Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Mecca menghilang


__ADS_3

ditengah pertengkaran mereka, Mecca yang mendengar jelas setiap ucapan yang keluar dari mulut mereka, jantungnya terpompa dengan cepat, dia merasa tidak kuat dengan semua yang didengarnya, Tanpa mereka sadari gadis cantik itu melarikan diri dari apartemen enjelin, dia berlari dengan cepat, agar kepergiannya tidak diketahui oleh sepasang kekasih yang lagi bertengkar hebat itu.


''mas arnav, mbak enjelin, maafkan Mecca. gara-gara Mecca pernikahan kalian jadi retak, sungguh Mecca tidak sengaja mbak enjelin, Mecca tidak tau kalau yang orang luar bilang sepasang kekasih itu, adalah suami dan istri, yang Mecca tau, kalian hanya berpacaran '' gumamnya dalam hati, dia terus melangkahkan kakinya secepat mungkin, hujan juga mulai turun, tapi dia tidak menghiraukan hujan, dia terus saja menerobos hujan yang sudah deras itu,


sedangkan pertengkaran enjelin dengan arnav masih tetap berlanjut.


''ingat!! dari sekarang, dan seterusnya, kau dan aku, tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi,!!!'' kata arnav dengan tegas memberi keputusan.


''gak bisa, kau tidak segampang itu memutuskan hubungan antara kita, ingat aku adalah enjelin, bukan Mayang, atau mantan kekasihmu yang lain, yang segampang itu kau campakkan, aku bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuanku, termasuk menyingkirkan istri bohongan mu itu'' kata enjelin mengancam penuh emosi.


''ooo akhirnya yang ku tunggu-tunggu, wanita yang selalu lembut dihadapan ku, kini menampakan wujud aslinya, ingat, dan camkan kata-kataku ini, kalau sedikit saja kau menyakiti, atau sedikit saja menyentuh istriku, kau akan menerima semua akibatnya, kau belum lupa siapa diriku sebenarnya, darah, dan nyawa itu hal biasa bagiku'' kembali lagi arnav mengancam dengan penuh penekanan, dia segera meninggalkan enjelin, dan dia juga kembali ke dapur untuk membawa istri kecilnya pergi dari sana.


''mecca'' dia terus memanggil, tetapi dia tidak menemukan istrinya disana, dan dia mulai mencari keseluruhan tempat di apartemen enjelin, lelaki itu tidak menemukan istrinya yang dicarinya.


''kemana dia '' kata arnav dalam hati,arnav segera berjalan keluar, dia juga menerobos hujan yang turun sangat deras, lelaki itu menyusuri setiap jalan, Setiap tempat, dia benar-benar kehilangan jejak istri kecilnya.


setelah puas berjalan, dia kembali menuju parkiran apartemen enjelin, untuk mengambil mobilnya yang terparkir disana, arnav segera melajukan mobilnya secepat mungkin sambil menyusuri kembali jalan itu.


''mecca kau kemana, kenapa kau pergi begitu saja, apa sebenarnya yang kau dengar dari enjelin'' gumamnya dalam hati


sedangkan enjelin masih mematung, seakan tidak percaya dengan ancaman kekasihnya yang selama ini dia cintai.


''sebenarnya apa yang kau lihat dari gadis bodoh itu, sehingga kau berani mengancam aku yang telah lama menemani mu'' kata enjelin lagi sembari membuang, dan melempar kaca dihadapannya dengan benda keras.


Mecca yang sudah puas berjalan, berpikir untuk menghubungi Mila sahabatnya. menurutnya hanya Mila yang bisa menolongnya saat ini, dia sempat berpikir untuk menghubungi Angga, tapi dia tidak yakin, karena Angga sahabat baik arnav.


gadis cantik itu berencana untuk pergi, dan menghilang dari arnav, dia segera mencari nomor Mila, dan dia menekan tanda biru di ponselnya, setelah sambungan itu tersambung segera dia menyapa sahabatnya di balik benda pipih miliknya.


''halo mil '' katanya


''halo Mecca, kenapa tadi siang kamu sangat buru-buru , aku belum puas berbincang denganmu '' kata Mila


''mila, aku bisa gak nginap dirumah paman mu malam ini '' kata Mecca lagi memohon


''kamu kenapa ca, memang kamu dimana sekarang???'' Mila sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu.


''aku bingung mil, aku tidak tau jalan pulang, akun nyasar'' katanya berbohong

__ADS_1


''oh, memang kamu tidak punya nomor yang bisa kau hubungi '' tanya Mila lagi


'' gak mil, aku lupa minta nomor orang yang tinggal dirumah besar itu'' jawab gadis itu


''oh baiklah, tapi aku bingung bagaimana cara menemukanmu di kota sebesar ini ca'' kata Mila karena Meraka sama-sama masih baru di Jakarta.


''gimana caranya ya mil, aku juga tidak tau jalan'' kata Mecca lagi


''tunggu sebentar ya ca, coba aku hubungi kak Aldo dulu, siapa tau dia bisa menjemputmu ke sana'' kata Mila lagi


''kak Aldo'' dia sedikit takut mendengar nama Aldo, karena dia tau kalau suaminya tidak suka dengan Aldo.


''iya ca, kak Aldo, sekarang kak Aldo juga di jakarta, dia pasti tau dimana kau berada sekarang, dia lebih lama disini pasti dia gampang menemukan mu, sekarang kamu baca plang yang tertulis di gedung, atau apa aja disana'' kata Mila menunjukan arah


''bentar mil, aku cari dulu ya'' dia segera melirik dan membaca papan besar yang yang berada di sebuah gedung yang bertuliskan alamat, dan jalan tempat dia berada sekarang.


''mila, aku tau, sekarang aku berada di alamat xxx jalan xx,'' katanya sambil membaca tulisan di papan besar itu.


''baiklah, kamu jangan beranjak dari sana '' titah Mila lagi


''baik'' jawabnya singkat


Aldo mencari alamat itu menggunakan google maps, agar dia tidak membuang banyak waktu, karena hari sudah gelap dan hujan juga tidak henti-hentinya turun.


sedangkan disepanjang jalan arnav begitu khawatir dengan istrinya, dia tau kalau istrinya tidak mengenal sudut kota Jakarta sama sekali, dia juga telah menghubungi orang rumah menanyakan apakah istrinya sudah pulang, atau belum, tapi Mella mengatakan kalau istrinya tidak dirumah.


dijalan lain Aldo menghentikan mobilnya tepat di alamat yang diberikan Mila.


''mecca '' katanya memanggil gadis yang dari tadi berdiri di emperan toko, dengan kondisi yang sudah basah kuyup


''kak aldo'' segera Mecca menghampiri Aldo, dia sebenarnya Marasa menyesal, dan takut, dia menyesal kerena dia tidak pergi secara baik-baik dari suaminya, dia takut kalau arnav tau dia sekarang bersama aldo.


''mecca, apakah kau baik-baik saja'' kata Aldo sambil memegang tangan gadis cantik itu.


''baik kak, dimana Mila kak?'' tanya Mecca lagi karena dia tidak melihat keberadaan sahabatnya itu.


''aku langsung kesini saat Mila menghubungiku tadi, jadi aku tidak menjemputnya, aku khawatir denganmu, apalagi sekarang sudah mulai gelap '' kata Aldo, sambil mengajak mecca masuk kedalam mobilnya, setelah didalam mobil Aldo, Mecca meminta agar dirinya diantarkan langsung ketempat Mila.

__ADS_1


''kak, tolong anterin Mecca ketempat Mila ya kak'' katanya dengan sopan


''kamu ketempat aku aja, disana aman kok ca, disana ada sepupuku, dia bisa tidur denganmu malam ini'' kata Aldo lagi


''gk kak, Mecca sudah kangen dengan Mila, lagian gak enak Mecca datang malam-malam kerumah lelaki, dengan kondisi seperti ini'' alasan Mecca dengan kondisinya yang sudah basah kuyup.


''baiklah, aku akan mengantarkan mu ke sana, tapi kau ceritakan padaku, kenapa kau bisa nyasar, dan tidak tau alamat rumahmu'' tanya Aldo menyidik


''mecca gak pernah keluar kak, Mecca juga baru beberapa Minggu disini '' katanya menjelaskan


''oh, apakah kau dari tadi di sana?'' kata Aldo bertanya lagi.


''gak juga kak'' dia hanya menjawab singkat


''memang kau jodohku Mecca, aku belum pernah menerima jawabanmu, saat aku mengungkapkan perasaanku terhadap mu, mungkin dengan pertemuan kita ini, aku bisa mendengar jawaban mu yang sesungguhnya'' gumam Aldo dalam hati


setelah tiba di tempat Mila, segera mobil itu menepi, didepan sudah ada Mila yang menunggu kedatanganya.


''mecca, kau baik-baik saja'' kata Mila yang menghampiri gadis cantik itu


''aku baik-baik saja, apakah aku bisa nginap di rumah paman mu??'' kata Mecca memastikan


''bisa, aku juga sudah minta ijin sama bibi dan paman ku, kau bisa tinggal disini sampai kau menemukan keluarga kaya, yang mengajak mu kesini'' kata Mila


''ayo masuk, kau pasti kedinginan'' kata Mila lagi, sebelum mereka masuk, dia berpamitan dan berterima kasih kepada Aldo


''kak aldo, makasih sudah menjemput Mecca ya kak'' kata Mecca sopan.


''iya, aku senang bisa berjumpa lagi dengan mu, besok boleh gak kakak main kesini'' kata Aldo lagi


''boleh kak, tapi kakak ke kafe paman aja ya, sambil minum '' kata Mila menawarkan aldo


''baik, sampai jumpa besok'' kata Aldo meninggalkan mereka berdua.


''ayo ca kita masuk'' Mila mengajak Mecca memasukan rumah yang sederhana, tapi lumayan besar, tidak sebesar rumah mewah kediaman tuan andi.


*bersambung*

__ADS_1


Oya sahabat besok episode yang agak panas antara arnav, dan Mecca, author bingung apakah tetap melanjutkan ke adegan itu atau melewati saja ya🤭🤭🤭🤭🤔🤔🤔


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...


__ADS_2