
Ada apa nak, kamu kenapa?'' tanya bu Lastri berlarian menghampiri Mecca.
''Ini tidak mungkin bu'' kata Mecca dengan gemetaran, ibu langsung melihat foto yang berada ditangan Mecca.
''Ini nak Arnav, siapa perempuan ini?'' tanya Bu Lastri lagi, beliau masih bingung dengan semua foto-foto yang berada di tangannya.
''Bu itu kekasih mas Arnav, dia juga hamil sama seperti Mecca.
Selama ini mas Arnav telah membohongi Mecca'' kata Mecca duduk tak berdaya di lantai
''Apa,,,selama ini Arnav ada wanita lain?'' rasanya Bu Lastri tidak percaya
''Iya Bu, kemaren mas udah janji untuk meningkatkan wanita itu, tapi nyatanya mas masih berhubungan dengannya, bahkan wanita ini juga hamil bu,,,'' kata Mecca sambil terisak
''Mecca ayo bangun dulu nak, kita tidak boleh menyimpulkan sesuatu yang belum jelas kebenaranya '' ulas bibi yang juga melihat semua foto-foto tersebut.
''Bi semua foto-foto ini sudah menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya'' ucap Mecca yang masih menangis.
Ayo sayang, tidak baik kalau kamu terus begini, lebih baik kita suruh Arnav menjelaskan semuanya'' kata bibi lagi, sedangkan Bu Lastri masih mematung tanpa kata-kata.
''Bu ayo kita pulang sekarang, Mecca tidak ingin tinggal disini lagi '' kata Mecca sambil berlarian menuju kamar dan mengemas barang-barangnya.
''Ca tunggu nak, kemana suami mu ?'' tanya bibi lagi mengejar Mecca.
''Dia pasti bersama perempuan itu dan calon anak mereka bi, atau dia lagi bersenang-senang dengan perempuan lain, menghabiskan waktunya.
Bibi lihat sendiri foto-foto itu, dia minum-minum ditemani oleh perempuan seksi'' kata Mecca menunjuk ke arah foto yang sudah berserakan di lantai.
''Sudah bi, Mecca tidak mau seperti ini terus, Mecca harus berani mengambil setiap keputusan untuk Mecca dan anak Mecca, sekarang ayo kita tinggalkan rumah ini'' ulas Mecca lagi.
''Baiklah nak, kalau itu sudah jadi keputusan mu'' kata bibi yang juga ikut berkemas.
Sedangkan Bu Lastri mulai mencerna semuanya.
''Kenapa nasib anak ku jadi seperti ini, kenapa semuanya kelihatan baik-baik saja, pada hal di dalam hanya penuh dengan kebohongan.
Aku harus membawa Mecca jauh dari sini dan dari Arnav, Mecca tidak boleh diperlakukan seperti ini'' gumam Bu Lastri
''Bu ayo bu,,,'' kata Mecca yang melihat ibunya yang masih tertegun.
''Ayo kita tinggalkan rumah ini, kau tidak layak tinggal disini''
kata bu Lastri yang juga sudah mengikuti Mecca.
''Nona mau kemana?'' tanya mbok Yem yang dari tadi mengikuti Mecca.
''Mbok makasih ya,,, mbok selama ini udah bantuin Mecca, jaga diri mbok baik-baik'' kata Mecca sambil memeluk mbok Yem.
''Tapi nona'' hanya itu yang keluar dari mulut mbok Yem.
Setelah sampai di luar rumah, sopir dan satpam juga menghampiri mereka.
''Nona tolong jangan pergi dulu, tolong tunggu tuan muda datang'' kata sopir yang mengikuti mereka.
''Tidak pak, kami akan berangkat sekarang'' kata Mecca yang lagi menunggu taksi online yang sudah di pesannya.
Sedangkan Arnav baru sampai di tempat Yudi.
__ADS_1
''Bro gimana,,, apakah lho berhasil'' kata Yudi
''Gue cuma menemukan video cctv dalam laptopnya, gue yakin dari video itu kita akan mendapatkan bukti yang sebenarnya '' kata Arnav.
''Kalau gitu kita tunggu Angga dulu, katanya dia mau menuju kesini'' kata Yudi.
''Halo bro '' sapa Arman yang juga baru sampai, mereka berempat udah janjian untuk bertemu di restoran milik Yudi.
''Gue sudah menyalin semua file yang berisi video ke sini'' kata Arnav yang mengeluarkan flashdisk.
''Oke ayo bawa sini kita buka, mudah-mudahan disini kita menemukan sesuatu untuk menyerang perempuan itu''kata Arman yang sangat penasaran.
''Ni bro '' kata Arnav yang juga sangat penasaran dengan semua isi dari flashdisk itu.
''Treeet treeert treeert'' suara hanphon Arnav bergetar, ada panggilan dari rumahnya.
Arnav segera ngangkat panggilan tersebut.
''Haloo'' sapa Arnav
''Halo tuan muda,,,ini mbok ''kata mbok di balik telpon
''Iya ada apa mbok ''
''Anu tuan muda anu,,,'' kata mbok Yem terbata-bata.
''Anu apasih mbok,,,, yang jelas ngomongnya '' kata Arnav yang sudah tidak sabaran.
''Tuan muda, nona pergi sama orang ibu dan bibinya pulang kampung'' kata mbok Yem menjelaskan semuanya.
'Tadi ada kurir yang mengirim paket atas nama nona, setelah nona membuka amplop itu, nona langsung menangis.
bu Lastri juga menangis, setelah itu mereka langsung berkemas'' kata mbok Yem menjelaskan semua kejadian itu.
Mendengar penjelasan mbok Yem. Arnav langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi tanpa mempedulikan isi video tersebut.
''Bro lho mau kemana?'' tanya Arman yang melihat kepanikan pada Arnav.
''Gue pulang dulu, ada sesuatu yang terjadi di rumah'' jawab Arnav sambil berlari ke mobilnya.
Setelah sampai rumah, Arnav langsung masuk kedalam rumah dan melihat isi amplop yang di ceritakan mbok tadi.
Dia melihat semua foto-foto saat dia di klub malam mabuk-mabukan ditemani oleh wanita seksi, di situ juga ada foto-foto saat dia keluar masuk ke apartemen Enjelin, foto yeng terakhir yang dia lihat saat Enjelin menciumnya.
''Apa,,,'' Arnav langsung terduduk di lantai, sambil melempar semua foto-foto yang berada di tangannya.
''Brengsek!!! kalau terjadi apa-apa pada istriku, aku bersumpah akan menghabisi mu' kata Arnav dengan pandangan memerah, saat ini dia begitu emosi kepada Enjelin.
Arnav kembali meraih kunci mobilnya, dia segera menuju jalan tol untuk menyusul istrinya ke kampung.
Di sepanjang perjalanan Arnav memikirkan bagaimana cara menjelaskan kepada Mecca.
''Seenaknya kau meninggalkan aku, rupanya kau belum mengenal aku sepenuhnya, kau tidak bisa meninggalkan aku begitu saja'' kata Arnav antara cemas, sedih dan emosi.
Perasaanya bercampur aduk sekarang.
Sedangkan Mecca, Bu Lastri, bibi dan miko.Sekarang sudah berada dalam bis menuju kampung, tapi mereka tidak berencana untuk pulang kerumah mereka.
__ADS_1
Bu Lastri berencana pulang kerumah nenek yang sudah lama tidak di tepati, hanya disana tempat aman bagi Mecca agar Arnav tidak menemukanya.
''Sayang kalian yang kuat ya nak, mami akan membawa kalian jauh dari pria jahat itu'' kata Mecca dalam hati. sambil mengelus perutnya, sekarang Mecca tidak mual lagi berjalan jauh dengan mobil, karena dia sudah terbiasa.
Sesampainya mereka di rumah nenek, hari sudah mulai gelap, tanpa istirahat Bu Lastri, bibi dan miko langsung membersihkan rumah itu. Karena rumah tersebut sudah lama tidak di tepati, makanya rumah itu sangat berdebu.
''Mecca ayo nak kamu harus istirahat, semuanya sudah ibu bersihkan. Seprai juga sudah ibu ganti ''
kata Bu Lastri yang sudah selasai membersihkan semua debu rumah tua tersebut.
''Makasih bu'' kata Mecca yang langsung duduk di ranjang besi yang sudah tua.
''Mecca sini dulu nak, bibi udah membeli makanan, kamu belum makan apa-apa dari siang, kasihan si kembar mereka pasti lapar'' titah bi Maya yang baru pulang dari wartek membeli nasi dan lauk.
Sedangkan Arnav juga sudah sampai di rumah Bu Lastri, dia tidak menemukan Mecca disana, dia terus menunggu sampai hari mulai gelap. Arnav hanya mondar-mandir di teras rumah Bu Lastri sambil menghubungi nomor Mecca yang sudah tidak aktif lagi.
''Kemana kau sebenarnya macca'' kata Arnav yang sudah mulai emosi, tapi dia memutuskan untuk terus menunggu sampai tengah malam. Arnav mulai merasa ada yang tidak beres dengan semuanya.
''Beraninya kau menghilang dari ku, dan beraninya kau memisahkan aku dengan anak-anak ku'' kata Arnav.
Pria tampan itu segera meninggalkan rumah Bu Lastri.
Dalam mobil Arnav memukul kemudinya dengan sangat kuat, dia melakukan itu berulang-ulang meluapkan semua emosinya.
Setelah dia puas, dia kembali mengemudi menuju Jakarta
Sedangkan di rumah nenek
setelah selesai makan.
Mecca merasa kalau dia sangat sehat, dia tidak mengalami apa-apa. Sekali-kali dia duduk melamun dengan mata yang berkaca-kaca mengingat penghianatan lelaki yang sangat di mencintainya itu.
''mas terimakasih atas semuanya. luka ini akan sembuh seiring waktu, semua kebahagian mu akan ku kembalikan, kembalilah kepada dirimu yang sesungguhnya.
Ibarat layang-layang, selama ini aku hanya dapat memegang benangnya dan mencoba mengendalikan layang-layang ku, setelah aku rasa semua dibawah kendali ku.
aku mulai memegang benang layang-layangan ku itu dengan erat, tanpa aku sadari benang itu telah membuat aku terluka. saat aku merasa perih baru aku menyadari kalau layang-layang itu milik orang lain, aku hanya di pinjamkan. Sekarang dia telah mengambil semuanya dari ku'' kata Mecca yang duduk di atas ranjang tua.
Sedangkan di perjalan pulang, mata Arnav mulai berkaca-kaca, dia begitu takut saat ini dia takut kalau istri kecilnya akan menghilang untuk selamanya.
''treeet treeert treeert'' kembali lagi suara handphone miliknya bergetar, segera Arnav mengangkat panggilan nomor baru itu.
''halo''sapa Arnav
''halo kakak ipar '' terdengar suara seorang anak kecil di balik telpon
''ini kau miko?'' tanya Arnav yang sangat berharap kalau itu Miko, itu memang Miko.
Miko menghubungi Arnav dengan sembunyi-sembunyi dari semua orang, dia takut kalau ketahuan menghubungi Arnav dia pasti akan di hukum,
tapi dia teringat dengan kebaikan Arnav, dan janji pertemanan mereka.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......
__ADS_1