
Disepanjang perjalanan ke kafe milik paman Mila, Arnav mengendara dengan tampang yang sedikit berubah, dia hanya diam dan tampak berfikir.
Mecca merasa ada yang aneh, tapi dia tidak berani banyak bertanya, karena dia merasa kalau suaminya lagi bed mood.
Setelah mereka sampai di parkiran kafe, Arnav menepikan mobilnya dan menatap kearah istrinya.
''gue harus menahan emosi, gue tidak boleh seperti biasanya lagi. Kasihan Mecca dan anak gue, kalau gue marah-marah pasti akan berakibat buruk untuk Mecca dan kandungnya. gue yakin gue pasti bisa '' gumamnya dalam hati. Dia adalah seorang lelaki yang sangat emosional, kini dia mencoba meredam emosinya itu demi anak dan istrinya.
''Sayang ayo kita keluar'' katanya mencium pucuk kepala istrinya, dan mengelus perut datar Mecca. Itu adalah obat penenang baginya saat ini.
Mereka berdua langsung turun, dan mobil Yudi juga sudah parkir di samping mobil Arnav, para sahabatnya masih di dalam mobil menunggu Arnav masuk baru mereka keluar.
Arnav dan Mecca kini sudah berada di dalam kafe, terlihat seorang lelaki yang duduk di meja paling pojok, lelaki itu tampak gelisah menunggu seseorang.
''Mecca '' tegur Mila dari samping datang kearah mereka.
''Mil apakah kamu sibuk?'' tanya Mecca lagi.
''Gak Ca , halo kak arnav'' sapa Mila kepada Arnav.
''halo Milla'' jawab Arnav tersenyum yang seperti dipaksakan.
''Ca kak Aldo nungguin kamu dari tadi tu disana '' kata Milla berbisik ke telinga Mecca, mendengar nama Aldo langsung Mecca deg degan, dia takut akan terjadi keributan kalau suaminya bertemu Aldo, rasanya dia ingin pulang saja.
''Sayang ayo, aku ada janji dengan seseorang '' ajak Arnav berjalan sambil mengandeng tangan istrinya.
Mecca hanya pasrah mengikuti langkah Arnav, dia sebenarnya berat untuk melangkahkan kakinya kearah sana, dia sungguh tidak tau apa-apa.
Setibanya di meja paling pojok pas didepan Aldo. Mecca merasa kaku dan berkeringat, merasa akan ada masalah besar lagi.
''Mecca,,,'' kata Aldo menyapa dengan senyuman, dia belum terlalu memperhatikan orang di samping Mecca, ketika aldo menghunuskan pandanganya dia sontak kaget, dan wajahnya langsung berubah.
''halo Aldo'' sapa Arnav datar, Aldo memperlihatkan wajah kurang suka kepada Arnav, tapi Arnav tidak ingin terlalu ambil pusing, kerena dia ingat perkataan sahabatnya, kalau dia sekarang harus memikirkan setiap tindakannya, agar istrinya juga tidak terluka.
''Halo'' jawab Aldo dingin.
''Sayang ayo duduk '' kata Arnav kepada Mecca, Arnav menarik kursi didepan Aldo. Mempersilahkan Mecca duduk, Arnav melihat wajah ketakutan peda istrinya itu, Arnav segera menenangkan Mecca.
''Sayang rileks semuanya akan baik-baik saja '' kata Arnav mencium pipi Mecca depan Aldo, Aldo yang melihat hanya membuang pandangannya.
''Oya tunggu sebentar ya, aku mau ke depan dulu '' kata Arnav meninggalkan Mecca berdua dengan Aldo. Dia mau menghubungi sahabatnya, mengatakan kalau dia sudah agak tenang.
''Ca kamu mau minum apa?'' tanya Mila menghampiri mereka.
''terserah Mil'' Jawabnya singkat. Mecca merasa tidak enak kepada Aldo. melihat wajah Aldo yang seperti marah kepadanya.
''Ca kamu kenapa bawa suami kamu kesini Ca, kalau mereka ribut lagi gimana??'' tanya Mila kembali berbisik.
''Mil aku tidak tau apa-apa dengan semua ini Mil'' jawab Mecca.
''Ya udah aku ambil minum dulu ya'' kata Mila meninggalkan mereka.
''Kak Aldo '' sapanya yang melihat Aldo yang selalu membuang pandangan kepadanya.
''Ca kamu kenapa harus membawa dia ke sini?'' tanya Aldo datar.
''Kak Mecca tidak tau dengan semua ini kak'' kata Mecca meyakinkan Aldo Tanpa Aldo ketahui kalau Arnav sudah berada di belakangnya.
'' Maaf Aldo saya yang membalas chat wa kamu tadi, Mecca tidak tau kalau kita akan bertemu disini'' jawab Arnav sambil duduk.
''Ada yang harus kita selesaikan agar tidak adalagi pertanyaan dan keraguan pada diri mu'' kata Arnav membuka pembicaraan.
__ADS_1
''Baguslah kalau kakak sendiri yang akan menjawabnya'' ulas Aldo
'' oke aku akan menjawab semua pertanyaan kamu tadi, aku dan Mecca menikah ketika Mecca telah menyelesaikan ujian akhirnya, dan kau tidak usah khawatir dan jangan pernah berharap lagi, karena aku sangat menyayangi istriku, aku akan melindunginya, dia sangat bahagia sekarang, kerena kami menunggu kelahiran anak kami'' kata Arnav dengan nada menekan.
''Maaf kak saya masih menghubungi istri mu. Saya tau kalau saya sebenarnya tidak pantas untuk mengkhawatirkan Mecca, tapi saya melihat kelakuan mu tempo lalu, aku selalu memikirkannya'' jawab Aldo lagi.
''Aldo kita sama-sama lelaki dewasa, coba kamu bayangkan hal itu seandainya terjadi dengan kamu. Perempuan yang sangat kamu cintai di peluk oleh orang lain didepan mu. Apakah kau akan diam saja?'' dia bertanya dan mencoba memberi pengertian kepada Aldo.
''Kak saya belum tau saat itu'' jawab Aldo singkat.
''Seharusnya kamu paham saat aku menjemput paksa Mecca di depan mu waktu dia mencoba untuk lari dari ku. Kalau kamu benar mencintainya seharusnya kau selidiki kenapa aku berprilaku seperti itu kepada dia'' kata Arnav lagi.
''Kak Aldo Mecca minta maaf, belum sempat kasih tau kakak dan Milla. Mecca mencari waktu yang tepat untuk memberi tahu tentang semua ini'' kata Mecca memberanikan diri untuk bicara.
''Gak apa-apa Ca, yang penting bagi kakak kamu bahagia'' kata Aldo lagi
''Mecca bahagia kak, mas Arnav menyayangi Mecca dan selalu melindungi Mecca'' jawab Mecca.
''Kak Arnav saya harap kakak bisa menjaga Mecca sampai kapanpun. Seandainya kakak menyakitinya atau meninggalkannya, aku akan kembali berjuang mendapatkan Mecca kembali, apapun kondisinya akan aku terima'' kata Aldo seperti mengancam kepada Arnav.
''Aku juga tidak akan melepaskan Mecca sampai kapanpun, karana dia ibu dari anak-anakku, kalau itu terjadi mungkin maut yang akan memisahkan aku dan dia'' jawab Arnav tegas.
Sementara Angga, Yudi, Arman dan Lisa Ikut masuk ke delam kafe. Mereka mengambil tempat yang agak jauh dari Arnav.
''Man sepertinya Arnav bisa mengendalikan emosinya'' kata Angga kepada Arman.
''Tapi kita harus tetap memantau, lho taukan Arnav emosinya gampang meledak, salah sedikit habis itu bocah'' ulas Arman lagi.
''Ssssst lihat pelayan yang ngobrol sama Mecca tadi boleh juga ya'' ucap Yudi.
''Gila lho, emang lho mau mengikuti jejak Arnav menikah sama anak kecil '' jawab Arman
''Iiiih kalian ini memikirkan anak-anak kemaren sore, terus gimana dengan gue yang masih menggadis sampai sekarang, apa kalian tega melihat gue kayak gini terus '' jawab Lisa yang memperhatikan ketiga sahabat lelakinya itu.
''Selamat malam kakak,,,mau minum apa'' tanya Mila mendekati para sahabat Arnav. dia tidak mengenal Arman sama sekali, karena penampilan Arman jauh berbeda saat dikampus.
''Halo Mila'' sapa Angga melambaikan tangannya kepada Mila.
''eh kok dia kenal sama aku emang dia siapa ya?'' gumam Mila
''halo kak, maaf kakak ini siapa ya?'' tanya Mila.
''kenallah kamu sahabat Mecca bukan'' kata Angga lagi.
''Iya kak salam kenal '' jawab Mila, dia jauh lebih berani dari Mecca.
''kakak ini kenal Mecca dari mana ya,,, ah bodo amat '' gumam Mila
''Kami mau kopi aja ya'' jawab Angga. Yudi menatap Mila dengan pandangan nakal, dia mengedipkan sebelah matanya kepada Milla, Mila yang melihat langsung gemetaran dan menjauh.
''Duh kenapa aku jadi gemetaran, Ternyata ini yang dirasakan Mecca selama ini, pasti dia jantungan dekat-dekat sama kak Arnav, bahaya juga ini, aku suruh yang lain aja melayaninya, aku ngeri dengan para pria dewasa itu'' kata Mila bicara kecil.
Sedangkan Arnav dan Mecca masih berbincang dengan Aldo.
''Kalau begitu aku minta maaf atas kejadian kemaren kak'' kata Aldo sambil bersalaman kepada Arnav. Demikian juga dengan Arnav, dia juga menjabat tangan Aldo dan meminta maaf atas pukulannya Tampo hari.
Setelah semua berdamai, Mecca merasa sangat lega, yang ditakutinya tidak terjadi.
'' Mecca kakak permisi dulu, kak Arnav sampai jumpa'' kata Aldo meninggalkan kafe milik om Milla itu, setelah kepergian Aldo Mecca memegang tangan Arnav.
''Mas makasih ya, mas tidak marah-marah lagi'' kata Mecca memegang telapak tangan Arnav.
__ADS_1
''Iya sayang, aku akan lebih hati-hati lagi dengan setiap tidakan ku'' kata Arnav.
Tidak lama setelah itu Mila kembali mengantarkan minuman Mecca dan Arnav.
Sedangkan pesanan kopi para sahabat Arnav di ambil alih oleh orang lain.
''Ca ini minum dulu, kamu pasti deg degan kan Ca '' kata Mila
''Tidak ada yang harus ditakuti'' ulas Arnav kepada Milla dan Mecca.
Setelah semuanya selesai semua sahabat Arnav ikut bergabung di meja Arnav.
Mila terlihat agak takut berada di antara Meraka, gadis pelayan kafe itu segera menjauh.
''Hai Milla kenapa bukan kamu yang mengantarkan kami kopi'' tanya Yudi
''Maaf kak tadi saya ada keperluan lain'' jawab Mila
''Hei kamu takut ya, tidak perlu takut kami tidak memangsa orang'' kata Yudi yang melihat ketakutan pada Milla.
''Maaf kak'' jawab Mila lagi.
Setelah semuanya selesai, mereka semua kembali kerumah masing-masing.
Tidak terasa empat bulan sudah berlalu dilewati Mecca, tanpa banyak keluhan dan Arnav juga mendampingi istri kecilnya itu dengan sabar dan sangat teliti.
Ditempat lain Enjelin berbincang dengan seseorang, yang memberikan hasil editan video jadi foto yang disuruh Enjelin tiga bulan lalu, sekarang baru selesai.
''Anda saya bayar mahal untuk ini, jadi saya harap anda tidak mengecewakan saya'' kata Enjelin kepada seseorang yang telah membuat foto-foto itu seperti nyata.
Sedangkan dirumah. Arnav pagi-pagi telah menyiapkan susu buat Mecca.
''Sayang hari ini kita USG ya, aku ingin lihat jenis kelamin anak-anak kita'' ajakan Arnav
''Iya mas Mecca juga merasa kalau sering mereka bergerak sekarang '' jawabnya sambil mengelus perut yang sudah menonjol.
''Mas tadi ibu nelpon, beliau pingin kesini''
''Iya aku sangat senang kalau ibu kesini, gimana kalau aku suruh sopir yang jemput ibu, bibi dan miko'' jawab Arnav.Semejak Mecca hamil Meraka belum pernah pulang kampung, mereka hanya menghubungi Bu Lastri lewat vc.
''Ayo sayang kita pergi sekarang, aku udah bikin jadwal untuk kita periksa satu jam lagi'' kata Arnav mengajak istrinya menuju mobil.
Setelah sampai di rumah sakit, mereka menuju ruang dokter kandungan. Arnav sudah tidak sabar untuk memeriksakan dan USG melihat anaknya,
''Selamat siang tuan muda'' sapa dokter intan.
''Siang dok, saya kesini ingin segera periksa dan USG, saya sudah tidak sabara untuk melihat anak-anak saya'' kata Arnav
''Baik tuan, ayo nona silahkan berbaring'' kata dokter intan, Mecca mengikuti saja, ini baru kedua kalinya dia di USG.
''dilayar terlihat dua bayi yang aktif dan sehat, detak jantungnya juga bagus, dokter menjelaskan kepada Arnav kalau anak mereka sehat dan berjenis kelamin lelaki dan perempuan.
''Arnav sangat senang mendengarkan dan menatap layar itu dengan mata berkaca-kaca.
''sayang kalian harus berjuang dengan mami kalian ya, papi sangat senang dan takut sampai hari itu datang.
Arav Ara I love you, papi menunggu kalian'' kata Arnav dalam hati sambil menatap layar itu.
Buat pembaca setia novel amburadul ku ini, mohon maaf ya sayang,,,, kalau author payah ini mungkin tidak up dua hari ke depan, karena menunggu pembaca lain yang masih jauh tertinggal sehingga dua hari ini novel ini anjlok, kalian mohon tunggu sampai tanggal satu lagi ya..... jangan lupakan Mecca dan Arnav butuh semangat deri kalian semua.
Mohon tinggalkan komentarnya ya sahabat baik ku
__ADS_1