Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Aku bukan wanita murahan


__ADS_3

Sesaat mereka saling diam tanpa satupun yang berani memulai percakapan, suasana di kamar hotel itu terasa begitu canggung.


''Hei apakah kau baik-baik saja '' kata Arnav yang berani duluan memulai percakapan.


''Mecca baik-baik saja mas'' jawab Mecca singkat yang masih menundukkan kepalanya.


''Wajah mu memerah, apakah badan mu terasa panas?'' tanya Arnav sambil mengangkat kembali dagu Mecca agar menatap wajah tampannya.


''Gak. Mecca baik-baik saja'' jawab Mecca lagi dengan singkat.


''Dia tidak marah saat aku mencium bibirnya, tapi dia begitu pemalu. aku jadi bingung harus mulai dari mana. Baru kali ini aku menemukan perempuan pemalu seperti dia. Biasanya perempuan yang dekat dengan ku perempuan agresif semua, duh mulai dari mana ya'' gumam Arnav.


''Ting'' ada chat masuk kedalam hanphon Mecca dari Rian.


Segera Mecca membuka wa tersebut berjalan agak jauh dari Arnav.


''Ca kamu dimana?? Aku udah nungguin kamu dari tadi hampir dua jam aku disini ca'' isi chat dari Rian.


''Aku hubungi nomor mu juga tidak masuk, tapi aku akan tetap menunggumu disini''


''Mecca aku hanya ingin mengatakan kalau aku telah jatuh cinta kepada mu dan aku juga siap menjadi papa dari kedua anak-anak mu.


Ca aku tau hubungan mu dengan lelaki itu sedang tidak baik-baik saja, maka jangan di paksakan lagi, coba beri aku kesempatan untuk jadi pendamping mu'' itu adalah chat dari Rian.


Memang jaringan tadi sedang tidak bagus, jadi saat jaringan kembali normal wa itu bertubi-tubi masuk ke handphone Mecca.


Mecca agak menjauh dari Arnav membaca wa dari Rian tersebut, karena Mecca tidak mau akan terjadi ke salah pahaman di antara. mereka.


Setelah membaca semuanya Mecca segera membalas wa itu dengan terburu-buru.


''Mas Rian Mecca lupa untuk mengatakan kalau Mecca tidak bisa bertemu dengan mas malam ini. Mecca ada urusan keluarga'' balasan wa dari Mecca.


setelah mecca membalas chat dari Rian.


Tiba-tiba tangan Arnav mengambil alih hanphon Mecca dia tau siapa yang chat dengan Mecca, segera Arnav membaca semua isi chat itu.


Setelah dia membaca wa tersebut. Lagi-lagi Arnav merasa terbakar cemburu.


''Lelaki ini lagi, apakah dia begitu menginginkan mu sehingga seperti orang bodoh mengoceh lewat chat seperti ini'' kata Arnav sambil meletakan hanphon Mecca.


''Ting'' sekarang giliran hanphon Arnav yang berbunyi menandakan ada wa masuk ke handphone-nya.


''Happy birthday kak Arnav... Aku mau kita keluar malam ini merayakan hari ulang tahun mu, aku merindukan masa-masa kita di luar negri dulu'' itu adalah isi chat dari Reyna, tapi Arnav tidak menghindar seperti yang di lakukan Mecca tadi.


Dia tetap berdiri di tempat sambil membaca wa masuk ke handphone-nya.


''Kak Arnav I love you, aku harap malam ini aku orang yang pertama yang mengucapkan selamat pada mu'' kembali chat Reyna menyusul.


''Mas ayo anterin Mecca pulang. Sepertinya perempuan itu telah menunggu mu'' kata Mecca yang ikut membaca isi chat dari Reyna itu.


''Kenapa apakah kau cemburu? Apakah sekarang kau mengakuinya?'' tanya Arnav dengan suara menekan.


Karena dia masih kesal pada Mecca yang selalu mempersulit jalan untuknya.


Itu menurut Arnav sendiri.


''Terserah!!! mas mau dengan siapa malam ini'' kata Mecca dengan wajah yang sama-sama terbakar cemburu.

__ADS_1


''Ya udah,,,, kalau begitu apakah kau setuju kalau aku dan Reyna jadian lalu menikah, kalau kau setuju boleh. Aku akan buktikan pada mu kalau aku bisa, syaratnya itu memang keinginan mu'' kata Arnav mengancam.


''Plak plak plak'' mendengar itu Mecca segera melayangkan tamparan kepada Arnav.


''Kau berani juga, ayo pukul lagi! aku heran seolah-olah kau tidak ingin aku di samping mu, tapi kau juga melarang aku dekat dengan perempuan lain. Mau mu apa!'' kata Arnav membentak Mecca.


''Aku mau pulang saja, aku bingung mas tidak mau mendengarkan penjelasan ku tentang apa yang telah terjadi selama ini'' kata Mecca dengan mata yang berkaca-kaca.


''Untuk apa kau pulang, untuk menemui lelaki itu, tapi tunggu. Aku akan memberikan kenangan untuk mu perempuan kecil yang telah berani menampar wajah ku'' kata Arnav lagi menghalangi Mecca yang hampir keluar dari pintu hotel.


''Mas apa yang mau kamu lakukan?'' tanya mecca yang melihat Arnav membuka pakainya yang sudah seperti singa lapar di hadapannya.


''Mas jangan seperti ini, aku akan mee'' belum sempat Mecca melanjutkan kalimatnya, Arnav telah menyerangnya terlebih dahulu. Padahal Mecca hanya ingin mengatakan kalau dia akan melayani Arnav dengan baik sebagai istri Arnav.


Arnav membungkam bibir gadis cantik itu dengan ganas sambil mencoba membuka atasan Mecca.


Setalah lepas dari bibir seksi istrinya Arnav mencoba membaringkan Mecca di atas ranjang.


''Mas,,,,''' kata Mecca yang merasakan kalau tangan dan bibir suaminya telah berkelana di gunungnya


''Stttt'' kata Arnav.


Arnav sangat lihai membuat lawan mainnya terbuai.


melihat tidak ada perlawanan dari Mecca dia kembali berdiri untuk melepas semua pakaiannya dan melepas bawahan Mecca, mereka berdua sekarang sama polos di tutupi selimut.


''Tuhan aku tidak ingat kapan terakhir aku berhubungan dengan perempuan, tapi hari ini aku sudah tidak bisa menahannya lagi, aku telah mencoba menahan diriku sendiri selama ini, tapi kali ini semua mustahil, aku ingin menikmati perempuan cantik ini. Maafkan jika aku salah dan aku juga telah berjanji pada diriku sendiri seandainya terjadi sesuatu akibat perbuatan ku ini.


Aku akan bertanggung jawab sepenuhnya'' gumam Arnav sambil menikmati buah delima yang sudah lama tidak terjamah itu.


Setelah puas mencicipi delima manis itu. Arnav segera ingin menancapkan botolnya di sumur yang di kelilingi semak belukar yang nikmat itu, tapi sebelum Arnav melakukanya dia merasa butuh ijin dari pemilik sumur itu.


''Cantik apakah boleh aku menikmatinya'' kata Arnav berbisik.


''Mecca hanya mengangguk dan membuka jalan untuk Arnav agar lebih mudah.


Setelah Arnav mendapatkan ijin dan diberi jalan, dia segera melakukanya dengan berlahan-lahan.


Agak sedikit sempit karena sudah lama mereka tidak berhubungan tapi, Arnav tau trik-trik bagaimana membuat jalan lagi.


Setelah berhasil masuk, Arnav juga mulai bermain menggoyangkan pinggulnya agar permainan semakin panas, setelah terasa puas dan merasa ada yang mendesak, tidak segan Arnav menyemburkan lahar panas itu di dalam.


''Mas kenapa di dalam anak-anak masih kecil'' kata Mecca berbicara terbata-bata karena Arnav melaju dengan kencang.


Sepertinya Arnav tidak mendengarkan ucapan istrinya karena begitu menikmati permainan yang sudah lama tidak dirasakannya.


Arnav tidak pernah menyentuh siapa pun semejak menikah dengan Mecca, walaupun dia hilang ingatan dia tetap saja menahan dirinya. Siapapun perempuan yang datang untuk menggodanya dia langsung menolaknya mentah-mentah.


Kali ini Mecca juga merasakan sesuatu yang mendesak ingin keluar, dengan erat dia memeluk suaminya.


Arnav hanya tersenyum melihat Mecca yang juga menginginkannya.


Setelah selesai mereka melakukanya.


Suami istri itu tertidur dalam satu selimut dengan tubuh yang masih polos.


Tidak terasa waktu sudah pagi. Mecca segera terbangun, begitu juga dengan Arnav.

__ADS_1


Dia membelai rambut panjang Mecca dengan lembut.


''Apakah kau capek,,, katakan kau mau apa?'' tanya Arnav.


''Gak mas Mecca mau pulang'' kata lagi.


''Boleh kau boleh pulang kerumah mu, tapi bereskan dulu sisa permainan semalam'' jawab Arnav


Setalah itu Mecca segera masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya, sedangkan Arnav juga telah mengenakan pakainya.


''aku akan bercanda sedikit dengannya, agar suasana kamar ini tidak begitu kaku '' gumam Arnav.


Tidak berapa lama Mecca keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, sambil mencoba mengeringkan rambutnya yang basah kuyup. Arnav tersenyum kecil melihat Mecca yang sibuk membereskan rambutnya itu


''Mecca,,, kenapa kau begitu cemas,,, apakah kau takut ketahuan keluar dari kamar hotel dengan rambut basah, bukankah itu hal bisa yang di lakukan pria dan wanita.


Aku juga tidak menyangka sangat gampang mendapatkan gadis kecil seperti mu, bahkan kau tidak menolak sedikitpun.


Aku harap tidak semua lelaki yang gampang menjinakkan mu seperti yang aku lakuka'' kata Arnav.


Mendengar ucapan yang menyakitkan dari Arnav, Mecca merasa di tusuk ribuan belati di dadanya.


''Apa!! mas kira Mecca wanita murahan yang tidur dengan semua lelaki, hik hik hik kau jahat mas, kau telah berubah.


Kalau mas bukan suamiku, aku juga tidak akan mau melakukan itu. aku sadar akan kewajiban ku sebagai istri.


demi tuhan aku tidak menyangka kalau mas akan bicara serendah itu'' kata Mecca sambil menangis dan meninggalkan Arnav.


Semua kebahagian semalam kembali lagi di racuni oleh perkataan Arnav yang di anggapnya lelucon.


Mendengar pengakuan Mecca. Arnav terasa disambar petir siang bolong, perasaan Arnav campur aduk antara bahagia dan menyesal karena telah bercanda seperti itu.


''apa istri ku,,,,, tunggu Mecca aku mohon tunggu aku'' kata Arnav berlarian mengejar Mecca, tapi apa boleh buat Mecca berlari dengan cepat karena tidak terima dengan ucapan Arnav.


Arnav kembali lagi ke kamar ingin mengambil semua barang-barangnya.


setelah dia mengambil dompet, kunci mobil dan handphonenya dia segera ingin keluar dari kamar hotel itu.


Tapi saat dia mau membuka pintu. Dia melihat paper bag yang dibawa Mecca kemaren, dengan gemetaran Arnav memberanikan dirinya untuk membuka kotak yang berada dalam paper bag itu, alangkah kagetnya Arnav melihat isi dalam kotak yang di bukanya.


Dia melihat buku nikahnya dan buku nikah Mecca.


Dia juga melihat foto-foto saat dia mengendong Ara dan arav baru lahir, dia segera mencium foto-foto itu dengan hati yang sangat senang.


Setelah itu dia kembali melirik foto yang masih tertelungkup, ya itu foto saat dia mengucapkan ijab qobul.


Di foto itu terlihat Mecca yang masih begitu muda.


''Dia benar-benar istri ku, Arav dan Ara juga anak-anak ku'' kata Arnav dengan wajah antara bahagia dan sedih.


''Bodoh,,, apa yang telah aku katakan pada istriku sendiri, sepertinya yang aku anggap lolucon sangat kelewatan'' kata Arnav sambil mengemas semuanya, dan melangkahkan kakinya keluar berharap bisa melihat istrinya kembali.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......

__ADS_1


__ADS_2