
sepanjang perjalan Mecca hanya duduk diam, dan memandang bangunan tinggi yang Meraka lewati, arnav mengemudi begitu santai, dia melajukan mobilnya kerumah yang baru saja dibelinya, setelah tiba dirumah itu, dia segera turun, Mecca masih mematung duduk didalam mobil, melihat istri kecilnya yang masih didalam, segera arnav membukakan pintu untuk gadis kecil itu.
''mas, kita dimana mas?'' gadis itu bertanya
''ini rumah mu, mulai besok kau, dan aku tinggal di rumah ini'' kata arnav, tadinya dia hanya ingin tinggal di apartemen, tapi dia berfikir lebih baik membeli dirumah saja, karena dia takut kalau di apartemen istrinya tidak nyaman dengan lingkungannya, dia lebih memilih rumah yang sangat besar dilengkapi taman, dan kolam renang di pinggirannya, juga tidak lupa dia memilihkan dapur yang lengkap, dengan segala peralatan masak, dia tau kalau istrinya lebih suka menghabiskan waktu di dapur.
''mas, ini besar sekali, apakah kita hanya tinggal berdua saja'' tanya istri kecilnya
''iya, hanya kau, dan aku, jadi kau bebas mau ngapain dirumah mu sendiri, dan lebih leluasa'' arnav membuka pintu rumah baru itu.
Mecca segera mengikuti suaminya, yang melangkah masuk kedalam rumah besar itu,
''Mas, ini bukankah terlalu besar untuk ditinggali berdua saja'' kata gadis itu
Kita tinggal berdua hanya sementara saja, setelah itu akan ada anggota baru,, kata arnav lagi.
''Siapa mas??'' bingung dengan penjelasan suaminya.
''Ya, anak anak kita, mungkin mereka lebih banyak dari kita nantinya, hingga rumah ini akan terasa sesak'' kata arnav sambil tersenyum
'' emang Mas mau anak berapa orang?'' tanya Mecca menyelidik
''Aku mau anak laki-laki empat orang, biar ada yang jagain kamu, dan dua anak perempuan biar ada yang ngurus rumah ini'' menjawab dengan santai
''bukankah itu terlalu banyak'' kata Mecca membayangkan anak kecil yang berlarian
Treeer'' treeet treeer''terdengar suara hp milik arnav, dia hanya mengabaikan panggilan itu, tapi hp itu tidak hentinya berdering, dengan terpaksa dia mengangkat hp tersebut.
''Halo enjelin'' sapa arnav
''Halo honey, kamu dimana? aku mau menemui mu sekarang'' pinta enjelin
''Hari ini sepertinya gk bisa, aku lagi banyak kegiatan'' jawab arnav lagi, Mecca yang mendengar hanya diam, dan mau keluar dari rungan tersebut, dia merasa tidak enak kalau selalu berada di sana.
''Honey, aku maunya hari ini, kau yang keapartemenku, atau aku yang kesana sekarang '' kata enjelin mengancam.
''apakah kau mau cari ribut lagi enjelin, kau mau apa? ucapkan secepatnya'' jawab arnav emosi
''aku mau kamu, aku mau kita kembali seperti dulu, kau juga harus membagi waktu mu untuk ku, apakah kau lupa dengan janji mu, ini udah hampir tiga bulan honey, pokoknya malam ini aku mau kau kesini'' katanya lagi kembali memohon
''oke, aku akan menemui mu, tapi tidak sekarang, tidak di apartemen, aku mau diluar'' kata arnav lagi
''aku mau kita bertemu sekarang, aku sudah tidak bisa menunda lagi'' ucapan enjelin bersikeras
''baiklah, kau dimana , aku sekarang akan menuju apartemen mu, tapi aku tidak sendiri aku membawa seseorang '' katanya yang membanting hpnya ke atas sofa empuk.
Mecca yang mendengar kalau suaminya saat ini lagi emosi, dia hanya diam memandang keluar rumah di balik keca besar itu, arnav yang melihat diamnya istri kecilnya itu,langsung mendekati isterinya, dan memeluk gadis itu dari belakang.
''sayang, kau kenapa'' kata arnav di telinga istrinya, Mecca yang mendengarkan kata sayang itu, merasa sangat senang, karena baru kali ini dia mendengar jelas kata sayang yang di ucapkan suaminya.
''apakah kau sudah siap memulai rumah tangga dengan ku '' kata arnav lagi
__ADS_1
''siap, tapi gimana masalah mas sama mbak enjelin '' katanya dengan takut, dia takut kalau arnav akan emosi lagi.
''oke, sekarang aku akan membawamu ke suatu tempat, mungkin tempat ini akan membuatmu tidak suka, tapi anggap aja tempat ini sebagai ujian untukmu, agar kau lebih tegar lagi, oke'' katanya lagi, agar istri kecilnya tidak terlalu kaget dengan masalah yang akan dia hadapi nanti.
''memang kita mau kemana mas?'' katanya bertanya sambil membalikan badannya.
''kita akan pergi ke apartemen enjelin, aku tidak mau kesana sendiri, aku tidak tau apa yang terjadi nantinya disana, aku takut kau salah paham'' kata arnav sambil merapikan anak rambut istrinya.
''mas, Mecca gak mau ikut, nanti mas tidak bebas bersama mbak enjelin'' jawabnya
''istri aneh, memang kau mau memberiku kebebasan dengan enjelin, kau ini terlalu baik atau terlalu bodoh'' kata arnav lagi
''baik, Mecca akan ikut dengan mas, tapi''
''jangan takut, semuanya akan baik-baik saja '' kata arnav lagi sambil mencium pucuk kepala istrinya itu.
mereka segera menuju apartemen enjelin, setelah tiba di apartemen enjelin, arnav segera memarkirkan mobilnya, dan mengajak Mecca turun dengannya.
''mas, ini yang namanya apartemen ya, bangunannya tinggi amat kaya hotel'' kata gadis polos itu.
''kenapa? kau mau tempat tinggal seperti ini '' kata arnav menawarkan istrinya
''gak, Mecca lebih suka rumah yang tadi, lagian kalau gempa susah untuk keluarnya '' jawabnya sambil berjalan didepan suaminya, arnav yang mendengar jawaban istrinya hanya tersenyum.
sedangkan enjelin yang menunggu kedatangan kekasihnya berdandan secantik, dan seseksi mungkin, sepertinya dia tidak terlalu mendengar ucapan arnav, kalau dia tidak datang sendiri, melainkan dengan isteri kecilnya.
enjelin yang mendengar bel yang berbunyi di pintu, segera melangkah dengan penuh semangat, untuk membuka pintu tersebut.
sedangkan enjelin merasa arnav tidak membalas pelukannya itu, segera melepaskan kekasihnya kembali, dan dia baru menyadari disana rupanya juga ada Mecca, gadis kecil istri sah arnav.
kembali enjelin mendekati arnav sambil berbisik di telinga lelaki itu.
''berani sakali kau membawa perempuan ini ketempat ku'' kata enjelin, setelah berbisik, dia kembali berpura-pura baik dan menyapa Mecca.
''eh ada Mecca, ayo silahkan masuk, aku akan mengambil minuman untuk mu'' kata enjelin dengan ramah padahal dia ingin sekali mencakar wajah gadis kecil itu.
Mecca segera melangkahkan kakinya masuk keruangan tamu apartemen itu, baru saja mau duduk di kursi yang di tunjuk enjelin, dia sudah disuguhkan foto besar yang berpelukan antara enjelin dan arnav, foto itu seperti foto prewedding, padahal foto itu diambil ketika mereka masih jadi model, di negara xx, kebetulan mereka memperagakan model busana pengantin yang indah, melihat foto tersebut langsung darah gadis kecil itu berdesir
'' ya tuhan, ternyata selama ini aku yang merusak pernikahan antara mbak enjelin, dan mas arnav, Tampa aku duga akulah yang jadi pelakor'' katanya dalam hati, dia segera menarik kasar tangan yang masih dipegang arnav.
''kau kenapa '' kata arnav dengan suara kecil
''gak mas, Mecca pingin pulang'' katanya lagi
''tunggu sebentar saja, bukankah kau berjanji untuk selalu menemani ku'' kata arnav lagi
setelah keduanya berbisik, segera enjelin datang dari dapur membawa minuman untuk arnav, Mecca, dan untuk dia sendiri.
''silahkan minum ''enjelin menawarkan kedua suami istri itu.
''tunggu, apakah kau tidak menyimpan minuman lain, selain alkohol di apartemen ini, Mecca juga tidak bisa minum alkohol ''
__ADS_1
''honey, minuman itu kadar rendah, tidak akan bahaya untuknya'' kata enjelin
''tidak, aku tidak mengijinkan istriku meminum alkohol'' katanya lagi
''oke, aku akan mengganti semua minuman ini''kata enjelin membereskan kembali alkohol itu.
''biar aku bantu untuk membereskannya mbak''
kata Mecca yang juga mengikuti enjelin ke dapur, setelah di dapur sengaja enjelin berlama-lama, agar bisa sedikit menyentil gadis itu dengan kata-kata.
''mecca maaf ya,,, mungkin kau sering tersakiti oleh arnav, dia memang keres seperti itu, dia tidak akan mudah luluh oleh wanita manapun, cuma aku yang bisa memahaminya, dan aku juga yang ada saat jatuh bangunnya selama ini, dia selalu mengatakan, kalau cuma aku wanita dalam hidupnya, yang bisa mencintainya, dan membuatnya puas, tidak dipungkiri juga, cuma aku yang bisa menjinakkan singa liar itu, di manapun, termasuk di atas ranjang''kata kata enjelin seperti silet yang cukup membuat dia tersayat dengan luka Tampa berdarah.
''mbak aku tau, cuma mbak yang bisa memahaminya, karena kalian tercipta untuk selalu bersama, aku yang salah datang diantara kalian, dan merusak jalinan suci pernikahan kalian'' gumam Mecca sambil menuangkan air putih kedalam gelas, sampai-sampai air itu tumpah kerena lamunannya, dia salah sangka dengan foto prewedding besar itu.
di ruangan tamu arnav merasa sangat gelisah, dia merasakan ada yang tidak beres, karena dia merasakan hatinya sangat perih, pertanda kalau istri kecilnya terluka, dia mampu merasakan sekecil apapun luka yang dirasakan istrinya, segera arnav menyusul Mecca ke dapur.
melihat wajah istrinya yang murung, menuangkan air sampai tumpah, segera dia mendekatinya.
''mecca, kau tidak apa-apa'' mendengar suara arnav, segera gelas itu terlepas dari tangannya, dia segera duduk dengan air mata yang sudah tumpah di pipinya.
''maaf mbak, Mecca tidak sengaja'' katanya dengan gemetar, dia ingin memungut semua kaca yang sudah berserakan itu, segera arnav menarik tangan istrinya dengan sigap.
''udah biarkan saja itu hanya gelas, kenapa kau menangis?? , ada apa dengan mu'' kata arnav merasa ada yang tidak beras disini.
''enjelin, apa yang kau lakukan pada istriku!'' katanya menghunuskan pandangan elangnya kepada enjelin.
''tidak, aku tidak berbuat apa-apa, aku cuma mengatakan hal yang sesungguhnya tentang hubungan kita'' kata enjelin lagi
''apa yang kau katakan!!!'' berteriak kepada enjelin, emosinya sudah mulai terlihat, segera dia menyeret tangan enjelin dengan kasar menuju ruangan lain di sana, tapi suara ributnya itu masih terdengar oleh gadis kecil yang masih mematung dapur.
'' sakit lepaskan honey'' kata enjelin yang kesakitan
''kau, apa yang kau lakukan kepada gadis yang tidak tau apa-apa, dan tidak bersalah itu!'' menunjuk kearah enjelin
''tak bersalah kata mu, dia sangat salah telah merebut mu dariku, aku tidak akan membiarkan milikku dimiliki oleh orang lain'' katanya enjelin dengan lantang
'' milik mu, aku tidak dimiliki oleh wanita manapun, selain dia istriku ''
''honey, jangan sekali lagi kau mengucapkan itu didepan ku, hanya aku yang bisa memahami mu, dan aku juga yang selalu ada untukmu, aku memiliki dirimu dengan kasih sayang'' kata enjelin tidak mau kalah dari arnav
''apa,,,!! kasih sayang katamu, apa kau lupa, kau menjalin hubungan ini dengan cara curang, kau telah mencurangi Mayang, kau telah memfitnah dia, sehingga aku dan dia berpisah, kau taukan betapa temanmu itu sangat mencintaiku dulu, kau kira aku tidak tau apa yang telah kau lakukan, aku tidak buta dan bodoh, aku diam karena memang aku juga sudah bosan dengan mainan ku itu. bukankah dari dulu aku sudah mengatakan jangan berharap cinta dari ku, Karana aku tidak mempunyai itu, aku juga telah membebaskan mu dari hubungan ini jauh sebelum aku pindah ke Indonesia, tapi kau sendiri yang ingin bertahan'' kata arnav mengeluarkan semua emosinya
''tidak honey, aku telah mengorbankan banyak untuk hubungan ini, aku mohon tinggalkan perempuan itu, kembali kepadaku seperti sebelumnya, aku sangat mencintaimu, aku mampu melakukan apapun agar bisa membuat kau kembali menjadi milikku'' kata enjelin lagi
''kapan aku minta kau melakukan segalanya, bukankah aku sudah melarang mu mengikuti ku, dan aku tidak akan pernah meninggalkan istriku, karena aku telah menidurinya, mengambil sesuatu yang berharga darinya, yang tidak aku dapatkan darimu'' kata arnav lagi
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga menghibur...
__ADS_1