
Semakin hari kedua bayi kembar ini semakin lucu dan menggemaskan.
Kondisi Ara juga semakin membaik. Nyonya Gita telah mendapatkan dokter spesialis buat si cantik Ara. Sekali seminggu Ara selalu di bawa untuk terapi karena suaranya tidak kunjung keluar, dia tidak bisu hanya saja suaranya agak kecil.
''Ara sayang,,, ayo ketawa mami ingin mendengar suara mu '' kata Mecca sambil mengendong Ara, dia belajar dari membedung sampai mengendong kedua bayinya, mereka tidak memakai Beby sister karena nyonya Gita sangat terampil untuk mengasuh kedua cucunya.
Tidak terasa malam kembali datang. Hal yang sangat ditakuti oleh Mecca, setiap malam dia begitu tersiksa dengan datangnya kesunyian setiap malam yang akan selalu mengingatkannya kepada suaminya
''Mas malam ini terang bulan ,dimana pun mas berada apakah mas tidak melihat cahaya bulan yang sama malam ini, biasnya kita melihat cahaya bulan di teras rumah kita sambil bercanda, Mecca akan menunggu mas kembali, Mecca akan setia untuk mu dan anak-anak kita'' gumam Mecca sambil membuka tirai di jendela kamarnya.
Sedangkan jauh di negara asing sana Arnav juga merasakan kerinduan yang begitu dalam, tapi dia tidak mengerti untuk siapa rindunya itu, dia berusaha untuk mengingat, tapi tetap saja dia tidak bisa mengingat semuanya, yang bisa dia bayangkan hanya wajah perempuan kecil berambut panjang yang selalu berada dalam pikirannya.
''Aku penasaran siapa wanita berambut panjang yang selalu muncul di benak ku. Apakah dia bagian dari hidupku.
Aku tidak merasa dekat dengan Enjelin, yang aku tau dia adalah sahabat Mayang, lagian aku tidak merasa tertarik kepadanya apa lagi menjalin hubungan dengan wanita itu. Aku tidak bisa mempercayai semua omongan yang keluar dari mulutnya. Yang harus aku percayai adalah hati ku sendiri karena hati tidak akan berbohong'' gumam Arnav
''Nav ayo makan,,, habis itu kamu minum obat mu ya honey'' kata Enjelin yang baru datang.
Arnav hanya bisa mematuhinya, Karana dia sadar hanya Enjelin yang bisa membantunya sekarang.
''Pirang apakah kau bisa mencarikan kerja untuk ku'' kata Arnav
''Tentu saja kau mau kerja apa?'' tanya Enjelin.
''Seperti biasa aku mau kembali menjadi model, atau aktor hanya itu kemampuan ku yang bisa aku ingat'' kata Arnav.
''Tentu saja, kapan kamu siap kita langsung tanda tangan kontrak, karena banyak stasiun televisi dan majalah yang menunggu kedatangan mu'' jawab Enjelin
''Apakah besok pagi kita sudah bisa mulai'' pinta Arnav
''Kamu yakin kalau kamu sudah baik-baik saja dan merasa siap '' jawab Enjelin.
''Aku sudah siap, aku merasa sudah sembuh'' jawab Arnav singkat.
''Setidaknya aku bisa keluar dari sini, aku tidak betah harus terkurung berlama-lama di rumah ini'' gumam Arnav dalam hati.
''Baik lah, tapi sekarang kamu harus terjun jadi model untuk majalah dewasa'' kata Enjelin lagi
__ADS_1
''Tidak masalah itu sudah terbiasa ku lakukan'' jawab Arnav lagi.
''Tapi kamu harus ingat kamu tidak boleh nakal dengan model-model wanita disana, mereka semua bukan wanita baik-baik mereka wanita murahan '' kata Enjelin lagi memperingatkan.
''Itu juga sudah biasa aku hadapi, termasuk yang mengaku-ngaku sebagai kekasih ku, itu tidak heran lagi untuk ku'' jawab Arnav seakan menyindir Enjelin.
''Ya sudah honey,,,, besok pagi-pagi kamu harus bersiap-siap''
kata Enjelin sambil meletakan tangannya di bahu Arnav dengan gaya yang menggoda.
Tidak terasa pagi juga sudah datang. Arnav juga sudah bersiap-siap dengan berpenampilan begitu tampan.
Dengan stelan jas berwarna hitam dan dasi yang sudah menempel di lehernya dengan rapi, semua pakaian itu sengaja di bawa Enjelin kemaren. Itu pakaian lama yang tersisa pada Enjelin saat Meraka hidup bersama dulu, pakaian yang lumayan banyak.
''Nav kamu tampan sekali, aku jadi khawatir mengajak mu kesana'' kata Enjelin yang juga sudah berpakaian serba ketat dan seksi.
''Bodoh! katanya kau kekasihku. harunya kau sudah terbiasa dengan penampilan ku seperti ini, dan kau juga tidak usah berlebihan'' ucap Arnav dengan sombong.
''Baik lah sekarang ayo berangkat, tapi habis pemotretan kita langsung ke hotel ya'' ucap Enjelin merayu.
''Ngapain ke hotel?'' tanya Arnav.
''Tidak! bukankah sudah aku katakan jangan berprilaku bodoh, aku tidak akan menyentuh mu sebelum aku mengingat sedikit tentang diri mu'' jawab Arnav membentak Enjelin.
''Nav kau masih tidak mempercayaiku'' ulas Enjelin lagi.
''Aku harus bersikap baik kepada perempuan ini sampai aku menanda tangani kontrak, setelah itu akan ku buang dia dari hidupku, lagian aku tidak begitu tertarik dengan tubuhnya'' gumam Arnav lagi.
''Bukan aku tidak mempercayaimu, aku hanya minta sedikit waktu, setelah itu kita bisa melakukan apa yang jadi kebiasaan kita untuk saling memuaskan, lagian siapa yang akan menolak untuk menghabiskan malam dengan wanita seperti mu'' kata Arnav sambil menunjuk bibir hingga ke kedua gunung kenyal Enjelin.
''Banaran,,, tapi aku maunya nanti habis pemotretan, aku sudah tidak tahan lagi dengan kelihaian mu'' pinta Enjelin merayu manja.
''Kau lupa aku tidak terbiasa mengulangi semua perkataan ku, dan aku tidak akan melakukan hal yang di tolak oleh hatiku. Ayo berangkat sekarang!'' kata Arnav sambil meninggalkan Enjelin sendiri.
Dengan berlari Enjelin menyusul langkah Arnav.
Setelah sampai di tempat tujuan. Arnav segera menanda tangani semua lembaran kontrak yang diberikan oleh seorang pria yang berpakaian seperti orang culun. Setelah selesai Arnav langsung menuju lokasi pemotretan, dia sangat gampang di terima kembali di sana, karena semua orang telah mengenal semua hasil pemotretan dan prestasinya, semua perusahaan yang pernah bekerja sama dengannya pasti akan mendapatkan keuntungan yang besar, berkat kelihaiannya dan karirnya yang sudah tidak di ragukan lagi.
__ADS_1
Dia langsung disandingkan dengan pendatang baru yang akan jadi pasangannya.
wanita itu bernama Reyna.
Reyna begitu gugup saat mengetahui kalau dia akan dipasangkan dengan pria tampan yang sudah banyak di kenal oleh kalangan selebriti.
Reyna juga memiliki paras yang cantik, dia juga mempunyai rambut panjang seperti rambut Mecca. Umurnya juga masih muda hanya dua tahun di atas Mecca, dia masih berumur dua puluh satu tahun, dia yang paling muda dan imut di antara semua model di sini.
Saat diperkenalkan dengan Arnav Reyna begitu terpesona dengan wajah tampan yang dimiliki Arnav, dia sulit mengalihkan pandangannya dari wajah tampan itu, walau lengan Arnav selalu di pegang kuat oleh Enjelin, tapi Reyna dia tidak begitu peduli dia tetap saja memandang Arnav dengan begitu intens.
Arnav yang terbiasa dengan keadaan seperti ini dia biasa saja.
Hanya satu yang membuat Arnav sedikit tertarik, yaitu rambut panjang Reyna yang membuat Arnav berpikir kalau Reyna yang selalu berada di bayangannya.
''Apakah wanita kecil ini yang terus terbayang oleh ku, apakah sebelum kecelakaan aku pernah menaruh hati dengannya, atau aku ada hubungan dengannya. Betul ini wanita yang selalu aku bayangkan, tapi kenapa aku tidak miliki getaran terhadapnya. Sepertinya aku harus mendekatinya mudah-mudahan aku cepat mengingat semua memori yang telah hilang ini'' gumam Arnav.
Saat mereka mulai mendekat, Reyna mulai memberanikan dirinya untuk berkenalan dengan Arnav.
''Halo kak kenalkan nama ku Reyna. Aku juga berasal dari Indonesia'' kata Reyna yang duluan menjulurkan tangannya, tanpa berpikir panjang Arnav segera menjabat tangan putih mulus itu.
''Halo saya Arnav'' jawab Arnav dingin dan singkat.
saat mereka bersalaman, Reyna tidak kunjung bisa melepaskan tangan kekar Arnav, dia seperti ingin menarik Arnav dari Enjelin.
''Permisi nona Reyna,,,bisakah anda melepaskan tangan saya'' kata Arnav. langsung membuat Reyna tersentak dia segera melepaskan tangan Arnav, bahkan Reyna tidak peduli dengan keberadaan Enjelin.
''Maaf kak saya hanya gugup'' jawab Reyna, setelah tangan itu lepas Enjelin segera mengambil tissue untuk menghapus telapak tangan Arnav dengan pandangan kebencian terhadap Reyna.
''Dasar ganjen'' kata Enjelin bersuara kecil kepada Reyna.
Sedangkan Arnav masih mengamati Reyna dengan penuh pertanyaan di hatinya.
''dia memang perempuan kecil berambut panjang, tapi dia bukan orang yang sama, aku tidak memiliki kontak sedikitpun dengan perempuan ini, siapa yang sebenarnya yang aku cari'' gumam Arnav lagi.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......