Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Sainganku adalah anakku


__ADS_3

Di tengah kepanikan keluarga sanjaya terlihat anak laki-laki lagi asik bermain dengan hanphon milik Mecca.


''Treeet treeert treeert''terdengar hanphon itu bergetar, segara anak kecil itu menekan tombol warna biru yang bergerak-gerak ke atas, dia hanya mengikuti tombol tersebut.


'' Lo,,, ''jawab Arav sambil menjauhkan dan menggulir hanphon itu di atas lantai.


''Halo Arav ini papi,,,'' kata Arnav di sebrang sana, dia tau kalau suara itu suara Arav. karena hampir setiap hari dia melihat hanphon istrinya itu selalu di jadikan mainan oleh Arav.


''Lo pii'' jawab Arav lagi mendekatkan suara itu pada telinganya, dia merasa kehilangan akan sesosok pria yang selalu membawanya jalan-jalan dan selalu menjaganya ketika maminya sibuk kuliah.


Hanya saja Arav tidak bisa mengungkapkan rasa rindunya pada papinya itu.


''Sayang papi merindukan mu nak. Oya mana kak Mecca?'' tanya Arnav pada putranya itu, karna dia tau kalau di panggil mami Arav tidak akan mengerti.


''Ma,,,mi,,,,,'' kata Arav berteriak.


''Anak pintar jadi sekarang kau telah mengakui kalau wanita cantik itu mamimu?'' tanya Arnav.


''Pi mami auh'' Arav ingin memberi tahu Arnav kalau Mecca sekarang sedang sakit.


''Auuuh apaan nak''jawab Arnav tidak. mengerti.


''Auuh,,,,'' jawab Arav lagi.


''Mami jauh,,,, dimana?''tanya Arnav lagi mencoba mengartikan ucapan anaknya.


''No pi,,,mami auhhh!'' katanya berteriak kesal karena Arnav masih tidak mengerti.


''Sayang coba angkat vc nya'' titah Arnav lagi.


Arav langsung mengangkat vc Arnav yang berada di sebrang sana.


Terlihat papi tampan itu melambaikan tangannya pada Arav.


''Arav,,,,'''


''Papi mami auh'' dia kembali memberi tahu Arnav.


''Duh papi gak paham apa yang kamu katakan. Coba kasih sama mami handphonenya nak''


''Papi,,,, terlihat hanphon milik Mecca itu di rebut oleh anak perempuan yang diam-diam merangkak di belakang Arav.


''Ara sayang,,,,'' kembali Arnav melambaikan tangganya.


Anak perempuan itu melihat wajah papinya dengan kerinduan yang begitu dalam.


Dia ingin mengutarakan rasa ridunya dengan mencium handphone itu. merasa tidak puas dia malah memasukan handphone itu kedalam mulutnya.


''Iuuuh,,,, Ara jangan di masukin mulut nak.


Itu jorok'' kata Arnav lagi.


Tidak lama setelah itu, datang lagi Arav merebut hanphon tersebut dari Ara, Meraka saling duel mengadu kekutan merebut benda pipih itu.


''Arav jangan diambil paksa ya,,,, nanti adiknya nangis. Apakah tidak ada satupun orang di sana menjaga anak-anakku'' kata Arnav yang pusing melihat anak-anaknya salingberebut.


Tidak lama datang mbok Yem melerai keduanya.


''Halo siap disana?'' tanya Arnav lagi, karna hanphon itu sudah tergeletak di lantai.


''Ya hallo tuan muda'' jawab mbok Yem yang menyorotkan kamera handphone itu ke wajahnya.


''Mbok mana istriku mbok?''


''Nona tadi pingsan tuan muda. Sekarang dokter sedang memeriksanya'' jawab mbok Yem.


Mendengar itu Arnav langsung di landa kecemasan yang sangat dalam mendengar keadaan Mecca.


'' Mecca sakit apa?'' Mendengar itu baru Arnav mengerti kalau yang di bilang oleh Arav Auh itu ternyata sakit.


''Mbok belum tau tuan muda'' jawab si mbok.


''Mbok kasih hanphon ini sama Mella atau mama sekarang'' titah Arnav


Segera mbok Yem berlarian ke kamar Arnav untuk memberikan hanphon tersebut pada Mella.


''Hallo kak'' sapa Mella


''Mel apa kata dokter,,, sakit apa Mecca? ''


''Dokter masih di dalam memeriksa kakak ipar. Hanya mama yang di dalam sama papa. Sabar bentar ya kak'' jawab Mella.


''Mel ayolah. Aku sudah tidak sabar Mecca sakit apa?''


Sedangkan dokter telah mengemasi barang-barangnya dan memberi resep untuk Mecca.

__ADS_1


''Dok sebenarnya menantu saya kenapa?'' tanya tuan Andi dengan wajah panik.


''Selamat tuan dan nyonya anda akan mendapatkan cucu lagi. Nona Mecca sekarang hamil dua bulan'' kata dokter menjelaskan.


''Mecca hamil dok'' sebenarnya itu kabar gembira bagi keluarga itu, tapi dengan kepergian Arnav ke luar negri, seakan-akan jadi kekhawatiran bagi keluarga tersebut. Apalagi Arnav belum sempat mengatakan kalau dia tidak jadi menikahi Reyna.


''Makasih dok'' jawab tuan Andi.


Setelah itu dokter berpamitan untuk pergi.


''Pah gimana ini pa,,,?'' tanya nyonya Gita berbisik.


''Gimana apanya, kalau Mecca hamil seharusnya kita senang, kenapa mama terlihat khawatir seperti itu.


Bukankah itu adalah kabar baik buat keluarga kita'' jawab tuan Andi.


''Tapi pa,,,, mama takut kalau Mecca mengetahui kehamilannya ini, dia akan tambah sedih dan terbebani karena Arnav akan menikah lagi'' ulas nyonya Gita.


''Gak apa-apa ma. Kita akan memberi pengertian pada Mecca.


Papa yakin dia pasti akan mengerti ''


''Mama, papa kak Arnav mau bicara'' tiba-tiba Mella masuk kamar karena desakan Arnav yang sudah tidak sabaran.


Mella langsung mengarahkan kamera kearah Mecca yang lagi terkulai lemas.


''Ma apa kata dokter ma'' kata Arnav melalu video call.


Saat Arnav bicara. Mecca sedikit menggerakkan tangganya pertanda dia telah siuman.


Melihat Mecca bergerak langsung tuan Andi merebut hanphon dari Mella dan memutuskan sambungan itu secara sepihak, karena tuan Andi tidak ingin Mecca mendengarkan hal yang sesungguhnya sebelum mereka memberi pengertian pada Mecca.


Agar wanita cantik itu tetap kuat menjalani kehamilannya walaupun Tampa Arnav.


Di sebrang sana Arnav begitu khawatir dan emosi karena sambungan itu terputus sebelum dia mendapatkan jawabannya.


''Oosssst kenapa sambungannya putus'' kata Arnav yang kembali menghubungi handphone Mecca, tapi tidak masuk sama sekali.


Dia juga mencoba menghubungi hanphon Mella dan telfon rumah tapi tidak ada yang menjawab.


'' Sepertinya Mereka mau membuat ku gila '' ucap Arnav sambil melempar handphonenya ke semarang arah.


Tidak lama Mecca terbangun dari pingsannya.


''Mah Mecca kenapa?''


''Tadi kamu pingsan'' jawab nyonya Gita sambil memberikan minuman pada Mecca.


''Mecca dengarkan papa ya nak.


Kamu harus menjaga kesehatan mu, karena kamu sekarang lagi hami'' kata tuan Andi memberi pengertian.


Mendengar itu Mecca kembali berbaring dan buang muka dari keluarga sanjaya sambil meneteskan air matanya.


''Ca kamu jangan sedih nak,,, kalau kamu sedih cucu mama juga ikut sedih, kamu jangan khawatir ada papa, mama, ibumu dan Mella yang akan mendampingi kamu.


Kamu tidak sendiri sayang,,,'' kata nyonya Gita membujuk Mecca.


''Mah Mecca gak sedih ma,,, Mecca bahagia kok.


Dengan adanya bayi di perut Mecca, setidaknya perceraian Mecca sama mas Arnav tidak akan terjadi.


Jujur ma, Mecca belum siap kehilangan mas Arnav.


Gak apa-apa dia tidak mengetahui kehamilan ini.


Gak apa-apa dia menghabiskan waktunya dengan istri barunya di sana, tampa menjumpai Mecca.


Yang penting Mecca masih istrinya mas Arnav. Mecca hanya berharap suatu saat dia kembali bersama kami'' kata Mecca mengelus perutnya yang masih datar.


Mendengar jawaban Mecca, kedua mertuanya dan Mella bernafas lega, karena Mecca memang menginginkan anaknya itu.


''Sayang papa sama Mama akan selalu ada untukmu.


Kamu harus tetap semangat ya...''


'' Iya pa. mas Arnav udah berkorban banyak.


Mecca juga akan mengorbankan perasaan Mecca kerena kami saling berjauhan, tapi Mecca gak apa-apa. Mecca akan terus menjadi istrinya dan menunggunya disini.


...****************...


Sedangkan Arnav terus berusaha menghubungi keluarganya.


''Halo kak ''kembali Mella mengangkat telfon dari Arnav.

__ADS_1


''Kenapa kau tidak menjawab panggilanku!'' kata Arnav membentak adik bungsunya itu dengan keras.


''Kak aku hanya mengikuti titah papa''jawab Mella.


''Memangnya apa yang kalian coba sembunyikan dari ku''


''Gak ada apa-apa kak'' jawab Mella gugup


''Sekarang katakan padaku apa yang terjadi pada Mecca!!'' dengan suara keras''


''Kak apakah ini kabar duka bagimu atau ini kabar gembira''


''Maksudmu kabar apa?''


Arnav begitu tidak sabar mendengarkannya.


''Kak,,,, istrimu hamil lagi kak'' jawab Mella.


''Bodoh kenapa kau katakan kalau itu kabar duka, tentu saja itu kabar bahagia bagi ku. Kerena aku akan segera kembali ke Indonesia. Aku tidak jadi menikahi perempuan licik dan penipu itu, ternyata dia selama hanya pura-pura lumpuh''kata Arnav menjelaskan pada adiknya.


''Syukurlah kak,,, aku sangat senang mendengarkannya, jadi ngapain lagi kakak masih di sana. Ayo cepat kembali sebelum istri kecilmu itu membuat rumah kita ini banjir air mata''


''Setelah aku mendapatkan buktinya aku akan segera kembali secepatnya'' jawab Arnav.


''Baiklah kak.. Apakah kakak mau melihatnya dan bicara dengannya?''


''Tentu saja. Oya Mell, kamu beritahu juga kabar gembira ini sama mama dan papa ya.


''Oke kak''


Segera Mella membawa handphonenya ke kamar, ingin memberikan hanphon itu pada Mecca.


Tiba-tiba datang Arav berlari menuju ranjang yang di tiduri Mecca.


''Arav ayo keluar,,, Papi mu ingin bicara sama mami mu'' kata Mella mengendong Arav.


Dan menyodorkan hanphon itu pada Mecca. Tapi Mecca tidak mengambil hanphon tersebut, dia malah menarik tangan Arav agar Arav tetap tinggal disana.


''Kakak ipar, ini kak Arnav mau bicara''


''Arav ayo tidur disini nak'' kata Mecca yang tidak menghiraukan ucapan Mella.


Ada rasa marah terhadap Arnav saat ini.


Walaupun dia mengetahui sebab kepergian Arnav, tapi tetap saja dia merasa marah dan sedih.


Dia mengira Arnav telah jadi suami Reyna saat ini.


''Kak bicaralah,,,,'' bujuk Mella. Tetap saja Mecca memalingkan wajahnya sambil memeluk Arav.


''Arav pegang hanphon nya. Aunty keluar ya'' kata Mella yang berlalu pergi.


Arav segera duduk di samping Mecca melihat wajah tampan papinya di balik layar.


''Mecca sayang bicaralah aku sangat merindukanmu'' kata Arnav.


Mecca pura-pura tidak mendengar


''Yang lindu,,,'' kata Arav yang mengikuti ucapan Arnav seperti burung beo.


''Sayang kamu masih marah,,,?'' tanya Arnav.


''Yang cih malah'' kata Arav lagi mengikuti ucapan papinya.


''Arav,,,, diam dulu ya,,, papi mau bicara sama mami'' ucap Arnav.


''Mi,,, papi'' kata Arav lagi yang menyorotkan kemera pada wajah Mecca.


''Sayang kamu harus jaga kesehatan. Kamu lagi hamil buah hati kita, jadi aku harap jangan sampai kamu lalai dan membuat anak kita bernasib sama seperti kakaknya. Ara'' kata Arnav lagi, tapi tetap saja Mecca tidak mau mengeluarkan suaranya.


''Istri kecilku yang cantik. Bicaralah,,, Aku juga mau lihat perutmu, bukak sebentar boleh,,,'' pinta Arnav merayu.


''Papi no'' dengan cepat Arav melempar handphon itu sehingga sambungan itu terputus.


Dia seakan mengerti kalau laki-laki itu merayu maminya.


Rasa cemburu Arav sangat besar pada Arnav dari pertama Arnav mencoba dekat-dekat dengan Mecca.


''Oh anak ini,,, dia mematikan sambungannya. Aku masih ingin membicarakan hal penting dengan istriku sendiri, tapi kenapa dia begitu cemburu.


Tuhan ujian macam apa ini. Kenapa sainganku adalah anakku sendiri'' kata Arnav mendengus kesal.


*Bersambung*


Silahkan di komen tulisan receh author ini ya..... semoga terhibur

__ADS_1


__ADS_2