
''katakan kepadaku sekarang, kenapa kau meninggalkan apartemen enjelin Tampa seijin ku, apa yang kau dengar dari Enjeli, setidaknya kau bisa bertanya dulu pada ku agar aku bisa menjelaskan, enak sekali kau bermesraan dengan kekasihmu, sementara aku siang malam bergadang di jalanan, terus mengkhawatirkan dirimu, kau kenapa diam!! bicaralah'' kata arnav sambil menghempaskan Mecca keatas ranjang empuk, ukuran king size disana.
Mecca tak kuasa mendengarkan, dan melihat kemarahan suaminya, mulutnya gemetaran kerena lelaki yang selalu sabar menghadapinya, kini telah berubah jadi singa.
''bicara padaku! apa yang kau lakukan selama dua hari, dua malam dengannya'' arnav membanting semua yang berada di atas meja di samping ranjangnya, tidak puas dengan itu, dia membalikan meja tersebut, dia sudah mulai menggila.
''hik, hik, hik, keluarlah suara yang dari tadi di tahan oleh Mecca.
''cuma itu yang kau bisa, menangis, dan menangis, aku tidak akan terpengaruh lagi dengan air mata mu ini, aku sudah tidak takut lagi kalau air mata mu akan keluar, kerena air matamu adalah rekan hidupku, keluarkan sepuas mu, sebisa mu, walaupun kau mengeluarkan air mata darah, aku tidak akan diam kali ini, jawab pertanyaan ku''
''mecca tidak sama kak Aldo, dia hanya minum disana, dua hari ini Mecca tinggal bersama Mila dirumah pamannya '' kata gadis itu terbata-bata
''kenapa kau meninggalkan apartemen enjelin !!!'' kata arnav lagi, dengan berteriak
''mecca melihat foto prewedding mas, dan mbak enjelin, Mecca merasa bersalah telah merusak pernikahan kalian, makanya Mecca pergi dari sana, saat kalian ribut, dan mbak enjelin juga mengatakan kalian akan bersatu kembali, karena hanya dia yang bisa memahami mas, cuma dia wanita yang ada dalam hidup mas, dia juga yang selalu ada dalam masa sulit mas, dibandingkan Mecca yang baru mengenal mas, tidak akan ada apa-apanya'' kata Mecca lagi sambil terisak
''satu yang harus kau tau, aku dan dia tidak terikat dengan namanya pernikahan, yang kau lihat hanyalah foto prewedding saat aku, dan dia jadi model dalam suatu tabloid'' segera arnav meninggalkan ruangan itu untuk mencari semua foto, dan tabloid yang pernah memajang fotonya, setelah dia mendapatkan barang bukti tersebut dari dalam kopernya, yang baru dipindahkannya kesana , dia kembali lagi kedalam kamarnya, dan melemparkan setumpuk tabloid, dan segenggam foto ditangannya kearah Mecca dengan kasar.
''kau perhatikan semua itu, itu bukti foto, dan tabloid kau baca baik-baik, kalau kau tidak mengerti bahasa asing, aku akan menterjemahkan untuk mu satu persatu '' ucap arnav lagi yang masih mondar mandir dihadapan istri kecilnya itu .
''sudah berapa kali ku katakan, dia hanya mainan bagiku, aku tidak pernah punya perasaan apa-apa terhadapnya, dia tidak lebih dari wanita pengemis untuk ku, aku harap kau tidak tuli saat aku bertengkar hebat dengannya, bukankah telah aku ungkapkan padanya, betapa tidak pentingnya dia untuk ku, jauh-jauh hari aku sudah melepaskannya, dia hanya alat untuk memutuskan hubunganku dengan Mayang, oh sepertinya akan percuma mengatakan hal panjang lebar ini kepada mu, karna yang kau tau hanya menangis.
''mas, maafkan Mecca, Mecca tidak berani menanyakan apa-apa, karena Mecca tidak berhak untuk ikut campur, kerena Mecca hanya istri yang mas nikahi secara terpaksa, yang mas lindungi karena kasihan, Mecca takut bertanya, nanti mas akan menganggap Mecca tidak tau diri ''kata Mecca lagi
''apa!!! itu lagi yang jadi masalah untuk mu, jujur kalau hanya sekedar kasihan aku tidak akan mau berjuang seperti ini, ku kira dengan perhatian ku selama ini, cukup untukmu merasakannya apa yang sebenarnya yang membuat aku seperti itu kepadamu, dan selama aku menikah denganmu, satu-satunya dalam pikiranku hanya melindungi mu, kerena rasa cinta bodoh ini, aku mampu mengorbankan apapun untukmu, aku meninggalkan mama, pisah rumah dengan mama, dan mengingkari janji ku pada mama untuk melepaskan mu, padahal keinginanku ke indonesia ingin merasakan kasih sayang mamaku, dan ingin dekat dengan mama, tapi sekarang aku rela jauh, dan memilih meyakinkan mama kalau kau adalah istri yang aku cintai
aku merubah cara pandang ku melihat wanita, aku juga merasakan perih setiap luka yang kau rasakan, lebih dari dirimu sendiri. aku memang begini , tidak bisa bicara manis seperti kak Aldo mu itu!
__ADS_1
aku juga merasakan takut setiap kau disakiti oleh siapapun, dan satu hal yang harus kau camkan, selama pernikahan kita, aku sama sekali tidak pernah berkhianat, bahkan wanita itu sudah membujuk dengan segala cara untuk menyentuhnya, tetapi aku tetap menghindarinya, karena aku tau aku telah beristri, kalau aku tetap melakukanya, aku tau kau akan terluka, maka aku juga akan merasakan sakitnya.
kalau hanya ucapan yang kau inginkan, apakah itu sudah lebih dari cukup untukmu, apakah kau mau bukti lagi, oke'' segera arnav menaiki ranjang yang diduduki oleh istri kecilnya, dan segera mencium bibir seksi gadis itu, dia menarik kemeja yang dipinjam Mecca kepada Mila, sampai akhirnya kancing baju itu berserakan kemana-mana, arnav segera membuka bajunya sendiri, dan setelah pakainya terlepas, dan pakaian Mecca juga terlepas.
''akan ku buktikan padamu, kalau aku benar-benar mencintaimu, dan setelah ini, kau akan mengerti kalau tidak boleh lelaki manapun mendekatimu, selain aku suamimu'' kata arnav sembari membuka pengait gunung milik istrinya.
''mas jangan mas, Mecca malu'' katanya lagi
''kenapa harus malu, ini memang seharusnya terjadi, bukankah kita sudah melakukanya walau Tampa kita sadari'' ucap arnav lagi sambil menyibak rambut panjang istrinya.
''mas gak mau, ini masih siang'' ucap gadis itu lagi, mendengar ucapan istrinya segera dia berdiri, dan menutup semau gorden, mematikan semau lampau dan mengambil selimut untuk menutupi tubuh seksi istrinya.
''apakah kalau seperti ini, sudah seperti malam'' kata arnav lagi sambil membuka celana yang masih terpasang, setelah semuanya terlepas dia juga ikut menyusul istrinya kedalam selimut.
walau tadi dia dikuasai amarah, tapi sekarang dia melakukannya selembut mungkin, dia memperlakukan istrinya seperti safir, Sakin hati-hati dengan setiap tindakannya, tidak seperti kepada enjelin atau wanita yang pernah ditidurinya, dia selalu bermain kasar, dan tidak ingin banyak bekerja dan menyentuh,
sedangkan Mecca masih menutup wajahnya, merasakan, wajah kasar yang ditumbuhi oleh bulu-bulu halus, bermain di lehernya, arnav membuat jejak di setiap leher jenjang istrinya, setelah puas di bagian sana, dia membuka berlahan-lahan kain yang menutupi gunung istrinya, dia melihat secara dekat milik istrinya itu. sungguh dia sangat mengagumi pemandangan di sana, dia seperti menemukan permata di balik hutan, kini nafsunya yang sudah lama terpendam, segera dia luapkan mencicipi delima yang berada di atas gunung itu,
''mas,,'' katanya lagi
''mendengar jeritan istrinya dia berhenti sejenak, dan memandang ke wajah yang masih tertutup oleh telapak tangan mulus gadis itu.
''semakin kau menutupi wajahmu, semakin aku tidak bisa menahannya sayang'' kata arnav kembali berbisik, arnav berusaha membuka tangan itu berlahan, agar dia bisa melihat wajah memerah istrinya. itu sangat lucu menurutnya,
setelah wajah itu terlepas, dia mencium kedua mata indah gadis cantik itu.
''sayang kau seperti tomat'' katanya lagi kembali memainkan mainan barunya, setelah puas bermain disana, dia segera menuju kebagian bawah, Tampa menunggu lagi dia segera melakukan penyatuan dengan istrinya itu,tapi gadis itu masih enggan memberikan jalan untuk pria berpengalaman itu.
__ADS_1
''sayang rileks aja, jangan selalu kau rapatkan kakimu, kalau kayak gini gimana aku mau mencobanya'' kata arnav lagi yang melihat istrinya sangat tegang, dan merapatkan kakinya, arnav memperbaiki posisi istrinya dengan benar, dia kembali mencobanya, dan memang susah untuknya melakukan itu.
''mas sakit'' kata gadis itu karena dia merasa benda keras memaksa masuk ke dalam asetnya.
''kenapa sangat susah seperti ini, dan bukankah Mecca tidak akan merasa sakit lagi, atau aku belum pernah melakukan sebelumya, syukurlah sekarang aku punya alasan, kalau aku melakukanya dengan cinta, bukan karena tak sengaja'' gumamnya dalam hati
''sayang, kau tahan sedikit ya, aku akan melakukannya dengan berlahan '' kata arnav lagi kembali dia mencoba,
Mecca benar-benar merasa sakit, dan air matanya juga ikut jatuh, saat benda itu berhasil menyelinap masuk.
melihat istrinya yang kesakitan, arnav segera melakukannya dengan berlahan, dan terus seperti itu sampai dia menyemburkan lahar panas ke rahim gadis kecil itu, ini pengalaman pertama baginya, main Tanpa pengaman, dan ini juga pengalaman pertama baginya mendapatkan perawan, biasanya dia tidak mau kalau Tampa pengaman, karena dia sangat menjaga dirinya sendiri, dari perempuan yang sudah bekas orang lain.
''mas, Mecca mau pipis''kata gadis itu merasakan sesuatu yang juga mau dia keluarkan.
''gak apa-apa lakukan saja, setelah itu kau akan menjadi seorang wanita dewasa yang sesungguhnya'' kata arnav yang juga ikut merasakan lagi sesuatu
''mas, mecca mau ke kamar mandi aja, nanti tempat ini akan basah semua, mas akan marah kalau tempat tidur baru ini kena pipis Mecca'' kata gadis polos itu, arnav yang mendengarkan hanya tersenyum geli
'' gadis bodoh, biar kita lihat sampai kapan kau akan bertahan'' gumam arnav dalam hati.
arnav bekerja dengan lembut, dan akhirnya istrinya mengeluarkan semua yang dia takuti tadi
melihat reaksi istrinya, dia kembali bekerja, dan merasa istrinya sudah selesai arnav berbisik di telinga istri kecilnya itu.
''I love you''
*bersambung*
__ADS_1
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...