Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
cantik


__ADS_3

di sepanjang perjalan ke kampung terasa udara yang masih asri bersih dan sejuk. sementara arnav yang lagi asyik mengemudi sangat fokus karena perjalan yang belum pernah sama sekali di tempuhnya,


alunan musik slow itu membuat tuan Andi tertidur dengan pulas.


'' pah sebentar lagi kita akan segera sampai '' kata nyonya Gita, yang sedari tadi membantu memandu jalan untuk anak laki-laki nya itu.


terdengar suara ribut kecil dari bangku paling belakang mobil mewah itu.


'' ih kamu ini ya, gelisah gk jelas aja dari tadi!!!'' kata Melisa kepada Mela yang sedari tadi sangat gelisah di karenakan dia sangat bosan di sepanjang perjalan


'' bosan kak '' saut nya


'' kalau bosan main game sana, di hp kamu kan banyak game '' dengan kesal


'' mau main hp sama apa kak, gara gara mama mendesak suruh cepat terus ,aku jadi kelupaan untuk mengambil hp ku di meja makan tadi''


'' ih terserah kamu aja, pokok nya jangan gelisah terus aku jadi pusing melihat kamu kayak cacing kepanasan gitu,,,, keluhan Melisa sedari tadi melihat tingkah adik bungsunya itu.


'' kalian ini yah kayak anjing dan kucing aja'' kata arnav dengan mata elangnya melerai keributan kedua adik Nya itu.


'' oya kak arnav, kalau ada toko buku mampir bentar ya kak, aku mau beli komik biar gk bosan kayak gini ''


sambil memohon kepada kakak pertamanya itu


'' ijin dulu sama tuan besar ujar arnav sambil menoleh ke papanya.


'' pa boleh ya pa bentaaaar aja ya pa'' dengan wajah memohon seperti anak kucing kehujanan


'' huuuuf baik lah kamu selalu merepotkan saja'' kata tuan Andi


'' nav pinggirkan dulu mobilnya di bawah pohon besar itu, di sebrang jalan ada toko buku kamu temani adik kamu sana !!'' perintah tuan Andi


'' oke '' jawab nya dingin


'' aku juga mau ikut'' ulas Melisa


pergilah mereka bertiga melangkahkan kaki ke toko buku yang bertuliskan di atas papan ukuran besar toko buku my book


setibanya di pintu toko, mereka di sambut ramah kariawan toko yang bernama Mila


'' selamat siang silahkan masuk ''


''siang '' jawab arnav dengan wajah datar


'' setelah melihat sekumpulan buku di rak besar yang terpisah letak nya sesuai jenis yang di inginkan ,


mereka mulai pusing mencari letak sekumpulan komik tersebut,


dengan inisiatif, arnav lalu melangkah ke meja di depannya, disana adalah tempat setiap orang bertanya dimana rak buku yang mereka inginkan.


'' siang mas'' terlihat seorang gadis yang berseragam merah maroon menyapa arnav.


''wah tampan sekali pria ini '' gumam Rita dalam hati, yang terpana dengan sesosok pria tampan ini.


'' siang,,, boleh tunjukan saya dimana kumpulan komik berada??? '' tanya nya sama perempuan di balik meja sana

__ADS_1


'' oh baik mas, mohon tunggu sebentar '' jawabnya dengan sopan


'' lili tolong panggilkan Mecca'' untuk mengantarkan mas ini mencari rak komik''


'' baik kak''


dan segeralah kariawan itu memanggil Mecca, yang baru bertugas sebagai pemandu setiap konsumen yang sedang kebingungan mencari Rak buku.


'' selamat siang mas, silahkan ikuti saya'' wajah cantik itu tiba tiba menyapanya, dengan kepala menunduk, kepada mas tampan itu.


dengan langkahnya yang masih ragu ragu mecca mulai mencari, mata indah itu mulai menyusuri segala tempat, karena memang dia sendiri juga tidak begitu mengetahui tempatnya,


karena baru hari ini bertugas untuk jadi pemandu, sebelumnya dia hanya membereskan buku yang berantakan dan bersih bersih.


walau sering mondar-mandir di ruangan ini, tapi dia tidak menghafal semua rak yang sudah dilewatinya itu.


memang niat nya dari rumah hanya meminta izin kepada bosnya, kalau dia mau off sampai tiga hari, dengan alasan ada keperluan keluarga.


pagi pagi dia sudah sampai di tempat kerjanya, tapi apa boleh buat setibanya di sini dia malah diminta tolong oleh Aldo, untuk mengantikan karyawannya yang lagi sakit, mau gk mau dia harus melanjutkan bekerja sampai sore.


'' mungkin disini kali yah , duh aku juga gk tau, tapi Si mas ini selalu mengikuti kemana langkah ku,


duh iya sepertinya di sini''gumamnya dalam hati.


Suara maskulin milik arnav memecahkan suasana antara mereka.


'' hei permisi, sepertinya anda sendiri juga gk tau ya??? perasaan dari tadi hanya berkeliling di sini aja ''


'' maaf mas, di sini tempatnya '' sembari menunjuk ke rak buku, yang di dalamnya semua tentang masakan


'' hi hi hi coba lihat Mel, dia itu perempuan bodoh atau buta ya?


jelas jelas di situ ada tulisannya aneka resep masakan, memang kita kesini mau buka restoran apa ??? ulas melisa


'' ya begitulah kak, layanan orang kampung gak becus'' dengan wajah mengejek


'' mbak!!! kalau gk tau jangan berlaga sok tau, kalau bilang dari tadi gk tau, ya,,,saya bisa minta tolong kariawan yang lain untuk membantu, gk perlu lama-lama seperti ini,''ucap arnav dengan volume tinggi setelah yang di dapatnya buku masakan semua.


'' maaf mas, jawab Mecca takut karena di bentak arnav, membuat mata indah miliknya itu hampir mengeluarkan bola kristal.


dengan cepat Aldo datang menghampiri mereka.


'' siang mas, maaf ada yang bisa saya bantu '' sapa nya dengan ramah,


Melisa datang menghampiri Aldo dengan wajah centil nya itu, Tampa menghiraukan kakaknya yang lagi emosi


'' gini kak, kami mau membeli komik, minta tolong sama pelayan ini tapi dia hanya mengajak berkeliling saja '' sambil melemparkan senyum dibibir manis nya


'' oh maaf mbak, memang teman saya ini masih baru, jadi dia tidak begitu hafal dengan ruangan ini '' menjelaskan sambil tersenyum


'' kalau gk tau, jangan sok tau dong mbak! '' ejekan mela kearah mecca


'' silahkan lewat sini ''titah Aldo kepada ketiga pengunjung itu sambil membentangkan tangan nya.


berjalanlah Melisa dan Mela di depan, sedangkan arnav berada di belakang kedua adiknya ,dengan mengikuti panduan Aldo

__ADS_1


sementara Aldo bicara kepada Mecca dengan suara kecil.


'' ca ayo ikut aku biar sekalian kamu belajar '' menyeret lembut pergelangan tangan Mecca, yang dari tadi hanya mematung,


'' baik kak ,,,''


'' kak aldo,,,'' manggil Aldo dengan suara takut.


'' iya ,,,''


'' maaf ya kak, Mecca belum paham setiap ruangan di sini kak , kakak jangan marah ya'' dengan wajah melas khasnya


'' gk kakak gk marah kok, biasa aja itu karna kamu masih baru, Kakak akan marah kalau kamu terus terusan mengeluarkan air mata,


kakak khawatir aja takut tempat ini jadi banjir nantinya, Oya belakangan ini kamu sering melamun Kak perhatiin, ada masalah apa ??? bicara sama kakak kalau udah pulang nanti oke''


'' gk kak, cuman masalah kecil aja''


mereka bicara denga suara kecil, yang mungkin masih bisa terdengar oleh orang di depannya.


'' silahkan mas, mbak, ini kumpulan komik yang kami punya di toko ini'' dengan senyum ramah Aldo mempersilahkan mereka


'' terimakasih kakak ganteng '' jawab Melisa,


terlihat wajah arnav yang sedari tadi muak melihat tingkah kedua adiknya ini.


baru selangkah dari tempat itu, Aldo melihat banyak buku yang berantakan.


'' ca ayo rapikan buku sebelah sini dulu, kakak akan ikut bantuin '' , sambil mengemas buku itu satu persatu.


'' baik kak ''


pas Meu jongkok entah kenapa, harnet yang dijadikannya untuk membungkus rambut panjang nya itu ,menjiplak seketika ke atas paha arnav yang juga lagi jongkok tak jauh dari mecca, memilih buku di rak paling bawah, yang sedari tadi sibuk membantu adik nya mencari komik kesukaannya.


dengan cepat perempuan cantik itu mengambil jepitan berjaring itu, Tampa di sadari rambut hitam panjang malah terurai dengan bebas kebawah menyapu wajah tampan arnav,


dengan wajah tertegun, manik mata arnav tak bisa di palingkan dari wajah cantik bak putri kayangan, apalagi pas rambut hitam panjang itu terurai dengan indahnya.


'' cantik sekali anak kecil ini, kenapa mau mepet nikah seperti ini malah bertemu anak kecil secantik ini, ah sial mungkin benar kata orang kalau mau nikah itu memang banyak godaannya, gila gila gue harus sadar secepatnya ''


dengan cepat arnav memalingkan pandangannya dengan segera, Mecca segera minta maaf kepada pengunjung itu


'' maaf mas '' ucap Mecca menunduk sambil kembali memasang harnet yang terlepas itu, deg degan bunyi jantungnya,dengan tangan yang gemetaran memasang benda itu sampai sampai malah jari telunjuk nya juga ikut terjepit, hingga mengeluarkan cairan warna merah ,


dengan panik, Aldo segera datang menghampiri dan membawa jari telunjuk itu masuk kedalam mulutnya, dengan maksud untuk menghentikan darah di telunjuk mecca.


'' Mecca hati hati dong, kan kamu jadi terluka ''


'' Kak aldo'' dengan wajah malu dia mau menarik telunjuk itu dari mulut Aldo, tapi Aldo tidak mau melepaskannya.


'' udah gk apa-apa kak''


'' jangan gk apa-apa aja, aku gk mau melihat kamu terluka ,ayo ikut aku ''


Aldo segera membawa Mecca dari tempat itu, dengan jari telunjuk yang masih di mulut Aldo

__ADS_1


Tampa di sadari ada sepasang mata elang, arnav yang menyaksikan momen yang so sweet itu.


__ADS_2