
Ting ada pesan masuk dari Mecca di handphone arnav.
''mas Mecca boleh gak main sama Mila sampai jam delapan malam'' isi wa Mecca
Arnav yang lagi berkendara membuka pesan itu, dan membacanya
''iya sayang'' cuma itu balasnya dari Arnav.
Untung aja Mecca ada kesibukan lain, kalau gak, dia pasti tau dengan semua rencana ku, aku ingin jadi orang yang pertama yang mengucapkan selamat kepadanya'' gumam arnav dalam hati.
sedangkan dirumah Arnav, semua sahabatnya hampir selesai dengan tugas mereka, rumah arnav sekarang sudah seperti istana kecil, disana sudah terpampang lukisan besar, seorang gadis cantik berambut panjang sedang tersenyum, dalam lukisan itu Mecca sangat cantik dan mempesona.
Lukisan itu diantarkan oleh tukang lukis itu sendiri, Arnav sengaja memesannya jauh-jauh hari agar kelihatan sempurna.
Disana juga sudah datang kue yang dikirim oleh mobil khusus.
Pokoknya semau telah selesai tinggal menunggu yang lagi ulang tahun saja.
Arnav sengaja tidak merayakan di hotel, menurutnya istrinya belum terbiasa dengan suasana seperti itu, dan takut istrinya tidak bebas menikmati pesta.
sedangkan kalung berlian itu juga sudah di kantongi olah arnav.
''Semuanya telah selesai, saatnya kita pulang'' ajakan arman kepada kedua sahabatnya itu.
''Kalau anak sultan apa yang jadi keinginannya, semuanya bisa terkabul secepat ini, contohnya aja sekarang '' ucap Yudi yang juga ingin pulang.
Ketiga sahabat itu bersiap-siap untuk pulang, orang-orang ahli penata ruangan yang mereka sewa, juga sudah bubar, mereka sengaja menyewa orang-orang profesional untuk menyelesaikan semua, agar semua terlihat asli.
Meraka semua juga telah meninggalkan rumah Arnav, dengan kemanan yang kerat menyebar di sekeliling untuk menjaga keamanan rumah itu.
Sekarang waktu sudah menunjukan pukul setengah delapan, Arnav yang sudah berpenampilan dengan sangat tampan, bergegas melajukan mobilnya ke kafe milik om Milla, dia ingin menjemput istrinya, dan ingin membawa Mecca berkeliling sebelum Jam dua belas malam.
Sedangkan di tempat lain, Milla sudah menyudahi belanjaannya, dia hanya membeli atasan sedangkan Mecca hanya membeli baju daster Tampa pengetahuan Milla, mereka berdua segera meninggalkan toko itu, dan menuju kafe milik om Milla.
''Mil apa om kamu tidak marah kamu tidak masuk kerja hari ini?'' tanya Mecca yang berada di pinggir jalan menunggu angkutan umum.
''Gak Ca ini cuma sekali-kali, ayo kita masuk'' ajakan Milla untuk masuk kedalam angkutan umum, dalam angkutan umum, Mecca teringat dengan testpacknya tadi, dia segera mencari testpack itu dengan mengacak-acak isi tasnya.
''mana benda itu, rasanya aku menyimpannya disini '' gumamnya sambil mengingat lagi.
__ADS_1
''Kamu nyari apa sih Ca? ayo turun kita sudah sampai'' ajakan Milla lagi.
Sedangkan Mecca masih mencari benda itu, dia tidak fokus dengan semuanya. melihat Mecca yang bingung, segera Milla menyeret Mecca dengan menutup matanya pakai sapu tangan kecil.
''mil apa-apa ini, kau mau apa?'' dia begitu heran dengan kelakuan Milla.
''tenang aja Ca, kamu ikut aja dengan ku'' kata Milla menuntun sahabatnya memasuki kafe.
Suasana di kafe itu sangat sunyi, padahal ada beberapa orang sahabat Aldo di sana, yang sengaja di undang oleh Aldo.
Sedangkan Arnav juga sudah sampai di parkiran mobil, setelah mobil itu terparkir, dia segara melangkah dan tidak sabar untuk menemui istrinya itu. Dia tidak peduli dengan perintah istrinya untuk tidak ke sana sebelum Mecca mengatakan yang sesungguhnya kepada Milla.
Sebelum masuk dia menerima pesan wa dari Arman, dia sejenak berhenti membaca Pasan itu, Arman menyatakan kalau semua telah selesai.
Sedangkan didalam kafe, Aldo datang mendekati Mecca, Aldo membawa kue kehadapan Mecca yang bertuliskan ucapan selamat dengan lilin angka sembilan belas tahun di atasnya.
Milla segara membuka penutup mata Mecca, setelah penutup mata itu terlepas, Mecca sangat kaget dan membeku.
''Selamat ulang tahun mecca'' terdengar suara Aldo yang mengucapkan selamat dengan kue cantik di hadapannya.
Mecca hanya mematung, dia seperti tidak percaya dengan banyak balon dan kue ulang tahun, Mecca tidak menjawab dia masih belum fokus pikirannya masih kepada testpacknya yang hilang.
Dihadapan semua orang, ada pria tampan yang juga membidik kedua orang yang lagi berpelukan itu, dia jelas melihat di hadapannya istrinya dipeluk oleh lelaki lain, dan istrinya tidak menolak pelukan itu.
Darah yang sudah mulai stabil, kini mendidih seketika, wajahnya langsung memerah, dengan tangan yang terkepal, dia mendekati dua orang itu, menarik Aldo lalu memukul Aldo dengan membabi buta
''mas'' kata Mecca yang masih belum begitu paham
bug bug bug '' begitu bunyi pukulan yang mendarat di wajah Aldo, ada tiga orang yang melerai, tapi tak ada satupun yang bisa menandingi tenaga Arnav.
''maaas hentikan'' kata Mecca menarik suaminya. mendengar permohonan Mecca dia tersentak sejenak.
''Apa kata mu, hentikan! kau merasa sakit melihat dia di sakiti, tetapi kau tidak memikirkan luka hati ku yang melihat istriku di peluk dan dicium lelaki lain, oh ini sebabnya kau tidak mau memberi tahu semua orang kalau kau wanita yang telah bersuami, agar kau tetap bebas '' kata Arnav menunjuk kearah Mecca. Tidak puas dengan semua itu, dia segara menyeret tangan Mecca dengan kasar menuju mobil.
'' mas hentikan, mas salah paham Mecca juga tidak tau tentang semua ini'' kata Mecca memohon tapi dia tidak menangis sama sekali.
Sepertinya ini pengaruh janinnya yang membuat dua begitu tegar.
''Tidak kita selesaikan di rumah, kau telah menipu ku'' kata Arnav sambil menghempaskan Mecca memasuki mobil, segera Arnav melajukan mobil itu dengan kencang.
__ADS_1
Sedangkan di kafe, Milla masih belum percaya dengan kata suami dan istri yang keluar dari mulut lelaki tampan yang dia kagumi itu.
''Mil, benarkah Mecca telah menikah?'' tanya Aldo yang juga tidak percaya dengan semua ini.
''Tidak tau kak, Mecca tidak pernah bercerita tentang ini'' katanya lemas dengan kenyataan.
Aldo merasa kesal dan kasihan kepada Mecca, harapan yang di impikannya musnah seketika.
''Mil besok kakak akan memastikan semua itu, kakak khawatir kalau Mecca tidak bahagia, dan sering disakiti oleh lelaki brengsek itu'' kata Aldo yang masih belum menerima.
Sedangkan di jalan Arnav dan Mecca saling diam sampai rumah, setelah di rumah, Arnav turun dengan menyeret Mecca kembali.
''kau lihat semua ini, aku mempersiapkan semua ini untuk istri ku, aku menghabiskan banyak waktu, uang, dan tenaga untuk wanita yang pikirannya untuk orang lain.
Bodohnya lagi, ada anak kecil yang dengan gampang menipuku'' kata arnav penuh kemarahan, Mecca hanya diam dia sudah capek untuk menjelaskan semuanya tetapi arnav tidak mau mempercayainya.
Arnav mengambil kursi, dan menghancurkan lukisan besar yang sudah terpampang di dinding
'' kau tidak pantas dengan semua ini'' dia mengucapkan kata-kata yang cukup menyakiti istrinya itu, dia juga menghancurkan kue yang juga sangat mahal itu.
''Kau lihat kue ini, aku akan menghancurkan kekasihmu itu seperti kue ini'' katanya lagi, kini dia beralih kesemua yang sudah tertata indah dia menghancurkan semuanya dengan kursi di tangganya.
''Kau sungguh tidak tau diri, apakah kau tidak puas dengan semua yang aku berikan. Seharusnya kau berfikir kalau kau sudah mendapatkan lebih, seharusnya kau sadar kau sangat tidak pantas dengan semua ini, apa kau lupa?'' kata arnav yang meninggalkan Mecca, dia melangkah pergi dengan melajukan mobilnya itu.
sebanyak itu kata-kata yang keluar dari mulut Arnav, dari kafe om Milla sampai rumah, tapi kata-kata tidak pantas itu seperti benda tumpul bagi Mecca yang menghantam hatinya, Mecca terduduk dengan lemah dia tidak percaya dengan kata-kata pedih yang keluar dari mulut suaminya itu.
Dia berjalan pelan-pelan menuju kamarnya, dia berdiri persis di hadapan cermin yang memantulkan bayangannya dengan jelas.
''mecca kau tidak tau diri, kau lupa asa mu, kau tidak pantas untuknya. Kau tidak pantas berada di rumah mewah ini, kau siapa??? kau gadis kampung miskin yang hanya dinikahi karena terpaksa, hanya hutang Budi Mecca ,,, '' dalam hatinya perang mengatai dirinya sendiri yang terpampang di depan cermin, tangisan itu pecah seketika, dia sesenggukan sampai susah untuk bernafas.
Sedangkan arnav yang masih berkendara, merasakan hatinya seperti di gores dengan kasar dan tajam.
Dia sejenak menghentikan laju mobilnya, Arnav menekan dadanya dia tau kalau istri kecilnya sangat terluka Dangan kata-katanya sendiri.
Arnav segera keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan kasar, menendang mobil itu melampiaskan emosinya. setelah capek dia melampiaskannya, dia duduk di atas tanah memangku lututnya.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......