
Sesampainya di hotel Arnav kembali menemui istrinya. Dia masih menepati kalau Mecca masih tidur seperti di tinggalnya tadi. Segera Arnav menyibak rambut panjang Mecca dan mencium istrinya itu dengan perasaan bersalah.
''Sayang maafkan aku, karena melanggar janjiku. Aku tidak pernah memberi tau sisi kelam masa laluku padamu.
Kau hanya mengetahui sebagian kecil dari diriku.
Kau adalah penyelamatku dari dunia gelap masa laluku itu''gumam Arnav.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya di lokasi syuting.
Mecca kembali mengikuti suaminya dengan penyamaran yang seperti biasa.
''Mas kok tangan mas jadi memerah seperti ini, sebenarnya apa yang terjadi?''tanya Mecca yang melihat punggung tangan Arnav memerah saat menyetir.
''Kenapa ya, aku juga tidak tau. Mungkin ini hanya alergi '' jawab Arnav berbohong.
''Memang semalam mas makan apa?
''Cantik alergi itu bukan karena makanan saja.
Contohnya aja perutmu yang semakin membesar. Itukan di akibatkan alergi juga'' kata Arnav bercanda agar istrinya mengalihkan fokusnya.
''Ih,,,, mas ini asal aja'' kata Mecca mencubit pipi Arnav.
''Sayang ayo turun. Sepertinya aku agak terlambat'' kata Arnav ingin menghindari pertanyaan dari Mecca lagi.
Segera Mecca turun dan mengikuti Arnav dari samping.
Hari ini adalah jadwal Arnav Menjadi model sebuah perusahaan parfum di gedung tersebut.
''Cantik aku masuk dulu ya. Seperti biasa semua keperluan mu telah aku siapkan dalam paper bag itu'' kata Arnav menunjuk paper bag warna hitam.
''Iya mas... sana pergi'' ucap Mecca.
Hampir saja Arnav mau mencium istrinya itu di depan semua orang, untung saja Mecca cepat menghindar.
Arnav hanya tersenyum kecil melihat ketegangan istrinya itu.
Dari jauh Rere memperhatikan mereka berdua.
Sebelum Arnav datang, Rere sempat mengorek informasi tentang perempuan yang di katakan semua orang adalah adiknya Arnav.
''Aku harus bisa mendekati wanita itu. Mungkin dengan mendekati adiknya aku bisa meluluhkan hati kakanya'' gumam Rere.
''Hei apakah aku boleh bergabung dengan mu'' tanya Rere yang datang mendekati Mecca.
Boleh '' jawab Mecca singkat sambil menggeser duduknya.
''Oya kenalkan aku Rere teman kakak mu'' kata Rere menjulurkan tangannya.
Mecca agak ragu membalas salam dari Rere. Dia kelihatan bingung.
''Hei kau adiknya Arnav kan?'' tanya Rere lagi.
''Iya kak. Namaku Ana'' jawab Mecca berbohong, karena saat ini dia lagi dalam penyamaran, makanya dia tidak memberi tau namanya yang sebenarnya.
''Ana,,, boleh aku gabung duduk denganmu''
''Boleh kak. Silahkan'' jawab Mecca lagi.
__ADS_1
''Duh gimana ini,,, kenapa dia datang kesini. aku benar-benar tidak bisa untuk berbohong. Tuhan tolong'' gumam Mecca.
'' Oya Ana, kau adik kandung atau adik sepupunya Arnav ?''tanya Rere lagi.
''Aku adik kandungan kak Arnav'' jawab Mecca singkat.
''Apakah kamu tidak ada kegiatan lain, atau tidak bosan terus menunggu kakak mu tiap hari di sini? tanya Rere lagi untuk mencairkan ketegangan yang terlihat pada wajah Mecca.
''Gak kak. aku suka menunggunya, lagian aku tidak ada teman dan tidak ada kegiatan lain'' jawab Mecca.
''Kalau gitu aku mau jadi temanmu. Apakah kau mau jadi temanmu'' tawar Rere.
''Mau'' Mecca menjawab sebisanya karena dia tidak biasa berakting seperti Arnav.
''Ana,,, apakah kau mau menemani aku belanja.
Tenang saja kakak mu tidak akan marah, aku janji sebelum kakakmu selesai kita akan kembali dengan cepat'' kata Rere lagi.
''Maaf kak aku tidak bisa, aku akan menunggu kakakku di sini saja sampai dia selesai '' tolak Mecca.
''Please,,, sekali ini aja, aku janji kita akan kembali secepatnya.
Mau ya, demi persahabatan kita'' ucap Rere lagi.
Segera Rere menarik tangan Mecca dengan lembut agar mecca mau mengikutinya.
Mau gak mau Mecca Mengangkut Rere sampai ke parkiran, dia susah untuk menolak keinginan Rere tersebut.
Mobil yang di kendarai Rere meluncur dengan cepat menuju pusat perbelanjaan, dia berencana untuk membelikan Mecca pakain untuk mendapatkan simpati dari Mecca.
Sedangkan Arnav merasa mual yang begitu hebat saat mencoba memakai parfum yang lagi di iklankan itu.
Biasanya dia tidak masalah dengan bau parfum apapun karena dia sudah terbiasa dengan pekerjaannya, tapi kali ini sangat berbeda.
''Sial aku sangat tidak suka dengan wangi semua parfum² itu.
Kondisi seperti ini kembali aku alami, dulu aku merasa mual seperti ini saat istriku hamil Arav dan Ara, sekarang aku kembali merasakan mual itu'' gumam Arnav.
Di pusat perbelanjaan Mecca dan Rere melihat-lihat berbagai model pakain. Rere mencoba mencari pakain yang cocok untuk perempuan tomboi yang dia bawa itu.
Sedangkan Mecca hanya mengikuti Rere tanpa berniat untuk membeli.
Mecca hanya menengok ke sana dan kesini di dalam mall yang sangat luas itu.
Tidak sengaja Mecca melihat perempuan yang sangat di kenalnya berjalan dengan perempuan yang lebih tua darinya.
''Itu bukanya mbak Reyna. Dia benar-benar bisa berjalan'' gumam Mecca yang terus mengikuti Reyna dari belakang untuk memastikan kalau yang dilihatnya itu benar-benar Reyna.
Mecca terus mengikuti kemana Reyna pergi. Sampai-sampai dia tidak lagi mengetahui dimana Rere.
Mecca segera meraba handphonenya untuk mengambil bukti kalau Reyna benar-benar bisa jalan.
''Ya ampun,,, kenapa saat dalam keadaan seperti ini handphoneku pakai tinggal segala'' gumam Mecca lagi.
Sedangkan Arnav ada sedikit waktu untuk istirahat, dia ingin menemui istrinya untuk memberikan vitamin dan susu untuk istrinya itu.
Saat Arnav turun kebawah, tapi dia tidak melihat istrinya lagi di sana.
''Mana Mecca'' kata Arnav bicara kecil.
Dia segera memeriksa tempat terdekat berharap Mecca berada di sana, tapi dia tidak menemui Mecca di sudut gedung itu.
__ADS_1
Arnav mulai cemas saat ini. Dia berfikir yang tidak-tidak.
Dia berfikir Rian menculik Mecca.
Tapi dia masih kelihatan tenang, dia mencoba memeriksa sisi tv untuk melihat kejadian beberapa jam yang lalu.
''Rere,,, apa yang di lakukan di sini, dan kemana dia membawa istriku'' kata Arnav yang kelihatan kesal, dia sedikit khawatir kalau Mecca membocorkan identitasnya.
''Mecca kenapa kau tidak mendengarkan aku'' gumam Arnav.
Dengan langkah tergesa-gesa. Arnav meninggalkan lokasi syuting. Arnav mencoba menghubungi nomor handphone Mecca, tapi hanphon itu terdengar berada di kursi depan mobilnya.
''Mecca,,,'' kata Arnav sambil mengeram.
Arnav kembali mengingat kalau Rere pernah memberikannya nomor handphone, dia kembali mengacak handphonenya untuk menemui nomor Rere.
Tapi belum sempat dia menghubungi Rere. Nomor baru sudah masuk duluan memangilnya lewat wa, segera Arnav mengangkat nomor tersebut.
''Halo Arnav ini aku Rere'' kata wanita di balik benda pipih itu.
''Iya aku baru saja ingin menghubungimu. Kemana kamu membawa is'' segera ucapan Arnav terhenti mengingat penyamaran Mecca.
''Maksudmu Ana, adik perempuan mu?'' tanya Rere.
''Iya mana dia?'' tanya Arnav sambil mengusap wajahnya.
''Tadi memang dia bersama aku, tapi sekarang aku tidak tau dia kemana. Aku juga lagi mencarinya'' jawab Rere.
''Ya sudah aku akan menyusul kesana'' jawab Arnav sambil memutus sambungan tersebut.
Segera dia melajukan mobilnya kesana dengan kecemasan, dia cemas karena Mecca tidak pernah keluar negri sebelumnya,dia juga cemas karena Mecca juga belum Pasih berbahasa Inggris.
Sesampainya di sana Arnav langsung memarkirkan mobilnya.
Mecca saat ini kelihatan binggung mau kemana, dia berusaha tenang.
Segera terlintas di pikirannya untuk menuju ruang informasi untuk menginformasikan kalau dia sebagai Ana menunggu Rere di ruangan informasi.
Tidak lama setelah itu Arnav segera menuju ruangan informasi tempat menginformasikan keberadaan istrinya.
''Mecca!'' kata Arnav dengan wajah memerah.
''Ana,,, rupanya kau disini'' di susul oleh Rere yang ikut bertanggung jawab dengan Mecca
''Nav, maaf ya aku memaksa adikmu untuk menemaniku tadi'' ucap Rere mendekati Arnav.
''Tidak apa-apa'' kata Arnav menyeret Mecca meninggalkan ruangan itu, dan tidak mempedulikan Rere.
Di sepanjang perjalanan Arnav hanya memperlihatkan kemarahan pada istrinya tanpa bicara sedikitpun.
Sesampainya di hotel. Mecca mencoba menarik pakaian Arnav dengan wajah bersalahnya.
''Mas maaf,,, '' kata Mecca sambil memegang kedua kupingnya sendiri.
Arnav melihat wajah sedih istrinya, segera memeluk istrinya itu kepelukanya.
''Sayang aku hanya takut kau berada di tangan orang jahat, aku rasanya ingin mati saat mengetahui kau tidak berada di sana lagi.
Aku tidak mau kehilangan mu'' kata Arnav.
*Bersambung*
__ADS_1
Hai BESTie 🥰🥰🥰 gimana kabarnya hari ini semoga sehat semu ya....