Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
tidur seranjang


__ADS_3

di atas ranjang, Mecca hanya bergerak berguling-guling menikmati ranjang yang baru di beli ibunya.


matanya masih belum bisa di ajak tidur, dan masih memikirkan suaminya, karena sudah lama satu kamar, tentu gadis itu akan merasa kesepian


'' mas, kamu Dima mas, apakah kamu bersama dengan perempuan itu, apakah kamu telah berbohong, kenapa mas? '' gumamnya dalam hati, dengan mata yang berkaca-kaca.


''biarkan saja aku tak boleh memikirkannya, Karana mas arnav memang sudah memiliki hubungan dengan wanita itu, jauh sebelum kami menikah, aku tidak boleh berharap dan aku harus tau diri '' katanya lagi sambil membujuk mata dan hatinya itu


tak lama setelah itu, dia sudah tertidur dengan linangan air mata di ujung matanya.


sedangkan arnav masih dijalan menuju kediaman istrinya, melajukan mobil miliknya dengan kecepatan tinggi, memang dijalan kondisinya sudah sepi, membuat arnav datang lebih cepat di rumah mertuanya itu.


setalah tiga jam, pria itu berkendara akhirnya dia sampai juga di rumah mertuanya, kembali dia memarkirkan mobil itu di tempat biasanya.


dengan langkah tergesa-gesa dia menuju rumah itu, dan mengetuk pintu sambil mengucap salam.


segera Bu Lastri bangun dari tidurnya menuju pintu, Karana kamarnya dengan pintu emang jaraknya agak dekat.


'' nak arnav, silahkan masuk '' ucap ibu mertua


'' maaf Bu, aku menganggu tidur ibu '' jawab arnav


'' gk apa-apa nak, duduk dulu, biar ibu ambilkan nasi pasti nak arnav belum makan '' titah mertuanya


'' gk Bu, aku udah makan tadi sama teman, aku hanya mau istirahat bu'' jawabnya


'' oh baiklah kalau begitu '' kata Bu Lastri sambil menutup pintu kembali.


arnav mengayunkan langkahnya menuju kamar


manik hitamnya lekat melihat perempuan cantik di atas ranjang besar, tidur sambil memeluk guling yang sudah lusuh kesayangannya.


segera arnav membuka lemari untuk mengambil baju rumahnya, sejenak dia menoleh kearah istri kecilnya, memastikan kalau istrinya memang sudah tertidur


dengan begitu dia bisa Menganti pakaiannya di sana.


setelah berganti pakaian, dia mendekati ranjang itu, dan mengambil posisi di samping menghadap ke gadis itu.


'' ada apa dengan ku, kenapa aku malah terbayang wajah gadis ini, saat bersama enjelin, apakah aku sudah mulai menganggap perempuan ini sebagai istri ku '' ucapnya dalam hati, dan tangan kekar itu Tampa sadar merapikan anak rambut mecca, dan mendekatkan wajahnya ke wajah Mecca, segera dia mencium pucuk kepala istrinya.


'' selamat malam gadis cengeng '' bisik nya

__ADS_1


diapun juga sudah mulai teridur dengan posisi menghadap ke istrinya, dan seperti biasa tangganya selalu mengambil rambut panjang itu, dan menggulingkan ke jari telunjuknya. sepertinya itu akan jadi kebiasaan baru nya


pagi sudah mulai tiba, dan matahari sudah memperlihatkan keberadaanya,


Mecca merasa ada sesuatu yang berat menimpa badannya, dia segera membuka matanya, dan alangkah kagetnya dia, ternyata suaminya mendekapnya begitu erat, dan dengan posisi yang dekat.


'' mas kamu sudah pulang, kau gk jadi nginap'' gumamnya dalam hati sambil melepaskan rambut di jari suaminya itu, Tampa sengaja arnav menggeliat, dan rambut itu belum semuanya terlepas, membuat Mecha memagang erat tangan kekar itu, agar diam, dan rambutnya tidak tertarik.


sementara arnav terbangun dengan tindakan Mecca.


'' hei apa yang kau lakukan, apakah kau begitu senangnya tidur seranjang dengan ku, sehingga kau juga gk mau melepaskan tangan ku '' pandangan lelaki itu melihat tingkah istrinya heran.


segera arnav menariknya kembali, dan mempererat pelukannya kepada Mecca dari belakang.


'' kalau begitu ayo kita lanjutkan tidur kembali'' ajaknya


''bukan mas rambutku, lepaskan aku dulu sambil mencubit tangan keras itu


semakin Mecca mencubit nya, semakin erat juga pelukannya, dan Seketika kegiatannya terhenti, Karana Mecca Marasa kalau gunung miliknya terjepit oleh lengan suaminya, dan arnav juga merasakan sesuatu yang kenyal yang di tekannya tampa sengaja.


muka Mecca memerah kerena menahan malu,


segera dia menghentikan cubitan itu, dan menutupi mukanya dengan kedua telapak tangganya.


''dasar anak kecil '' cetusnya


sambil membuang selimut dan segera meninggalkan kamar, sebenarnya dia juga sudah merasakan sesuatu yang mengeras di bagian bawahnya, dia segera memasuki kamar mandi menyirami seluruh bagian tubuhnya dengan air dingin, dan menyalurkan hasrat lelakinya itu.


setelah siap mandi dia sudah tidak mendapati istrinya di kamar lagi, dia segera Menganti pakainya dengan pakaian santai, karena hari ini hari Minggu dia tidak ke tempat kerjanya, dia berencana menyelesaikan pekerjaan kemaren di rumah.


sedangkan Mecca masih sibuk di dapur memantu ibu, dia juga bersiap-siap untuk berangkat kerja kalau di ijinkan suaminya.


'' Mecca, ayo panggil nak arnav untuk sarapan '' titah ibu


'' baik Bu '' jawab Mecca


setelah membuka pintu kamar, Mecca berdecak kagum memenangi suaminya yang sudah gagah dengan memakai baju kaos putih panjang tangan, dan celana jeans



wajah arnav dari dekat

__ADS_1


'' sungguh tampan sekali kamu mas, pantesan aja kamu juga mempunyai kekasih yang cantik, memang jauh beda dari ku, yang hanya perempuan biasa-biasa ini '' gumamnya dalam hati


'' hei, sampai kapan kau mematung seperti itu, awas, aku mau keluar'' suara bariton arnav membuyarkan lamunan gadis cantik itu


'' mas, kata ibu ayo sarapan dulu'' mengatakan dengan terbata-bata


di maja makan Bu Lastri sudah mempersiapkan nasi goreng buat sarapan


'' nak arnav, hari ini tidak ke proyek tanya Bu Lastri


'' gk Bu, aku mau istirahat aja di rumah '' jawabnya singkat


sedangkan Mecca sudah bersiap keluar kamar dengan memakai baju hitam, putih seragam kerjanya itu.


'' Bu, Mecca berangkat ya Bu '' ucap Mecca berpamitan kepada ibunya


'' kamu tidak sarapan dulu nak '' Tanya ibu


'' nanti aja di sana bu'' jawabnya singkat


'' mas, Mecca berangkat ya'' arnav tidak menjawab sepatah katapun raut wajahnya memerah menahan amarah, kerena kemaren dia sudah melarang istrinya itu untuk bekerja.


'' terserah kau saja, kau mau kemana, dengan siapa, mau apa, tidak usah kau ijin lagi kepada ku, karena itu akan percuma, kau juga tidak akan mematuhi perintah ku'' ucapan pedas dari lelaki itu


Bu Lastri yang kaget melihat reaksi menantunya untuk pertama kalinya, yang selama ini terlihat baik, dan ramah sekarang meradang dalam kemarahannya nya.


'' Mecca, perintah suami mu yang mana yang kamu langgar nak??'' tanya ibu


'' maaf Bu, kemaren saya sudah melarang Mecca untuk bekerja, tetapi dia tetap saja pergi, aku masih sanggup menafkahi dia dan ibu '' cetus arnav kesal


''hik hik hik Mecca gk enak, belum sebulan kerja masa Mecca udah berhenti'' jawabnya sambil menangis


'' ya udah terserah kau saja '' jawab arnav singkat


'' ibu yang sedari tadi menyaksikan keributan antara suami istri itu, hanya bisa menengahi sebisanya.


'' Mecca sayang, tenangkan dulu diri mu, sini ibu mau bicara '' sambil menepuk kursi di sebelahnya


'' ca kemaren udah ibu katakan bukan, kalau kamu harus patuh pada suami mu, jadi menurut ibu,,, hari ini kau bekerja untuk terakhir kalinya, ntar sore kamu bilang sama bos mu, kalau kau mau mengundurkan diri '' ibu memberi pengertian pada gadis itu


'' tapi Bu,,, jawabnya singkat

__ADS_1


'' Mecca ,, '' ibu memberi penekanan


'' baiklah kalau itu pingin mas'' melirik kearah suaminya, yang duduk sambil mengotak Atik laptop.


__ADS_2