
Setelah Arav tertidur. Tangan wanita cantik itu tak henti²nya mengelus rambut Arav.
''Arav sebentar lagi adikmu akan bertambah satu lagi, kamu harus sayang sama mereka ya''
Arav tidur persisi seperti Arnav, dia suka memainkan rambut panjang Mecca. Memainkannya di jari telunjuknya.
''Arav kamu boleh meniru apapun kebiasaan papimu, tapi kamu tidak boleh meninggalkan mami ya,,,'' kata Mecca lagi yang mencoba melepaskan rambutnya dari jari Arav.
''Kata siapa kakak meninggalkan mu, dia sebentar lagi akan kembali'' kata Mella tiba-tiba datang melihat keadaan kakak ipar kecilnya itu.
'' Tentu saja Mas Arnav akan kembali bersama istri barunya'' kata Mecca dengan mata yang berkaca-kaca.
''Kata siapa dia menikahi Reyna, pasti tadi kau tidak bicara dengan kakakku.
Mecca sayang,,,, aku malu memanggilmu kakak ipar, karena kau terlalu kecil dan kadang-kadang kau bersifat seperti anak-anak'' kata Mella sambil meraba perut datar Mecca.
''Apakah itu benaran?'' tanya Mecca dengan wajah bahagia.
''Iya, tapi untuk sementara kak Arnav menetap di sana untuk mendapatkan bukti kalau Reyna itu tidak lumpuh''
''Apakah ini sungguhan kak. mas Arnav akan kembali bersama kami''
'''Ya tentu saja,,,, Sekarang jangan sedih lagi ya,,,, tidak bagus untuk anak dalam kandungan mu'' ulas Mella yang segera meninggalkan Mecca dan kembali ke kamarnya.
Sedangkan Arnav kembali menghubungi Mecca, dia ingin mengatakan kabar gembira kalau dia tidak jadi menikahi Reyna.
Tapi dia harus mengunggu sampai besok untuk bicara dengan Mecca, karena Mecca sudah tidur akibat obat tidur yang diberikan oleh dokter.
Arnav hanya bicara sama kedua orang tuanya mengenai masalah yang di hadapinya saat ini.
''Nav apakah benar yang dikatakan Mella, kalau Reyna hanya bersandiwara '' tanya tuan andi.
''Iya pa. Dia tidak lumpuh dia hanya pura-pura dan ingin menipuku'' jawab Arnav.
''Segera temukan buktinya dan kita akan membuat dia dan keluarganya mendekam dipenjara'' titah tuan Andi.
'' Baik pah. gimana dengan Mecca pa''
''Tenang aja, mama dan papa akan menjaganya dan calon anak kalian''
''Gimana kalau mecca disini aja bersama denganku, agar aku merasa lebih tenang'' pinta Arnav.
''Gak Nav. Kondisinya lagi gak bagus, lagian kalau dia di sana kau akan tambah repot, kau fokus aja mencari bukti tentang kebohongan Reyna '' tolak tuan Andi.
'' Gak pa aku tidak akan repot mengurusnya. Aku udah terbiasa mengurusnya dari dia hamil si kembar dulu, waktu dia hamil si kembar dia tidak terbebani sama sekali, pasti hamil sekarang juga seperti itu''
''Kayak kamu ingat aja gimana dia hamil si kembar dulu'' ulas tuan Andi lagi.
__ADS_1
''Pa aku udah mengingat semuanya. Ada kejadian yang terjadi di atas pesawat yang membuat aku mengingat semuanya'' kata Arnav menjelaskan.
''Syukurlah lah Nav, Kalau ingatan mu udah kembali. Papa dan mama sangat senang mendengar kabar gembira ini''
''Jadi gimana pa. Boleh gak Mecca menyusul aku kesini, lagian dia juga tidak pernah keluar negri'' ulas Arnav lagi.
''Baiklah Nav. Kita lihat sampai tiga hari kedepan, kalau kondisinya membaik papa akan segera membelikan tiket dan mengurus semua surat-surat keperluannya untuk berangkat kesana'' jawab tuan Andi.
''Pah. makasih bangat ya pa'' kata Arnav.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari kini sudah kembali muncul dengan wajah penuh harapan. Karana mendung sudah berlalu kini hanya ada senyum di wajah matahari pagi itu.
Terlihat Arnav sudah bersiap-siap mengunjungi teman lamanya yang akan memberikan dia pekerjaan.
Dia kembali berperan sebagai bintang tamu di flem laga.
Dia juga menerima tawaran sebagai foto model parfum di salah satu stasiun televisi. Arnav sengaja mencari kesibukan agar dia selalu punya alasan jika di pinta Reyna kesana menjaganya, tapi Arnav tidak pernah lengah dengan misi utamanya yaitu mencari bukti tentang Reyna.
Dia telah menyewa seseorang untuk bekerja di apartemen Reyna untuk memata-matai Reyna.
Arnav kembali pada profesinya sebagai aktor dan bintang model yang cukup melejit di luar negri itu.
''Kak Arnav,,,, bisa mampir gak aku kangen''rengek Reyna di balik telfon.
''Kapan kakak dapat tawaran, Kok Kakak gak ngomong dulu sama aku.
Tidak boleh seperti itu kakak,,,, Bagaimanapun aku adalah calon istrimu yang berhak tau segala urusan dan kesibukan kakak di luar sana'' ucap Reyna dengan cemberut.
''Hei kau kira aku bisa kau jinakkan. Itu mustahil, aku laki-laki bebas. Aku yang akan menentukan kegiatan ku sendiri.
Kau hanya debu yang bisa saja aku tiup kapan saja aku mau'' kata Arnav dengan lantang.
Segera sambungan itu di putus sepihak oleh Arnav.
''Hanya perempuan kecil ini yang bisa mengendalikan ku, aku sangat merindukan mu perempuan cengeng.
Aku merasa pertemuan kemaren tidak pernah terasa semenjak ingatanku pulih.
Aku merasa kau masih anak SMA yang masih pakai seragam abu-abu dengan wajah memerah saat merasa malu'' Gumam Arnav sambil mengambil foto Mecca yang berada di atas mejanya.
...****************...
Empat hari sudah berlalu.
Mecca sudah seperti biasa, dia terlihat lebih segar tampa pikiran yang berat lagi.
__ADS_1
Di meja makan semua keluarga sudah berkumpul untuk sarapan, setelah meraka sarapan. Tuan Andi mulai membuka pembicaraannya tentang keberangkatan Mecca keluar negeri.
''Ca Papa akan membelikan tiket untuk mu. Papa juga telah mengurus semua surat-surat yang kamu butuhkan'' kata tuan Andi sambil menyeruput kopinya.
''Memang Mecca mau kemana pa?'' Mecca agak bingung dengan pembicaraan tuan Andi
''Sayang kamu susullah suami kamu agar kau dan dia bisa tenang '' ulas nyonya Gita.
''Tapi gimana dengan anak-anak ma'' jawab Mecca.
''Tenang aja kakak ipar, aku dan mama akan menjaga Meraka. kau tidak usah cemas. Setelah banyak air mata dan penderitaan. Sekarang saatnya kau menghabiskan waktu berdua saja, kalau anak-anak merindukanmu Meraka bisa video call '' ulas Mella.
''Mecca binggung,,,,,
Mecca tidak mengerti bahasa orang-orang disana. Mecca juga belum pernah naik pesawat, gimana kalau Mecca tersesat'' ulas Mecca dengan kepolosannya.
''Tenang aja ca, kamu bisa kok. Disana kamu bisa menanyakan apapun pada Arnav. Kamu tidak harus berkomunikasi dengan orang-orang asing disana. Jangan khawatir Arnav akan menjaga mu, dia akan selalu ada untukmu setiap saat'' ucap nyonya Gita lagi.
...****************...
Saatnya telah tiba bagi Mecca untuk menyusul suaminya.
Dia begitu deg-degan Karana baru kali ini naik pesawat.
Semua keluarga mengantarkan kepergiannya ke bandara, tak ketinggalan si kembar yang juga ikut mengantarkan wanita berambut panjang Itu.
''Ma titip anak-anak ya ma''
''Iya sayang jangan khawatirkan mereka. Pergilah nikmati waktumu bersama suamimu''jawab nyonya Gita.
Dia segera memeluk kedua mertuanya. dia juga mencium puas kedua anak-anak yang lucu-lucu itu.
Mecca sebenarnya tidak tega meninggalkan budah hatinya di Indonesia.
''Sayang jangan rewel ya nak''kata Mecca pada Arav dan Ara.
''kedua anak-anak itu sudah terbiasa di asuh oleh Oma dan auntynya semejak mereka masih bayi, jadi mereka tidak terlalu masalah di tinggalkan oleh Mecca demi papinya agar bisa kembali.
''Sayang mami jemput papi kalian ya nak. Agar kita bisa bersama-sama lagi'' ucap Mecca lagi.
''Ya papi'' ucap Ara, sedangkan Arav hanya diam, dia asik bermain dengan mainan baru yang di belikan opanya.
''Aku sudah tidak sabaran menjemputnya di bandara'' ulas Arnav.
*Bersambung*
Mohon maaf ya BESTie baru muncul lagi karena authornya kurang sehat.🙏🙏🙏
__ADS_1