Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Cantik


__ADS_3

Di kediaman Sanjaya terlihat nyonya Gita yang asik menyuapi kedua cucu kembarnya.


''Ara yang semangat dong makanya sayang, agar kamu tambah sehat dan cepat besar dan bisa menyusul kak Arav'' kata nyonya Gita.


''Ma hari ini Mella ingin membawa Arav main ke mall,sepertinya semua perlengkapannya sudah pada kosong'' kata Mella


''Kamu pergi dengan siapa Mella?'' tanya nyonya Gita


''Berdua aja dengan Arav ma'' jawab Mella.


Baiklah setelah ini mama akan siapkan Arav untuk ikut dengan mu'' kata nyonya Gita yang ingin beranjak pergi menuju kamar si kembar.


''Arav sayang,,, hari ini kita shopping ya, aunty akan membeli mainan, pakaian dan es krim untuk mu dan Ara, tapi kamu janji dulu, kamu tidak boleh rewel dan jangan berlarian kemana-mana kalau aunty turunin dari stroller '' kata Mella yang asik mencubit pipi gembung Arav.


''Uty phon '' kata Arav


''Oh kau mau hanphon lagi, oke tapi makan yang banyak dulu ya'' segera Mella mengeluarkan handphone dari kantong celananya.


''Mella mama minta jangan sering meminjamkan Arav hanphon, itu akan merusaknya'' kata nyonya Gita sambil membawa pakaian ganti buat Arav.


''Udah mecca bilangin juga sama kak Mella ma, tapi kak Mella selalu mengikuti keinginan Arav '' jawab Mecca yang tiba-tiba datang dari kamarnya.


''Ma Mecca berangkat dulu ya ma,,, '' kata Mecca berpamitan dengan mertuanya sambil mencium tangan wanita paruh baya itu, pagi ini Mecca akan berangkat ke kampus, dia sengaja berangkat lebih pagi agar dia bisa menyelesaikan tugas yang di berikan oleh dosen.


''Hati-hati ya Ca, ingat jangan telat makan '' kata nyonya Gita memperingati menantunya itu.


''Iya mama'' jawab Mecca sambil mendekati Ara putri kesayangannya.


''Ara mami ke kampus dulu ya sayang, ingat jangan rewel dan jangan merepotkan Oma'' kata Mecca sambil mencium rambut, pipi dan semua bagian yang terbuka di tubuh Ara.


Setelah itu Mecca juga mencium Arav anak lelakinya, tapi Arav tidak mengacuhkan maminya itu, kerena dia asik mengamati gambar yang bergerak di layar hanphon Mella.


Sebenarnya Arav belum terlalu mengerti dengan flem kartun yang di putarkan oleh Mella, dia hanya mengamati warna-warni dan gambar yang bergerak saja, terkadang setelah hanphon itu di tangannya di segera melempar benda tersebut seperti mainan.


''Arav sayang kamu asik amat lihat hanphon, kayak ngerti aja. Bawa sini hanphonnya'' kata Mecca merebut hanphon dari tangan Arav


''Ting'' tiba-tiba ada inbox masuk ke handphone Mella, tak sengaja Mecca melihat inbox tersebut dan sekilas melihat poto Arnav di bulatan kecil yang muncul di hanphon Mella.


Sebenarnya Mecca tidak begitu yakin kalau foto yang dilihatnya adalah foto Arnav suaminya, tapi dia mengamati foto itu dengan serius.


''Mas'' dengan tangan gemetaran Mecca membuka inbox tersebut. Benar itu adalah Arnav yang mengatakan kalau dia akan pulang ke Indonesia.


''Kak apakah ini mas Arnav yang inbox kakak, kenapa kak Mella tidak memberi tahu Mecca kalau mas Arnav akan kembali'' kata Mecca.


Dengan cepat Mella mengambil handphonenya di tangan Mecca.

__ADS_1


''Iya ma, kak Arnav udah kembali lagi kesini. mungkin sekarang dia sudah di bandara, karena inbox ini adalah inbox kemaren'' kata Mella.


''Kak ayo kita jemput mas Arnav sekarang kak, ayo sekarang kak'' pinta Mecca.


Dia begitu senang mendengar kabar gembira kalau suaminya telah kembali.


Bergegas dia mengendong Ara dari strollernya.


''Sayang akhirnya penantian kita tidak sia-sia nak, papi kalian akan kembali.


Sekarang ayo kita jemput papi kalian'' katanya sambil mengendong anak perempuannya dengan gembira, tidak terasa air matanya ikut bercucuran karena dia begitu bahagia akan berjumpa lagi dengan suaminya.


Dengan langkah senang Mecca menuju kamarnya untuk berdandan, menyisir rambutnya dan membiarkan rambut panjang itu terurai benas, karena dia tau kalau Arnav sangat tergila-gila dengan rambutnya itu.


''Ma gimana ini ma?'' tanya Mella kepada nyonya Gita.


''Mau gimana lagi Mel, sekarang sana jemput kakak mu, kalau dia tidak menginginkan Mecca. Setidaknya sebagai seorang ayah dia akan senang bisa berjumpa dengan darah dagingnya '' kata nyonya Gita.


''Tapi ma,,, Mella tidak tega melihat Mecca di acuhkan oleh kakak nanti, mama lihatkan betapa bahagianya Mecca saat mengetahui kalau kakak telah kembali.


''Mungkin ini jalan terbaik untuk Mecca mengetahui kalau Arnav tidak mencintainya, agar dia bisa membuka hatinya kepada pria lain.


Walaupun kita berusaha untuk menutupinya, nanti dia pasti akan mengetahuinya juga '' jawab nyonya Gita dengan mata berkaca-kaca sambil mengendong cucu laki-lakinya.


Mecca yakin mas Arnav sudah tidak sabar untuk menunggu kedatangan kita'' kata Mecca dengan wajah riang.


''Mella pergilah Mel'' kata nyonya Gita bicara kecil.


''Ayo'' hanya itu yang terucap dari mulut Mella, dengan langkah berat Mella mendorong stroller khusus untuk anak kembar ke mobil.


Sedangkan Arnav sudah mendarat di bandara dengan selamat, dia terlihat lebih bahagia setelah menghirup udara Indonesia.


''Kak Arnav tunggu ya, aku ke toilet dulu'' kata Reyna


''Eh tunggu Rey, kok aku baru menyadari baju mu sama baju aku samaan'' kata Arnav yang melihat baju yang di pakai Reyna.


''Ya iyalah kakak baru menyadarinya. Dari tadi aku mengenakan jaket, di pesawat udaranya begitu dingin.


Saat kita belanja di mall kemaren rupanya baju yang kakak beli itu ternyata baju couple, jadi aku beli juga biar terlihat kalau kita adalah team yang kompak '' kata Reyna


''Ya udah sana, kamu jangan lama-lama nanti aku tinggal lo'' kata Arnav


''Iya kak,,,'' kata Reyna berlalu meninggalkan Arnav


Sedangkan Mecca, Mella dan ke dua si kembar sudah sampai di parkiran bandara, segera Mella menepikan mobil tersebut di tempat yang agak jauh, karena parkiran begitu padat.

__ADS_1


setelah mobil itu terparkir dengan sempurna, Mecca segera turun dengan langkah yang bergegas menuju tempat penjemputan.


''Kakak ipar tunggu dulu,,,'' kata Mella yang kewalahan mengikuti langkah Mecca.


''Ayo kak,,,aku takut mas Arnav akan kelamaan menunggu kita'' kata Mecca sambil mendorong stroller Ara dan Arav, kedua anak kembar itu di masukan kedalam stroller khusus untuk anak kembar.


Dengan langkah cepat Mecca kembali melanjutkan langkahnya sambil mendorong stroller, tanpa menghiraukan Mella yang tertinggal jauh di belakang.


Dia juga sudah tidak begitu peduli dengan ucapan Mella yang meminta agar pelan-pelan saja.


Saat melihat Arnav yang berdiri, Mecca rasanya ingin loncat kearah Arnav.


''Mas'' katanya di balik kaca yang jadi pembatas antara mereka berdua.


''ssssssssrr '''saat pandangan elang Arnav berhenti pada sesosok perempuan yang berambut panjang sambil mendorong stroller, Jantungnya berdegup dengan kencang, darah nya berdesir dengan deras, dan saat pandangan keduanya bertemu seakan kehidupan di bandara itu terhenti semuanya, suasana terasa hening, seakan di dalam gedung besar itu hanya mereka berdua yang bernyawa dan bergerak.


''Cantik'' hanya itu yang mampu terucap di hati dan mulut Arnav.


''Kak Arnav'' semua itu sirna setelah kedatangan Reyna yang baru keluar dari toilet.


Reyna segera mengandeng tangan Arnav.


Mecca yang mengayun langkahnya dengan cepat, langsung terhenti dengan sendirinya menyaksikan ada wanita lain yang ikut bahkan mengandeng tangan Arnav, mereka seperti sepasang ke kasih yang begitu mesra apalagi dengan pakaian yang sama.


Saat itu Mecca tidak mempu lagi mendorong stroller anaknya, dia membeku setelah begitu dekat dengan suaminya.


''Tuhan bangunkan aku tuhan,,, yakinkan kalau ini hanya mimpi'' gumam Mecca dalam hati.


Dengan berlahan Mecca mencoba mundur dan berbalik arah. Begitu pilu yang dia rasakan saat ini, semua kebahagiannya hilang seiring kedatangan Reyna dari toilet.


Kini Mecca merasakan kalau luka lamanya kembali terbuka, bahkan sekarang lebih perih yang dia rasakan, ibarat luka yang terkenal percikan asam.


''Kakak ipar tunggu!'' kata Mella yang juga menyaksikan kalau Arnav membawa wanita lain ikut pulang bersamanya.


Tanpa menghiraukan Mella,


Mecca terus berjalan tanpa menoleh lagi kebelakang.


Arnav segera melepas tangan Reyna yang mengandeng tangannya, dia juga ikut keluar mencari sesosok wanita yang dilihatnya tadi sambil meremas baju di dadanya, Arnav merasa takut, sedih, terluka setelah menyaksikan kalau wanita cantik berambut panjang itu hilang dari pandangannya.


*bersambung*


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......

__ADS_1


__ADS_2