
halo '' sapa gadis cantik itu
'' ya apakah urusan mu dan bos mu sudah selasai, kalau sudah selesai aku tunggu kau di depan sekarang juga, atau harus aku yang menjemputmu ke sana,,?? '' ternyata nomor baru itu adalah nomor arnav, dia sengaja meminta nomor Mecca kepada Bu Lastri saat di rumah tadi.
'' ya mas aku akan segara menemui mu'' ucapnya lagi
setelah sambungan itu terputus, Mecca segera berpamitan kepada Aldo
'' kak Aldo maaf ya, lain kali aja kita bicara lagi aku pamit dulu '' ucapnya sambil berlari kecil meninggalkan Aldo
setelah sampai di depan, bola mata indah perempuan cantik itu, segera menyidik mencari mobil warna merah tapi tak satupun mobil merah yang di lihatnya.
'' kau cari siapa'' ucap arnav dari belakangnya membuat gadis kecil itu tersentak kaget
'' mas ngapain kesini '' tanya Mecca
'' menurutmu lagi apa aku disini, apakah menurutmu aku akan mengantikan kamu bekerja'' ucapnya judes
'' maaf mas ''
'' apakah kau sudah mengatakan, kalau kau besok tidak bekerja lagi sama bos mu'' tanya arnav menyidik
'' udah mas '' jawabnya singkat
'' baguslah, ayo pulang '' arnav menuju ketempat angkutan umum yang akan mengantar mereka pulang
''mas gk bawa mobil??'' tanya gadis itu lagi
'' gk, aku sengaja naik angkutan umum kesini biar sahabatmu itu tidak curiga, aku lihat sahabatmu itu sudah mulai menyelidiki aku,
lagian aku gk pernah merasakan naik angkutan umum selama berada di Indonesia, '' ucap arnav
sambil memasang sarung tangan, masker, dan jaket yang mempunyai tutup kepala untuk melindungi kepalanya.
semua itu sengaja dipersiapkan sebelum dia pergi, yang disimpannya di kantong celananya, dia bertingkah seperti takut kulitnya di Inggapi sesuatu.
sedangkan Mecca hanya melihat tingkah suaminya itu heran, dan tersenyum lucu
setelah angkot datang, Mecca segera menghentikan angkot itu dan segera dia menaiki angkot warna biru tersebut,
__ADS_1
sedangkan arnav terlihat ragu-ragu karena merasa risih, harus berdekatan dengan banyak orang
'' ayo mas'' segera tangan gadis itu menarik tangan arnav supaya menaiki angkot tersebut
merasa terpaksa, arnav segera duduk di angkot tersebut di pojok samping istrinya, di atas angkot hanya tiga orang yang perempuan.
selebihnya laki-laki, yang terus menatap lekat kearah istri cantiknya, semua lelaki berdecak kagum melihat gadis ciptaan Tuhan yang sempurna milik arnav Sanjaya.
merasa terus di perhatikan oleh semua lelaki di atas angkot, Mecca mulai gelisah dan tidak nyaman, sedangkan arnav menyadari istrinya di perhatikan oleh semua lelaki di sana, di segera berinisiatif menggenggam erat tangan istrinya,
Mecca yang merasakan perlakuan arnav membuatnya nyaman, dia juga membalas dengan mengandeng tangan kekar itu
seperti masih tambah di perhatikan, segera arnav menghentikan angkot yang belum lama berjalan
'' stop stop saya mau menyewa angkot ini berdua saja dengan istri saya, siapa saja yang berada disini harap mencari angkutan lain saja, saya akan berikan uang ganti rugi''
ucapnya tegas tapi penuh penekanan, dengan wajah dingin yang menakutkan sambil mengeluarkan uang warna merah membagikan uang itu satu persatu.
semua orang yang berada di sana, melihatnya seperti malaikat maut pencabut nyawa, segera mereka turun sambil mengambil duit tersebut
setelah kepergian orang-orang itu, kini tinggal sopir dan mereka berdua,
pegangan tangan yang tadinya erat kini dilepaskan secara kasar oleh arnav.
'' ya mas Mecca mengerti '' padahal hatinya rasanya seperti tercabik-cabik oleh perkataan arnav, karena dia kira arnav melindunginya karena ada sedikit rasa suka untuknya, ternyata hanya rasa kasihan.
entah kenapa manik mata gadis itu lagi-lagi mengeluarkan cairan bening, memang dia adalah perempuan yang mempunyai sifat sensitif.
''sangat luar biasa gadis ini, aku bentak sedikit aja dia langsung menangis, apa kata ibunya nanti kalau melihat anak gadisnya menangis seperti ini, gimana cara untuk mendiamkannya'' gumamnya dalam hati
''hei apakah sebelum pulang kau mau membeli sesuatu '' tanya arnav mengalihkan pikiran gadis itu, tapi Mecca hanya menggelengkan kepalanya
'' kenapa kau menangis lagi, apakah perkataan ku salah '' tapi Mecca masih menggelengkan kepalanya
'' maaf kalau aku terlalu keras kepada mu, aku memang tidak seperti lelaki itu yang bisa bicara lembut dan bermulut manis, aku memang begini orangnya '' ucap arnav tapi Mecca hanya diam seribu bahasa
'' bang! sepertinya bini mu itu lagi mengandung kalau ku lihat, dia Persis seperti biniku, kalau lagi mengandung dia lebih suka menangis''ucap sopir angkot yang sedari tadi memperhatikan mereka.
'' sssst diam kau!!! '' ucap arnav memelototi supir yang berlogat Batak tersebut
__ADS_1
'' alah Mak, ngeri pula tatapan si Abang ini rupanya '' ucapan sopir itu berbisik
''tidak hamil aja dia sudah kayak gini, apalagi kalau hamil bisa berenang bayi diperutnya'' gumaman arnav
sebelum mereka dekat dari rumah, arnav sengaja menyuruh sopir angkot itu berhenti, karana dia masih melihat wajah istrinya masih murung.
'' pak berhenti di sini saja '' ucap arnav sambil memberi uang tujuh ratus ribu
setelah mereka turun dari angkot, Mecca mempercepat langkahnya sedangkan arnav hanya mengikuti gadis itu
'' apakah kau mau memberi tahu semua orang kalau aku ini suami yang suka menyakiti istrinya '' ucap arnav kesal melihat wajah mendung itu
'' maaf mas '' ucapnya singkat
setelah mereka sampai di rumah, arnav segera mengetuk pintu dan mengucap salam kepada ibu mertuanya
'' kalian sudah datang ayo masuk, ibu masak SOP hari ini'' ucap Bu lastri
'' Mecca mandi dulu ya bu'' Mecca seharian sangat banyak mengeluarkan keringat
'' baik segeralah mandi, sebentar lagi hari akan gelap '' ucap Bu Lastri
Mecca bergegas meninggalkan ibu dan arnav dia segera ke kamarnya dan mengambil pakaian ganti
setelah mandi Mecca menyusul ibu dan arnav di ruang makan, yang sedari tadi menunggu mereka
merekapun makan dengan lahap Tampa satupun yang bicara, menikmati SOP bikinan Bu Lastri
'' Bu besok Sore aku mau ijin mau bawa Mecca ke Jakarta, karena selama menikah Mecca belum pernah berkunjung ke rumah mama, lagian aku juga ada urusan yang akan di selesaikan, paling lama satu Minggu juga udah disini lagi '' ucap arnav memecah suasana minta ijin kepada ibu mertuanya
'' baiklah nak, kamu tidak perlu minta ijin sama ibu, diakan istrimu '' jawab Bu Lastri
'' mas kok gak ngomong dulu sama Mecca Mecca kan belum siap-siap'' ucap Mecca memonyongkan bibirnya
'' apakah itu penting jawab arnav '' dingin
*bersambung*
tolong tinggalkan jejaknya ya sahabat bagi yang sudah terjebak membaca novel ini, agar author nya jadi semangat menulis cerita
__ADS_1
mohon maaf juga jika penulisan yang masih berantakan dan susah dipahami karena ini karya pertama
selamat membaca