Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
mempertemukan Mecca dan enjelin


__ADS_3

di kamar mandi Mecca kembali merasa kebingungan


'' mas Mecca gk ngerti cara mandinya, Mecca mau pakai gayung aja apakah disini ada gayung '' tanya Mecca kepada arnav


'' jangan bikin aku jantungan sepagi ini '' dengan cepat arnav memasuki kamar mandi menunjukan setiap fungsi tombol yang berada di kamar mandi itu


setelah arnav keluar dari kamar mandi, Mecca kembali melanjutkan ritual mandinya setelah dia rapi, dia membimbing langkahnya memberanikan diri menuju kelantai bawah


disana dia merasa gugup kerena disana sudah ada keluarga arnav menunggunya di meja makan untuk sarapan pagi


'' pagi menantu papa'' ucap tuan Andi menyapa Mecca yang baru datang


'' pagi pa'' jawabnya singkat


'' ayo duduk disini kita akan sarapan bersama'' ajakan papa mertuanya untuk duduk di kursi yang sudah di tunjuk nya


semua orang di sana hanya diam dan memperhatikan secara dekat anggota baru di rumah mewah itu


'' Mecca mana arnav '' tanya nyonya Gita angkat bicara karena suaminya sudah memberi kode marah kepadanya


'' mas arnav masih mandi ma'' jawabnya sopan


'' kakak ipar, seharusnya kau bereskan dulu keperluan suamimu baru kau kesini '' ucap Melisa sinis


'' maaf kak, tadi mas arnav bilang kalau Mecca harus kebawah duluan '' jawabnya singkat


tak lama setelah itu datang arnav menyusul kemeja makan, dia segera mengambil posisi di kursi sebelah istrinya, dia sengaja karena dia tau kalau istrinya itu pasti akan gugup kalau harus berhadapan dengan mama, dan saudarinya secara langsung


'' pagi pa, ma'' sapa pria tampan itu sambil mengambil sepotong roti untuknya


semua orang sudah mengambil sarapannya masing-masing, kecuali mecca yang bingung karena dia melihat kalau di atas meja hanya ada makanan asing baginya


lagian kalau di rumahnya dia jarang sarapan kecuali dipaksa oleh ibunya


melihat istrinya yang bingung, arnav segera mengambil inisiatif memberikan roti yang di piringnya yang sudah di olesi selai strawberry miliknya tadi kedalam piring mecca.


kembali lagi dia mengambil roti untuk dirinya sendiri


melihat kelakuan putranya nyonya Gita dan kedua adiknya menghentikan sarapannya sejenak.


'' nav sejak kapan suami melayani istri '' tanya nyonya Gita

__ADS_1


'' benar mah dunia sudah terbalik '' ucapan Mela yang heran melihat tingkah kakak nya


sedangkan papanya hanya tersenyum menyaksikan putra dan menantunya itu


''udah lah jangan banyak bicara gk baik banyak bicara ketika makan '' ucap arnav mengalihkan topik


setelah semua selasai sarapan Mecca mencoba membantu mbok Yem membersihkan piring kotor di atas Maja


'' nak, biarkan saja bi iyem yang bereskan '' ucap tuan Andi melarang menantunya


'' biarin aja pa, yang penting kakak ipar ikhlas mengerjakan tugas rumah ini, kan kakak ipar juga sudah terbiasa kerja seperti itu di rumah nya '' ucap Mela seperti ada arti dibalik kata anak bungsunya itu


seakan gk mau berdebat di depan menantunya tuan Andi segera meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya.


'' ca tinggalkan semua piring itu biarkan bi Iyem yang mengerjakan semua, kau siap-siap sekarang kita akan keluar '' ucap suaminya itu


'' kamu mau kemana nav, kenapa harus bawa dia bukanya kamu gk mau kalau ada yang tau kalau kau sudah menikah'' tanya nyonya Gita


''' cuma mau mencari pakaian buat dia mah arnav juga gk berdua aja kok, arnav bawa teman juga


'' memang dia gk bawa pakaian kesini'' tanya nyonya Gita lagi


'' bawa sih mah, tapi mama paham ajalah pakaian macam apa yang dia punya'' jawab pria itu mengejek istrinya sendiri


mendengarkan omongan keluarga sombong ini membuat hati Mecca terasa perih


Oya kakak ipar kau kan gk mempunyai baju untuk pergi, gimana kalau pakai aja baju ku, aku masih banyak baju bekas yang gk ku pakai'' kata adik bungsu arnav itu memberi pinjaman tapi masih sakit kalau di cermati


'' gk usah aku masih bisa membelikan pakaian untuk dia makasih '' ucapan arnav sontak membuat semua keluarganya heran


hati arnav begitu sakit mendengarkan baju bekas yang di katakan adiknya


'' nav maksud adik mu hanya sementara aja, kok kamu yang jadi sensitif sih '' ucapan nyonya Gita


Tidak tinggal diam Mella langsung menyerat tangan Mecca untuk ikut kedalam kamarnya, arnav yang melihat hanya diam saja.


setelah di dalam kamar, Mella mengeluarkan baju yang cocok di pakai Mecca untuk pergi sama arnav


'' coba yang ini kak pasti kamu akan terlihat cantik '' ucapnya sambil memberikan baju warna biru putih kepada mecca


'' ayo coba disini aja, kalau gk cocok biar aku cariin yang lain '' menyuruh Mecca Menganti pakaiannya di ruang ganti miliknya

__ADS_1


setelah Mecca mengenakan pakaian yang di berikan Mella dia segera keluar dari ruang ganti adik iparnya itu


'' wah ini cocok sekali dengan mu, ya udah kau pakai ini aja, ayo aku pinjamkan sepatunya sekalian '' sambil membuka lemari yang berjejeran sepatu miliknya sendiri udah seperti di toko sepatu


setelah semuanya di dikenakan perempuan cantik itu, Mella juga membantu merias wajah kakak iparnya secantik mungkin


setelah semuanya selasai.


'' wah Banaran gadis ini sangat cantik sekali, dia beruntung mempunyai wajah seperti tuan putri bak di dongeng '' Mella berdecak kagum di dalam hatinya


ayo jangan biarkan kakak menunggu lama nanti dia akan marah kepada mu'' ucap Mela menarik tangan Mecca supaya bergegas menemui kakaknya


setelah Mecca keluar dari kamar Mella, dia langsung menemui arnav



''kau '' arnav terdiam melihat penampilan istrinya yang sangat cantik memakai dress milik adiknya.


'' udah lah ayo pergi '' ucap arnav sambil memalingkan pandanganya


''mas aku risih pakai baju terbuka seperti ini'' ucapnya menghentikan langkahnya


'' itu lumayan untuk mu '' nanti aku belikan baju yang cocok buat anak kecil seperti mu ''


langkah arnav sangat cepat menuju mobil sport merah miliknya itu


karena dia sudah di tunggu seseorang untuk menemaninya berbelanja


setelah mereka sampai di pusat perbelanjaan arnav terdiam di dalam mobil yang sudah terparkir, mencoba memberi tahu macca kalau dia tidak hanya berdua tapi juga dengan kekasihnya, yang sedari tadi menunggu kedatangannya, kerena mereka sudah berjanji lewat wa untuk bertemu di sini


'' macca sebelumnya aku mau memberi tau mu kalau kita tidak berdua saja, aku juga mengajak enjelin perempuan yang sering ku telpon itu apakah kau keberatan'' mencoba memberi pengertian kepada gadis kecil itu


'' dia kekasih mas ya? , baik mas kalau mas bahagia Mecca juga ikut senang, karena memang Mecca dan mas bukan siapa-siapa salain suami istri di atas kertas.


'' baguslah kalau kau mengerti cobalah buat dirimu senyaman mungkin, kau jangan pernah jalan sendirian kau harus selalu mengikuti ku ''


'' baik mas'' ucapannya yang menganggap semuanya baik-baik saja padahal di hatinya begitu hancur


* bersambung*


dalam menulis Bab ini author jadi terbawa suasana betapa jahatnya arnav ini mungkin di bab selanjutnya author akan mulai menulis jeritan hati Mecca

__ADS_1


*********


hei para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang unthor bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur


__ADS_2