Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku

Air Mata Mu Adalah Rekan Hidupku
Istri kecil ku


__ADS_3

Dirumah Sanjaya Arnav merasa bosan dengan kedatangan Reyna. Dia juga tidak enak untuk mengusir perempuan itu.


Arnav selalu melirik pada jam tangannya Dia ingin segera pergi, tapi Reyna juga tidak mengerti dengan kegelisahan Arnav.


''Kak Arnav apakah di rumah sebesar ini tidak ada seorang pun?'' tanya Reyna.


''Tidak ada disini hanya ada aku.


Oya Reyna maaf ya aku harus pergi menjemput adik ku ke kampus, kalau kamu masih nyaman di sini gak apa-apa kamu duduk disini aja dulu'' kata Arnav.


''Aku juga ingin pergi. Aku ada janji nanti malam dengan teman-teman ku, sekarang aku mau pulang ke rumah tante ku untuk bersiap-siap'' jawab Reyna yang langsung berdiri dan melangkahkan kakinya menuju mobil yang di kendaraannya tadi.


Setelah kepergian Reyna, Arnav juga bergegas untuk menuju kampus dengan laju mobil yang sangat kencang, setibanya dia di kampus alangkah kecewanya Arnav melihat kampus yang sudah sepi. Kembali Arnav memutar balik mobilnya untuk pulang dengan perasaan yang sangat kecewa.


''Cantik dimana alamat mu aku ingin kembali bertemu dengan mu'' gumam Arnav.


Sedangkan Mecca juga merasa kecewa kerena dia berharap Arnav menunggunya di luar, dia ingin sekali berlama-lama dekat dengan pujaan hatinya itu.


''Mas rasanya Mecca tidak ingin terpisah lebih lama lagi, Mecca kangen, tapi Mecca harus bersabar agar semuanya berbuah manis''


Gumam Mecca lagi disepanjang perjalanan.


Di sepanjang perjalanan Mecca hanya memandang keluar memperhatikan bangunan tinggi yang mulai meninggalkannya.


Sesampainya di rumah.


Mecca langsung masuk menemui mertua dan anak.


''Mecca wajah kamu kok sedih gitu?'' tanya nyonya Gita.


''Ma tadi pagi mas Arnav ke kampus, entah kenapa Mecca seperti dulu lagi saat pertama bertemu dengannya.


Mecca sangat gugup ma, padahal kami sudah menikah.


apakah kerena sudah terpisah lama ?'' tanya Mecca lagi


''Sayang berarti kamu sama Arnav memiliki perasaan yang dalam, karena Arnav juga merasa hal yang sama'' jawab nyonya Gita.


''Mecca sedih ma, karena saat pulang tadi mas Arnav tidak datang menjemput Mecca, mungkin dia bosan atau ada sesuatu yang membuat dia teralihkan'' kata mecca


''Tenang aja Ca dia hanya milikmu. Buktinya setelah hilang ingatan dia masih tetap mengejar mu dan kembali jatuh cinta pada mu'' jawab nyonya Gita.


''Oya ca kasihan si kembar biasanya tiap Minggu mama selalu bawa mereka bermain sambil belanja, tapi Minggu ini mama tidak bisa membawa mereka, pasti mereka merasa bosan.


Gimana kalau kamu dan Mella mengajak mereka ke mall untuk bermain sekalian belanja'' kata nyonya Gita.


''Baiklah ma'' jawab Mecca mematuhi perintah mertuanya itu.


Tidak terasa waktu sudah sore. Mecca Mella dan sikembar udah bersiap-siap untuk pergi.


''Arav sayang,,,, sebelum pergi gimana kalau kita buat perjanjian dulu, mami tidak ingin terjadi kejadian seperti kemaren lagi'' kata Mecca kepada anak laki-lakinya itu.


''Jangan cemas kakak ipar, ada aku yang akan menjaga mereka'' jawab Mella.


Tanpa berlama-lama Meraka langsung pergi menuju pusat perbelanjaan.


Sedangkan di rumah sanjaya Arnav berencana mencari tahu tentang Mecca lewat medsos.


''Treeet treeert treeert'' terdengar suara hanphon Arnav bergetar di atas meja, dia segera mengambil handphone tersebut dan mengangkatnya, karena dia melihat panggilan itu berasal dari adiknya.


''Hallo Mella '' sapa Arnav.


''Hallo kak, kakak lagi dimana sekarang?'' tanya Mella sambil berbisik, karena dia menelepon tidak jauh dari Mecca yang sedang sibuk menyuapi anaknya.


Saat mereka sampai di mall tadi. Mereka memutuskan mengisi perut dulu sebelum bermain.


'' Aku lagi di rumah, memang ada apa Mell, apakah kamu ada masalah?'' tanya Arnav.


''Aku mau pulang, tapi aku seperti di ikuti seseorang aku takut kak'' jawab Mella.


''Yaudah sekarang kamu dimana biar aku jemput kamu sekarang '' ulas Arnav.


''Sekarang aku berada di mall xx kak. Kakak cepat kesini ya,,,Aku tunggu ya kak'' pinta Mella.


''Baiklah Mel aku segera kesana sekarang '' kata Arnav sambil menutup kembali laptopnya.


Arnav segera menuju parkiran mobil sport miliknya, dia begitu khawatir dia takut kalau terjadi sesuatu dengan adiknya itu, sehingga dia mengemudi dengan kencang.


Saat sampai di mall dia segera memarkirkan mobilnya dan segera menelepon Mella kembali.


Sedangkan Mella sudah memiliki alasan kepada Mecca untuk pulang duluan.


''Kakak ipar sepertinya aku kurang enak badan, aku duluan aja pulang ya'' kata Mella setelah membantu menyuapi Ara.


''Kakak sakit ya,,,,ayo kita pulang aja. Mecca tidak berani kalau Tampa kakak, Mecca takut Arav dan Ara rewel nantinya '' kata Mecca


''Kakak ipar di sini aja dulu bermain dengan mereka.


Kasihan mereka belum sempat bermain udah pulang.


Udah dulu ya kakak ipar aku pusing aku permisi dulu''

__ADS_1


'' kata Mella sambil melangkah pergi.


Treeert treeert Mella langsung mengangkat hanphon yang bergetar di tasnya.


''Halo kakak ini aku dibelakang kakak '' kata Mella sambil melambaikan tangannya kepada Arnav.


Mella sengaja berdiri diluar di balik kaca tempat Mecca yang sedang duduk menyuapi anak-anaknya.


Melihat Mella yang berdiri disana. Arnav segera mendekati Mella dan mematikan handphonenya.


''Mella kau tidak apa?'' tanya Arnav meninggikan suaranya.


''Aku baik-baik saja, maaf kak rupanya orang yang aku maksud tadi ternya itu adalah teman lama ku.


Sekarang aku mau makan dulu sama teman ku itu. Maaf ya kak aku tidak jadi ikut dengan kakak pulang'' kata Mella yang sengaja memancing Arnav untuk melihat kearah Mecca.


Ternyata pancingan Mella berhasil. Mata elang Arnav tertuju kepada Mecca dan sikembar, melihat reaksi kakanya segera Mella kabur dari sana dia ingin memberi ruang dan waktu untuk kakaknya itu.


''Kak aku cabut dulu ya'' kata Mella sambil melangkah pergi, tapi Arnav hanya terdiam dan tampak tidak peduli ,yang dia pedulikan hanya seorang wanita di dalam restoran yang lagi asik menyuapi buah hatinya.


''Perempuan itu'' gumam Arnav.


Tanpa kendali kaki Arnav langsung saja masuk ke restoran menuju meja yang di duduki Mecca.


''Hai,,,'' hanya itu yang terucap dari mulut Arnav.


Mata Arnav langsung tertuju pada Ara yang masih duduk dalam stroller.


''papi'' kata Ara sambil membuka tangannya, mendengar suara kecil Ara Arnav langsung jongkok di depan Ara.


''Apakah aku boleh mengendong adik mu ini?'' tanya Arnav pada Mecca.


''Boleh, tapi jangan bilang adik tapi anak ''jawab Mecca.


''Sayang sini sama om'' kata Arnav sambil mengendong Ara.


''Om,,,,,,'' gumam Mecca.


''Saynag kamu pasti merindukan papi mu, sehingga kamu mengira setiap lelaki dewasa adalah papi mu, tapi aku tidak keberatan kalau kau terus memanggilku seperti itu'' kata Arnav pada Ara.


Mecca yang mendengarkannya merasa sedih dan tidak tega melihat raut wajah Ara.


''Halo jagoan, kau boleh bergabung juga kalau kau mau '' kata Arnav yang melihat Arav yang ingin menggapainya.


Segera Arav berjalan berlahan mendekati Arnav, saat sampai dekat Arnav, Arav segera mengembangkan tangganya ingin di gendong juga oleh Arnav.


''Hei siapa nama mu '' kata Arnav kepada Arav.


''Namanya Arav '' kata Mecca yang menjawab pertanyaan Arnav.


'' Arav,,, om boleh tau gak, wanita ini siapa mu?'' tanya Arnav menunjuk Mecca sambil berjongkok.


''Akak'' jawab Arav.


Sedangkan Ara hanya diam dalam pelukan Arnav yang begitu erat.


''Apakah dia kakak mu atau dia mama mu''kata Arnav memperjelas pertanyaannya.


''Tu akak'' jawab Arav lagi.


''Hei cantik, sekarang sudah jelas kalau mereka ini adalah adik-adik mu, kau tidak bisa membohongi ku lagi'' kata Arnav.


''Mas mereka adalah anak-anak kit'' langsung perkataan Mecca terputus karena Arav tiba-tiba lari menuju tempat bermain yang tidak jauh dari sana.


''Arav,,,,'' kata Mecca sambil mengejar Arav.


Dengan sigap Mecca segera menangkap Arav.


Setelah Arav di gendongannya, tiba-tiba Arnav dan Ara sudah sampai di belang Mecca.


''Sepertinya anak ini ingin main, sini biar aku aja yang membawanya. Kau bereskan stroller dan tas mu sana'' kata Arnav sambil mengambil Arav dari pelukan Mecca.


Mecca hanya pasrah mengikuti titah Arnav, dia segera kembali ke restoran untuk membereskan semua Barang-barangnya.


Sedangkan Arnav sudah sampai di dalam arena bermain sambil mengendong kedua anak kembar itu di pelukannya.


Setelah sampai di dalam kolam yang dipenuhi bola warna warni segera Arnav melepas kedua anak kembar itu.


Dia hanya duduk sambil bercanda dengan Arav dan Ara.


Dari jauh Mecca hanya mengamati ketiga kesayangannya bermain dan bercanda bersama.


Tidak lama setelah itu Mecca langsung mendekati ketiga kesayangannya untuk bergabung.


''Aka ini'' kata Arav terbata mengajak mecca.


Mendengar permintaan anak laki-lakinya itu Mecca langsung mendekat.


Mecca tampak ragu-ragu untuk bergabung karena dia grogi duduk dekat dengan Arnav, melihat Mecca yang agak ragu-ragu Arnav langsung menarik tangan Mecca agar duduk dekatnya, dan Mecca terduduk pas di depan Arnav dengan jarak yang begitu dekat.


''Mas,,,,'' kata Mecca saat dia berada di depan Arnav, jantungnya berpacu dengan kencang mencium aroma tubuh suaminya itu.

__ADS_1


''Kamu ini kenapa? seperti tidak pernah dekat dengan lelaki tampan aja'' kata Arnav bercanda.


Padahal Arnav juga merasakan hal yang sama, dia merasa lembut rambut panjang Mecca yang jatuh menyentuh wajahnya, dia ingin memeluk wanita cantik itu.


''Mas ini'' kata Mecca melempar bola ke wajah Arnav, lemparan itu juga di balas oleh Ara dan Arav.


Meraka main lempar-lemparan bola dengan begitu bahagia.


Sedangkan dari kejauhan ada perempuan yang menangis melihat kebahagian Meraka, dia adalah Mella yang mengikuti mereka dari tadi secara diam-diam.


''Aku janji kakak tidak akan kehilangan kebahagian yang seharusnya, kakak pantas bahagia kak'' gumam Mella


Sedangkan keluarga kecil itu terus saling melempar bola, setelah bosan dengan itu. Arav ingin mencoba permainan lain dan Arnav segera mengikuti Arav sambil mengendong Ara yang tidak lepas dari pelukannya.


''Arav masih umur setahun, tapi dia begitu lincah dan sehat beda dari saudara kembarnya, Ara sangat lesu dan tidak semangat. Sebenarnya ada apa dengan Ara?'' tanya Arnav kepada Mecca.


''Ara sakit, dia ada kelainan akibat sesuatu yang terjadi saat mengandungnya'' jawab Mecca menjelaskan.


''Seperti kau aja yang mengandunya sok tau'' kata Arnav pada Mecca.


''Ara,,, sekarang kamu sama kakak mu dulu ya, om mau membantu Arav menaiki perosotan itu'' kata Arnav kepada Ara.


Segera Mecca mengendong Ara. Sedangkan Arnav dengan sigap membantu Arav untuk naik perosotan.


''O,,,,,sssssssst'' kata Arnav karena dia merasa jari tangganya mengenai sesuatu yang tajam.


''Mas tangan mu berdarah'' kata Mecca.


Melihat darah segar yang keluar dari jari manis Arnav.


Dengan panik segera Mecca menarik tangan Arnav dan membawa tangan suaminya itu ke mulutnya agar tidak mengeluarkan banyak darah.


Melihat itu Arnav hanya terdiam, dia merasa mengingat sesuatu saat Mecca mencoba menghentikan darahnya itu.


Tiba-tiba kepala Arnav pusing, dan ada bayang jelas melintas di kepalanya, yaitu bayangan saat tangan Mecca terluka dan darahnya di hentikan oleh Aldo dengan cara yang sama.


''Perempuan ini ada hubungan dengan masa lalu ku, aku mengingat jelas bayangannya dalam bayangan ku, dia berpakaian hitam putih. Dan ada seorang lelaki yang melakukan hal yang sama seperti yang dilakukanya pada ku saat ini'' gumam Arnav


''Mas ayo kita mencari pertolongan'' kata Mecca sambil mengendong Ara.


Arnav hanya mengikuti sambil menahan kepala yang amat pusing dan menarik lembut tangan mungil Arav.


Setelah sampai di luar area permainan. Mecca segera meninggalkan Arnav dan Arav, karena Mecca ingin mencari pertolongan.


Sepeninggal Mecca ada seorang wanita cantik yang datang menyapa Arnav.


''Nav kamu di sini juga , eh kok tangan mu berdarah, kamu kenapa nav'' kata dokter cantik.


Dia adalah Mayang mantan kekasih Arnav.


Mayang langsung mengeluarkan alat-alat yang di butuhkannya karena dia seorang dokter tentu saja dia memiliki persiapan.


''Aku tadi kena benda tajam saat bermain dengan Arav '' kata Arnav menjelaskan.


''Wanita ini sudah banyak berubah. Aku tidak ingin dia tau kalau aku hilang ingatan dan aku tidak perlu banyak bertanya dan bicara pada Mayang'' gumam. Arnav


'' Nav,,,,apakah anak lelaki ini anak mu?'' tanya Mayang


Belum sempet Arnav menjawab pertanyaan dokter Mayang.


Dokter cantik itu kembali berbicara.


''Dia sangat mirip dengan mu, Oya Nav gimana kabar istri kecil mu?'' tanya dokter Mayang.


''Istri kecil ku,,,'' kata Arnav merasa heran.


''Iya anak SMA yang kau nikahi dua tahun lalu, apakah dia sehat dan anak ini anak mu dan istri mu itu bukan?'' tanya dokter Manyang lagi.


''Oh ya'' jawab Arnav asalan


Tidak lama datang Mecca yang membawa sesorang dengan kotak obat.


''Dokter Mayang,,'' kata Mecca yang melihat Mayang sedang membalut luka suaminya.


''Sudah siap. Oya aku permisi dulu ya'' kata dokter Mayang.


''Eh ada Mecca,,, gimana kabar mu adik kecil'' sapa Mayang pada mecca.


''A,,,ku sehat kak gimana kabar kakak?'' tanya Mecca balik


''Aku sehat juga dek, kau harus hati-hati Arnav sepertinya tambah tampan aja ku perhatikan.


Aku takut ada perempuan lain yang menggodanya'' kata dokter Mayang berbisik.


''Eh itu anak mu,,,, dia begitu cantik, mereka berdua persisi seperti papi mereka'' kata dokter Mayang yang melangkah meninggalkan Mecca dan Arnav yang masih bingung.


Setelah kepergian dokter Mayang. Banyak pertanyaan yang tumbuh di otak Arnav, pandangan matanya langsung menghunus ke arah Mecca yang kelihatan takut.


Sepertinya Arnav akan menghujaninya dengan banyak pertanyaan.


*bersambung*

__ADS_1


senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.


hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......


__ADS_2