Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
kelinci kecil arnav berubah jadi singa


__ADS_3

tidak terasa udah satu Minggu mereka di kampung, kini sudah saatnya bagi kedua suami istri itu kembali pulang ke Jakarta.


''bu, Mecca berangkat dulu ya Bu'' kata Mecca sambil mencium tangan ibu dan bibinya.


''miko kakak titip ibu dan bibi ya, ingat kau jangan nakal'' kata Mecca kepada adik sepupunya itu


''tenang aja kak, disini udah ada jagoan yang akan menjaga kedua perempuan cantik ini'' jawab miko sambil menepuk dadanya. begitu juga arnav yang bersalaman sambil mencium telapak tangan kedua wanita paruh baya itu.


'' Bu, ini uang bulanan buat ibu, bibi, dan biaya sekolah miko'' kata arnav yang memberikan amplop warna coklat yang berisi segepok uang.


'' nak kamu tidak tinggal disini lagi, kenapa masih mengasih ibu uang bulanan'' kata Bu Lastri yang agak enggan menerima segepok uang itu.


''bu,,, bukan kah seorang anak lelaki boleh menafkahi ibunya, dan keluarganya sendiri'' kata arnav lagi.


''tapi nak''


'' kalau ibu tidak mau mengambil uang ini, aku akan merasa sedih'' mendengar ucapan arnav segara Bu Lastri menerima uang tersebut.


''makasih nak'' kata ibunya


''hei jagoan, aku pergi sebentar saja tugasmu menjaga bunda dan ibu, nanti kalau kau libur sekolah, akan ku jemput kau untuk main ke Jakarta'' ucap arnav sambil memberi salam persahabatan , kepada Miko


''baik kakak ipar,,, jagain kakak juga ya'' balas Miko kepada arnav


setelah berpamitan, mereka segera melajukan mobil mereka ke Jakarta, seperti biasa istri kecilnya yang selalu mabuk perjalanan. membuat arnav sangat repot mengurus di sepanjang perjalanan, tak terasa sudah empat jam, barulah mereka sampai dirumah.


''sayang kau istirahat aja dulu ya, aku akan menyiapkan makan ,dan air mandi untukmu'' kata arnav yang menidurkan istrinya di ranjang yang empuk itu.


''baik mas'' Mecca berbaring dengan tubuh lemah. karena sudah banyak isi perutnya yang dia keluarkan.


setelah semuanya selesai, segara arnav kembali membangunkan istrinya yang masih tidur itu.


''sayang ayo bangun, isi dulu perutmu''


''baik mas'' segera Mecca bangun


mas besok kerja??


''iya sayang aku harus giat, karena aku sudah mempunyai tanggung jawab untuk mencukupi gadis kecil yang selalu mengikuti ku, seumur hidupku'' jawab arnav sambil menambahkan lauk kedalam piring istrinya, setelah makan Mecca segera mandi. dia begitu terlihat cantik setelah mandi


sayang malam ini kita langsung tidur ya, aku sangat cepek, lagian besok banyak kegiatan. dan besok juga aku akan mengurus pendaftaran mu agar kau bisa kuliah secepatnya'' kata arnav yang berbaring di atas kasur


''mas, besok Mecca ikut ya,,,'' katanya memohon


''sayang kau masih capek dan kau harus istirahat, agar nanti saat kuliah kau terlihat fresh ''


'' baik mas, tapi mas telfon kak Mella untuk menemani Mecca disini ya''


''oke sayang'' jawabnya singkat, mereka sama-sama tertidur, semejak Mecca sakit akibat berhubungan, arnav sedikit menahan nafsunya.


tidak terasa sudah seminggu Meraka di jakarta , pagi ini adalah hari pertama mecca kuliah dia diantarkan oleh suaminya yang tampan itu.


''mas, Mecca belum cerita sama milla kalau Mecca sudah nikah, mas kasih waktu buat Mecca untuk memberi tahu Mila ya mas'' meminta hal penting dari suaminya itu.


''jadi kapan kau mau memberi tahu temanmu itu'' tanya arnav seperti tidak terima


''mas beri Mecca waktu ya, nanti kalau waktunya udah tepat, pasti Mecca katakan yang sesungguhnya'' jawab Mecca seperti tidak enak, arnav terus menyetir Tampa mengiyakan ucapan istrinya, setelah sampai kampus, arnav bermaksud mengantar istrinya tapi mau gimana lagi,

__ADS_1


''sayang dengarkan aku, kau tidak boleh tebarpesona sama lelaki, dan jangan centil, juga jangan nakal, ingat suami'' titah arnav yang masih memendam kesalnya


''baik mas'' jawabnya singkat


''sini'' kata arnav yang mengambil sesuatu dari dalam kantongnya, dia mengeluarkan ikat rambut tipis, lalu mengikat rambut cantik itu dengan model dilipat, agak sedikit berantakan,


''sayang kalau seperti ini pasti aman untukmu, biar gak ada lelaki yang melihat rambut panjang mu ini'' katanya lagi


''mas kalau kayak gini sakit, nanti rambutnya rontok'' merengek seperti memohon kepada ayahnya


''gimana kalau gini aja '' pinta Mecca lagi semari mengikat kembali rambutnya dengan di ikat tinggi, dan kembali di gulungnya seperti sanggul.


''ya udah, ingat jangan centil'' kata arnav kembali, sebelum gadis cantik itu turun.gadis itu segera berpamitan dengan mencium tangan kekar suaminya.


''sayang ulangi lagi''pinta arnav


''mecca kembali mendekati suaminya, dan kembali mengambil tangan suaminya


''sayang bukan itu maksud ku'' mendengar ucapan suaminya dia agak heran, belum sempat dia berfikir, arnav segera menarik Mecca dan mencium bibir manis istri kecilnya itu.


''mas nanti kelihatan orang'' kata gadis itu setelah ciuman itu terlepas


''biarin, agar semua orang tau kalau gadis kecil ini adalah milikku'' jawabnya datar


'' Mecca masuk dulu ya mas''


segera gadis itu pergi meninggalkan arnav, sedangkan arnav belum beranjak dari sana melihat istrinya, hingga pandangan istrinya hilang dari matanya.


''ca'' sapa Mila yang melihat sahabatnya baru datang, dengan celana jeans dan baju hitam


''mil, kamu dari tadi ya'' tanya Mecca lagi


'' itu anaknya om aku mil'' jawabnya berbohong,


''oh,,, kenapa gak baik-baik aja sih, dasar orang kaya gak tau etika'' kata Mila kesal


''mil ayo kita masuk. sepertinya orang-orang sudah pada ngumpul'' ajakan Mecca kepada Milla


''oyo'' kata Milla mengikuti mecca untuk masuk.


sedangkan di perusahaan, arnav sibuk dengan berbagai macam urusan yang sedang dihadapinya.


''tok tok tok permisi tuan muda, saya sudah selasai mengerjakan laporan yang tuan muda minta'' kata sekretaris seksi itu dengan pakai super ketat, dan buah dada yang sangat menonjol, sepertinya dia mencoba menggoda lelaki tampan itu


'' letakan saja'' kata arnav dengan wajah dingin , dia sedikit melirik kearah sekretaris itu, dia sangat paham maksud sekretaris itu dengan pakaian, dan cara dia berjalannya, sekretaris itu seperti ingin berlama-lama tinggal di ruangan itu.


''masa sih tuan muda tidak tertarik dengan tubuh seksi ku, anak kecil aja mampu membuatnya tersihir apalagi aku, aku gak mau kalah dari bocah itu'' gumam sekretaris itu dalam hati, melihat sekretaris itu tidak kunjung pergi, membuat arnav agak risih dengan tingkahnya.


''hei! apakah kau masih ada perlu disini?'' bentak arnav yang membuat sekretaris itu kaget


''maaf tuan muda, saya hanya ingin menjelaskan secara detail lagi Tetang proposal yang barusan saya berikan'' Jawab sekretaris itu dengan suara lembut


''nanti aja kalau aku panggil'' jawabnya singkat, segera sekretaris itu keluar dengan agak kecewa


tidak terasa waktu sudah berlalu. arnav masih sibuk dengan semua pekerjaannya, tiap sebentar melirik kearah jam yang berada dipergelangan tangganya.


''sepertinya ini sudah waktunya Mecca pulang, aku harus segera menjemputnya sebelum dia pulang duluan, lagian aku mempunyai rencana baru agar dia segera mengakui ku didepan semua orang '' gumam arnav dalam hati, tidak menunggu lama.

__ADS_1


segera pria itu menuju parkiran, dan melajukan mobilnya dengan kencang, setelah tiba di parkiran kampus, arnav sedikit merapikan jas dan dasi yang dia pasang, dan merapikan lagi rambutnya. tidak lupa pula dia Memakai kaca mata hitamnya, agar penampilannya semakin elegan, setelah merasa rapi segera paria tampan itu melangkah ke kearah kampus yang ramai , dia sengaja berjalan ke dalam area kampus agar semua perempuan terhipnotis dengan ketampanannya, benar saja semua wanita disana berdecak kagum dengan ketampanan pria yang telah beristri itu.


''wow tampannya, gagah sekali pria itu, ayo kita dekati pria tampan itu'' kata seorang perempuan yang bertubuh langsing.


arnav melihat perempuan yang mau dikerjainnya duduk dengan sahabatnya, mereka bersantai di teras sambil menikmati just jeruk.


arnav sengaja duduk di meja yang berseberangan dengan istri kecilnya, baru saja dia mau duduk, udah ada seorang wanita cantik yang menyapanya.


''halo kak. boleh saya ikut gabung '' sapa seorang wanita cantik yang juga berambut panjang dengan rambut tergerai


''oh tentu saja'' jawab arnav Sabil memantau istrinya, dia sengaja membesarkan sedikit volume suaranya, untuk memancing supaya Mecca menoleh kearahnya


''ca nanti kamu dijemput siapa??'' tanya milla


''belum tau mil, mungkin aku naik kendaraan umum aja, jawabnya singkat


'caaa itu, lihat ca dia pria tampan yang sering aku angan-angani tiap malam, dia sungguh tampan, dia juga berada disini'' kata Milla sangat kaget karena dia bertemu lagi dengan. arnav


mendengarkan ucapan milla, segera Mecca menoleh ke pada lelaki yang dimaksud Mila itu


''mas, kok mas disini dan malahan duduk dengan kakak cantik itu, dasar om om ganjen'' kata gadis kecil itu menggerutu


''aenav melihat sekilas perubahan raut wajah istri kecilnya, dia merasa kalau rencananya akan berasil


''sayang kau pasti mendidih sekarang, dengan begini, mau gak mau kau pasti akan mengatakan aku suamimu dihadapan sahabat mu itu'' kata arnav dalam hati


''1,2,3 terdengar suara kecil arnav sambil menghitung, pas di hitungan ketiga. benar saja istri kecilnya segera berdiri, dan menghampiri suaminya dengan wanita lain.


''ca kamu mau kemana?? tanya milla yang juga mengikuti langkah Mecca


setelah sampai didepan suaminya, segera dia ikutan duduk satu meja dengan suaminya.


''ca gak sopan ca'' kata Milla melarang sahabatnya itu untuk duduk disana, Mecca tetap bersikeras duduk, antara arnav dan perempuan cantik itu, hampir saja mengundang keributan, karena Mecca yang tiba-tiba muncul.


''dek, kau tidak sopan mengganggu saya sama kakak ini'' kata perempuan itu lembut, arnav yang mendengar hanya diam dan cuek saja, Mecca saat itu udah terpancing emosi


''dasar om om ganjen, centil, udah beristri tetap saja gatel menggoda perempuan lain'' kata Mecca sambil memukulkan tas kepada arnav, Tentu saja arnav sangat kaget melihat kelinci kecilnya sekarang udah berubah jadi singa, ini pertama kalinya Mecca meluapkan emosinya, biasanya yang dia tau hanya menangis saja.


Milla sahabat yang sudah lama mengenal mecca, melihat perubahan sahabatnya, tentu saja dia orang yang pertama yang syok, Mecca kembali melihat kearah perempuan yang tadi mendekati arnav.


''mbak kenapa masih duduk disini, bukankah udah saya bilangin kalau dia pria beristri'' kata Mecca setengah berteriak dengan suara tinggi, perempuan itu langsung kabur mendengar lelaki yang dia rayu adalah pria beristri.


Mecca sangat begitu sesak, jantungnya terpacu cepat, dia berlari meninggalkan tempat itu sambil menangis.


dengan sigap langsung arnav menyusul istri kecilnya berlarian mengajar istrinya yang sudah tidak terkendali itu. setelah dia mendekati segera arnav memeluk Mecca dari belakang.


''sayang tenangkan dirimu, kau lagi emosi '' kata arnav membujuk istrinya


''hik hik hik'' mas jahat kenapa mas masih melirik perempuan lain, apa karena dia cantik, dan rambutnya yang indah, bukankah mas yang bilang Mecca tidak boleh membuka rambut Mecca didepan orang'' ucapnya lagi mengeluarkan suara tangisannya


''sayang tenanglah dulu, tadi aku hanya bercanda agar kau mau mengakui ku dihadapan semua orang, kalau aku suami mu,


''sssst diam dulu, malu kelihatan banyak orang'' bujuk arnav sambil memeluk Mecca.


sedangkan Milla masih mematung berdiri ditempat terjadinya keributan antara sahabatnya dan pria idamannya, dia masih belum mampu mencerna perkataan sahabatnya itu.


bersambung*

__ADS_1


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2