Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
kedatangan angga


__ADS_3

Mecca mencoba untuk tidak menghiraukannya dia terus menyibukkan dirinya sendiri.


'' breek'' terdengar sesuatu yang jatuh menimpa gadis kecil itu


arnav menoleh kearah istrinya dan mau berlarian mengejar istrinya itu, belum juga sempat dia melangkah, tangan enjelin sudah duluan memegang erat tangan arnav


seolah melarang arnav untuk menolong istrinya sendiri


sedangkan Mecca hanya berpegangan pada pajangan baju di sampingnya sambil mengusap dahinya yang tertimpa manekin


'' hei kamu gk apa-apa '' tanya seorang lelaki di depannya yang memantu menyingkirkan manekin tersebut


'' gk kak aku baik-baik saja ucapnya '' manik hitamnya memandang wajah lelaki itu sepertinya dia mengenal leleki yang membantunya


'' kak angga'' ucapnya sambil memeluk Angga


'' Mecca sayang'' apakah ini benar kamu ucapan lelaki itu sambil membalas pelukan gadis itu


'' kamu ngapain di sini??, coba Kakak lihat dahi mu itu, sepertinya terluka '' ucap Angga sambil merapikan anak rambut Mecca melihat dekat dahi yang terkena manekin , gadis itu hanya diam membiarkan Angga memeriksa dahinya


sedangkan arnav melihat kejadian itu langsung membuang kasar tangan enjelin yang bergelantungan di lengannya


''hei apa yang kau lakukan'' tanya arnav sambil mengepalkan tangannya


'' tunggu bung aku mau memeriksa gadis ini sepertinya dia terluka'' ucap Angga Tampa melihat ke arah arnav


'' sayang sepertinya hanya luka kecil tapi kau harus tetap mengompres dengan air hangat ya'' ucap Angga


mendengarkan panggilan sayang itu, arnav langsung terbakar dan tidak sabar seketika tangannya menarik kerah baju milik Angga


'' hei bro apa yang kau lakukan ucap Angga yang melihat kearah arnav '' ternyata itu adalah sahabatnya yang satu hari lalu yang di ajaknya curhat


'' Angga ngapain lo disini apa Lo tau siapa perempuan ini'' tanya arnav


'' ya iya lah gue tau inikan adek gue '' jawab angga


'' apa, gak mungkin. setau gue dia anak tunggal'' ucap arnav lagi


'' iya memang Mecca anak tunggal tapi ayah dia sama ayah gue sahabatan, jadi gue udah menganggap Mecca ini sebagai adik '' penjelasan Angga membuat arnav mulai memahami sesuatu, memang waktu mereka menikah yang banyak ngurus dan mendampingi Mecca adalah ibu Angga, yaitu Bu Irma tapi arnav gk tau kalau Meraka saling mengenal dan saling dekat


'' Oya kamu ngapain di sini tuan muda '' tanya Angga kepada arnav


'' aku lagi menemani gadis ini mencari pakaian'' ucap arnav melihat ke arah Mecca

__ADS_1


tiba tiba tangan Angga menyeret arnav menjauh dari tempat itu


'' nav yang kau maksud istri itu Mecca? '' tanya Angga sabil berjalan


'' iya, bukankah seharusnya kau udah tau dari ayahmu, karena yang merencanakan ini semua ayah mu dan papa ku'' ucap arnav


'' lo kan tau gue pulang dari negara xx gua langsung menetap disini karena masih ada urusan yang mau gue urus, jadi gue belum sempat pulang ke rumah apalagi berbicara tentang ini'' penjelasan Angga kepada arnav


'' Angga lu udah tau yang gue maksud itu Mecca, tapi gue mohon jangan lu bilang dulu apa yang gue omongin kemaren sama ayah Lo atau ibu gadis itu, nanti biar gue aja yang menyelesaikan semua '' permintaan arnav kepada Angga


'' baiklah bro, gue paham dengan keadaan Lo sekarang, tapi tolong jangan keterlaluan kepada mecca'' ucapnya tegas


'' tentu saja, gimanapun dia masih istri gue gk mungkin gue kayak gitu sama dia'' ucapan arnav meyakinkan Angga


setelah mereka berbincang arnav kembali menemui Mecca yang sedari tadi menunggunya


'' hei Mecca kamu gk apa-apa tanya enjelin yang berpura-pura peduli di depan arnav


'' gk apa-apa ko mbak '' jawab Mecca


'' enjelin kau disini juga'' tanya Angga yang menghunuskan pandanganya ke arnav


'' ya iya lah, arnav ngajak aku buat membantu Mecca cari pakaian jadi aku sekalian belanja'' jawab enjelin


'' oke kebetulan gue juga lapar ni'' ucap Angga


''ayo biar aku yang traktir kamu'' ajakan arnav


stelah mereka di kasir enjelin mengeluarkan semua belanja miliknya sedangkan Mecca hanya diam mematung


'' hei mana belanjaan mu biar sekalian '' ucap arnav


barulah dia berani mengeluarkan baju yang dia dapat tadi


'' ni mas mengeluarkan sehelai baju warna coklat ''


'' hei selama itu kau memilih baju kenapa kau hanya dapat satu '' tanya arnav


'' ini aja dulu mas aku takut gk ada duit untuk membayarnya'' ucap Mecca sambil menyodorkan baju yang di pilihnya itu ke kasir


'' ini mbak berapa harganya'' ucap Mecca


'' tunggu ya mbak '' jawab kasir itu sambil mengambil label baju itu dan mencek harga baju yang dipegangnya

__ADS_1


'' satu juta lima puluh lima ribu mbak '' kata mbak kasirnya'' mendengar nominal harganya nyaris membuat Mecca mengembalikan pakaian itu ke tempatnya


'' maaf mbak saya gk jadi beli '' ucapnya gugup


'' mbak bayar pakai kartu ini '' ucap arnav sembari menyodorkan kartu miliknya


Mecca yang berdiri di sampingnya hanya diam saja.


'' Mecca sayang apa yang kau pikirkan, diakan suamimu, jadi itu kewajiban dia untuk membayar segala kebutuhanmu, orang lain aja dibayarkannya apalagi kamu istrinya, walau kamu mau borong isi butik ini semua dia masih mampu kok untuk membayarnya , tuan muda ini gk bakalan bangkrut uang segitu masih receh baginya '' ucap angga Tampa peduli kepada orang di sekitarnya


'' diam lho '' ucap arnav


'' Oya honey kita mau makan dimana '' tanya gadis berambut pirang itu yang masih mengikat lengan kekar arnav dengan tangganya


''di restoran seafood aja mau gk '' tanya arnav yang berjalan di depan Mecca dan Angga


Angga yang memperhatikan itu sangat kesal tapi apa boleh buat dia juga tidak berhak ikut campur dengan pernikahan arnav


'' Mecca kenapa dengan dahi mu, kok rasanya tambah bengkak '' angga berpura-pura kaget supaya kedua pasang kekasih itu bisa saling menjauh agar arnav sedikit mengalihkan perhatiannya kepada Mecca.


karena Angga tau kalau perempuan yang di anggapnya adik itu sangat sedih


sontak arnav juga menoleh kebelakang mau mendekati Mecca, tapi tangan wanita berambut pirang itu terus saja mengikatnya


Angga yang melihat tidak ada perhatian dari arnav mulai terbawa emosi.


'' kak Mecca gk mau ikut makan mecca gk lapar kak, mau gk kakak anterin Mecca pulang '' pinta Mecca kepada Angga karena menurutnya itu kesempatan, agar bisa menghindari suaminya bermesraan dengan wanita lain


'' oh tentu saja sayang '' ucap Angga sambil mengelus rambut panjang milik Mecca


'' nav maaf sepertinya gue gk ikut, gue mau nganterin adik gue ini pulang ke rumah lo, takutnya bengkak di dahinya bertambah besar '' ucap Angga


'' gk usah dia akan pulang bareng gue'' ucap arnav menolak


'' menurut gue Lo urus aja wanita Lo ini, takutnya kami akan menggangu kalian berdua'' ucap Angga lagi sembari memegang tangan Mecca meninggalkan mereka


''gk bisa gitu tunggu!!'' ucap arnav tapi Angga tidak menghiraukan dan lebih memilih menjauhkan Mecca dari ini semua


'' honey biarkan saja, perempuan itu aman kok'' ucap perempuan berambut pirang itu


''enjelin ayo aku anterin kamu pulang kita gk jadi makan '' ucap arnav terlihat kesal bercampur khawatir di wajah tampannya itu


*bersambung*

__ADS_1


hei para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur


__ADS_2