Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Arav....


__ADS_3

Mecca pulang dengan harap hampa dan dengan wajah pucat pasi seperti mayat hidup.


''Ca yang kuat ya nak'' kata mertua perempuannya melihat kondisi menantunya itu.


Mecca tidak menjawab sama sekali. Pikirannya melayang, dia seperti bisu dan tuli karena begitu terpukul atas kejadian di bandara tadi.


''Akak,,, datang anak kecil berlarian mengejarnya dengan langkah terbata-bata.


Mecca melihat Arav seolah-olah dia lagi melihat Arnav berdiri di hadapanya.


''Jangan mendekat. Suatu saat kau juga akan meninggalkanku'' kata Mecca yang hanya mengambil Ara dan mengendong anak perempuannya itu masuk kamar.


Sedangkan anak laki-laki yang berumur satu tahun lima bulan itu histeris menangis karena dia ingin di peluk juga oleh wanita yang dari kemaren di tunggu-tunggunya.


Mecca tidak mau menyentuh anak laki-lakinya itu sama sekali, dia mengunci pintu kamar itu dari dalam dan meninggalkan Arav yang menangis histeris.


Arav begitu sedih melihat perubahan wanita cantik yang telah melahirkannya itu.


'' Hik hik hik Akaaaaa'' Isak tangis Arav terdengar begitu memilukan, anak yang tidak tau apa-apa, tapi dia yang yang kena imbasnya.


Nyonya Gita dan Mella juga ikut menangis melihat Arav yang mengendor pintu sambil menangis .


Dibalik pintu Mecca merasa tambah terluka mendengarkan Isak tangis anak laki-lakinya itu, dan dia juga merasa hatinya tercabik-cabik telah membuat anaknya bersedih.


''Arav,,, '' Mecca juga menangis di balik pintu. Begitu juga dengan Ara, mungkin anak kembar itu merasakan naluri yang kuat terhadap saudara kembarnya.


Mella ingin segera mengambil Arav dari sana. Karena dia sungguh tidak tahan melihat keponakan kesayangannya di abaikan.


''Malla jangan. Biarkan saja Arav di sana. Sampai mana Mecca sanggup melihat anaknya seperti itu, dia adalah seorang ibu. Dia akan lebih tersakiti melihat darah dagingnya disakiti'' titah nyonya Gita.


''Arav sini nak'' kata Mecca membukakan pintu dan membuka tangannya agar Arav datang kepelukanya.


''Mami...'' pertama kalinya Aarav memanggilnya dengan sebutan mami, karena dia terlalu sedih di abaikan oleh wanita yang dia sayangi itu.


''Sayang maafkan mami ya nak, tak seharusnya mami memperlakukan kamu seperti ini.


Mami salah nak.


Kau adalah anakku yang akan selalu ada untukku, tidak seperti papi mu yang tega memilih jalan hidup dengan wanita lain dan meninggalkan kita'' kata Mecca sambil memeluk anak laki-lakinya itu dan mencium rambut Arav.


''Mami,,, kembali Arav memanggilnya dengan jelas.


''Sayang kau memanggilku dengan sebutan mami,,, apakah kau ingin menghiburku '' kata Mecca.


Arnav tidak menjawabnya sama sekali, dia memeluk Mecca dengan begitu kuat sampai-sampai dia tertidur di perlukan wanita yang telah melahirkannya itu.


Melihat anaknya yang tertidur sambil tersengal-sengal, dia kembali menangis sambil memeluk anaknya itu. Dia begitu menyesal atas perbuatanya tadi.


''Arav mami menyayangimu lebih dari diri mami sendiri, jangan tinggalkan mami ya nak.


Maafkanlah perbuatan mami tadi'' katanya lagi merapikan rambut Arav.


''Mecca kau telah menyadari betapa kau menyayangi anakmu'' tanya nyonya Gita yang datang ke kamarnya.


'' Mecca begitu menyayangi mereka ma, hanya Meraka semangat hidup Mecca sekarang. Mecca sangat menyesal telah membuatnya seperti ini mah'' kata Mecca yang terus mencium kedua anaknya.


''Kalau kau telah menyadarinya, seharusnya kau tidak menyalahkan Arnav lagi nak,,, dia berada di posisi yang sulit saat ini, dia seperti dirimu yang menyayangi kamu dan anak-anaknya, makanya dia mengambil keputusan ini.

__ADS_1


Dia tidak ingin kau mendekam di penjara dan jauh dari anak-anak.


Mama harap kau mengerti dan bisa memposisikan dirimu jadi dirinya'' kata nyonya Gita.


Mecca hanya menganggukkan kepalanya.


''Mecca gak tau untuk bicara apa saat ini mah. Yang Mecca tau Mecca kehilangan sebagian dari hidup Mecca.


Mecca sangat mencintai mas Arnav'' kata Mecca lagi


''Mama paham nak. kalian saling mencintai, di tambah lagi kalian mempunyai buah hati. Sabarlah,,,, tuhan tidak akan sia-sia nak'' bujuk nyonya Gita.


'' Kakak ipar biar malam ini aku yang mengurus anak-anak, sekarang kau bersihkan dirimu dan langsung makan, kau harus istirahat yang banyak. Kondisimu sangat lemah'' ulas Mella yang juga ikut masuk bersama mamanya.


...----------------...


Masih di atas pesawat menuju Prancis.


Arnav berpura-pura baru sadarkan diri, dia juga berpura-pura tidak mengetahui kebohongan Reyna.


''Syukurlah kakak udah siuman, kakak mau duduk?'' tanya Reyna di atas kursi roda.


''Iya aku mau duduk'' jawab Arnav singkat.


Apakah kakak mau aku bantu''tawar Reyna.


''Bagaimana caranya kau membantuku, kau saja perempuan lumpuh yang tidak bisa apa-apa.


Lebih baik tolong panggilkan pramugari yang cantik itu agar dia membantuku'' titah Arnav


''Kakak,,, ''kata Reyna tidak terima.


Segera Arnav memanggil pramugari cantik itu untuk membantu duduk.


Saat Arnav minta tolong pada salah satu pramugari disana, langsung pramugari itu bergegas dengan senang hati membantu Arnav.


Karena tidak ada wanita yang mampu menolak seorang Arnav Sanjaya.


''Pramugari itu membantu Arnav untuk duduk dan ingin berlama-lama dekat dengan Arnav.


Reaksi Reyna langsung berubah seperti macan betina yang siap menerkam siapa saja yang mendekati Arnav.


''Can you help me to the bathroom please'' kata Arnav dalam bahasa asing, meminta di anterin kedalam kamar mandi (maaf ya BESTie bahasa Inggris Author berantakan. Kita pakai bahasa Indonesia aja kali ya biar gak rempong 🤭 pokoknya anggap aja Meraka berkomunikasi dalam bahasa Inggris oke👌


''Ya dengan senang hati'' jawab pramugari itu tersenyum manis saat lewat di depan Reyna.


...****************...


Tiga hari telah berlalu. Arnav den Reyna telah berhasil mendarat di bandara Bastia poretta Prancis.


Arnav hanya mengambil kopernya sendiri, dia sama sekali tidak ingin mengurus Reyna yang sedang berpura-pura itu.


''Kak gimana dengan barang-barang aku''


''Apakah kau pikir aku pangeran yang suka rela mengasuh wanita lumpuh'' kata Arnav berlalu pergi.


''Kak tunggu kak,,,'' Reyna memasang wajah manjanya ,tapi Arnav tidak terpengaruh sama sekali.

__ADS_1


Saat Arnav sudah duluan meninggalkan bandara. Reyna baru berani berdiri dari kursi roda dan mengemasi barang-barangnya.


Tidak lama setelah itu.


Arnav sampai di apartemen yang sudah dipilihkan keluarga Reyna. dia merasa tidak nyaman tinggal disana, tapi dia mengikuti permainan Reyna dan keluarganya untuk balas dendam setidaknya memiliki bukti untuk menyerang Reyna.


''Kak Arnav kok tega sekali meninggalkan aku di bandara sendiri'' terdengar suara Reyna yang juga baru sampai di apartemennya.


''Cepat sekali kau datangnya, ternyata jadi wanita lumpuh tidak menyusahkan bagimu ya,,,,, bagus'' ulas Arnav menaikan sebelah alisnya.


''Kenapa kakak jadi seperti ini kakak,,, Kakak egois. Yang kakak pikirkan hanya istri dan anak-anak kalian.


Kakak tidak memikirkan aku yang juga merasa dirugikan, karena sudah tidak bisa jalan lagi.


Kak Reyna mohon kak,,,,tolong bukak sedikit hati kakak untuk kita memulai semuanya dari nol'' pinta Reyna sambil memegang tangan Arnav.


''Kita,,, dasar wanita licik, wanita murahan yang penipu'' gumam Arnav. Sambil menarik tangannya dari Reyna dengan kasar.


''Kak kenapa diam seperti itu'' ulas Reyna lagi.


''Aku mau istirahat, tapi aku tidak mau tinggal disini sebelum hari pernikahan itu datang'' ucap Arnav.


Dia berubah pikiran, karena dia ingin waspada takut wanita licik ini menjebaknya nanti.


Dia memutuskan tinggal di hotel yang dekat dari apartemen Reyna.


''Aku dan keluargaku memutuskan pernikahan kita akan berlangsung dua Minggu lagi, jadi kak Arnav disini aja'' titah Reyna.


''Dua Minggu lagi,,, itu masih lama, jadi masih ada kesempatan untukku bersenang-senang dengan wanita cantik di luar sana.


Kau tinggal disini aja sendiri, aku mau tinggal di hotel.


Tapi ingat jangan sampai keluargamu tau dan merusak pestaku'' Ancam Arnav


Segera Arnav meninggalkan Reyna.


Dia menuju hotel yang dekat dari sana.


Setalah dapat kamar yang dia inginkan, Arnav segera masuk dan membaringkan tubuhnya.


Di Indonesia.


Mecca merasa kepalanya begitu pusing saat mau turun dari lantai satu,


dia merasakan melihat bintik-bintik putih yang berterbangan di depannya, setalah samapi di lantai satu langsung tubuh kecil itu tumbang dan tidak sadarkan diri.


''Mecca,,,,'' terdengar nyonya Gita berteriak.


Berlarian mengejar Mecca.


''Papa, Mella sini Mecca pingsan'' segera se isi rumah itu keluar menuju sumber suara yang berteriak itu.


Mella hubungi dokter sekarang juga'' titah tuan Andi.


Tak berselang lama datang dokter pribadi keluarga sanjaya bergegas masuk kerumah Sanjaya, dan menghampiri wanita cantik yang masih belum sadarkan diri dan mengeluarkan alat-alatnya untuk memeriksa Mecca.


Dokter itu tersenyum setelah memeriksa Mecca.🙂

__ADS_1


*Bersambung*


Hei BESTie tinggalkan komentarnya ya agar author receh ini semangat 💪


__ADS_2