
setelah menikmati somay dipinggir jalan, suami istri itu kembali ke mobil menuju tempat penjual perhiasan, yang sangat terkenal, dan juga memiliki harga yang sangat mahal.
'' mas kita mau kemana lagi'' kata gadis itu bertanya kepada suaminya,
''kau akan ku bawa ketempat yang sangat disukai semua wanita, tunggu aja kau pasti suka'' ucapnya sambil mengemudi mobil sport merah miliknya.
Mecca hanya menurut saja, dan masih bingung tempat yang di maksud suaminya itu.
setelah lama berkemudi, dia segera memarkirkan mobilnya tepat di samping toko perhiasan yang terkenal.
'' ayo turun'' katanya kepada istri kecilnya itu. mecca turun dari mobil dan melihat kearah bangunan yang tidak terlalu besar, walaupun bangunan itu tidak begitu besar, kalau di lihat dari luar, bangunan itu sangat berkilau dan mewah.
'' ayo kau jangan mematung seperti itu, belum juga masuk kau sudah sangat mengagumi tempat ini, apa lagi kalau sudah sampai di dalam, benar saja semua wanita itu sama '' kata arnav yang melangkah terlebih dahulu, seperti biasa Mecca selalu jalan di belakang suaminya
'' selamat datang tuan muda '' sapa seorang lelaki yang berbadan besar dan tegap, sambil membungkukkan badannya, dia adalah seorang penjaga pintu masuk toko ini
'' makasih'' ucap arnav datar, dipintu berikutnya ada lagi seorang lelaki dan perempuan yang menyambut kedatangan nya, Tampa menyapa hanya menundukkan badannya saja.
tetu saja semua orang begitu menghormatinya, dia penanam saham yang besar di toko ini, tapi keluarganya tidak ada yang tau tentang toko ini, selama di luar negri, dia mendapat banyak kontrak sebagai model dan aktor, dari hasil itu dia main saham di tanah kelahirannya, dia bisa memantau semua bisnisnya dari jauh, dan dia juga mempunyai orang kepercayaan yaitu, boytik.
lelaki separo cantik, dia adalah orang kepercayaan arnav, dia begitu setia kepada bosnya, walau bosnya sangat jauh, boytik ini sangat bisa dihandal kan untuk mengurus semua bisnisnya, dia juga kepala toko di sini yang mengatur segalanya.
'' hello,, tuan muda ku yang tampan, aku sangat merindukan mu'' sapaan seorang lelaki separoh cantik dengan lipstik yang sangat tebal.
'' selangkah lagi kau mendekat kepada ku, habis kau'' kata arnav dengan pandangan elangnya.
'' tuan muda gitu amat, Ama tikah '' ucapnya sambil melirik perempuan yang dibawa tuan mudanya.
'' tuan muda, siapa? gadis cantik yang kau bawa ini, apakah dia koleksi baru mu'' tanya boytik melirik kearah Mecca dengan suara kecil.
'' diam kau, kalau kau mau tau siapa dia, tanyakan sendiri kepadanya, siapa aku baginya'' jawab arnav yang melirik pada gadis cantik di sampingnya
'' halo cantik, kenalin aku boytik'ah panggil aja aku mbak tikah, Oya aku begitu iri dengan wajah dan rambut mu ini, maaf, aku boleh menyentuh rambut indah mu ini'' tanya Tika yang mau membelai rambut panjang gadis itu.
__ADS_1
'' boy!! hentikan, siapa yang memberi mu hak untuk menyentuh perempuan itu'' suara arnav menggelegar melarang boytik untuk menyentuh istrinya, baginya walaupun boytik separoh, tetap saja dia lelaki, itu menurut arnav.
'' boy, tunjukan pada ku perhiasan yang paling mahal, dan terbaru di sini'' ucapnya kepada kepala toko itu
'' oke tuan muda ku'' ucap boytik membuka perhiasan kalung satu set dengan cincin, dan gelangnya.
'' aku gk mau, itu terlalu norak, cariin aku cincin berlian yang simpel, tapi harga yang paling mahal '' ucap arnav
sedangkan Mecca memilih duduk di kursi tamu ruangan itu, dia tidak berminat sama sekali,
arnav yang melihat reaksi istri kecilnya heran dan tidak menduga, ada seorang perempuan tidak suka perhiasan.
'' sepertinya dia tidak tertarik dengan perhiasan, dia beda dari perempuan yang pernah ku bawa kesini''
'' hei, kenapa kau malah duduk disana, ayo kesini bantu aku milih sesuatu buat enjelin '' kata pria itu Tampa rasa bersalah memanasi perempuan kecil itu
mecca langsung berdiri dari duduknya, menuju arnav yang lagi memilih perhiasan
'' tapi mas'' ucap gadis itu hampir meneteskan air mata mendengar permintaan suaminya''
'' kenapa wajah mu jadi murung seperti itu, apakah? semuanya baik-baik saja'' tanya arnav berpura-pura tidak tahu dengan ekspresikan wajah istrinya.
gadis itu hanya diam, dan membuka cincinya begitu saja
'' mas gimana kalau ku katakan kalau aku tidak baik-baik saja, apakah kau mau menghentikan semua ini'' gumaman gadis itu dalam hati
'' nah gitu dong, kau memang adik yang baik, tolong cobain ini '' kata arnav setelah cincin kawin mereka itu di copot oleh istrinya, dia langsung memberikan cincin yang lain untuk dicoba di jari gadis itu
setelah Mecca memakai cincin berlian itu, arnav melihat raut wajah yang mendung diwajah istrinya.
'' boy aku mau yang ini aja'' ucap arnav menunjuk kearah jari milik istrinya
'' baik tuan muda'' jawab boytik bergegas mempersiapkan cincin itu, untuk bosnya
__ADS_1
'' kau mau apa, pilih aja yang kau suka, anggap itu hadiah karena kau telah membantuku mencari hadiah buat enjelin.
''makasih mas, Mecca gk mau apa-apa'' jawab gadis itu kembali memasang cincin kawin mereka.
'' seandainya mas tau isi hati ku, aku gk butuh semua ini mas'' gumamnya lagi dalam hati
'' hei, kenapa dari tadi ku perhatikan kau banyak melamun, ada apa dengan mu'' tanya pria itu lagi.
''gk apa-apa mas, mas Mecca boleh nanya gk '' kata gadis itu, dia mengumpulkan banyak keberanian untuk bertanya kepada pria tampan di hadapannya.
'' ya tanyakan saja'' jawab arnav
'' mas mau melamar mbak enjelin pakai cincin itu??'' tanya Mecca dengan gugup
''aku tidak perlu menjawab pertanyaan mu itu, seharusnya kau sudah paham maksud seorang pria memberi cincin kepada seorang wanita'' jawab arnav santai
'' setelah mendengar jawaban suaminya, rasanya dia ingin menumpahkan seluruh air matanya di ruangan ini, tapi dia masih menahan sampai dia mencari tempat yang tepat untuk menangis.
''mas, sebelum pulang Mecca mau ke toilet dulu boleh'' ucapnya sambil menundukkan kepalanya
'' tentu saja, tapi Banaran kau gk mau apa-apa
'' gk mas, Mecca hanya mau toilet habis itu kita langsung pulang '' jawabnya lagi sambil berjalan menuju toilet
setelah kepergian istrinya, sebenarnya dia juga merasa gk tega melihat raut wajah istrinya, dan lagi-lagi dia merasakan luka didalam dada bidang itu, dia kembali menekan dadanya, tapi kali ini dia sedikit tersenyum puas melihat kecemburuan istri kecilnya itu, dia tau di dalam sana istrinya pasti merasakan sakit yang sama seperti yang dirasakannya
benar saja setibanya di dalam toilet, gadis itu melihat pantulan wajahnya di cermin, dan memandang jari manisnya, dia merasakan sangat sakit dan air matanya kembali menetes melihat cincin yang tersemat di jari manisnya itu.
'' mas kau jahat, teganya kau menyuruh ku membuka cincin kawin kita, demi mencoba cincin tunangan kalian, benar kata mu mas, aku pengecut dan tidak bisa menolak yang tidak aku mau, aku hanya bisa menangis '' katanya sambil mencuci mukanya, agar saat dia keluar arnav tidak mengetahui kalau dia habis menangis.
*bersambung*
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...
__ADS_1