
Dokter langsung keluar setelah selesai melakukan operasi untuk mengeluarkan timah panas yang bersarang dalam dalam perut Arnav.
''dokter gimana dengan anak saya dok?'' tanya tuan Andi dengan wajah yang begitu cemas.
''Operasi berjalan lancar tuan, tapi tuan muda masih dalam keadaan koma'' kata dokter menjelaskan.
Sedangkan Mecca langsung di rawat di ruangan lain, alat denyut jantung juga sudah menempel di perutnya.
''Sayang cepat sembuh ya nak, kalian harus doain papi kalian, agar papi bisa kembali menyapa kalian, apakah kalian tidak ingin melihat wajah tampan papi saat membuka mata di dunia ini''? kata Mecca sambil mengelus perutnya.
''Sedangkan tuan Andi segera berbincang dengan dokter. Mengutarakan permintaan menantunya yang ingin satu ruangan dengan Arnav.
'' Begini Dokter, menantu saya ingin satu ruangan dengan Arnav, apakah bisa dokter agar mereka saling support ?'' pinta tuan Andi.
''Boleh saja kalau tuan menginginkannya, asalkan nona bisa istirahat dengan baik'' jawab dokter
''Terimakasih dokter, saya tau sebenarnya ini menyalahi prosedur rumah sakit di sini, tapi saya sangat berterimakasih kerena dokter Sudi mengijinkannya '' kata tuan Andi merasa tidak enak.
''Tidak masalah tuan '' jawab dokter tersenyum.
Setelah tuan Andi dapat ijin dari dokter, barulah Mecca bisa dipindahkan satu ruangan dengan Arnav.
''Mas kita sama-sama berjuang untuk anak kita ya,,,, mas tidak boleh kalah. Mecca juga tidak akan kalah demi buah cinta kita'' gumam Mecca dalam hati sambil melirik suaminya yang masih belum sadarkan diri.
Tidak terasa enam hari telah berlalu, tapi Arnav masih tidak sadarkan diri dia masih koma sehingga dokter dan semua keluarga mulai mengkhawatirkannya.
''Tuan sudah enam hari berlalu, tapi tuan muda masih belum sadar dari komanya, itu sangat berbahaya untuk dirinya'' kata dokter menjelaskan kepada tuan Andi.
''Dokter apa ada jalan lain yang bisa kita tempuh untuk membuat anak saya kembali siuman?'' tanya tuan andi.
''Tidak ada cara lagi tuan, itu tergantung kemauan tuan muda sendiri, dan kita hanya bisa menunggu.
Kalau masih seperti ini sampai tiga hari ke depan, terpaksa semua alat yang menempel di tubuh tuan muda kita buka saja, dan merelakan tuan muda untuk istirahat selamanya'' jawab dokter
Mendengar ucapan dokter tidak henti-hentinya Mecca meneteskan air mata, Mecca juga mendengar dan menyaksikan keadaan suaminya, hampir tiap malam Mecca mengajak Arnav bicara, agar Arnav kembali sadar, tapi semua usahanya tidak membuahkan hasil.
''Semuanya gara-gara Mecca mas jadi seperti ini, kalau tidak melindungi Mecca, pasti mas sekarang baik-baik saja.
Dari pertama menikah yang mas lakukan hanya melindungi Mecca, hik hik hik kalau mas tidak bangun Mecca juga tidak akan melahirkan anak-anak mas ini.
Mecca tidak ingin berjuang sendiri'' katanya memandang ranjang yang ditiduri Arnav.
''Kakak ipar kakak harus tegar, kakak harus memikirkan keponakan ku. Melihat kakak sedih seperti ini mereka juga akan bersedih'' kata Mella yang ikut menjaga Mecca di rumah sakit dari pagi sampai siang ini, dia bergantian dengan tuan Andi.
''Kak ,,,, Mecca hancur tanpa mas Arnav kak, Mecca hanya punya mas Arnav sebagai pengganti ayah, selain suami mas Arnav sudah seperti kakak yang selalu melindungi Mecca'' kata Mecca kembali terisak-isak.
''Sudah jangan seperti ini, aku janji aku akan menjaga kamu dan kedua keponakan ku, kau tidak akan sendiri mama juga sudah sangat menyayangi mu seperti menyayangiku'' kata Mella menenangkan Mecca.
Saat malam tiba hanya tinggal mereka berdua di ruangan itu.
Mella dan tuan Andi juga sudah kembali kerumah, mereka tidak di ijinkan untuk malam disana.
Berlahan-lahan Mecca melepas semua peralatan yang menempel pada perutnya ,setelah itu dia langsung menghampiri Arnav, meraih tangan Arnav dan menciumnya.
''Enak amat mas tidur-tiduran tanpa beban seperti ini, mas lupa kalau mas udah janji akan menemani Mecca bersalin nanti, atau mas sengaja agar mas terbebas dari tanggung jawab.
Coba mas pegang anak kita ini, kata dokter salah satu di antara mereka detak jantung kurang sehat, meraka sakit melihat mas yang terbaring seperti ini, mereka kangen dengan suara mas.
Apa mas tidak sedih seandainya terjadi sesuatu kepada mereka, mas tidak menyesal telah mengabaikannya'' kata Mecca sambil meletakan tangan Arnav di perutnya.
Tanpa sadar lelaki tampan yang lagi koma itu mengeluarkan air mata.
''Mas sedih,,, makanya mas harus bangun, kalau mas bangun Mecca yakin semua akan baik-baik saja'' ulas Mecca sambil memaksa.
''Auu sakit'' kata Mecca meringis kesakitan, segera dia menekan bel di meja Arnav untuk memanggil suster.
Suster dan dokter kandungannya bergegas menuju ruangan Mecca. Setelah sampai dokter membantu Mecca berbaring dan memeriksanya.
''dokter tolong perut saya sakit sekali'' kata Mecca sambil memegang perutnya.
__ADS_1
''Nona sepertinya anda mau melahirkan '' kata dokter yang kebetulan malam itu juga ikut berjaga.
''dok sakit,,,,'' kata Mecca berteriak meringis kesakitan
''Tahan nona'' kata dokter menenangkan Mecca dan memeriksa jalan lahir, rupanya sudah pada pemukaan dua.
''Sus segera hubungi keluarga pasien'' titah dokter kepada suster.
segera suster berlari untuk menghubungi keluarga Sanjaya.
''Halo'' jawab nyonya Gita dengan suara serak, karena nyonya Gita terbangun oleh suara telepon yang berdering ditengah malam.
'' Ini dari rumah sakit, apakah saya bisa bicara dengan nyonya gita''
''Iya ini saya, ada apa sama anak saya?'' tanya nyonya Gita yang mendengar kalau telpon itu dari rumah sakit.
''Tuan muda masih belum ada perubahan nyonya, tapi menantu anda sudah mengalami kontraksi dan sudah pembukaan dua'' kata suster menjelaskan.
''Baik suster kami akan segera ke sana'' kata nyonya Gita sambil membangunkan tuan Andi
Sedangkan Arnav yang mendengar teriak kesakitan istrinya, dia mulai memperlihatkan reaksi dengan menggerakkan jarinya, berlahan dia mulai membuka matanya.
Suster yang melihat, segara memanggilkan dokter spesialis Arnav untuk memeriksanya.
''Dokter tuan Arnav sudah siuman '' kata suster menghubungi dokter lewat telepon, segera dokter itu berlari keruangan yang sama untuk memeriksa Arnav.
Arnav memberi isyarat untuk melepaskan oksigen dari mulutnya.
dokter langsung paham kalau Arnav ingin membicarakan sesuatu.
''Mas,,, sakit'' kata Mecca yang masih berteriak, semua badannya di penuhi keringat yang mencucur menahan sakit yang begitu dahsyat.
''Tolong dekatkan saya dengan istri saya'' titah Arnav dengan suara terbata-bata.
''Tapi ini sangat bahaya tuan muda. Anda belum bisa melepaskan semua peralatan ini, mohon maaf anda hanya bisa melihat dari sini saja tuan, anda belum bisa kemana-mana '' kata dokter.
''Dokter tolong!! saya kembali untuk istri dan anak saya, ayo lakukan keinginan saya ''titah Arnav mulai mengeluarkan suara yang lebih keras.
Saat berada dekat dengan Mecca. Arnav langsung berlahan memegang tangan Mecca, dengan posisi yang masih bersandar di kepala tempat tidur rumah sakit.
''sayang kamu harus berjuang ya, kamu wanita yang kuat, aku disini untuk kalian'' kata Arnav memberi semangat untuk Mecca.
''Mas'' kata Mecca.
dia sangat senang melihat suaminya yang sekarang berada di sampinnya..
'' ayo sayang aku sudah tidak sabar berjumpa dengan kedua anak-anak kita'' kata Arnav lagi
Sedangkan tuan Andi dan nyonya Gita sudah berada di rumah sakit.
''suster boleh tidak saya mendampingi menantu saya'' kata nyonya Gita memohon
''maaf nyonya, nona Mecca sudah didampingi oleh tuan muda, tadi saat nona kesakitan tuan muda tiba-tiba siuman'' kata suster menjelaskan.
''syukurlah,,, '' kata tuan Andi dan nyonya Gita mendengarkan kabar baik itu, kini yang mereka cemaskan hanya persalinan Mecca.
''Pa ini sebuah keajaiban pa'' kata nyonya Gita.
''Ini cinta ma, ini bukti betapa besar cinta Arnav untuk Mecca''kata tuan Andi.
''Benar pa, mama sangat bersalah. Selama ini mama ingin memisahkan mereka. Memang hanya Mecca yang bisa membuat Arnav berubah lebih baik seperti ini'' kata nyonya Gita sambil mengisi semua perbuatanya.
''Sudah lah ma, setidaknya mama sudah menyadarinya sekarang'' kata tuan Andi menenangkan istrinya.
Didalam ruangan Mecca masih berjuang untuk melahirkan kedua anak kembarnya.
''Sedikit lagi nona, kepalanya sudah hampir kelihatan'' kata dokter
''Ayo sayang'' kata Arnav yang mengelus perut Mecca.
__ADS_1
''Uweee uweek '' terdengar suara lantang bayi yang baru keluar dari rahim Mecca.
''Sayang kamu berhasil'' kata Arnav yang begitu bahagia mendengar suara bayinya.
''Tuan anak pertama anda lelaki'' kata dokter sambil memberikan kepada suster untuk di bersihkan
Tidak berselang lama, anak perempuannya juga berhasil di larikan, tapi kondisi anak perempuannya tidak sesehat anak lelakinya.
''Mas kenapa dia tidak mengeluarkan suaranya mas, dia kenapa mas?'' tanya Mecca dengan tidak sabar mendengar keadaan anak perempuannya itu.
''sayang dia baik kok.
Mungkin dia malu dengan papinya, diakan perempuan, dia lebih pemalu dari kakaknya'' kata Arnav menenangkan Mecca.
Padahal dalam hatinya sangat cemas dengan keadaan putrinya itu.
Setelah semaunya selesai, segera tuan Andi dan nyonya Gita diperbolehkan memasuki ruangan.
''Nav selamat ya papa senang akhirnya kamu siuman, dan bisa menampingi Mecca bersalin'' kata tuan Andi.
Sedangkan nyonya Gita langsung melihat kondisi Mecca.
''Mecca mama bahagia sekali hari ini, kamu memberikan mama dua cucu sekaligus, mama akan membantu kamu untuk merawat keduanya'' kata nyonya Gita sambil mengecup pucuk kepala Mecca untuk pertama kalinya.
''Makasih ma, tapi Mecca bisa melihat kedua bayi Mecca gak ma'' pinta Mecca
''Sabar ya,,, mama akan meminta dokter untuk membawanya kesini setelah di bersihkan''kata nyonya Gita
Setelah di bersihkan kedua bayi mungil itu segera di bawa keruangan Mecca.
''Sayang ini dia jagoan kita'' kata Arnav yang terlebih dahulu mengendong Arav.
''Mas dia sangat tampan persisi seperti mas'' kata Mecca sambil memegang tangan mungil bayi lelaki yang sangat tampan itu, kedua bayinya sangat persisi dengan Arnav.
''Ini dia cucu cantik Oma'' kata nyonya Gita yang mengendong Ara.
''Ma dia begitu cantik ma, tapi aku merasa kalau cucu perempuan kita ini kurang sehat'' kata tuan Andi berbisik.
''Gak usah khawatir pa, kita akan melakukan perawatan terbaik untuk cucu kita ini, mama akan membuatnya kembali sehat'' kata nyonya Gita yang juga berbisik karena mereka tidak ingin Mecca khawatir.
''Nav coba gendong putri cantik mu ini'' titah tuan Andi
'' Iya pa, aku Sudak tidak sabar untuk menggendongnya'' segera Arnav mengendong Ara mencium Ara dan mengagumi rambut lebat Ara
''pitri ku kamu sangat cantik.
Wajah mu mirip sekali dengan ku, tapi rambutmu seperti rambut mami mu kau sangat sempurna'' kata Arnav
''Mas bawa sini mas, Mecca ingin melihatnya'' kata Mecca yang juga mengendong Arav.
''Mereka sangat berbeda, Arav gemuk sedangkan Ara agak kurus, tapi wajahnya sama, keduanya sangat mirip dengan mas'' kata Mecca
''Sayang mungkin dia berebut makanan di dalam, Arav kamu pasti makan bagian Ara juga kan, jujur sama papi sekarang, pasti kamu sering menjahili putri kesayangan papi ini bukan'' kata Arnav bergurau menghibur Mecca.
Arnav segera mengumandangkan suara azan dan qomat kepada bayi-bayi mungil itu.
Setelah itu Arnav kambali memikirkan keadaan Ara, dia begitu cemas dengan diamnya putrinya itu.
''Sepertinya aku harus menanyakan sendiri keadaan putri ku kepada dokter sekarang.
Aku begitu khawatir dengan keadaanya, Ara sayang papi akan melakukan apa saja untuk kesehatan mu'' gumam Arnav dalam hati, dia sangat khawatir, tapi di depan Mecca dia menyembunyikan semuanya takut Mecca akan sedih.
''Kenapa aku masih memikirkan wanita hamil itu, aku merasa tidak rela kalau Arnav mendapatkan kebahagian, dia telah menghancurkan ku. aku tidak terima semua ini'' kata lelaki yang masih berada dalam hotel untuk bersembunyi.
Di hotel Rian dan Enjelin masih memikirkan cara untuk menghancurkan mereka berdua.
*bersambung*
senang rasanya bisa menemani sahabat lagi, semoga novel ini terus jadi sahabat yang bisa menemani para pencinta novel di rumah.
__ADS_1
hei ,,,para pencinta novel bagi teman-teman yang udah terjebak di novel ini, tolong kasih semangat author dong, atau kalian komentari biar author tau kalau sudah ada yang melewati jalan yang author bikin, lagian kalau gk ada orang lewat kan gak semangat untuk melanjutkannya, Oya tentang tulisan yang banyak salah mohon maaf ya karena author baru pemula makasih ya udah mampir selamat membaca semoga terhibur .......