Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Akhirnya,,,,,,


__ADS_3

Setelah puas Arnav melampiaskan semua kemarahannya, dia kembali melajukan mobilnya pulang kerumah besar.


Ditengah perjalanan dia mendapat panggilan dari viki paman Reyna.


Meminta Arnav untuk menemani Reyna di rumahnya, kerena Reyna baru saja di bawa pulang dan dirawat di rumah.


Segera Arnav melajukan mobilnya kerumah keluarga Reyna.


Sebenarnya Arnav melakukan itu dengan berat hati, dia hanya memikirkan keselamatan Mecca, dia takut kalau dia tidak mengikuti keinginan paman Reyna.


Mecca akan berada dalam masalah. Belakangan ini Reyna dan keluarganya selalu mengancam kalau Arnav tidak menurut maka Mecca akan membayar semuanya.


Sedangkan Mecca telah sampai di rumahnya dengan perasaan yang begitu hancur, tapi dia sama sekali tidak memperlihatkan kepada kedua buah hatinya, dia berusaha untuk tegar.


''Akak dah ulang'' kata Arav sambil berlari mengejar Mecca yang buru muncul di pintu.


''Sayang kamu jangan lari-larian terus,,, nanti kamu jatuh nak.


Kamu belum terlalu pas untuk berlari dengan kencang'' kata Mecca sambil mengendong anak lelakinya. itu.


''Mi,,,,'' terdengar suara kecil Ara yang juga menyapanya dalam gendongan Mella.


''Sayang maaf ya nak, mami meningkankalian yang masih tertidur tadi'' ulas Mecca mendekati anak perempuannya itu.


Setelah kedua anak kecil itu berada dalam pelukannya. Mecca kembali melepas pelukannya dari Arav dia menatap lekat wajah Arav dengan cukup lama, kerena antara kedua anaknya yang paling mirip sama Arnav adalah Arav. Mecca merasa orang yang di tatapnya saat ini adalah Arnav.


Setelah menatap wajah anak laki-lakinya itu Mecca kembali mencium rambut Arav sambil menangis.


''Sayang kembalilah jangan tinggalkan kami'' Kata Mecca berbisik ditelinga Arav.


''Akak,,,'' segera Arav menarik rambut Mecca untuk melihat wajah wanita cantik itu, mungkin anak kecil itu merasa sedih saat bisikan itu terdengar ditelinganya.


''Kaka ipar udahlah aku tau permasalahanya sekarang, tapi jangan di depan anak-anak kasihan mereka melihat mu seperti ini'' kata Mella.


''Iya kak. Mecca tau Mecca adalah orang tua tunggal sekarang, jadi Mecca harus kuat.


Kak, ayo kita kerumah besar. Mecca mau menemui papa dan mama''pinta Mecca.


''Baiklah'' segera Mella mengambil kunci mobilnya dan mengendong Ara.


Mecca dan Arav juga mengikuti Mella dari belakang.


Sedangkan Arnav baru saja sampai di rumah keluarga Reyna. Dia segera masuk tanpa permisi karena hanya Reyna yang berada di rumah itu sekarang.


''Kak Arnav,,,, Perempuan yang berada di atas kursi roda itu tersenyum lebar melihat kedatangan Arnav.


''Gimana kabar mu hari ini'' sapa Arnav.


''Kurang baik kak, karena tante sama keluarganya menghadiri pesta, jadi aku tinggal sendiri di rumah, tapi sekarang aku udah senang lagi karena calon suamiku punya banyak waktu dan sangat perhatian pada ku'' ulas Reyna


''Kak ayo ketaman belakang'' pinta reyna.


Arnav mengikuti saja keinginan Reyna.


Mendorong kursi rodanya, dia melakukan itu agar dia bisa cepat pergi dari rumah keluarga Reyna.


Sesampainya di taman belakang. Reyna segera menarik Arnav agar mendekatinya, kerena dari kemaren keinginan Reyna belum terpenuhi yaitu mencium bibir Arnav.


''Maaf Reyna aku belum bisa'' tolak Arnav secara halus.

__ADS_1


''Gak apa-apa kak, sebentar lagi kita akan jadi suami istri, jadi kakak tidak bisa menolak apapun kemauanku'' Ucap Reyna dengan wajah yang tidak tau malunya.


''Apakah kakak udah mempersiapkan semua yang kita butuhkan di sana?'' tanya Reyna untuk menetralkan suasana di antara mereka.


''Aku udah mempersiapkan semuanya'' jawab Arnav dengan wajah yang membosankan.


''Aku juga udah mempersiapkan semuanya, termasuk mempersiapkan diriku jadi istri sekaligus ibu dari anak-anak kita'' ulas Reyna.


Arnav tidak menjawab sama sekali. Dia seolah tidak mendengar apapun yang dikatakan Reyna, karena cuma badannya yang berada di sana, tapi pikirannya berada di rumah dengan anak dan istrinya.


''Reyna apakah aku bisa pergi sekarang'' kata Arnav.


''Kok kakak sebentar aja,,,, Kalau kakak pergi jadi aku sama siapa di sini'' ucap Reyna.


Arnav tidak menjawabnya sama sekali. Cukup mimik wajah dan tatapannya yang sudah terlihat agak emosi yang menjawab semuanya.


Reyna segera memahami kalau Arnav benar-benar sudah bad mood berada di sana.


''Ya udah. kalau kakak mau pergi, tapi anterin lagi aku ke kamar ya,,, aku mau tidur tiduran aja di sana '' pinta Reyna.


''ya'' jawab Arnav singkat. Dia benar-benar memperlihatkan sikap yang tidak tulus sama sekali pada Reyna.


''Sesampainya di dalam kamar. Segera Arnav mengendong Reyna.


Dalam pelukan Arnav Reyna tersenyum licik, kalau senjata yang tadi tidak ampuh, maka dia mempunyai senjata lain yang ingin diluncurkannya saat ini.


Saat Arnav menurunkan Reyna ke atas ranjang, segera Reyna meraih leher Arnav dan sedikit membusungkan dadanya agar Arnav tertarik pada belahan buah dada yang terbuka itu.


Reyna sengaja memakai pakaian seksi agar Arnav tergoda untuk mencicipinya, melihat tidak ada penolakan dari Arnav. Segera Reyna mencium leher Arnav, karena reyna sangat berpengalaman jadi dia tau kelemahan semua lelaki.


Arnav hanya mengikuti saja permainan Reyna tanpa penolakan sedikitpun.


Dia segera membuka kancing kemeja yang di pakai Arnav sambil membelai rambut Arnav dengan gerakan ularnya di atas ranjang, dengan posisi Arnav menindihnya.


Setelah kancing itu terbuka separoh. Reyna Mandang keseluruhan dada bidang dan perut sixpack milik Arnav.


''Wow ini keras sekali'' gumam Reyna memandang kagum pada tubuh Arnav. Dia ingin segera merabanya.


''Stop!!! Aku heran betapa tidak tau malunya kau ya,,,, Udah berapa kali aku tolak semejak kita di luar negri, sampai saat ini, tapi kau terlalu rendahan.


Aku sangat hafal dengan perempuan macam dirimu ini, kau yang terbiasa di belai makanya kau tak tahan untukku balai juga. Mungkin umurmu saja yang masih kecil, tapi kau sangat berpengalaman tentang ini.


Kau sangat jauh beda dari istriku yang menjunjung tinggi harga dirinya. Walau kami sudah suami istri dia jarang untuk memperlihatkan kalau dia menginginkannya, tidak seperti mu.


Bahkan aku yang memulai duluan dan berusaha merayunya sebisaku.


Baru dia mau memperlihatkannya pada ku, karena dia wanita pemalu tidak seperti mu yang tidak tau malu'' kata-kata kasar itu spontan keluar dari mulut Arnav tanpa sedikitpun di tahanya.


''sebentar lagi kita juga akan menikah, jadi buat apa aku malu sama calon suamiku sendiri'' balas Reyna yang tak mau kalah.


''Asalkan kau tau.... tubuh yang barusan kau lihat, udah ada pemiliknya, jadi kau jangan berharap untuk bisa memilikinya juga. Tanggung jawabku hanya untuk menikahi mu, tapi tidak untuk memuaskan mu.


Jangan berpikir terlalu jauh apalagi akan memiliki anak-anak dari ku. Wanita yang pantas mengandung anakku hanya Mecca wanita baik-baik.


Dia yang berhak menjamah membelai dan memiliki setiap jengkal tubuhku ini'' kata Arnav kembali mengeluarkan kata-kata pedasnya.


''Jadi buat apa pernikahan ini?'' ulas Reyna yang tak kalah emosi mendengar ucapan Arnav.


''Hanya untuk tanggung jawab.

__ADS_1


Tapi ingat kalau kau berani mengadukan semua ucapanku ini pada keluarga mu. Aku Arnav Sanjaya bersumpah akan membuatmu menyesal seumur hidupmu, karena keluargamu tidak akan selalu berada di dekatmu. Contohnya seperti sekarang mereka tega meninggalkan gadis lumpuh hanya demi berpesta.


Aku bisa berbuat apa saja, atau aku harus membawakan preman jalanan untuk menjamah mu dan membuatkan videonya'' kata Arnav dengan nada mengancam.


''Kak kau'' hanya itu yang keluar dari mulut Reyna.


''Ya inilah aku yang sebenarnya.


Apakah kau heran dan tak percaya setelah melihat sisi buruk ku, jadi yang harus kau siapkan adalah mental mu untuk menghadapi semua kenyataan ini''


Reyna seakan tidak mengenal orang yang berada di hadapannya ini. Arnav yang biasanya selalu bersahabat, kini berubah jadi zombie yang menakutkan, tapi bukan Reyna namanya kalau menyerah pada sikap Arnav ini.


Dia menganggap ini sebagai tantangan walau ada rasa takut yang begitu besar.


''Ting tong'' terdengar bunyi benda mendengking dari pintu. Pertanda ada seseorang yang datang kerumah itu.


''Reyna sayang. Kau dimana,,,,,'' kata tante Reyna yang baru pulang dari pesta.


''Ya Tan. Aku disini sama kak arnav'' jawab Reyna seakan tidak ada masalah, dia sebenarnya juga takut mendengar ancaman Arnav padanya tadi.


''Baguslah kau mau datang menemani Reyna. Apakah kau menjaganya dengan baik'' tanya wanita berambut pirang itu pada Arnav.


''Ya tentu saja tan. Aku menjaga keponakan anda dengan baik.Silahkan periksa, takut ada yang kurang pada Reyna'' kata Arnav tersenyum jahat pada Reyna.


...****************...


Dirumah mewah sanjaya.


Mecca langsung mencari keberadaan mertuanya, dia ingin mengatakan pada mertuanya kalau dia ingin kembali ke kampung bersama dengan anak-anaknya.


''Ma,,,,'' segera Mecca memeluk wanita paruh baya itu dengan linangan air mata.


''Ada apa nak?''


''Mah apakah Mecca bisa meminta sesuatu untuk terakhir kalinya sebagai menantu mama''


''Sayang jangan bicara seperti itu nak. Kau adalah anak mama''


''Mah kalau begitu tolong ijinkan Mecca pulang ke kampung bersama anak-anak. Mecca tidak bisa lagi tinggal disini karena mas Arnav telah selingkuh, dan ingin menikahi selingkuhannya itu'' kata Mecca sambil bersimpuh.


''Gak! kau tidak bisa pergi. Apapun yang terjadi kau harus tetap di sini. Mama tidak ingin kehilanganmu dan cucu mama''


''Ma Mecca mohon m,,,,Mecca tidak bisa melihat mas Arnav menikah perempuan lain''


''Ca mama mohon jangan pergi '' pinta nyonya Gita.


''Kalau mama benar-benar menganggap Mecca seperti anak mama sendiri. Apakah hati mama tidak sakit melihat Mecca terus disakiti seperti ini Ma.


Mecca mohon maaf walaupun mama tidak mengijinkan Mecca pulang, Mecca akan tetap pulang '' kata Mecca sambil berdiri mengambil kedua anaknya.


''Gak kakak ipar!! kau tidak boleh pergi, kalau kau pergi.


Percuma aja kakak mengorbankan dirinya untukmu, agar kau tidak menekam di penjara.


Asalkan kau tau dia menikahi Reyna di bawah ancaman keluarga Reyna. Kerena orang yang kau tabrak itu adalah Reyna. sekarang dia lumpuh '' kata Mella yang sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan Mecca. yang ingin pergi dan menganggap Arnav berselingkuh.


*bersambung*


hai 🤗🤗🤗🤗 kakak yang baik. Apakah boleh author minta

__ADS_1


Tolong....😃😃😃 tinggalkan komentarnya dong....🙏🙏🙏


__ADS_2