdengar suara panggilan anak lelakinya itu di balik pintu


'' ya, silahkan masuk kata papanya '' arnav segera memutar gagang pintu kamar papanya.


'' pa bisa bicara di ruang kerja sebentar'' tanya arnav kepada papanya


'' baik nav, ayo'' ajakan papanya menuju ruang kerjanya


setelah tiba di ruang kerja tersebut, arnav langsung duduk dan membuka pembicaraan


'' pah, aku cuma mau bilang kalau proyek yang di kampung sudah rampung, tapi aku masih bingung'' ucapnya kepada papanya


'' kau bingung kenapa nav, kau tinggal pindah ke Jakarta, dan melanjutkan pekerjaan di perusahaan kita bereskan'' ucap papanya lagi


'' iya, tapi Mecca dia masih belum mau pisah lama dengan ibunya pah, atau aku tinggal aja dia dikampung, kapan sempatnya aja baru aku ke sana menengok dia, sampai pikirannya bulat untuk kuliah''


'' gk bisa gitu nav, masak baru nikah kau sudah hidup berjauhan sama istri mu, kalau begitu kapan papa dapat cucu'' jawab papanya yang tidak setuju keputusan anaknya.


'' ya mau gimana lagi pa, masa aku bawa ibu Lastri sekalian kesini, yang ada mama bisa murka''


'' kau coba aja bicarakan semua ini kepada mertua mu, mudah-mudahan mertua mu bisa membujuk istri mu untuk segera lanjut kuliah di sini, nanti papa juga akan bantu bicara kepada Mecca, mudah-mudahan dia bisa menerima usul papa '' ucap tuan Andi yang memberikan solusi kepada anaknya


'' baik lah pa, nanti arnav coba untuk menghubungi ibu Lastri'' ucapnya yang telah berdiri mau meninggalkan ruangan papanya


'' Oya nav, mulai besok kau harus segera bertugas di perusahan, ada proyek baru untuk mu '' ucap tuan Andi yang juga ikut berdiri di samping arnav


'' baik pa '' dia segera meninggalkan rungan itu menuju kamarnya

__ADS_1


setelah di kamar, dia segera memanggil istrinya yang belum keluar dari dalam lemari besar itu.


'' Mecca ayo keluar, sudahi main-main nya, aku sudah ngantuk'' ucapnya menghadap lemari


tapi dia sama sekali tidak mendengar sautan dari istri kecilnya itu, berlahan di membukanya pintu lemari, benar saja setelah minum obat dari dokter Mayang, mecca langsung tidur dengan posisi duduk.


'' hufff dasar gadis pengecut'' segera arnav mengendong istri kecilnya itu ke atas tepat tidur, sambil menutup kembali lemari itu dengan kakinya.


setelah istrinya berada di atas tempat tidur, segera dia di mengambil salep sisa tadi siang yang berada di atas meja, berlahan dia membuka kembali kancing baju kemeja yang di kenakan istrinya, tapi sekarang dia membuka kancing baju tersebut agak banyak, karena dia mau memastikan kalau di area sana tidak ada Yang kena teh panas, ini kesempatan baginya untuk lebih leluasa.


setelah dia mengoleskan dengan lembut, dia tidak segera menutupnya, tangannya susah untuk bisa dikendalikan, otaknya sudah tidak berfungsi lagi.


dia terus memberanikan dirinya untuk melihat keseluruhan aset milik istrinya, nalurinya terus menuntun tangannya untuk membuka kancing itu dengan lebih banyak lagi, hingga tersisa satu kancing yang masih bertahan, dengan bebas matanya menyusuri daerah itu, pandanganya terhenti pas di atas puncak tertinggi.


'' tok tok tok'' terdengar suara di balik pintu, yang membuat keinginannya buyar untuk mendekat ke daerah tersebut.


dengan sigap tangannya kembali mengancingkan kemeja istrinya, setelah semuanya rapi, dia baru menyapa seseorang yang berada di balik pintu.


'' kak ini aku Mella, aku boleh masuk'' ternyata itu adalah adik bungsunya.


segera di membukakan pintu untuk adiknya ,


'' ada apasih, gak sopan malam-malam masih aja bertamu '' kata kakaknya itu dengan judes


'' maaf kak, tapi kakak gk ngapa-ngapain kan, kalau kakak lagi ngapa-ngapain, aku gk jadi aja deh.


'' otak mu ini kotor, anak kecil seperti mu, gk boleh memikirkan hal-hal yang seperti itu '' kata kakaknya sambil mendorong kepala adiknya


'' yang umurnya di bawah aku aja udah ngapa-ngapain, masak aku memikirkannya aja gk boleh'' jawab adiknya sambil melirik ke atas ranjang yang sedikit terbuka, karena di halangi kakaknya.


'' hei pikiran mu yah '' kembali lagi dia mendorong kepala adiknya itu.

__ADS_1


''ngomong-ngomong ada apa kau kesini?'' tanya arnav kepada adiknya, yang masih menghalangi adik bungsunya untuk masuk


'' tu mau lihat kakak ipar, ku dengar kakak ipar terluka, aku mau cek langsung, bagian mananya yang kena '' sambil jinjit mengarahkan pandanganya ke atas ranjang.


'' kan masih ada hari esok '' jawab arnav yang masih betah berdiri menghalangi pandangan adiknya.


'' kakak, niat baik itu tidak boleh di undur, gak baik kak '' jawabnya yang bersikeras untuk masuk


'' ya udah, tapi gk boleh lama, dan brisik'' kata arnav sambil mempersilahkan adiknya masuk


Mella langsung melihat kakak iparnya di atas ranjang, yang masih tertidur lelap.


'' kasihan sekali anak ini, pasti dia menderita selama di sini'' ucapnya dalam hati sambil melipat tangannya, memang sifatnya agak sedikit berbeda dengan Melisa, walau sama-sama sombong, tapi dia sedikit pakai hati seperti papanya


'' udah '' ucap arnav seperti mengusir adik bungsunya itu keluar.


'' iya,,,'' dia segera meninggalkan kamar kakaknya menuju pintu


'' kak, kau tadi habis ngapain, kenapa kau lama sekali bukak pintu'' tanya adiknya mencurigai kakaknya itu.


'' kau ini pingin tau aja, mau ngapain diakan istri ku '' ucapnya kesal sambil mendorong adiknya keluar


'' ingat kak, dia masih kecil bahkan umurnya jauh di bawah umurku '' ucapnya sebelum badannya hilang sempurna di mata kakaknya itu.


arnav kembali ke atas ranjang, dia segera merebahkan badannya di samping istrinya, sambil memandangi wajah cantik istrinya itu.


''pasti tadi kau begitu takut ya, aku suami mu, aku akan menjaga mu dari siapa pun yang menyakitimu , tak pernah ku bayangkan kalau aku bakalan menikah dengan anak kecil dan pengecut seperti mu, aku janji pas harinya tiba aku akan melepaskan mu, dan membekali mu dengan sedikit keberanian untuk melindungi dirimu sendiri,


agar aku juga tidak berat untuk melepaskan dan meninggalkan mu, sekarang izinkan aku untuk memandangi wajah mu, sampai suatu saat nanti aku tidak akan memandangi wajah ini lagi, istri kecil ku'' gumamnya, hatinya seperti tidak rela berkata demikian kepada istrinya, dia begitu terluka, dan sakit dengan janjinya kepada mamanya dan kekasihnya, dia kembali mendekap dan mencium pucuk kepala istrinya dengan lama, dan Tampa sadar dia sedikit mengeluarkan air mata di ujung matanya


'' o......St apa ini yang keluar dari mata ku, apa aku sekarang menangis demi seorang perempuan bodoh ini, rasanya ini tidak mungkin bahkan aku tidak tau kapan terakhir ku menangis, atau sakitnya yang suka menangis telah menular pada ku, konyo'' dia begitu kaget saat meraba matanya sendiri

__ADS_1


sedangkan Mecca yang begitu lelap dalam tidurnya Tampa sadar air matanya juga keluar di ujung matanya yang terpejam itu


__ADS_2