
matahari mulai kembali menampakan keberadaanya, di iringi hiruk pikuk semua makhluk yang akan memulai aktifitas mereka
begitu juga dengan dua suami istri yang tertidur terpisah ini
tak seperti biasanya arnav lebih dulu terbangun dari tidurnya pria itu mulai meregangkan tubuhnya,
Tampa disadarinya kalau semalam jari-jari nya tertidur dengan memainkan rambut panjang istri yang selalu di mandikan dengan air mata
dengan berlahan dia melepaskan gulungan rambut panjang itu di jari telunjuknya nya
'' untung saja aku terbangun duluan '' gumamnya dalam hati tapi belum selesai dia melepaskan rambut panjang perempuan cantik itu, tapi perempuan itu terbangun dan mulai menggeliat dengan kaget arnav mengambil posisi telungkup lagi dan pura-pura tidur
'' mas ini kebiasaan '' gerutunya pelan tapi masih terdengar oleh suaminya yang pura-pura tidur itu
seperti biasa dia melepaskan gulungan itu dan kembali membereskan karpet alas tidurnya itu setelah beres-beres dia meninggalkan kamar itu dan menuju kamar mandi
sedangkan di kamar arnav terbangun dari kepura-puraan nya
'' masa sih setiap malam aku memainkan rambutnya kok aku gk sadar ya '' sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal
setelah bersih bersih seperti biasa Mecca kembali membantu ibu mencuci piring sampai membersihkan rumah, setelah semuanya siap sekarang dia menuju kamarnya dengan pelan takut membangunkan suaminya, setelah di kamar dia tidak melihat arnav samasekali
'' kemana dia sepagi ini tumben dia bangun
pagi '' gumam Mecca
memang saat istrinya mandi dia berencana untuk lari pagi menikmati udara di sekeliling kampung serasa badannya sudah cukup mengeluarkan keringat dia kembali ke rumah mertuanya
sedangkan di rumah, Mecca sudah bersiap siap untuk kembali bekerja setelah tiga hari dia minta ijin
'' ca apa kamu masih bekerja nak '' tanya ibu
'' masih Bu Mecca gk enak baru aja masuk kerja Masa langsung minta berhenti Bu '' jawabnya dengan santai
'' menurut ibu segeralah kau pikirkan rencana kuliah mu nak '' ujar ibu lagi
'' ibu tapi mas arnav belum membahas tentang itu dengan Mecca Bu, Mecca kan gk tau dimana tempat yang bagus bu'' jawabnya memberi alasan sambil memonyongkan bibirnya
__ADS_1
Tampa disadarinya kalau arnav telah datang dan mendengar pembicaraan ibu dan anak itu
'' eh nak arnav gimana lari paginya apakah nak arnav menikmati suasana pagi di kampung ini'' tanya ibu menoleh ke pintu masuk rumahnya
'' sangat bagus dan udara yang sangat asri Bu'' jawabnya
'' ayo sarapan dulu nak tadi ibu bikinin kamu nasi kuning dan telor dadar ''
'' bentar Bu aku mau bersih bersih dulu '' melangkah meninggalkan ruangan itu dan menuju kamar mandi
'' Bu tadi Mecca gk sempat mencuci baju mas arnav tapi udah Mecca rendam nanti sepulang kerja macca cuci semua ya Bu '' berbicara kecil sambil melirik ke punggung arnav
'' nanti biar ibu yang mencuci pakaian nak arnav'' jawab ibu
'' gk Bu ibu gak boleh terlalu capek lagian dia bukan anak ibu kenapa ibu yang harus mencuci pakaiannya ''
'' sssst jangan ngomong gitu semenjak dia jadi suami kamu semenjak itu pula dia jadi anak ibu lagian pakaianya gk ada yang kotor malahan kalau ibu perhatiin semua bajunya wangi-wangi walaupun itu baju habis dipakainya malahan lebih wangi baju yang belum di cuci dari ntar siap di cuci '' penjelasan ibu tersenyum malu
'' pokok nya jangan ibu yang cuci keenakan dianya nanti, emang dia pernah menganggap ibu ''
'' sayang ibu menyayanginya karena dia sangat sopan dan pemurah kamu tau gk kemaren dia memberi ibu uang dengan jumlah banyak kalau gk salah kira kira ada 20 jutaan, katanya itu uang bulanan keperluan kamu dan ibu tapi ibu udah menyimpannya di bank '' menjelaskan panjang lebar
'' iya itu mangkanya menurut ibu kamu gk usah kerja lagi''
'' gk Bu kita gk boleh hidup dari belas kasih orang lain Mecca mau kita hidup Dengan kemampuan kita sendiri jawab Mecca
'' apa maksud kamu berbicara seperti itu '' kata arnav yang tiba-tiba berada di belakang sambil menarik kursi makan
'' maaf mas '' jawab gadis cantik itu
'' menurutku kamu gk usah kerja lagi, apa kamu tidak berniat untuk kuliah '' tanya arnav sambil meraih Setu sendok nasi kuning
'' aku gk mau meninggalkan ibu mas'' jawab Mecca
''yasudah terserah kamu aja tapi jangan lama lama menunda, lagian ibu bisa bersamaku sedangkan kamu bisa tinggal dengan mama dan papa '' jawabnya lagi
'' menurut ibu itu ide yang bagus nak lagian itu jarak yang dekat, kamu bisa saja pulang kalau kamu rindu rumah lagian kalau kamu udah hamil duluan nanti tambah lama kamu menundanya'' ulas ibu
__ADS_1
'' apa Bu Mecca hamil '' dengan sangat kaget dia mendengar pembicaraan ibunya sampai-sampai air di mulutnya juga ikut meloncat keluar
''iya orang menikah itu salah satu tujuannya menambah keturunan nak'' ibu menjelaskan dengan sabar penuh penekanan
sedangkan arnav menghentikan suapan nya melirik kearah Mecca sambil mengedipkan sebelah matanya dengan niat menakuti mecca
'' Bu ibu jangan ngomong hamil Mecca takut lagian mecca gk kuat membawa perut sebesar itu kerja'' jawabnya sambil merengek dan sangat memperlihatkan sisi kekanak-kanakannya
'' dasar anak-anak mana mungkin aku menghamili mu'' gumaman arnav dalam hati
''bu Mecca berangkat duluan ya Bu '' pamitnya dengan mencium pipi ibunya ''
''ya hati-hati di jalan dan bilang sama memang ojek jangan ngebut'' titah ibu
'' baik bu'' jawabnya singkat
''mas Mecca duluan sambil melanjutkan langkahnya menuju pintu
'' macca apa begitu cara mu berpamitan setiap hari pada suami mu, ayo ulangi lagi dan bersalaman cium tangan ya yang sopan '' titah ibu
''ibuuu''' dengan manyun sembari mendekat ke tempat duduk arnav
'' mas Mecca berangkat'' sambil mengulurkan tangannya ke tangan arnav bersalaman dan mencium punggung tangan suami nya itu begitu juga arnav dengan cepat dia mencium pucuk rambut istrinya
''mas!!!'' dengan berteriak
" ibu lihat, dia tidak sopan Bu '' mengadu ke ibunya
'' mmm memang seharusnya'' jawab ibu sambil melototi anak kecilnya itu
''yaudah Mecca berangkat ya '' sembari meninggalkan rumahnya dan menaiki ojek ketempat kerjanya itu .
sedangkan di rumah arnav juga sudah siap menyelesaikan proyek setengah jadi itu
''nak arnav maafkan atas keluguan Mecca ya ''
''gk apa-apa bu namanya aja masih anak-anak''
__ADS_1
jawab arnav sembari berpamitan menyalami ibu mertuanya itu
**mohon maaf ya sayang mungkin banyak kesalahan saat author menulis mohon di maafkan dan di maklumi ya sampai jumpa daa 😘